NovelToon NovelToon
Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Fantasi Isekai / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku yang menciptakan penderitaanmu... maka aku juga yang akan jadi takdir bahagiamu."

Lili tidak pernah menyangka akan bertransmigrasi ke dalam novel buatannya sendiri—menjadi Lilian, seorang pelayan biasa. Mengerikannya, ia datang saat Damian, sang tokoh utama pria, berada di titik terendah.

Dibuang keluarga, posisinya dijarah, dan tunangannya direbut anak angkat yang licik.

Tahu betul penderitaan ciptaannya, Lilian pasang badan. Berbekal 'pengetahuan masa depan', ia membongkar kejahatan anak angkat itu dan menuntun Damian merebut kembali segalanya.

Namun, saat dendam terbalaskan dan Lilian berniat pergi, Damian justru menguncinya erat.

"Kamu yang mengajarkanku cara bangkit, Lilian. Jangan harap bisa pergi setelah merebut hatiku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.22 -First Kiss

Setelah menyelesaikan makan siang perayaan kemenangan mereka bersama Felix, Damian mengajak Lilian berjalan-jalan sejenak ke sebuah taman kota yang tak jauh dari restoran. Suasana taman begitu tenang, dinaungi pepohonan rindang dengan kelopak bunga yang sesekali berguguran diterpa angin sepoi-sepoi.

Felix memilih pulang lebih dulu ke kantor untuk mengurus berkas Aetheria Tech, menyisakan Damian dan Lilian yang kini duduk berdua di sebuah bangku kayu panjang di bawah pohon rindang.

Lilian menyandarkan punggungnya, mengembuskan napas lega sambil memandangi langit siang yang cerah. Di dalam benaknya, dia masih memandangi antarmuka transparan Sistem yang menampilkan saldo bonusnya: $700 USD (sekitar 10 juta rupiah) plus 500 Poin Sistem!

"Gila, dapet dollar dong dari sistem! Lumayan banget ini mah. Entah nanti pas balik ke dunia nyata bisa ke-convert jadi Rupiah buat foya-foya, atau malah habis duluan tak pakai belanja barang-barang mewah di sini!" batin Lilian penuh kepuasan sambil terkekeh dalam hati.

Damian yang duduk di sampingnya memperhatikan wajah gembira Lilian. Tatapan dingin dan tegas yang biasa ia tunjukkan pada dunia bisnis mendadak meleleh, berganti menjadi pendar kehangatan yang amat dalam.

"Senang banget keliatannya," ujar Damian pelan tersenyum tipis.

Lilian menoleh, menatap wajah tampan Damian dari jarak dekat. "Ya senanglah! Akhirnya semua kerja keras kita terbayar, Dam. Kamu berhasil berdiri di atas kaki sendiri dan bikin orang-orang yang dulu ngeremehin kamu gigit jari."

Damian diam sejenak. Sorot matanya berubah makin dalam dan intens, menatap lurus ke dalam manik mata Lilian.

"Semua ini nggak akan pernah terjadi kalau kamu nggak muncul di hidup aku. Lilian," ucap Damian jujur, nada suaranya bergetar halus. "Di saat semua orang milih pergi, ngebuang, dan maki-maki aku... cuma kamu yang tetap berdiri di samping aku tanpa ragu sedikit pun."

Lilian tersentak pelan. Ada rasa hangat yang membuncah di dadanya mendengar pengakuan tulus dari karakter yang dulu ia ciptakan di atas lembaran kertas itu.

"Aku kan udah pernah bilang..." Lilian tersenyum manis, membalas tatapan Damian dengan lembut. "...aku bakal selalu ada di pihak kamu, Damian. Nggak peduli seberapa keras dunia nyoba buat jatuhin kamu."

Kata-kata itu menghantam bagian terdalam di dada Damian. Keheningan ajaib mendadak melingkupi taman tersebut. Angin berembus pelan, menerbangkan beberapa helai rambut Lilian yang tersingkap dari wajahnya.

Tanpa sadar, Damian memajukan tubuhnya. Tangannya terangkat perlahan, merapikan helai rambut Lilian dengan jemarinya yang hangat, lalu mengusap pipi gadis itu lembut.

Lilian membeku di tempat. Jantungnya berdegup begitu kencang bagai derap kuda sampai-sampai ia takut Damian bisa mendengarnya.

"Damian...?" bisik Lilian pelan, suaranya nyaris hilang.

"Boleh aku... minta satu hal?" bisik Damian serak, menatap bibir manis Lilian yang sedikit terbuka.

Sebelum Lilian sempat menjawab, Damian memiringkan kepalanya dan mendaratkan bibirnya lembut di atas bibir Lilian.

Sebuah ciuman manis, hangat, dan sarat akan kepemilikan. Lilian membelalakkan mata sejenak karena terkejut—ini adalah ciuman pertamanya! Namun, sentuhan lembut Damian yang begitu hati-hati perlahan membuat Lilian memejamkan mata dan larut dalam kehangatan suasana.

Dunia seolah berhenti berputar di sekitar mereka. Rasa sepi dan luka di hati Damian seolah terbasuh sepenuhnya oleh rasa cinta yang merekah di bawah naungan taman itu.

Tiba-tiba, sesosok peri mini transparan milik Sistem melayang-layang tepat di dekat telinga Lilian. Dengan mata berbinar-binar dan kedua tangan kecil yang menepuk pipinya sendiri, makhluk mungil itu menyaksikan adegan romantis di depannya dari jarak sangat dekat.

"Akhh, Host... manis sekali!" bisik si peri mini heboh dengan suara melengking yang hanya bisa didengar oleh Lilian.

Lilian yang tersentak kaget refleks menarik kepalanya pelan. Ciuman itu pun terlepas, menyisakan bibir Lilian yang kini tampak sedikit memerah dan basah. Damian dan Lilian sama-sama menghela napas pelan, mencoba menenangkan detak jantung mereka yang masih berdebar kencang bagai derap kuda.

Pipi Lilian merona merah padam, antara malu karena ciuman pertamanya dan kesal karena diintip si peri mini. Namun, menatap mata Damian yang penuh pendar cinta, Lilian memberanikan diri menggenggam jemari pria itu erat-erat.

"Aku nggak akan pernah ninggalin kamu, Damian... Kecuali kamu sendiri yang ninggalin aku dan udah nggak mau sama aku lagi," bisik Lilian tulus dari dalam hatinya.

Damian tersenyum sangat manis—sebuah senyuman lepas yang belum pernah ia perlihatkan kepada siapa pun sebelumnya. Rasa hangat menjalar ke seluruh dada pria itu.

"Gak akan. Aku selalu mau kamu, Lilian," ucap Damian lembut. Ia menggenggam balik jemari Lilian, menatapnya dengan lekat seraya terkekeh pelan. "Mulai sekarang, kamu resmi jadi pacarnya Damian Aetheria."

Damian yang biasanya memakai gaya bicara formal, kini perlahan mulai terbiasa menggunakan aku-kamu khusus untuk Lilian. Sebuah perubahan kecil yang membuat dada Lilian makin berdesir hebat.

"Lilian, makasih ya... udah hadir di hidup aku," bisik Damian lagi sebelum menarik Lilian ke dalam pelukan hangatnya di bawah guguran daun taman.

Setelah momen manis di bawah naungan taman kota, Damian merangkul pinggang Lilian dengan lembut sepanjang jalan. Mereka memesan taksi untuk perjalanan pulang ke apartemen, menikmati keheningan yang terasa hangat dan dipenuhi pendar kebahagiaan di sepanjang jalan.

Sesampainya di apartemen tempat mereka tinggal bersama, suasana yang biasanya biasa saja mendadak terasa begitu intens.

Begitu pintu depan tertutup rapat dan menyisakan mereka berdua di dalam ruangan, Damian tidak lagi menahan perasaannya. Sebelum Lilian sempat melepas sepatu hak tingginya, Damian membalikkan tubuh Lilian dan menyudutkannya pelan ke dinding koridor apartemen. Tatapan mata pria itu begitu gelap, dalam, dan sarat akan hasrat yang tertahan.

"D-Damian...?" bisik Lilian menahan napas. Jantungnya berdegup liar.

"Aku cuma mau memastikan kalau di taman tadi bukan mimpi," bisik Damian serak.

Ia kembali menyambar bibir Lilian dengan sentuhan yang lebih dalam dan menuntut daripada di taman tadi. Tangan tegap Damian merengkuh pinggang Lilian dengan erat, membawanya makin rapat ke dalam pelukannya. Lilian mengalungkan kedua tangannya di leher Damian, pasrah dan larut melenyapkan seluruh jarak di antara mereka.

"Gila... Damian kalau lagi mode pacar ternyata agresif dan seksi banget! Padahal waktu nulis karakter dia dulu, gue bikin dia dingin kayak es!" jerit Lilian dalam hati yang mulai kepanasan.

Lilian menepuk bahu Damian pelan saat napasnya mulai terengah-engah. Damian melepaskan pagutan bibirnya dengan berat hati, menyisakan jejak merah halus di bibir Lilian, lalu mendaratkan kecupan-kecupan lembut di dahi, pipi, hingga ceruk leher Lilian yang membuat gadis itu merinding geli.

"Maaf... aku terlalu tidak sabar," bisik Damian serak di telinga Lilian, napas hangatnya menyapu kulit leher Lilian. "Tinggal seatap sama kamu setelah resmi jadian begini benar-benar menguji pertahanan aku, Lilian."

Lilian merona merah padam, dadanya naik turun berusaha meraup oksigen. "D-Damian... pelan-pelan dong! Nanti kalau kelepasan gimana?!"

Damian terkekeh rendah, suara baritonnya yang seksi menggema halus di telinga Lilian. Ia mengusap pipi Lilian yang memerah dengan ibu jarinya, menatap sang kekasih dengan penuh kelembutan.

"Aku akan tunggu sampai kamu benar-benar siap, sweetheart. Tapi malam ini... biarkan aku tidur sambil memeluk kamu, ya?"

Lilian tidak sanggup menolak tatapan memohon nan hangat dari pria tampan di depannya. Ia mengangguk pelan sambil tersenyum malu, lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang Damian—menikmati detak jantung pria itu yang berdegup sama kencangnya dengan miliknya.

Bersambung ...

1
jumirah slavina
hadohhhh periiii kepooooo
jumirah slavina
dengerin tuh baik²
buat apa bertahan demi laki² yang tidak mau menikahi'mu

balik wwooii... balikk...
jumirah slavina: klo udah terkumpul kita bagi 2 yak

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
wow....
wow....
kejutan....
ada apa ini Li...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
neeext thor,dh gc sabar nunggu jeluanjutan cerita ny
jumirah slavina
tenang Li.. tar d'dunia nyata kita nyari berondong tampan rupawan yang kaya raya royal baik serta setia
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah 3th aja...
Emak Bapak'mu gak nyariin Kamu Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
hilihhhhhhhhhh... akal²n Cla biar d'samperin Kamu...
jumirah slavina
kumpul dugong ya mereka
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
jumirah slavina
udah lh Li... ngak apa... ganti pacar baru
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
seru,tdk bertele² dn konflik gc terlalu berat semoga cerita ny makin seru,dn gc ngantung
Jannah R
cerita ny seru gc bertele² dn jika ad konflik cepat terselesai kn gc kepanjangan,cerita seperti ini yg ku cari semoga cerita ny mangkin seru ke depan ny
jumirah slavina: wajib seru ya🤲🤲
total 1 replies
jumirah slavina
tenang... tenang....
tarik nafas lewat mulut...
buang lwt bawah...

bbrrooootttt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
jomblo lagi deh pas balik dunia nyata

tapi Kamu jadi kaya raya Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
hheehh Cicak... jurus nemplok'mu udah gak. ampuh lagi., minggir Kamu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
maklumin Peri., Host pikun🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
minggir lh wwooii.,
mengganggu aja
jumirah slavina
brisik banget wwooii
dia kau Gagav
jumirah slavina
walaupun perempuan tinggal Kamu satu²y d'dunia., Dami. lebih memilih jomblo abadi
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
dasar parasit
jumirah slavina
Kamu sm Aku Fel...
kita double date sm mereka

🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!