NovelToon NovelToon
Hidayah Cinta Dari Negeri Sakura

Hidayah Cinta Dari Negeri Sakura

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Action / Contest / Tamat
Popularitas:309.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ria Diana Santi

Kisah dua insan yang saling mencintai, namun terhalang oleh restu orang tua. Seorang pemuda nan soleh jatuh cinta kepada seorang gadis yang biasa saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Diana Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesuksesan Ryu

Hidup tidak ada yang tahu

Segalanya pastilah ada prosesnya

Entah itu cepat atau lambat

Semua tergantung pada kita

Bagaimana kita menjalaninya

...*****...

Kebahagian memang pantas di dapatkan oleh orang baik seperti Ryu. Dia telah bisa menjadi orang yang di percaya seutuhnya oleh Daisuke. Berawal dari supir dan kini ia berhasil menjadi karyawan tetap di perusahaan milik Daisuke.

Ia tak pernah menyia-nyiakan, kesempatan yang di berikan Daisuke kepadanya. Dia tengah berusaha keras agar perusahaan milik Daisuke, semakin maju dan berkembang pesat. Perusahaan milik Daisuke, memang banyak di minati oleh konsumen dan selalu menjadi yang teratas di bandingkan dengan perusahaan yang lainnya.

"Ryū, chotto tachidomatte zangyō shinai hō ga ī yo! Jūbun'na kyūsoku o tori, shinseihin no mondai ni tsuite amari kangaenaide kudasai!" ucap Daisuke yang melihat Ryu begitu giat nya dalam bekerja.

(Ryu, sebaiknya kamu berhenti sejenak dan jangan lembur terus! Istirahatlah yang cukup, masalah produk yang baru itu jangan terlalu di pikirkan!)

"Shōchi itashimashita! Ie ni kaerimashou! Ienikaeru mae ni, dekireba chiryō shitai nodesuga, tabemasu. Moshi sōnara, chichi wa sō surudeshou."

(Baiklah, Pak! Mari kita pulang! Sebelum kita pulang, kalau boleh saya ingin mentraktir, Bapak makan. Jika, Bapak mau)

"Tashika ni, yorokonde!"

(Tentu, dengan senang hati!)

Di perjalanan menuju tempat makan, Ryu sedikit bercerita tentang para pegawai wanita yang sering mengajaknya untuk makan bersama. Namun, ia selalu menolaknya.

"Sā, oshiete moraemasu ka?"

(Pak, bolehkah saya cerita?)

"Itte kudasai!"

(Katakan saja!)

"Shigoto ni shūchū shite hoka no jūgyōin o sukoshi mushi shitai dakede wa machigatte imasu ka?"

(Salahkah bila saya hanya ingin fokus bekerja dan sedikit mengabaikan para pegawai yang lain?)

"Dōiu imidesu ka?" tanya Daisuke.

(Maksud kamu apa?)

"Dakara, darekaga itsumoisshoni chūshoku o toru ka, sanpo ni dekakeru yō ni watashi ni tanomimasu. So no yōna nanika, sā. Shikashi, watashi wa itsumo sore o kyohi shimasu, sensei. Ima wa kare ni wa ikisugida to kanjite sukoshi mōshiwake arimasen."

(Jadi, ada yang selalu mengajak saya untuk makan siang bersama atau pergi jalan-jalan. Kira-kira seperti itulah, Pak. Tapi, saya selalu menolaknya, Pak. Sekarang saya sedikit menyesal karena saya merasa sudah sangat keterlaluan padanya.)

Sejenak, Daisuke terdiam dan berpikir tentang apa yang baru saja di dengar olehnya. Setelah dia pikirkan, dia pun segera menyampaikan pada Ryu.

"Ryū, anata wa machigatte imasendeshita. Shigoto ni shūchū shitai nonara, dōryō zen'in o mushi surubekide wa arimasen."

(Ryu, kamu tidak salah. Jika kamu ingin fokus bekerja, namun kamu juga tidak seharusnya mengabaikan semua rekan kerjamu.)

Ryu mendengarkan nasihat dari Daisuke, kemudian Daisuke kembali melanjutkan ucapannya.

"Tokuni josei wa,-shin no mottomo binkan'na ikimonodesu. Gai wa arimasen yo ne? Shōtai o 1-kai matawa 2-kai dake ukeireru baai."

(Terutama wanita, mereka adalah makhluk tuhan yang paling sensitif. Tidak ada salahnya 'kan? Jika kamu menerima ajakannya hanya sekali atau dua kali saja.)

Nasihatnya pada Ryu.

"Naruhodo,-sōdesu. Daijōbu arigatō!"

(Begitu, ya Pak. Baiklah Terima kasih!)

Tempat yang mereka ingin kunjungi telah ada di hadapan mereka. Lebih tepatnya, mereka telah sampai.

Ternyata, Riko dan Riri juga ada di tempat itu. Mereka sudah lebih dulu berada di sana. Bahkan, mereka juga tengah menikmati makan malam di tempat itu.

"Riko, terima kasih sudah menghiburku hari ini!" ucap Riri dengan senyum merekah di wajahnya. Tentu mendengar itu Riko merasa senang.

"Riri, kamu jangan terlalu memikirkan hal itu. Aku juga tidak mengharapkan apa pun darimu." jawabnya pada Riri.

"Tetap saja, aku tidak mau berhutang budi seperti ini padamu, Ko."

"Sudahlah, makan saja!" titahnya pada Riri.

Entah mengapa, Ryu seolah bisa merasakan keberadaan Riri di tempat itu. Padahal dia tidak melihat Riri. Tetapi, hatinya dapat merasakan bahwa Riri berada di tempat itu juga.

Ketika matanya mulai menjelajahi tempat itu, mendadak Daisuke mengagetkannya. Daisuke, menepuk pundaknya lalu mulai mencari tempat duduk. Mereka pun sudah duduk di tempat yang sudah mereka pilih.

Mendadak, Riri merasa aneh dan itu membuatnya teringat akan Ryu. Tak sengaja, ia menjatuhkan sendok dari tangannya. Tentu saja Riko kaget dan cemas.

"Ah, ya ampun! Kenapa sendok mu bisa jatuh? Ada apa, kamu tidak apa-apa 'kan?" tanya Riko mulai panik.

"Aku baik-baik saja, Ko! Aku permisi ke toilet sebentar, ya!" Riri lalu berdiri dari duduknya dan pergi ke toilet.

Ketika, Riri sedang berjalan menuju toilet. Ryu melihat ke arah meja yang di tempati oleh Riri dan Riko. Dia melihat ke arah itu karena tadi terjadi keributan di sana.

Saat dia menoleh, Riri sudah pergi ke toilet. Jadi, dia tidak melihat bahwa Riri juga berada di sana.

Riri yang masih di toilet, berusaha cepat kembali ke meja makan. Namun, dia merasa enggan untuk kembali. Seperti, ada sesuatu yang tak bisa ia mengerti. Mengapa ia tak ingin kembali lagi untuk melanjutkan makan malamnya bersama Riko di tempat itu.

Dadanya terasa sesak dan jantungnya terus berdetak amat cepat. Lalu, dia menelpon Riko dari toilet.

"Halo, Ko! Sebaiknya, kita pulang saja, ya! Aku merasa tidak enak badan dan juga kelelahan. Bisakah, kita pulang sekarang, Ko?" Dia berharap Riko akan menuruti keinginannya itu.

"Ya, baiklah. Kalau gitu, tunggu aku di parkiran, ya!"

"Ya, maaf, Ko!" ucapnya menyesal.

"Ya, Riri. Kamu tenang saja, aku nggak apa-apa, kok." Riko langsung bergegas pergi dari tempat itu. Setelah dia membayar makan malamnya.

Ryu, tak sengaja mendengar percakapan Riko. Di tempat itu, memang sedang sepi jadi tidak terlalu berisik, sehingga Ryu dapat mendengar dengan jelas semu ucapan Riko tadi.

Mendengar dan melihat ada orang Indonesia juga disitu. Membuatnya teringat akan Riri.

"Tunggu, apa mungkin orang yang di maksud oleh pria tadi itu adalah orang yang sama? Yaitu Riri yang aku kenal juga?" batinnya.

Dia terus menatap ke arah Riko yang akan segera pergi dari tempat itu.

Ketika melihat Riko telah berada di parkiran. Riri melambaikan tangannya.

"Riko ... aku disini!" teriaknya.

Riko menghampiri Riri dan membawa sepeda motornya. Mereka bergegas pergi dan lekas pulang.

Di perjalanan pulang, Riri masih merasa bersalah.

"Ko, maaf banget, ya! Aku benar-benar merasa bersalah sama kamu. Jika, aku masih punya waktu. Aku akan berusaha mentraktir kamu nanti."

"Sudahlah, jangan pikirkan hal itu terus. Aku bisa mengerti kamu dan kamu tidak perlu sampai seperti ini, Ri. Santai aja, oke!"

***

Karina yang masih belum juga bisa tidur, karena ingin menunggu sahabat-sahabatnya kembali.

"Aduh ... kemana sih mereka? Kenapa belum pulang juga, sih?" lirihnya dengan suara yang pelan.

Minami yang masih menonton, merasa heran dengan sikap Karina. Dia menghampiri Karina dan bertanya.

"Rin, tumben sekali kamu belum tidur? Kamu lagi nunggu mereka, ya?" tanya Minami.

"Bu, aku merasa khawatir pada Riko dan Riri. Kenapa mereka belum pulang juga, ya?"

"Ternyata, mereka yang tidak bisa membuat kamu tidur, ya? Sudahlah, jangan khawatir! Saya yakin mereka akan segera pulang. Sebaiknya kamu tidur saja, ya!" perintah Minami.

"Tidak, Bu! Aku akan tetap menunggu mereka. Aku akan bertanya tentang banyak hal pada mereka nanti," elaknya tak ingin menuruti perintah Minami.

"Baiklah, jika itu mau mu. Kalau begitu, Ibu tidur duluan, ya." Karina mengangguk dan setuju pada ucapan Minami. Minami hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Karina yang sedang di landa asmara itu.

Begitu mendengar suara sepeda motor, dia langsung membuka pintu dan menyambut kedatangan mereka. Sontak hal itu membuat Riri dan Riko sedikit heran. Karina sebelumnya tak pernah seperti itu.

Dengan sopan Karina menyapa sahabat-sahabatnya itu.

"Hai, kalian sudah makan malam? Kalau aku belum, aku ingin makan malam bersama kalian," ucapnya polos.

"Loh, Rin. Kenapa kamu belum makan? Ini sudah sangat malam, Rin," kata Riri yang khawatir dengan Karina.

Riko yang merasa adanya keanehan dari Karina dia langsung bertanya, "Ada apa denganmu, Rin? Tidak biasanya kamu seperti ini. Pasti telah terjadi sesuatu, 'kan? Jika tidak, mana mungkin kamu seperti ini," tanya Riko tak henti.

Karina hanya diam saja, tak tahu harus jawab apa.

"Ko, sudahlah! Jangan seperti itu padanya!" pinta Riri dan Riri segera mengajak mereka masuk.

"Ayo, masuk!"

***

Susana jadi sangat canggung dan kaku. Itu semua karena Karina bertanya pada sahabat-sahabatnya. Mengenai perihal kedekatan mereka.

"Apakah kalian tadi pergi berkencan?" Kata-kata itu terlontar begitu saja dari bibir Karina. Tanpa pikir panjang dia mengatakan itu semua.

Tak banyak yang bisa Riko katan pada Karina. Mengingat, dirinya memang menyukai Riri. Masalahnya adalah dia sendiri tak tahu apakah Riri juga suka padanya.

"Sudahlah, Karina! Sebaiknya, kamu makan lalu segera tidur setelah itu, ya!"

"Apa sesulit itu untuk menjawab pertanyaan ku, ya? Apa kalian ingin merahasiakannya dariku, ya? Lagi pula nafsu makan ku sudah hilang. Itu semua karena kalian." tukasnya lalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu.

Api kemarahan yang di tunjukkan oleh Karina dapat di rasakan oleh Riri dengan sangat baik. Kini, Riri dan Riko saling bertatapan karena ulah Karina.

Riri pun menyusul Karina ke kamar dan meninggalkan Riko sendirian di dapur.

***

1
Muhamad Hasbi
Luar biasa
Ria Diana Santi: Terimakasih banyak kak... 😊🙏🏻
total 1 replies
Your name
Aku suka sama sifatnya Ryu yang selalu optimis dalam segala hal, entah apapun itu.

Mungkin Ryu lebih condong ke sifat ibunya
Ria Diana Santi: Iya kak. Dia mirip ibunya. 😊
total 1 replies
Nindira
Siapa lagi ini si Sanjaya thor?

Sosoknya masih misterius, semoga dia juga orang baik
Ria Diana Santi: Siapa ya?🤭

Aamiin...
total 1 replies
Nindira
Harusnya Puri cari tahu dulu dong akan kedekatan Riri sama Vito biar Puri gak berburik sangka dulu sama Riri

Hey kaum adam! Awas aja ya kalau kalian berani bikin Puri patah hati maka kalian akan dihajar olehnya
Ria Diana Santi: Puri gak sempet mikir gitu kak.

Setuju....
total 1 replies
Nindira
Asyik Riri banyak yang suka, tapi kasihan mereka pada ditolak sama Riri

Gibran kamu mau tahu siapa yang ada dihati Riri? Sini aku bisikin namanya itu Ryu
Ria Diana Santi: Lah iya kak. 🤭

Wah, makin sedih aku kak. 😔 by Gibran.
total 1 replies
Nindira
Riri, Ryu juga memikirkan kamu ko hanya saja kamu tidak tahu

Riko,Riri takut teman-teman sekolahnya digondol maling jadi dia agak ragu untuk ikut pergi sama kamu😂

Meski begitu tetap aja hati Rico hancur berkeping-keping
Ria Diana Santi: Lah iya bener kak. Kalo di di bawa maling kan repot nanti. 😅

Kasihan bat emang si Riko. 🤧
total 1 replies
Your name
Maksud ayahnya Ryu baik sih, cuma kasian tuh Riri jadi takut. Soalnya kesan pertamanya bikin ngga suka Riri.

Tapi syukurlah, Riri ada tempat tinggal.
Ria Diana Santi: Iya Kak. Alhamdulillah dia bisa tinggal di rumah Ryu. 🥰
total 1 replies
Nindira
Wah! Ryu mau buka cabang di Indonesia? Asyik! Bakal takdir bakal memepertemukan lagi dia dan Riri

Daesuke kamu harus move on dan cobalah membuka hatimu kembali untuk wanita lain
Ria Diana Santi: Hore...

Aku akan berusaha Kak 🥰 by Daisuke
total 1 replies
Nindira
Ryu gak ada orangnya ngomong sama fotonya pun jadi ya😂

Itu benar banget Gibran, kamu itu membuat Riri jadi gak fokus belajar tahu tapi Riri tak mau mengakuinya
Nindira: Haduuuh parah kamu Ryu
total 2 replies
Nindira
Wah! kek nya bakal ada yang CLBK nih!

Terus nanti Ryu gimana? Apa dia bukan jodohnya Riri?

Gibran sama Roni lucu banget sih kalian😂
Ria Diana Santi: 😅 iya Kak.

Jodoh gak ya?😅
total 1 replies
{Annailla ♡♡}
Ayokak kk pasti bisa
Ria Diana Santi: Iya. makasih dek. 🥰🙏🏻
total 1 replies
Your name
Ryu... bikin aku nambah suka aja deh. Sifatnya yang baik dan peka dalam situasi itu.

Cowok kayak kamu termasuk langkah Ryu
Ria Diana Santi: Makasih kak by Ryu. 🙏🏻😊
total 1 replies
Nindira
Akhirnya Riri kembali pulang juga keIndonesia

Riri ibumu nyembunyiin kunci dipot kalau aku sih nyembunyiin kunci rumah dibawah keset yang ada didepan pintu
Ria Diana Santi: Alhamdulillah 🥰🤲🏻
total 3 replies
Nindira
Ternyata Riri bisa membuat oranf lain berkesan padanya hingga saat Riri akan kembali pulang keIndonesia akan banyak yang merasa kehilangan Riri

Jadi Riri menolak tawaran orang itu dong kalau dia mau pulang keIndonesia? Kalau Karina gimana?
Nindira: Kamu juga buatku berkesan dek, soalnya dari kamu aku belajar ketulusan, harus kerja keras dan ada pengorbanan agar mencapai hasil yang lebih baik menuju sukses
😊😍😘
total 2 replies
Nindira
Olive, kalau aku jadi siswi trus ada guru yang ngajar dengan serius keknya aku bakal ngantuk tuh! 😅

Puri aku yakin Riri juga merasakan hal yang sama kaya kamu. jadi bersabarlah kalian pasti dipertemukan lagi sama Authornya ya😁
Ria Diana Santi: 😆 tidur aja ya kak di kelas.

😆 iya kak
total 1 replies
Nindira
Daisuke perhatian banget sama Ryu...
Ya ampun itu namanya ikatan batin ya Ryu, gak lihat orangnya tapi kamu bisa merasakan kehadirannya
Ria Diana Santi: Wah ... 😍 bener banget tuh Kak
total 1 replies
Nindira
Merasakan cemburu emang ngga enak jadi mending kamu ungkapkan saja perasaanmu itu Karina, kali aja takdir berpihak padamu
Ria Diana Santi: Iya bener tuh Karina. Dengerin kata Kak Nindira.
total 1 replies
{Annailla ♡♡}
Ayo²
{Annailla ♡♡}: sama²
total 4 replies
{Annailla ♡♡}
Semangat thor
Ria Diana Santi: Makasih, Naill...
total 1 replies
Your name
Baik banget Ryu, kadang-kadang sosoknya seperti seorang Kakak dan kadang-kadang seperti seorang kekasih yang merasa khawatir terhadap pasangannya.

The best deh Ryu, suka sama karakternya
Your name: Sama-sama Thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!