NovelToon NovelToon
Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:106.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zemima dan Arsyad sudah menikah selama dua tahun. Selama itu pula pernikahan mereka baik-baik saja. Apalagi Arsyad juga selalu bersikap baik dan lembut sebagai suami.

Selama itu pula mereka belum di karuniai anak, dan Arsyad tak mempermasalahkan hal itu. Tapi berbeda dengan sang ibu yang menginginkan cucu dengan alasan Arsyad sudah mapan dan memiliki pekerjaan bagus. dia sudah harus punya keturunan.

Namun beberapa bulan terakhir, suaminya sering sekali ke rumah ibunya tanpa mengajak Zemima. Namun suatu hari, saat Arsyad tengah malam pergi diam-diam, Zemima mengikutinya. ternyata Arsyad pulang ke rumah ibunya dan di sambut wanita hamil.

Apa Zemima akan menghancurkan keluarga Arsyad yang sudah membohonginya? padahal pekerjaan bagus yang di dapat Arsyad tak lepas dari bantuan Zemima. Mereka tidak tahu kalau Zemima adalah pewaris tunggal perusahaan besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zemima 28

Zemima membiarkan ponsel mahal berlogo apel gigit itu berdering hingga getarannya mereda di atas meja marmer. Matanya menatap layar yang menampilkan foto profil Arsyad, pria yang dulunya ia tumpuhi seluruh harapan hidupnya.

20 Panggilan Tak Terjawab.

35 Pesan WhatsApp.

Zemima menggeser layar ponselnya tanpa terburu-buru. Senyum sinis terukir di bibirnya saat membaca rentetan pesan dari sang suami:

'Zemima, kamu di mana?! Jawab telepon Mas!'

'Kamu sebenarnya kerja di mana sih?! Kasih tahu Mas sekarang alamat kantor kamu!'

'Mas mau jemput kamu, kita makan siang bareng! Kita bicarakan masalah ini baik-baik!'

'Balas, Zemima! Jangan bikin Mas emosi! Nggak usah main rahasia-rahasiaan lokasi kantor begini!'

Zemima terkekeh pelan, suara tawa renyah namun sarat dengan cemoohan.

"Makan siang? Baru sekarang kamu peduli dan ingin tahu di mana kantorku, Arsyad? Apa kamu mulai penasaran dan atau kamu mulai tahu sesuatu..."

Selama dua tahun menikah, Arsyad memang tidak pernah sudi bertanya di mana kantor tempat istrinya bekerja. Di pikiran pria itu, Zemima hanyalah pegawai staf biasa di kantor swasta kecil yang gajinya tak seberapa, sama sekali tidak penting untuk ditanyakan.

Tepat saat ia hendak meletakkan kembali ponselnya, panggilan ke-9 masuk. Nama 'Mas Arsyad' kembali berkedip-kedip di layar.

Zemima sengaja membiarkan deringnya terdengar beberapa kali sebelum akhirnya menggeser tombol hijau, memindahkan suara ke mode speakerphone, lalu meletakkannya dengan santai di meja.

'Zemima! Akhirnya diangkat juga!' suara Arsyad terdengar meledak-ledak dari seberang telepon.

'Kamu ini ke mana aja sih dari tadi?! Telepon dari Mas disengaja nggak diangkat, kan?!'

"Ada apa, Mas?" sahut Zemima sangat tenang, bahkan terlalu dingin. Tangannya sibuk mengoleskan kembali lipstik di bibirnya seraya menatap pantulan dirinya di cermin.

"Aku sedang sibuk di kantor. Ada hal penting?"

'Kamu kerja di mana sebenarnya, Zemima?!' cecar Arsyad tanpa basa-basi, suaranya sarat akan rasa penasaran yang membakar dan kekesalan yang ditahan.

'Kirim share location kamu sekarang! Mas mau ke sana, Mas mau jemput kamu buat makan siang! Kita harus bicara! Mas akan menjelaskan semuanya. Semua kesalah pahaman kamu!'

Zemima menghentikan gerakan tangannya, menyunggingkan senyum yang teramat manis namun beracun.

"Makan siang? Tiba-tiba sekali, Mas? Bukankah biasanya kamu makan siang bersama staf-staf kesayanganmu di kantor cabang? Apalagi kamu juga kan sedang sibuk mengurus proyek Surabaya? Selain itu kamu bukannya akan mendapatkan promosi dari kantor untuk menjadi pimpinan di kator cabang perusahaan Altamas Group?'

'Mas punya banyak waktu, Dek. Sebelum memang beberapa hari kedepan akan cukup sibuk... Setidaknya kita harus menghabiskan waktu berdua, sayang... Akhir-akhir ini kamu sepertinya terlalu emosional... Mas tahu salah karena tidak cerita sama kamu kalau ada sepupu yang tinggal bersama dengan ibu...'

'Sebaiknya kita bicara sayang... Sekalian kita konsultasi ke dokter... Kita akan mulai proses untuk memiliki anak... Bukannya kamu sangat ingin memiliki anak sayang...'

"Ibu kamu yang ingin punya anak, Mas! Aku kan mengikuti keiginan kamu yang selalu menunda ingin punya anak dengan berbagai alasan. Mungkin memang kamu tak ingin punya anak dariku, atau mungkun kamu lebih mau memiliki anak dari perempuan lain?"

'Sayang! Kenapa kamu malah ngomong gitu sih? Mana mungkin Mas berfikiran seperti itu! Mas hanya sayang dan mencintai kamu... Kamu tahu alasan Mas menunda momongan sayang..."

"Iya aku sangat tahu! Selain mengejar karir, Mas juga memanjakan keluarga Mas itu. Sehingga mereka juga takut kalau jatah mereka akan di pangkas untuk kebutuhan anak kita kan? Ah rasanya sekarang malah aku yang tak berniat memiliki anak, Mas! Apalagi selama empat bulan kesepian rasanya aku sudah terbiasa sih... Lebih enak hidup sendiri dih..."

'Dek! Kenapa kamu malah bicara seperti itu? Sekarang katakan pada Mas, dimana kamu bekerja? Kita bertemu dan makan siang bersama agar semuanya lebih jelas kuta bicara secara langsung...'

"Kalau kamu memang begitu penasaran dan ingin makan siang bersamaku, jemput aku di gedung Altamas Group Pusat jam satu siang ini," sahut Zemima datar, nada suaranya mengayun tenang tanpa beban.

Hening seketika menyapu sambungan telepon. Di seberang sana, deru napas Arsyad terdengar memburu kasar, bercampur dengan bunyi klakson kendaraan yang samar-samar bersahutan.

'Kamu... ngomong apa tadi?' cicit Arsyad gagap, meragukan pendengarannya sendiri.

 'Altamas Group Pusat?! Zemima, kamu jangan gila ya! Mau ngapain kamu di sana?! Jangan bilang kamu sengaja main-main ke gedung pusat cuma buat bikin Mas pusing!'

Zemima tersenyum tipis seraya menatap pantulan dirinya di cermin.

"Kenapa, Mas? Kenapa kamu sekaget itu? Bukankah kamu yang memaksa ingin jemput aku? Jemput aku di lobi utama Altamas Tower. Tapi ingat, aku tak suka menunggu. Kalau kamu terlambat, aku batalkan makan siangnya."

'Tapi, Dek... Altamas Tower itu gedung utama holding! Akses masuk ke sana itu sangat ketat! Mas yang calon pimpinan cabang saja harus pakai izin resmi kalau mau ke sana! Kamu... kamu staf divisi apa di sana?! Kok dari dulu nggak pernah cerita kalau kantor kamu di Altamas Pusat?!' cecar Arsyad bertubi-tubi. Rasa panik, bingung, dan minder mendadak membakar kepalanya.

"Nanti kita bicarakan di kafe, Mas. Kita makan siang di Kopi Sapa Cafe di seberang kompleks Altamas Tower saja supaya lebih santai," potong Zemima dingin, tak memberi ruang untuk Arsyad menginterogasi lebih jauh.

"Datang tepat waktu kalau kamu benar-benar bermaksud menjelaskan semuanya."

'Dek! Tunggu dulu, Zemi...!'

Bip.

Zemima mematikan sambungan telepon secara sepihak. Ia meletakkan ponselnya di atas meja marmer, lalu menghenbuskan napas pelan. Jemari lentiknya menekan tombol interkom.

"Maya," panggil Zemima dengan suara penuh otoritas.

"Ya, Bu Zemima?" sahut suara Maya cepat.

"Pukul satu siang nanti suamiku akan datang menjemput ke lobi utama. Instruksikan tim keamanan lobi bawah... jika pria bernama Arsyad datang, biarkan dia menunggu di lobi tanpa perlu membuat keributan. Dan siapkan mobil, kita berangkat ke Kopi Sapa Cafe beberapa menit setelah dia tiba."

"Baik, Bu Zemima. Apakah dokumen bukti penggelapan dana dan fasilitas perusahaan untuk Pak Arsyad dan Dina perlu dibawakan?"

Zemima menyunggingkan senyum misterius yang sarat akan intrik.

"Simpan dulu dokumen itu, Maya. Belum waktunya panggung pertunjukan ini ditutup. Aku hanya ingin menikmati setiap baris kebohongan yang keluar dari mulutnya siang ini."

"Baik, Bu Zemima..."

'Baiklah, Mas Arsyad sekarang apa lagi kebohongan yang akan kamu rangkai? Aku yakin teman kamu itu mengatakan sesuatu tentang pemimpin perusahaan Altamas. Makanya kamu buru-buru bertemu denganku... Tapi sayangnya semua sudah terlambat, Arsyad... Cintaku sudah terkikis bersama dengan semua kebohongan dan juga pengkhianatan kamu..."

1
Heni Setiyaningsih
otaknya Arsyad sdh eror
Oma Gavin
good mima tegas jgn mau dijadikan tempat pertolonganmu saat kejepit ngga punya uang dan masalah urus sendiri saat seling juga seneng sendiri kok
Ilfa Yarni
kasian skali mima ga mau Bantu ya pastilah ibunya aja ga peduli Utah biarkan ankmu pergi Dr dunia ini kasian JG dia menanggung dosa kalian
Lee Mba Young
gendeng, ngemis ke mantan istri untuk anak hasil selingkuh.
iuhhh Aku kl jd zemima juga gk akn mau lah.
ngemis lah ke Dina, dia ibu kandung e. mlh ngemis ke mantan istri.
Ilfa Yarni
apakah zemima mau menolong ank hasil perzinahan arsyad
Oma Gavin
kenapa harus selalu zemima yg kamu repotin masih kurang sadar atau memang edan itu enak perselingkuhan mu ada muka kamu minta tolong
Ambu Rinddiany Thea
ya Allah maak udh dong dendam sma s arysad na maak . ambu ga tega kasian liat anaknya, anaknya mah ga punya dosa maak .. 😭😩
Ambu Rinddiany Thea
😭😭😭 maaaak
nely_48
sok lah der,, janda n duda premium nikah mh beda
nely_48
berbahagialah zemima
Noor hidayati
namanya berubah
Ilfa Yarni
di tunggu undangannya ya zemima
nely_48
sok banyak rezeki nya buat bayi n arsyad family
nely_48
semoga bayi pembawa rezeki ya de,,, /Sob//Sob/
Muft Smoker
semangat syad ,, mungkin km bukan suami yg baik buat zemima dlu ,, tp km harus menjadi ayah yg baik buat zayyan
Ilfa Yarni
sangat puas ya karmanya sayang skali didunia nyata ga ada karma yg seperti ini bagi tukang selingkuh dan pezina
Ilfa Yarni
udah ga udah disesali semua udah terjadi mending kalian tobat yg sungguh2 semoga aja Tuhan members kalian Jln yg lbh baik setelah kalisn bertobat
nely_48
klau udh kya gini mh ga tega k arsyad family, Siska km kerja ath msh muda coba cari kerja d resto atau cafe² kan lumayan ada penghasilan tambahan, dr pada ngajedog d imah
nely_48
apakah tdk ada gono gini buat arsyad ❓kasian loh itu arsyad, klau mengeluarkan 100jt untuk membantu tempat tinggal layak n modal usaha buat arsyad ga akan rugi buat mu zemima
nely_48
sok pendekatan pelan² dl ya Rey, klau udh saling membutuhkan kalian lgsg nikah az
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!