NovelToon NovelToon
Balasan Untuk Keluarga Parasit Suamiku

Balasan Untuk Keluarga Parasit Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Hampir tiga tahun menikah, Laras dan Robby belum juga memiliki anak. Hingga suatu hari, terjadi kesalahpahaman. Robby dan Soraya, ibu Laras mengira jika Laras mengalami masalah kesuburan.

Robby memanfaatkan kekurangan Laras untuk berpura-pura menjadi suami setia yang mau menerima Laras apa adanya. Ia bahkan mengajak Laras untuk mengadopsi anak.

Hal itu membuat Robby mendapat nilai plus dari Soraya. Ia bahkan menjanjikan jabatan tinggi untuk Robby di perusahaan.

Tentu, Robby sangat senang. Ia lalu mengajak keluarga dan selingkuhannya untuk bekerjasama merebut harta dan perusahaan milik keluarga Laras.

Tapi sayangnya, Laras mengetahui semuanya. Dan kali ini, Laras tidak akan menjadi korban. Justru, Laras yang akan memastikan keluarga parasit itu kehilangan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aktivitas Di Pagi Hari

Keesokan paginya, Laras sudah selesai bersiap dengan setelan kerja yang rapi dan elegan. Ia merapikan ujung lengan blazernya, lalu melirik ke arah ranjang, dimana Robby masih begitu nyaman, terlelap dalam tidurnya.

Laras menatapnya beberapa saat, kemudian mengalihkan pandangan dengan ekspresi datar. Ia tidak berniat membangunkan pria itu, apalagi menyiapkan segala keperluannya seperti yang biasa ia lakukan.

Ia segera mengambil tas kerja dan ponselnya, lalu melangkah keluar kamar.

Sesampainya di bawah, ia menuju dapur, melihat Bi Asih sedang sibuk menyiapkan sarapan.

"Bi!" panggil Laras.

Bi Asih menoleh dan tampak terkejut melihat Laras yang sudah rapi.

"Lho, Nyonya sudah siap?"

Laras mengangguk sambil menghampirinya. "Iya, Bi. Aku ada urusan pagi ini."

"Tapi, sarapannya..."

"Tidak apa-apa. Aku bisa sarapan di luar." Laras melirik jam tangannya sekilas. "Kalau nanti mereka bertanya, bilang saja aku sudah berangkat duluan."

"Baik, Nyonya."

Laras mengangguk kecil, lalu berpamitan sebelum meninggalkan rumah.

Pagi ini, ia sudah membuat janji dengan Salsa untuk membicarakan kerja sama antara perusahaan Adiguna dan Megantara. Ada beberapa hal yang ingin ia pastikan secara langsung, sebelum pertemuan resmi di lakukan.

Tidak membutuhkan waktu lama, Laras tiba di sebuah kafe. Ia memilih meja di dekat jendela dan memesan secangkir kopi.

Sambil menunggu, Laras membuka kembali proposal yang Anita kirim padanya. Ia membaca beberapa bagian penting, sesekali melirik ke arah pintu untuk memastikan kedatangan Salsa.

Beberapa menit berlalu. Tiba-tiba sebuah suara terdengar dari arah pintu masuk.

"Laras!"

Ia segera mengangkat kepala dan tersenyum melihat Salsa. Ia melambaikan tangan kecil sebagai isyarat agar sahabatnya itu segera mendekat.

Salsa membalas senyumnya sebelum menarik kursi di hadapan Laras dan duduk.

"Kenapa tiba-tiba kamu mengajakku bertemu pagi-pagi begini?" tanyanya sambil meletakkan tas di pangkuan. "Apa ada sesuatu yang penting?"

Laras mengerutkan kening. "Harusnya aku yang bertanya begitu. Kenapa kamu tidak menghubungiku secara langsung kalau memang ingin mengajukan kerja sama?"

Salsa mengernyit bingung. "Hah? Kerja sama?"

Laras mengangguk. Ia menunjukan salinan proposal di ponselnya.

"Kemarin, perwakilan dari perusahaan Megantara datang ke kantor untuk mengajukan kerja sama. Sayangnya, aku sedang tidak berada di tempat. Jadi, aku meminta sekretarisku mengatur ulang jadwal pertemuan kita. Dan, hari ini, kita akan membahasnya lagi. Makanya, aku mengajakmu bertemu karena kamu tidak memberitahuku tentang rencana ini."

Salsa menerima ponsel tersebut dan membaca isi proposal secara sekilas.

"Tunggu dulu! Aku benar-benar tidak tahu soal kerja sama ini," ucapnya sambil mengembalikan ponsel itu pada Laras.

Laras mengernyit. "Kamu tidak tahu?"

Salsa menggeleng mantap. "Aku baru bergabung dengan perusahaan Megantara, Ras. Itu pun statusku masih sebagai anak magang. Jadi, aku belum terlibat dalam pengambilan keputusan penting seperti ini."

Laras terdiam sejenak. "Lalu, siapa yang mengurus proposal ini?"

"Untuk saat ini, Kak Aryan yang masih memegang kendali perusahaan. Semua keputusan penting masih berada di tangannya."

Mendengar nama itu, Laras mendadak terdiam.

Aryan, Nama yang sudah cukup lama tidak ia dengar.

Tatapan Laras perlahan berubah. Ia menunduk sejenak, seolah-olah sedang memastikan jika dirinya tidak salah mendengar.

"Kak Aryan?" lirihnya.

***

Sementara itu, di rumah, Robby baru saja turun dari lantai atas dengan masih menggunakan jubah mandi. Rambutnya sedikit berantakan dan basah. Ia menuruni tangga, sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan.

"Laras!" panggilnya.

Tidak ada jawaban.

Robby mengernyit, kemudian melangkah menuju ruang makan. "Laras!" panggilnya lagi.

Diah dan Bima menoleh, merasa heran dengan Robby yang masih memakai jubah mandinya.

"Lho, Rob, kenapa kamu belum bersiap?" tanya Diah.

Robby mengabaikan pertanyaan itu. Ia justru menatap ibunya dengan wajah bingung.

"Laras mana, Bu? Kenapa dia belum menyiapkan bajuku?"

Diah menoleh kearah Bima yang menggeleng pelan. Lalu, kembali menatap Robby.

"Mana Ibu tahu dia di mana?" jawab Diah akhirnya. "Dari tadi Ibu duduk di sini, tetapi tidak melihatnya."

Robby mengusap wajahnya kasar. "Ke mana dia pergi? Aku telepon juga tidak diangkat."

Ia segera mengeluarkan ponsel dan memeriksa kembali riwayat panggilannya.

Robby mendengus kesal.

Biasanya, Laras selalu membangunkannya, menyiapkan baju kerjanya, bahkan memastikan semua kebutuhannya sudah tersedia sebelum ia berangkat. Namun, pagi ini wanita itu justru menghilang tanpa mengatakan apa-apa.

"Kenapa dia tidak menyiapkan keperluan ku sebelum pergi?" gerutunya.

Mendengar keributan itu, Bi Asih datang sambil membawa hidangan untuk sarapan.

"Nyonya sudah berangkat, Tuan," ucapnya sambil meletakkan piring di atas meja.

Robby langsung menoleh. "Sudah berangkat?"

Bi Asih mengangguk. "Iya, Tuan. Nyonya bahkan tidak sempat sarapan. Katanya, beliau ada urusan pagi ini."

Robby terdiam sesaat. Wajahnya semakin masam mendengar penjelasan tersebut..

"Cih! Urusan apa yang lebih penting daripada mengurus suaminya sendiri?" timpal Diah dengan nada mencibir. "Ibu rasa, dia sengaja mengabaikan mu, Rob."

Robby tidak menjawab. Ia hanya menghela napas panjang, berusaha menahan rasa kesalnya.

Ia sebenarnya ingin menghubungi Laras lagi. Tapi, tidak ada gunanya terus menelepon jika wanita itu memang sengaja mengabaikannya.

Akhirnya, Robby berbalik dan melangkah menuju kamar Bara.

Sesampainya di depan pintu, ia mendapati Maya tengah memeriksa perlengkapan bayi.

"Sayang!" panggil Robby.

Maya segera menoleh. "Iya, Mas. Ada apa?"

Robby mendekat dengan wajah sedikit kesal. "Bisa bantu aku bersiap-siap?"

Maya mengernyit heran. "Bersiap-siap? Memangnya kenapa?"

"Laras sudah pergi. Dia tidak menyiapkan pakaianku."

Maya terdiam sejenak sebelum senyuman perlahan terukir di bibirnya.

"Oh, begitu." Ia meletakkan perlengkapan bayi yang sedang ia pegang. "Kalau begitu, ayo. Aku bantu kamu bersiap."

Robby akhirnya tersenyum lega. "Terima kasih, Sayang."

Maya membalas senyumnya. Dalam hati, ia justru merasa senang karena Laras tidak berada di rumah pagi ini. Setidaknya, ia bisa lebih leluasa mendekati Robby tanpa harus terus-menerus berpura-pura menjaga jarak.

Maya menatap Bara yang masih terlelap, lalu mengikuti Robby menuju kamar untuk membantunya memilih pakaian kerja.

Tapi, begitu masuk ke kamar, Robby justru mendorong Maya hingga terlentang di ranjang.

"Mas!" Seru Maya terkejut. Tapi, sebelum ia bangkit, Robby sudah lebih dulu menindihnya.

"Mas, apa yang kamu lakukan?"

"Kenapa? Kamu tidak mau, hm?"

Maya tersipu. "Aku mau, Mas. Tapi... " Maya melihat sekeliling. "Ini di kamar Mas dan Laras, lho. Bagaimana kalau dia tahu?"

"Dia tidak akan tahu, sayang. Dia sudah pergi, mengabaikan ku. Jadi, bukan salahku kalau aku mencari kesenangan ku sendiri." Robby menurunkan wajahnya, mencium brutal bibir Maya. Tangannya bergerak, menyentuh bagian sensitif wanita itu.

"Mas!" Maya mengerang, mengigit bibir bawahnya saat wajah Robby turun, memberikan kenikmatan di bawah sana.

"Kamu suka, sayang?"

Maya mengangguk pelan. "Aku sangat suka, Mas."

Robby menegakkan tubuhnya. "Kalau begitu, sekarang aku akan membuatmu puas."

Maya tersenyum. "Nanti, kamu terlambat ke kantor, lho."

"Tidak masalah. Nanti, aku bisa beralasan karena Laras tidak menyiapkan baju ku."

"Kamu sangat pintar mencari alasan."

Robby menyeringai. Ia melepas jubah mandinya dan kembali mengukung Maya.

Pagi itu, mereka mengawali hari dengan erangan panjang menuju puncak kenikmatan, tanpa sadar semuanya terekam oleh cctv yang terpasang di sudut ruangan.

1
Fey mldn
jangan2 nama firma hukum Arras singkatan dari Aryan dan Laras 🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ah, kakak ni....Janganlah bikin Aryan Malu😆
total 1 replies
Ma Em
Ayo Laras kamu hrs gercep jgn sampai Robby menguasai semua harta yg Laras punya .
Ayudya
ayo Laras buat keluarga Robby menderita🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Laras lebih cepat kamu cerai dari Robby itu lebih bagus kamu harus tegas dan badas biar Robby dan keluarga tau siapa laras🤣🤣🤣🤣🤣
Ma Em
Laras hrs cerdik jgn sampai bisa dirayu Robby dan masalahmu jgn dipendam sendiri Laras lbh baik kasih tau Aryan dan minta tolong pada Aryan
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap🫡🫡
total 1 replies
Fey mldn
mungkinkah Laras menelepon Aryan, untuk meminta bantuan masalah perceraiannya🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Dia telp aku, kak🤭
total 1 replies
Fey mldn
Roby......... penghianat yang berkedok cinta
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Mokondoh😆
total 1 replies
Ma Em
Laras cepatlah buka kedok Robby yg sdh selingkuh dgn Maya dan lbh baik Laras minta tolong sama Aryan saja kalau Aryan pengacara agar bisa cepat lepas dari para benalu .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ya Allah, efek ngantuk. ku baca Kodok 🤧 Maaf, kak.
total 1 replies
Muft Smoker
si Robby harus ny kmn2 bawa kaca ,, biar bisa bercermin dlu kalo mau bicara ,, biar gx malu2in diri sndrii🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker: siiip kak🤭🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
Muft Smoker
suami masa depan pak robby
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🫣
total 2 replies
Muft Smoker
hei mokondoo ,, ad gx sadar apa amnesia dadakan ,, situ juga sering menanam jagung di kebun nona ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,, km siapa???km manusia kah??

POV Maya : 😒😒😒😒😒😒😒😒
total 6 replies
Fey mldn
benar Laras apa kata hatimu,kamu minta tolong Aryan untuk membantu semua masalah yang kamu hadapi 🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Gass/Determined/
total 1 replies
Muft Smoker
bnr2 keluarga benaluu ,,
😒😒
Muft Smoker: jadiin gelandangan kak ,, udh cukup mereka nikmati hidup mewah ny
total 2 replies
Ma Em
Ayo Laras kumpulkan bukti perselingkuhan Robby dgn Maya lalu buat mereka menyesal karena sdh membohongi Laras , cepatlah usir para benalu itu .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap, laksanakan 🫡
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker: lngsung mampir kak
total 2 replies
Kustri
tes dna ras
Kustri
hahaaa... roby buaya ternyata dikadalin maya🤣🤣🤣
Kustri
gelang aryan pasti dr laras, yakan thor✌
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ah, kakak bisa aja🤭
total 1 replies
Kustri
maya baru datang qu sdh menduga pasti selingkuhan roby
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
total 1 replies
Kustri
aryan yg akhir'a jd suami laras✌

itulah klo othor tdk tidur, pasti akan terbongkar wlo blm semua terbukti
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Setiap malam, aq tidur lho, kak 🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!