NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

“Jadi ini wanita yang akan menjadi istri ku?” Suara nya rendah penuh cemooh. “Ayah benar benar berhasil menemukan wanita yang paling membosankan untuk ku”

Dreven Orsley Dastan, pewaris keluarga Dastan, dikenal sebagai pria kasar, pengacau, sekaligus cassanova yang tak pernah serius pada wanita mana pun. Namun, sebuah kecelakaan membuatnya harus duduk di kursi roda—tanpa sedikit pun mengubah sifat liarnya.

Sampai akhirnya, sang ayah menjodohkannya dengan Elnara Sevana, gadis dingin dan cerdik yang terkenal mampu membungkam siapa pun dengan tatapan dan kata-katanya. Ia bukan wanita yang mudah dipermainkan. Setiap serangan lawan selalu dipatahkan sebelum sempat menjadi ancaman.

Elara diminta untuk melahirkan pewaris untuk keluarga Dastan , dan sebagai gantinya Saham perusahaan.

Elara terkekeh sinis, "Sepertinya tidak adil. Bagaimana jika kesepakatannya begini. Aku rubah putramu menjadi anak anjing penurut dan hadiahnya adalah perceraian untukku. Ini terdengar menguntungkan bagiku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Elara masih tenang melihat Serena yang masih diam di sana, dia merasa terhibur dengan ekspresinya yang tak percaya.

"Jika tak ada urusan lain, lebih baik kakak ipar pulang. Atau mau menginap?"

Serena mengerjapkan matanya, jelas tidak menyangka Elara akan seberani itu menyuruhnya pergi.

"Aku tidak punya alasan untuk menginap di sini," katanya, suaranya terdengar lebih dingin dari sebelumnya.

Elara tersenyum tipis. "Sayang sekali. Aku bisa menyiapkan kamar tamu terbaik untukmu."

Serena mendengus kesal, lalu berdiri sambil merapikan tasnya. "Cih, aku pergi," katanya sambil berdiri dan berjalan dengan langkah kesal.

Elara yang melihat itu terkekeh pelan lalu memanggil pelayan. "Lain kali kalau ada tamu sepertinya jangan dibiarkan masuk. Aku tak sesenggang itu meladeninya," nada suaranya berubah datar.

Pelayan itu mengangguk patuh. "Baik, Nyonya."

Elara menghela napas pelan, lalu kembali menyesap tehnya. Dia memandangi cangkir di tangannya, membiarkan pikirannya mengembara.

Serena jelas bukan lawan yang mudah, tapi Elara juga bukan orang yang bisa ditekan begitu saja. Jika wanita itu ingin bermain, maka dia akan meladeninya dengan senang hati.

Sekarang, ada hal yang lebih penting yang harus dia pikirkan. Dreven akan segera pulang, dan dengan caranya yang selalu tak terduga, pria itu mungkin akan membawa lebih banyak kekacauan ke dalam hidupnya.

Elara tersenyum tipis. Hidupnya memang tak pernah membosankan.

"Emma, besok siapkan stik golf. Aku ingin bermain golf besok pagi sebelum sarapan."

Pelayan itu mengangguk sopan. "Baik, Nyonya. Akan saya siapkan semuanya."

Elara bangkit dari duduknya, meregangkan tubuhnya yang sedikit tegang. Permainan golf di pagi hari akan menjadi cara yang sempurna untuk menjernihkan pikirannya.

---

BRAK!

Suara tas yang dibanting mengejutkan Galileo terkejut.

"Kau kenapa? Jangan mengejutkanku lain kali," kata Galileo yang merupakan suami dari Serena.

Serena menatap suaminya kesal, "Aku merasa senioritasku terlukai! Bisa-bisanya istri Dreven itu tak menghormatiku!"

Galileo mengangkat alisnya, menatap istrinya dengan bingung. "Maksudmu Elara? Apa yang dia lakukan?"

Serena mendengus, melempar jasnya ke sofa dan melipat tangan di dada. "Wanita itu benar-benar angkuh! Dia bahkan tak takut padaku! Biasanya menantu baru akan mencoba mengambil hatiku, atau setidaknya menunjukkan rasa hormat. Tapi dia? Dia justru mengabaikanku seperti aku bukan siapa-siapa!"

Galileo terkekeh pelan, duduk santai di sofa. "Bukankah itu menarik? Aku tak pernah melihat seseorang bisa membuatmu kesal seperti ini."

Serena melotot padanya. "Ini tidak lucu, Galileo! Aku kakak iparnya, dia seharusnya tahu diri! Tapi dia malah bertingkah seperti dia yang mengatur segalanya."

Galileo mengangkat bahu. "Biarkan saja, bagaimanapun kau masih menantu pertama. Dia tak akan menggantikan posisimu."

Serena mendengus, "Kau tak tahu saja, ayah mertua pulang dari luar kota langsung menemuinya. Bahkan aku dengar dia diberikan kalung berlian hasil lelang untuk hadiah pernikahan. Cih, pasti dia merasa paling disayang makanya dia bersikap angkuh."

Galileo menyipitkan mata, kini ekspresinya berubah sedikit lebih serius. "Tunggu, Ayah langsung menemui Elara? Dan dia memberikan hadiah semahal itu?"

Serena menjatuhkan dirinya ke sofa dengan kesal. "Ya! Dan itu yang membuatku semakin yakin kalau Elara bukan sekadar menantu biasa. Ayah tak pernah bersikap seperti itu bahkan padaku! Saat kita menikah, apa aku mendapat kalung berlian? Tidak!"

Galileo menghela napas, lalu menatap istrinya dengan penuh pertimbangan. "Tapi aku sudah mencari tahu identitasnya. Dia juga tak memiliki power sebesar itu untuk bisa membuat Dreven menjadi pewaris Dastan Group. Apalagi dengan sifat yang aku bentuk sejak kecil, dia tak akan bisa naik tingkat untuk dipercaya ayah. Jadi biarkan saja dia, selagi tak mengganggu urusan kita, kau tak perlu bertindak berlebihan."

Serena menatap Galileo dengan tidak percaya. "Jadi kau mau bilang kalau semua ini kebetulan? Bahwa Elara hanya beruntung?"

Galileo mengangkat bahu. "Entah beruntung atau tidak, faktanya dia tidak punya latar belakang yang cukup kuat untuk bisa menggeser posisimu atau mendapatkan kepercayaan Ayah sepenuhnya."

Serena menghela nafas pada akhirnya. Apa yang dikatakan oleh suaminya ada benarnya.

"Oh iya, dokter obgyn menghubungi kita. Kita bisa melakukan bayi tabung agar bisa cepat punya anak. Aku yakin jika kita lebih dulu mendapatkan keturunan pasti ayah lebih menyayangiku."

Galileo yang semula terlihat santai, kini menegang sesaat. Dia menatap Serena, mencoba membaca ekspresi istrinya. "Jadi kau benar-benar ingin mencoba bayi tabung?"

"Iya, tapi aku tak ingin mengandungnya di rahimku. Kita sewa saja, aku akan berpura-pura hamil sampai anak kita lahir."

Galileo mengerutkan kening, jelas terkejut dengan ucapan istrinya. "Maksudmu… kita menyewa ibu pengganti?"

Serena mengangguk tanpa ragu. "Tentu saja. Aku tak ingin merusak bentuk tubuhku, dan kehamilan itu melelahkan. Lagipula, dengan cara ini, aku tetap bisa beraktivitas seperti biasa tanpa ada hambatan."

Galileo menghela napas panjang. "Terserah," katanya sambil berdiri.

"Kau mau kemana?!"

"Keluar."

Serena mendengus pelan, "Selalu saja seperti itu."

---

TAK!

Suara bola golf yang terpental jauh terdengar merdu di udara pagi yang sejuk.

Elara menurunkan stik golfnya dengan tenang, matanya mengikuti bola yang meluncur sempurna menuju target. Di halaman belakang mansion, lapangan golf pribadi yang luas menjadi tempatnya melepas penat.

Emma, pelayannya, mendekat sambil membawa botol air. "Pukulan yang bagus, Nyonya."

Elara tersenyum tipis, mengambil botol itu dan menyesapnya sedikit. "Aku hampir lupa betapa menyenangkan olahraga ini."

Namun, sebelum dia sempat mengambil bola lain, langkah kursi roda seseorang terdengar mendekat di atas rumput.

"Pemandangan yang menarik di pagi hari," suara berat itu terdengar akrab.

Elara menghela napas panjang sebelum berbalik. "Kau sudah pulang?"

Dreven tersenyum dari kursi rodanya, lalu mengambil stik golf yang tidak digunakan di sana.

Dreven mengayunkan stik golf itu dengan santai, menguji keseimbangannya sebelum menatap Elara dengan penuh arti. "Aku pulang lebih cepat dari yang kau kira, kan?"

Elara mengangkat alis, menyesap airnya sekali lagi sebelum menjawab. "Kau sepertinya tidak tahan jauh dariku."

Dreven tertawa kecil, lalu menggerakkan kursi rodanya mendekat, berdiri di sampingnya. "Mungkin," katanya dengan nada menggoda. "Atau mungkin aku hanya ingin memastikan istriku baik-baik saja setelah meninggalkan suaminya di tengah liburan."

Elara mendecak pelan, mengambil bola golf lain dan meletakkannya di tee. "Jika kau hanya ingin bermain kata-kata, lebih baik mundur. Aku sedang berlatih."

Dreven tersenyum lebih lebar. "Bagaimana kalau kita buat taruhan?"

Elara menoleh, tersenyum sinis. "Taruhan apa?"

Bersambung

1
🦋Little Butterfly🦋
sadis banget...
Arni Arlinawati Pratiwi💃
iya tau kok emak.. dia lagi cemburu, hanya saja dia sendiri pun gak sadar sama perasaan nya, ego nya aja yang di duluin.. kan ngenes, makin mnedihkan aja lu drev! udah lum*** juga!!! coy.. coy.. takut kualat emak, 🗿😭
naws
bodo amat. elara juga cuma manfaatin lu biar lepas dari keluarga palsunya kok /Smug/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
cembukur nih pasti perkara elara sama leo.. /Facepalm/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
nyari penyakit lu drev.. 🗿
Alia Chans
😭😭😭 Elara bisa yok
꧁𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱𝓡𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲꧂
Dreven kayaknya udah mulai nyaman dengan Elara, tapi gengsi untuk mengakui🤭
Alia Chans: yakin nyaman doang kk🤭🤭
total 1 replies
Syahira🌹
pasti dia tidak Terima saat dia di bilang lemah, egonya pasti sangat tersenggol🤣
Alia Chans: kalo gak ego tinggi gak cowok namanya🤣🤣🤣
total 1 replies
Mingyu gf😘
di keluarga dastan kamu seperti ratu ya
Mingyu gf😘
dihh modus lu😆
Miranda.
kritik sedikit ya thor. mungkin bisa sedikit membantu dan membangun.

karaktermu ini duduk di kursi roda loh. kurang-kurangi memakai kalimat yang merepresentasikan bahwa dia bisa berjalan dong. biar ga cacat logika./Frown/
Alia Chans: emang dia beneran lumpuh kk🤭🤭
total 1 replies
Miranda.
cara menasehatinya nusuk banget yaa/Frown/
My_Lucia
Edeh... deh... apa dia penganut sex menyimpang 🤣
Alia Chans: eitss belum pasti ye👑🔥
total 1 replies
My_Lucia
what?? serem amadt🫣
Miranda.
bapak mertua mulai berharap pada elara nih yee🤭🤭
Miranda.
ehm... logikanya ini gimana thor? menggandeng? mungkin lebih tepatnya "meletakkan tangan elara ke dorongan kursi roda untuk membantunya bergegas"/Slight/
Alia Chans: kan tinggi Elara gak setinggi menara Eiffel juga kk😭😭
dimana " cowok kan, you know lah☺
total 1 replies
Miranda.
eughhh alasan yang tidak begitu logis
naws
punya kekurangan gini, sombongnya masih selangit
Alia Chans: 😭😭😭 masa harus merendah mulu, kan gak Dreven dong🤣🤣
total 1 replies
🦋Little Butterfly🦋
emang boleh/Slight/
Alia Chans: boleh "🤭🤭
total 1 replies
🦋Little Butterfly🦋
what? bisa bisanya knpa coba😯
Alia Chans: semedi kak😭😭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!