Zilogia, penguasa tertinggi ras manusia duduk lemas diatas singasana.
"Aku ingin pensiun, menjadi yang terkuat, heh....omong kosong." Menghembuskan nafas panjang dengan bosan.
"Melindungi dimensi mortal, JANGAN BERCANDA, bahkan aku harus mengorbankan waktu menonton liga Champions demi melawan para monster itu, gak sepadan coy." Mengoceh Zilogia tanpa henti.
"Tapi jika pensiun bagaimana dengan kami, tuan." Berkata salah satu bawahannya .
"Dan apa kau tahu eldfet, kenapa dimensi noir terlalu serius berperang melawan manusia, itu merepotkan saja." Zilogia dengan lemas mengutarakan isi hatinya.
"Kalau begitu tuan, sebaiknya kita mencari seorang penerus anda." Eldfet memberikan pendapat.
"Itu ide yang bagus, baiklah mari kita berikan ujian kepada penerus takdirku, sebagai penyelamat dunia dari takdir sang penguasa." Zilogia bersemangat atas ide itu dan segera memulai tujuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shina Yuzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ramuan
Askar kembali beraktifitas setelah perawatan empat hari di dalam rumah sakit, banyak orang yang terkejut dengan proses pemulihan di dalam tubuh Askar, dimana untuk seorang warrior yang terluka cukup parah, membutuhkan waktu lebih dari satu Minggu untuk bisa kembali ke dalam kondisi normal, tapi dengan bantuan ilmu pernafasan, semua luka yang di alami Askar pulih secara cepat.
Askar menyewa sebuah apartemen dipinggiran kota dan tidak terlalu jauh dari kantor pusat guild Batarasanga, terlebih lagi, suasana ditempat tinggalnya begitu tenang, lebih tepatnya sepi, karena dekat dengan tempat kumuh. Askar menikmati waktu istirahat yang di berikan oleh Adam karena berhasil menyelesaikan misi dengan level bahaya tingkat tinggi .
Askar seperti manusia pada umumnya, dimana merasa lebih bosan saat berada di hari libur dan merasa malas ketika berkerja, sebagian besar waktu Askar digunakan untuk menaikan tingkat kekuatan, dimana saat ini Askar sudah beranjak menjadi seorang warrior tingkat jendral surga tahap awal.
Bagi sebagian orang, mendapat menaikan tingkat kekuatan tidak terlalu sulit, jika memiliki sumber daya, seperti batu energi untuk di serap, tapi tubuh Askar berbeda, jika manusia biasa hanya memerlukan sepuluh buah batu untuk naik tingkat, maka Askar memerlukan sepuluh kali lipat dan itu sangat merugikan.
Askar masih menikmati waktu istirahat untuk bercengkrama intim dengan ranjang tercintanya, setiap malam Askar memiliki kesulitan tidur, karena kedua tetangga di sebelah kanan dan kiri yang memiliki banyak kegiatan. Tetangga kiri dari apartemen Askar adalah para kuli bangunan yang dengkuran mereka seperti lolongan serigala saling memanggil, ditambah lagi tetangga kanan Askar adalah pasangan suami istri yang selalu berisik saat melakukan 'kegiatan' mereka, hal itu membuat Askar iri saat mendengarkan desahan intim yang sangat jelas ditelinganya.
Matahari hampir sampai di titik tertinggi dan Askar baru saja beranjak untuk membasuh muka, bagian punggung Askar yang tertutupi tiga luka sayatan besar, jika saat ini setiap luka Askar akan pulih tanpa memberikan bekas apa pun, tapi luka di punggungnya dia dapatkan sejak kecil tidak bisa dihilangkan, bahkan dulu saat pertarungan dengan Zilogia, tangan Askar yang putus pun kembali muncul tanpa meninggalkan bekas, hanya saja tangan kanan askar memiliki rajah dalam tulisan aksara .
Askar tidak memiliki banyak barang, karena sebagian besar kebutuhaannya bisa dia ciptakan sendiri tanpa perlu mengeluarkan uang .
Note : aku tidak akan membuat Askar menciptakan uang, hal itu akan membuat cerita membosankan .
Karena tidak banyak kegiatan yang biasa Askar lakukan, saat ini askar mengalami sebuah krisis kebosanan, saat dia keluar rumah dan melihat istri tetangga kanan sedang menjemur pakaian, wajahnya di penuhi senyuman cerah dengan penuh kepuasan .
"Selamat pagi, Askar ." Wanita itu menyapa, dia ibu muda yang mungkin masih berumur 24 tahun, dalam bentuk tubuh atau pun kecantikannya, masih bisa di bilang menyegarkan mata .
"Selamat pagi, kak Sila, sepertinya ada hal baik terjadi." Balas salam Askar dengan senyuman.
"Seperti itulah ." Sebuah kegiatan sopan santun, dimana Askar memang menjunjung tinggi tata krama di dalam hidupnya, terkecuali untuk setiap orang yang pernah membuat dirinya susah .
Askar berjalan-jalan di tengah kota, semua berjalan ramai seperti biasa, setiap orang yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, begitu juga dengan Askar, walau dalam waktu ini Askar hanya menghabiskan sisa waktu liburnya untuk mencari angin segar .
Disela keramaian kota, sosok wanita sedang melihat-lihat barang dari kaca jendela toko, Askar memperhatikan kalau wanita itu menginginkan sesuatu, tapi juga menghitung jumlah pengeluaran uang bulanannya, hingga memutuskan untuk pergi dengan menghembuskan nafas berat .
"Yo, Dilia kebetulan sekali bertemu denganmu ." Sapa Askar yang mengejutkan Dilia.
"Askar, kau sudah pulih ."
"Baru kemarin aku keluar rumah sakit ."
"Syukurlah kalau begitu ." Balas Dilia yang tidak bersemangat.
Askar memperhatikan raut wajah Dilia yang lemas, untuk para warrior di dalam guild, bayaran yang mereka dapatkan lebih dari kecukupan tapi tidak bisa membuat mereka kaya raya, hanya anggota guild utama dalam jajaran ranking sepuluh besar saja yang bisa mendapatkan uang lebih dari anggota lainnya.
Sering kali para warrior harus menjual kristal energi dari hasil pertarungan mereka demi mendapatkan penghasilan lebih, ini sungguh terbalik jika harus di bayangkan saat mempertaruhkan nyawa di dalam pertempuran dengan pendapatan yang tidak mencukupi.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini ."
"awalnya aku berniat untuk membeli beberapa ramuan peningkatan energi, tapi melihat harganya, sungguh membuatku lemas ." Jawab Dilia dengan tersenyum kecut.
"Ya itu bisa aku lihat, ayo kau ikut ."
Askar membawa Dilia masuk kedalam toko, di dalamnya terpajang berapa macam barang, selain menjual ramuan peningkatan kekuatan, senjata sihir, kristal energi atau pun zirah perang yang mampu memberikan peningkatan tambahan, dalam sekali penglihatan mata, Askar bisa memahami struktur dari bahan yang di gunakan untuk membentuk senjata ataupun zirah perang didepannya.
"Kualitas rendah, bahkan punyaku yang paling jelek masih jauh lebih bagus ." Askar tersenyum mengejek dalam hati, karena memang dengan skill penciptaan, segala macam senjata yang tercipta memiliki kualitas terbaik ditingkatannya .
Tapi sekilas Askar melihat sebuah sepasang senjata yang di tempatkan dalam kotak kaca .
'senjata sihir kelas raja, keserakahan .'
Melihat harga yang di cantumkan, mata askar terkejut bahkan sampai menggosok angka yang tertera, 50 juta. Bahkan senjata yang Askar berikan kepada Adam dengan harga 10 Juta masih lebih baik dalam tingkat kualitas.
"Harusnya waktu itu aku jual 30 juta kepada ketua Adam, sial." Gumam Askar dengan kesal.
Askar kembali berkeliling, membawa Dilia ke tempat penjualan ramuan, semua ramuan yang di jual di toko ini mampu meningkatkan kekuatan hingga 5% dengan kemurnian 68%. Tapi semakin tinggi efek yang di berikan, semakin mahal pula harganya, bahkan untuk satu ramuan peningkat kekuatan yang termurah sekali pun, memiliki harga hingga 500 ribu .
"Apa yang ingin kamu beli ." Askar bertanya kepada Dilia.
"Ramuan untuk meningkatkan kekuatan, karena di dalam guild, aku adalah yang terendah sebagai seorang senior, setidaknya aku ingin berusaha meningkatkan kekuatan ."
Askar melihat seluruh ramuan yang tersedia di atas rak toko, hampir semua ramuan peningkat kekuatan memiliki kualitas rendah, termasuk kemurnian didalam ramuannya.
"Tuan ada yang bisa saya bantu ." Seorang penjaga toko datang menawarkan bantuan.
"Di tempat ini berapa persen peningkatan untuk ramuan peningkat kekuatan dengan harga termahal ."
"Untuk yang termahal seharga 5 juta, memiliki peningkatan sebanyak 20 % dan itu adalah yang terbaik di kota ini ." Askar terkejut bukan main, dengan peningkatan hanya 20% dan memiliki harga separuh dari uang di kantong Askar .
"Terimakasih ."
Saat penjaga toko itu pergi, Askar berpikir, dengan pengetahuan Zilogia, Askar mendapatkan beberapa informasi tentang pembuatan berbagai jenis ramuan, dimana Zilogia mampu membuat sebuah exlir dengan peningkatan kekuatan hingga 70% dengan kemurnian sampai 98%. Bisa di katakan ramuan yang di buat dari ingatan Zilogia, mampu memberikan peningkatan kekuatan secara besar hanya dengan sekali minum.
"Baiklah, ayo kita buat sebuah ramuan." Berkata Askar yang tentunya mengejutkan Dilia.
kembali kesini untuk membaca ulang
tak kirain!!!
Dulu sewaktu novel ini masih chapter 400-500 aq ngikutin, tapi karena ibuku butuh uang HPku di gadaikan dan setelah di tebus, aq malas melanjutkan-nya.
Dan akhirnya 1/2 minggu lalu aq mulai baca dari awal dan novel ini tetap bagus seperti dulu, Komedi-nya masih bikin aq ketawa & jalan ceritanya g bikin bosen.
GOOD JOB untuk AUTHORNYA👍👍👍