NovelToon NovelToon
Hati yang Dikhianati, Terjerat Sang Mafia

Hati yang Dikhianati, Terjerat Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Wanita perkasa / Selingkuh / Sekretaris / Office Romance / Tamat
Popularitas:132
Nilai: 5
Nama Author: Beatriz novaes

Malam itu, Pietra pulang membawa kejutan untuk sang suami—dan menemukan suaminya dalam pelukan sahabatnya sendiri. Bukan hanya dikhianati; ia dipukul, direndahkan, dan baru menyadari bahwa pernikahannya selama ini hanyalah kedok untuk menguasai warisannya.

Maka ia memilih menghilang. Sendirian, tanpa tujuan, ia naik pesawat pertama yang membawanya sejauh mungkin: Moskow.

Di kota asing yang dingin itu, Pietra bertekad membangun ulang dirinya dari nol. Tapi takdir justru menempatkannya di jantung dunia yang paling berbahaya—sebagai sekretaris pribadi Marco D'Amato, pengusaha tampan berdarah dingin yang menyimpan satu rahasia mematikan: ia adalah Don dari mafia terkuat di Rusia.

Marco terbiasa mengendalikan segalanya. Namun wanita yang menolak tunduk, yang membalas setiap tatapannya tanpa gentar, yang berani berkata "Aku bukan milikmu"—itu di luar kendalinya. Dan semakin Pietra menolak dilindungi, semakin Marco tak sanggup melepaskannya.

Di antara kontrak yang ditandatangani dengan darah, musuh yang mengintai dari bayang-bayang, dan masa lalu yang menolak mati, satu aturan berlaku mutlak di dunia Marco: pengkhianatan hanya dibayar dengan nyawa.

Pietra datang untuk melarikan diri dari luka. Ia tak pernah menyangka akan terjerat dalam permainan yang jauh lebih berbahaya—permainan di mana hati bisa menjadi senjata paling mematikan.

Ketika cinta dan dendam bertemu di dunia yang tak mengenal ampun, siapa yang akan bertahan sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beatriz novaes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

PIETRA PETROVSKY

Dingin Rusia menghantamku begitu aku keluar dari bandara, tapi kali ini terasa tak lagi menyiksa. Ini sebuah peringatan.

Pengingat tanpa suara bahwa aku sudah terlalu jauh untuk ditemukan dengan mudah. Aku lelah. Kudekap erat ranselku.

Aku punya uang.

Lebih dari cukup.

Warisan yang begitu diidamkan Ricardo kini aman, tak tersentuh... jauh dari jangkauannya. Meski begitu, aku tak menginginkan kemewahan.

Aku tak mau apa pun yang meneriakkan keberadaan, kekuasaan, atau status.

Semakin sedikit perhatian yang kutarik, semakin baik.

Aku akan mencari apartemen yang layak, dan besok keluar untuk mencari pekerjaan.

Aku mengabaikan para sopir yang memaksa, lalu masuk ke sebuah taksi biasa dan menyebutkan alamat agen properti bereputasi baik, jauh dari kawasan Moskow yang mencolok.

Sang agen menyambutku dengan sopan dan profesional. Tak ada tatapan ingin tahu, tak ada pertanyaan yang mengusik.

"Saya mencari sesuatu yang nyaman," jelasku dalam bahasa Inggris. "Lokasi bagus, sudah berperabot... tapi tidak menonjol. Tidak yang berlebihan."

Ia langsung mengangguk, seolah memahami lebih dari yang kuucapkan.

"Saya punya beberapa pilihan," jawabnya. "Berkualitas tanpa pamer."

Kami mengunjungi tiga apartemen.

Yang pertama terlalu indah. Kaca cermin, penjaga pintu, pengamanan ketat, mobil-mobil mahal di garasi.

Kucoret tanpa pikir panjang.

Yang kedua luas, elegan... tapi mencolok dan terlalu formal.

Yang ketiga berbeda.

Sebuah gedung modern, namun sederhana. Pengamanannya baik, tapi seadanya. Apartemennya terang dan lapang, perabotnya berkualitas, garis-garisnya netral. Tak ada yang menarik perhatian.

Persis seperti yang kuinginkan.

Dapur yang lengkap.

Kamar yang nyaman.

Ruang tamu yang tenang.

Aku melangkah ke jendela dan mengamati jalanan: lalu lintas biasa, orang-orang biasa, tanpa sedikit pun kesan diawasi.

"Yang ini!" kataku tegas.

Sang agen tersenyum tipis.

"Pilihan yang sangat baik."

Kutandatangani berkas-berkasnya dengan tenang. Tanpa terburu-buru. Tanpa rasa takut. Kubayar tunai dan menerima kunci langsung ke tanganku.

Milikku.

Ketika aku masuk sendirian ke dalam apartemen, kuletakkan ransel di meja dapur dan menarik napas dalam-dalam.

Sunyi.

Tak ada teriakan...

Tak ada ancaman...

Tak ada kebohongan...

Kuusapkan tangan ke sofa, ke meja, ke dinding yang dingin.

"Di sini, tak seorang pun mengenalku," gumamku.

Dan itulah yang persis kuinginkan.

Bukan sebuah tempat persembunyian yang menyedihkan.

Melainkan tempat yang aman.

Tempat di mana aku bisa membangun kembali hidupku tanpa diawasi.

Kulepas mantel, kembali mendekati jendela, dan membiarkan seulas senyum kecil terbit.

Ricardo takkan pernah menemukanku di sini.

Setelah beberapa jam membereskan barangku yang sedikit, kenyataan menohok keras.

Ranselku hampir kosong.

Di dalamnya hanya yang paling penting:

Laptopku, dokumen-dokumenku, dan charger.

Tak ada pakaian yang cukup. Tak ada sepatu yang layak untuk dinginnya Rusia. Tak ada yang cocok untuk wawancara, kuliah, atau bekerja.

Aku kabur untuk menyelamatkan diriku sendiri.

Dan aku tak menyesalinya sedetik pun.

Kuambil mantel yang tergeletak di atas sofa, kupakai bot, lalu keluar lagi ke jalan. Angin beku mengiris wajahku begitu pintu gedung tertutup di belakangku.

Aku berjalan beberapa blok sampai menemukan sebuah pusat perbelanjaan sederhana. Tak mewah. Tak mencolok.

Persis seperti yang kuinginkan.

Aku masuk ke toko pakaian wanita pertama yang tampak sederhana dan rapi. Warna-warna netral, potongan elegan, tanpa berlebihan.

Kuraba kain-kainnya dengan ujung jari, merasakan teksturnya, menarik napas panjang. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, aku memilih sesuatu untuk diriku sendiri.

Bukan untuk menyenangkan orang, bukan untuk membenarkan diri, bukan untuk bertahan hidup demi seseorang.

Kupilih pakaian yang praktis:

Mantel gelap, blus berkerah tinggi, gaun sederhana, celana berpotongan rapi, beberapa blazer bernuansa tenang.

Tak ada yang meneriakkan kekayaan. Tak ada yang membocorkan kerapuhan.

Sambil mencoba salah satu blus di depan cermin, kutatap bayanganku.

Aku tampak berbeda...

Lebih kurus.

Lebih serius.

Lebih... bebas.

"Inilah dirimu sekarang," gumamku.

Kubayar semuanya tanpa ragu, lalu menuju toko sepatu.

Kubeli bot yang cocok untuk musim dingin Rusia dan sepasang lagi yang lebih sederhana, nyaman, sempurna untuk hari-hari yang panjang.

Kantong belanjaanku terasa berat, tapi tak mengusikku. Justru sebaliknya. Setiap helainya adalah langkah kecil dalam membangun hidupku yang baru.

Sekembalinya ke apartemen, kuletakkan semuanya di atas tempat tidur dan mulai menata pakaian di lemari yang kosong.

Setelah selesai, aku duduk di tepi tempat tidur dan menyalakan laptop.

Kubuka surel-surelku.

Balasan dari kampus.

Konfirmasi.

Dan, di antaranya, ada sesuatu yang membuat jantungku berdegup berbeda.

Sebuah pesan dari perusahaan D'Amato.

Masih belum kubuka.

Masih asing.

Kututup laptop tanpa membacanya.

"Besok saja," bisikku.

Hari ini, aku hanya ingin tidur dengan tenang.

Mengenakan pakaian baru.

Di sebuah tempat yang tak seorang pun berkuasa atasku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!