Olivia Kania Smith mati dengan tragis ditangan adik angkatnya.
Olivia tidak tahu selama ini, kenapa keluarga kandungnya begitu sangat membencinya, dan bahkan juga teman-temannya sangat membencinya.
Mereka lebih percaya, dan perhatian kepada adik angkat Olivia.
Hingga pada detik terakhir Olivia akan mati, barulah ia tahu kenapa semua orang sangat membencinya.
Suara hati adik angkatnya dapat didengar semua orang, kecuali dia!
Siapa sangka, setelah kematian tragisnya, ia dapat mengulang kembali kehidupannya, dan dapat mendengar suara hati adik angkatnya.
Bagaimana sikap Olivia menghadapi keluarga kandungnya, setelah kehidupan ke duanya untuk membalas sakit hatinya pada kehidupan sebelumnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22.
Lydia tersenyum melirik Olivia dengan sikap pura-pura takut pada Olivia, ia mengambil ponselnya dari dalam tasnya.
Lalu ia mentransfer uangnya ke ponsel Olivia dengan tangan yang terasa berat.
Melihat Lydia mentransfer hutangnya kepada Olivia, wajahnya terlihat semakin senang, akhirnya beban hutangnya kepada Olivia tidak ada lagi.
Danish memang kelihatannya siswa polos, tapi dia suka main judi juga! hari ini sangat cocok sekali dapat menagih hutangnya! bisik Olivia melihat uang yang telah di kirim Lydia pada layar ponselnya.
Lalu ia menoleh melihat ke arah Danish, jadi lain kali tidak perlu ribut menagih hutangnya! bisiknya lagi, kemudian ia menoleh ke arah Lydia.
"Urusan Danish sudah selesai!!" Olivia memasukkan ponselnya ke saku roknya, "Sekarang waktunya giliran mu!!"
Olivia melangkah mendekati Lydia, "Lydia!"
"Aku.. !" Lydia pura-pura tersenyum takut-takut melihat Olivia sembari melangkah mundur, "Me.. mememangnya ada apa dengan ku?"
"Jelas-jelas kamu memanfaatkan Mia untuk membalasku!" Olivia melipat lengannya ke dada, "Adik angkat kesayangan ku, kau kira aku ini akan memaafkan mu?" sindir Olivia.
"A.. aku.. !" Lydia menjadi gugup menoleh ke arah Danish, dan Danish dengan cepat melindungi Lydia.
Danish merentangkan satu tangannya melindungi Lydia ke balik punggungnya.
Olivia melirik ke arah Danish dengan cepat merentangkan satu tangannya, agar ia tidak melakukan apa pun pada Lydia.
"Olivia! kamu mau apa?" tanya Danish.
Plakkk!!
Dengan kencang tangan Olivia menampar wajah Danish, sampai Danish terlempar ke samping, dan jatuh ke lantai kelas.
"Hah?!!" Lydia terkejut.
Olivia menoleh ke arah Lydia, dan Lydia dengan cepat menundukkan wajahnya tidak berani melihat mata Olivia.
"Kalau kamu tidak ingin nasibnya sama seperti dia, cepat sana benarkan posisi meja ku!!" Olivia menunjuk ke arah mejanya, "Rapikan semua barang-barangku!!"
( Aku tidak memanfaatkan mereka, kok! kenapa kak Olivia suka sekali mengadu domba! )
Sorot mata Olivia tajam memandang Lydia, mendengar saja suara hati Lydia memprovokasi keadaan kembali.
Ia pun melangkah mendekati Lydia, lalu mencengkram kerah baju di bagian tengkuk Lydia, dan kemudian ia menarik Lydia ke arah mejanya yang terbalik.
"Cepat! bereskan!!!"
"Kak!" suara Lydia bergetar mulai berpura-pura menangis, dan ia terlihat sangat menyedihkan ditindas Olivia.
"Kayaknya pelajaran kemarin belum cukup, ya? baik!!" Olivia menganggukkan kepalanya, "Ayo!!!"
Olivia menarik kerah baju Lydia dengan kuat, lalu melangkah keluar dari dalam kelas.
"Olivia! kamu mau apa?!!" Lydia panik kesulitan melangkah ditarik Olivia, sembari berupaya melepaskan cengkraman tangan Olivia pada kerah baju di tengkuknya.
"Lepaskan aku!!!" teriak Lydia sembari menangis.
Olivia tidak memperdulikan tangisan Lydia.
Ia menarik Lydia melewati anak kampus yang berdiri di luar pintu kelas, yang sadari tadi menonton keributan di kelas mereka.
"Lydia! Olivia kau sudah gila!!!" teriak Mia dan Lyli melihat Olivia menarik Lydia pergi keluar kelas.
"Cepat panggil Hans ke sini! bilang saja Olivia membully Lydia, suruh dia membawa banyak orang!!" kata Mia menyuruh Lyli.
Lyli menganggukkan kepalanya.
"Hari ini harus benar-benar kasih pelajaran sama si Olivia itu!!!" Mia memegang pipinya yang sakit, akibat pukulan buku Olivia.
Lyli menganggukkan kepalanya lagi dengan raut wajah marah juga.
Sementara itu Olivia menarik paksa Lydia, yang terus berupaya melepaskan cengkraman tangan Olivia pada kerah bajunya.
Ia sampai terbungkuk-bungkuk melangkah di seret Olivia.
Olivia membawa Lydia menaiki anak tangga ke lantai atas kampus.
"Ayo! cepat!!!"
"Lepaskan aku!!!" jerit Lydia sampai setiap langkahnya nyaris terjatuh-jatuh.
"Aku akan membawamu ke tempat yang bagus!!"
"Aku tidak mau!!!"
Lydia pontang-panting melangkah di tarik paksa Olivia, sampai mereka ke pelataran balkon lantai atas kampus.
Bersambung.......
..