NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbuka Lagi Kesedihan

Awal yang baru.

Apakah semudah tiga kata yang terucap?

Jax sadar akan kesalahan yang amat sangat tidak termaafkan itu. Dalam renungannya ia berulangkali mengutuk dirinya sendiri dengan semua kelakuan impulsifnya. Betapa bodohnya dia beranggapan bahwa membuat Dania marah artinya ia mendapatkan validasi.

Dan yang terjadi malah sebaliknya, Dania tumbang dan ia tidak bisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri.

Tapi.

Sampai sekarang Dania tidak mengatakannya.

Dania hanya memeluknya tanpa mengatakan kata cinta itu.

Mungkin Dania masih tak bisa memaafkannya seutuhnya, dan Jax memakluminya. Setidaknya itu yang ia pikirkan. Lalu, benarkah itu alasan utamanya?

Tidak, Dania tentu saja sangat mencintainya. Itulah kenapa ia memilih untuk menikahi bocah yang belum dewasa itu dan bertahan bersamanya. Tapi apakah hanya cinta? Bukankah kalau hanya cinta maka Dania bisa saja pergi kapanpun yang ia mau setelah merasa dikhianati? Dania bukan wanita yang bodoh

"Ah!"

Jari Jax kepanasan tersulut panci anti lengket di atas kompor yang menyala.

Sedari sore, Jax sudah disibukkan dengan aktivitas yang tidak pernah ia lakukan di dapur.

Memakai celemek warna biru milik Dania, ia berusaha membuat bubur putih untuk istrinya hanya dengan berbekal instruksi dari youtube. Ia mengaduk pelan masakannya seolah ia sudah ahli, namun bubur yang meletup-letup itu berulang kali menyengat tangannya.

"Aw! Ssss!"

Dengan kesabaran ia kembali mengaduk-ngaduk karena memang perintahnya begitu agar buburnya bisa halus dan enak.

Cetek!

"Nah, akhirnya selesai juga."

Dengan wajah sumringah, Jax mengambil beberapa sendok dan menuangnya ke mangkuk putih. Lalu, ia tabur sedikit bawang merah goreng di atasnya untuk pemanis.

"Sempurna! Pasti Dania suka."

Pundaknya tiba-tiba meninggi dan hidungnya memanjang ketika membayangkan Dania akan memujinya habis-habisan.

"Hehehe," tawanya membuat Dania ikut terkekeh di belakangnya.

"Loh, bukannya tadi kamu tidur?" Tanya Jax keheranan karena istrinya ternyata mengamatinya tanpa suara langkah.

"Tadinya, tapi dengar kamu teriak-teriak aku jadi khawatir," jawabnya.

Senyum Jax kembali mengembang. Ia sudah tidak sabar menunjukkan kemampuan memasaknya.

"Ini, makanlah... Kata Dokter kamu harus makan yang lembut-lembut dulu."

Jax menaruh semangkok penuh buburnya di depan tempat duduk Dania. Sementara dengan penuh kebanggaan ia juga duduk sambil menopang dagunya, menunggu pujian dari istrinya.

"Ada apa? Kenapa lihat aku kayak gitu?" Tanya Dania.

"Nggak apa-apa, cepat cobain... Aku buatnya sesuai resep di youtube."

"Oh, oke."

Dania mengaduk buburnya dengan ragu. Entah filter apa yang digunakan Jax, sehingga di matanya bubur itu terlihat indah. Sedangkan Dania dari awal sudah bisa merasakan betapa berantakannya bubur itu tanpa menyicipinya.

"Aku coba ya..." Seolah mengulur-ngulur, Dania tidak kunjung menyuap buburnya. Namun ia tidak mungkin mengecewakan Jax yang sudah susah payah kan?

"Aaamm," Dania akhirnya berdamai dengan separuh hatinya yang menolak masakan itu.

"Gimana? Enak kan?" Jax mengayunkan kakinya seolah menggantung di kursi.

"Hehe, enak kok... Tapi lain kali beri garam dan gula ya Mas," ucapnya sambil mengelap pipi Jax yang putih karena tepung.

"Kenapa? Hambar ya?"

Bergegas Jax mengambil sesendok buburnya. Lalu ekspresi bangganya mengerut sampai ke kening.

"Puih... Nggak enak. Nggak usah dimakan. Nanti aku beliin aja."

Jax menarik mangkok Dania.

"Nggak apa-apa, anggap aja obat. Hahaha," goda Dania, menarik kembali buburnya dan tetap memakannya.

Pundak Jax merosot.

"Besok aku buatin lagi yang lebih enak," ucap Jax dengan sangat optimis, berbanding terbalik dengan Dania yang menderita karena harus mencoba percobaan-percobaan Jax selanjutnya.

"Lebih baik aku saja yang masak," tawar Dania, berusaha lepas dari lingkaran kesengsaraan masakan super tidak enak milik Jax.

"Mmm... No no, kamu masih belum sehat. Jadi aku yang bakalan gantiin kamu masak. Tenang aja, aku akan berguru dari youtube."

"Hahaha... Iya," Dania hanya tertawa formalitas menyembunyikan kekhawatiran akan masa depan perutnya. Kalau begini terus, bukannya sembuh penyakitnya malah bakalan lebih parah lagi.

Namun melihat senyum polos suaminya, menyalurkan kehangatan di hatinya. Betapa manisnya Jax sampai bisa membuatnya hampir melupakan kalau dia adalah playboy yang sudah teruji klinis.

"Kamu bakalan cuti seminggu lagi kan?" tanya Jax sambil mengunyah buburnya yang seperti racun itu.

"Besok aku mau mulai masuk kerja."

"Whaaat?? Tapi kamu masih belum sembuh sepenuhnya. Lebih baik ambil cuti lagi beberapa hari."

"Nggak bisa, aku kan masih baru. Masa udah ambil cuti aja. Nggak enak tahu," jawab Dania, mengaduk-ngaduk buburnya.

Jax baru sadar kalau istrinya ini sangat keras kepala. Padahal sudah jelas kalau tubuhnya belum siap untuk melakukan aktivitas sehari-hari, tapi Dania masih saja bersikeras.

Tapi berkat keras kepalanya itu, Dania mampu bertahan di rumah tangga yang sudah mau tenggelam ini. Jax mensyukuri hal itu.

"Ya, sudah terserah kamu aja. Besok aku tinggal buntutin aja kamu. Dimana-pun kamu ngajar maka aku akan ada di kelas itu."

"Lah, nggak bisa gitu donk. Terus kuliah kamu yang lain gimana?"

"Nggak usah protes! Itu bukan buat kamu, tapi biar aku nggak khawatir aja! Sekali lagi aku ngelakuin itu bukan buat kamu."

Jax menyilangkan kedua tangannya dan memalingkan mukanya sok keren. Namun di mata Dania, dia sangat menggemaskan.

"Iya terserah kamu aja."

"Good..."

Keduanya saling melempar tatapan madu penuh cinta yang membahagiakan. Sampai sebuah topik yang entah dari mana, bisa menghinggapi kepala Dania. Padahal ia sangat tahu kalau topik itu masih sensitif untuk Jax.

"Nanti pas liburan, kita sekalian mengunjungi nenek yuk."

Jax seketika menghentikan tangannya yang sudah menggantung di udara siap mendarat ke mulutnya. Lalu ia mengembalikannya ke tempat semula. Senyumnya mengerut, giginya menggertak meski tidak ada bubur di mulutnya, dan mata itu menjadi sendu berbanding terbalik dengan beberapa detik yang lalu.

"Kamu sendirian saja," ucap Jax.

"Kenapa? Kamu masih marah?"

Namun Jax hanya diam tak menjawab.

"Apakah kamu masih marah karena nenek menjodohkan kita?"

Kepala Jax mendongak mendengarnya. Seharusnya Dania tahu benar kalau bukan itu alasannya. Jax sangat bersyukur bisa bertemu penyelamatnya.

Akan tetapi, sepatah kata tidak bisa terlontar dari bibirnya. Hanya desisan yang keluar seolah semua kalimat yang ada di kepala tertahan sangat kuat di tenggorokannya.

"Jax... " Dania menggenggam tangan suaminya sangat erat untuk memberikan isyarat kalau semua akan baik-baik saja nantinya.

Lalu, air mata berderai tanpa perintah. Tanpa isakan namun terasa sangat menyedihkan. Berulang kali Jax berusaha menyekanya namun air matanya tidak berhenti mengalir.

"Aku-- aku sangat membencinya. dia sangat tega meninggalkanku sendirian. Padahal dia tahu kalau aku cuma punya dia."

Dania langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan cepat hampir melompat mendekati Jax yang masih berderai air mata.

"Ayah ibu sudah tidak ada, cuma dia yang ada di pihakku. Tapi--"

Sangat erat Dania memeluknya hingga Jax bisa menenggelamkan segala kesedihannya di dada Dania.

"Jax... Nenek tidak pernah meninggalkanmu. Dia hanya kembali ke tempat yang seharusnya ia berada."

Kesedihan yang mendalam karena ditinggalkan oleh satu-satunya orang yang mendukungnya, membimbingnya, dan melindunginya tak bisa lagi terbendung. Bahkan karena sakitnya, Jax berulang kali memikirkan untuk mengakhiri hidupnya yang tidak berarti tanpa orang itu.

Meski kini posisinya sudah digantikan oleh Dania sesuai wasiat, tapi luka itu masih sangat terasa dan membekas di hatinya, meninggalkan kekosongan dan kesepian tak berujung.

"Nenek akan selalu hidup di hatimu, selamanya..."

.

.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
aku senang melihat kamu senang dania. lanjutkan😄
iorlif
bakal di balas kayak gimana nanti
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
kebahagiaan itu adalah masalah hati. bukan karena ada atau tidaknya sekitar kita
Pencari Cerita
Dania disukai temenya gak boleh, tapi dia main cewe terus gak masalah, dasar jack keterlaluan banget si
Arni Arlinawati Pratiwi💃
😭 saingan jax ini yakin emak mana ganteng banget lagi.. jax, bae bae lu sama dania,
Arni Arlinawati Pratiwi💃
nih cewe satu aneh lagi... 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
gak.. gua bukan betina, gua banc*.. amsyong lu james! 🤣
Arni Arlinawati Pratiwi💃: eee ralat.. jason, 😁
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
noh.. skarang urus biang kekacauan mu jax, gentayangan tuh si bella, yang lu bahkan gak inget nama nya.. 🙄
Arni Arlinawati Pratiwi💃
fakta tragis.. ini masih ada perkara lagi di dania ini, fakta tragis itu clue nya kan.. mo bicara sama emak 4 mata aja thorr... yok, /Skull/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
🙄.. bukan kah cinta jax yang kamu inginkan dania???, dia udah bilang cinta loh itu... tapi ada apa sama lu.. 🫩
Vivenn
huhh sumpahh Baru Jugaa Mood Daniaa baguss malah dirusakk lagii,Jax pengen gw tonjok Luh yaa
Cinta(N)
berterima kasih kek si jax, kasihan deh dania
Siti Aisyah
untung saja ada ayah nya Liam yang menyelamatkan keluarga Dania😌
Siti Aisyah
jahat sekalii ayah Dania ini🥺🥺
Myz Pena
wkwkwkwk jax benar2 udah nggak tahan .. kasih aja daniah daripada ia tantrum seharian.. dan sakit kepala 😂
Myz Pena
apa yang mau di coba mau melakukan lagi astgaaa 😂
Myz Pena
astga mulutnya....
Myz Pena
astga si tante gila harta waris 🫣
Myz Pena
astga kasar sekali mulutnya si tante ini
Myz Pena
astga tante si jax ini ada masalh apa tiba2 datang marah2 kayak gini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!