NovelToon NovelToon
Diantara Kita

Diantara Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dunia Masa Depan
Popularitas:305
Nilai: 5
Nama Author: MonAmour19

Diantara kita hanya ada kebaikan saja? tidak ada harapan untukku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MonAmour19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kesalahan (23)

setelah Arga mendengar perkataan Naya yang terakhir dia terdiam, entah sekarang pikirannya sedang berkelana kemana dia juga tidak tahu.

Arga hanya menatap punggung Naya yang mulai menghilang dengan diam.

"WOY" tiba-tiba Steven berada di belakangnya, membuat Arga terlonjak kaget.

"kenapa bengong?" tanya Steven sambil melirik apa yang Arga liat, namun tidak ada apa-apa dia hanya menatap tembok sekolah saja, ya tentu saja karena Naya sudah menghilang sejak sepuluh menit yang lalu.

Arga tersadar lalu menggelengkan kepalanya "gak ada apa-apa" dia melanjutkan langkahnya ke ruang osis dengan perasaan kosongnya, padahal Naya tadi hanya mengatakan itu dengan sangat sederhana, namun bagi Arga itu sebagai sebuah perkataan yang bahkan Arga pun susah untuk mengertinya.

....

Naya yang berada di UKS sekarang sedang terdiam di atas brankar, dia hanya diam menatap ke depan dengan tatapan yang kosong.

Naya juga sama dia kaget atas ucapannya kepada Arga barusan, mungkin karena kekesalan nya membuat dia mengatakan seperti itu.

"engga, aku engga salah kan?" tanyanya melirih pada dirinya sendiri

"engga, kamu ga salah Naya kamu ga salah" Naya menangis sendirian tanpa siapapun disana karena memang sekarang waktunya jam pelajaran.

Naya menatap ke arah depan ada siluet manusia yang masuk ke arah dalam, ketika dirinya dan orang itu bersirobok tatapan, Naya langsung memalingkan nya ke arah lain, Arga. Ya orang itu adalah Arga.

Arga hanya menghela nafas, dia tahu keadaan Naya sekarang bagaimana, dia tidak akan menyapa nya terlebih dahulu sebelum gadis itu menyapa nya, karena Arga membiarkan Naya menenangkan pikirannya sendiri.

Arga juga kesini ingin mencari obat, Steven tadi tiba-tiba meminta obat padanya, dengan alasan pusing.

Ketika Arga ingin mengambil obat paling atas, dia kaget ketika tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.

"ka" ucap Naya pelan, ya memang Naya yang memeluk Arga memangnya siapa lagi jika bukan Naya.

"hey" Arga membalikan badannya menghadap Naya menangkup kedua pipi Naya

Naya mendongak menatap manik mata Arga yang berwana hazel itu dalam "tolong jangan liat aku sebagai kesalahan ya" itu bukan seperti ucapan tapi itu seperti permohonan yang Arga dengar.

"hey are you okey?" tanya Arga membuat Naya menggelengkan kepalanya

"i'm not okey" Naya menarik nafas panjang lalu membuangnya dengan kasar, dia tiba-tiba memeluk tubuh Arga dengan erat

"tolong liat aku sebagai manusia yang utuh tanpa kesalahan, yang harus terus menjadi beban orang lain" ucap Naya dengan tangisannya yang terisak

"cukup mereka aja yang liat aku sebagai manusia tidak utuh ka" lanjut Naya membuat Arga menyandarkan kepalanya di kepala Naya, keduanya kini berpelukan sangat intim.

"aku gak akan pernah liat kamu sebagai kesalahan nay, karena menjadi yang terbaik untuk orang lain itu salah nay, tapi menjadi yang terbaik untuk diri kita sendiri itu adalah bagian yang paling benar." Naya hanya diam mendengarkan Arga melanjutkan ucapannya."kamu cape aku tau, aku juga cape, kita cape, semua orang juga cape, karena di dunia ini kita tidak benar-benar istirahat walau dengan tidur sekalipun, karena kita harus menjalankan kehidupan di dalam mimpi, jadi jika ingin benar-benar istirahat tidurlah di dalam tanah tanpa alas apapun." Naya semakin menangis di pelukan Arga, nangis yang hanya terdengar oleh arga sendiri, di ruangan itu mereka benar-benar berdua.

"lama ya nunggu nya?" tanya Arga datang ke parkiran setelah Naya menunggu kurang lebih setengah jam, setelah kejadian tadi pagi keduanya menjalankan aktivitas sekolah seperti biasanya, namun setelah istirahat.

Naya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis."engga ko" Arga menaiki motornya dengan memakai helm nya, setelah itu barulah Naya yang Arga pakaikan helm, Arga mengulurkan tangannya ke belakang agar Naya bisa mencekalnya dan menaiki motornya.

baru saja Naya mencekal tangan Arga seseorang sudah datang berada di antara mereka, keduanya sontak menoleh. "Arga, kamu boleh anterin aku ga? Jemputan aku lagi ga ada" ucap Talia tiba-tiba, sontak saja Naya langsung menatap ke arah Arga.

Namun yang ada Arga hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sembari terus mencekal tangan Naya yang tadi sempat ingin menaiki motornya."sorry ga bisa, gue mau nganterin Naya" Talia memicingkan matanya saat mendengar kosa kata Arga berubah.

"biasanya kamu ga bilang lo-gue loh ar" Arga hanya tersenyum tipis lalu menimpali ucapan Talia

"ini di luar sekolah, lagian ga ada siapa-siapa juga, gue ga harus jaga image terus kan?" ucapnya, Arga melirik Naya agar menaiki motornya segera, Naya yang mengerti langsung menaiki motor Arga.

"gue duluan, dan jangan ganggu terus, gue risih" Talia agak nya kaget melihat sikap Arga yang berubah, boro boro Talia, Naya juga sama kagetnya, pasalnya selama ini Arga selalu menjaga image nya namun saat ini Arga memperlihatkan sikap aslinya pada dua orang wanita itu.

....

"aku baru denger tadi kamu bisa ngomong gitu sama Talia ka" ucap Naya tiba-tiba saat mereka memasuki rumah Naya.

"semua orang juga bisa nay, kalo orangnya kaya Talia" jawab Arga, Naya hanya terkekeh kecil.

"ngeselin banget ya dia ka" Arga mengangguk-anggukkan kepalanya membenarkan ucapan Naya

"KAMU YA YANG GA TAU MALU, BAWA SELINGKUHAN DEPAN MATA SAYA, KAMU KIRA SAYA AKAN PANAS DAN IRI?" teriakan itu kembali terdengar di telinga mereka berdua, Naya mendongak menatap Arga dengan senyuman nya.

"sorry ya, kamu ke belakang dulu aja, biar aku yang masuk" Arga menggelengkan kepalanya

"kita berdua yang masuk" keduanya sama sama berjalan ke arah pintu, Naya membukanya dan melihat di dalam rumah sudah kacau balau, dia hanya menghela nafas panjang

"STOP YA KAM-" ayah Naya langsung menghentikan ucapannya ketika kedua orang itu datang, entah mengapa Naya juga tidak mengerti kepada orangtuanya ketika ada orang lain apalagi Arga mereka akan terlihat baik-baik saja namun jauh dibalik itu berbeda sekali.

"eh Arga" ucap ibu Naya membuat Arga membungkuk setengah, bagaimana pun perlakuan mereka kepada Naya mereka tetap orang tua yang harus di hormati, pikirnya.

"ayo ka" Naya hanya mengabaikannya orang tuanya ketika dia melewati mereka, Naya langsung memberhentikan langkahnya.

"lain kali ga usah caper, kalo mau berantem, berantem aja ka Arga udah tau ko, dan lagi ini bukan hutan, tapi rumah ga usah pake teriak teriak segala pendengaran kalian masih bagus kan?" setelah mengatakan itu Naya langsung mencekal tangan Arga dan membawanya ke dalam kamar.

"bentar, aku cari bukunya" setelah mendapatkan buku yang mereka cari, akhirnya mereka ke belakang, Naya duduk di bawah begitu pun Arga.

"nay" Arga memanggilnya, sedari tadi Arga hanya diam dan akhirnya dia mengeluarkan suaranya, membuat Naya sedikit mendongak menatap Arga, walaupun keduanya sedang duduk namun tetap saja Arga lebih tinggi darinya.

"are you okey?" tanya Arga lagi membuat Naya tersenyum kecil, yang Naya suka dari Arga adalah ini, karena Arga selalu memastikan nya bahwa dia baik-baik saja

"ya im fine, thank you" ucap Naya lalu kembali membuka bukunya.

"kamu tau harus cerita ke siapa ya nay" Naya menganggukkan kepalanya tanpa melihat ke arah Arga, membuat Arga mengusap belakang kepala Naya dengan lembut.

"kamu mau nginep di rumah mamah? Buat pertama kalinya?" tanya Arga membuat Naya langsung menoleh dan melotot kan matanya.

"kenapa? lagian ga akan ada siapa-siapa kecuali mamah di rumah, aku sama bokap mau keluar juga ada urusan, besok baru pulang pagi" Naya hanya bengong sambil mendengarkan Arga

"besok paginya kita jogging mau? Terus sarapan bubur dan jajan apapun yang kamu mau." itu bukan terdengar seperti ajakan, namun seperti bujukan.

"makasih ya udah selalu bujuk aku ka, walaupun kamu ngomong nya kaya ajakan tapi aku tau kalo itu bujukan" Naya menyenderkan kepalanya di bahu Arga, Arga yang melihat itu tersenyum kecil.

"ga ada yang benar-benar bisa hadapi orang tua, kecuali mereka di didik dengan manjaan bukan kekerasan." ucap Arga

"selalu sebaliknya, ketika anak yang di didik dengan keras oleh orang tuanya mereka tidak akan berani, tetapi ketika anak yang di didik dengan manjaan Meraka akan selalu berani melawan." Arga menghela nafas pelan dan mengatakan perkataan selanjutnya dengan lembut. "so, kamu lebih berharga dari apapun yang ada di dunia ini Naya, jangan berkecil hati karena tidak di anggap oleh orang yang kamu sayang, karena di dunia ini ada yang sayang banget sama kamu." termasuk aku.... lanjutnya dalam hati, Arga juga tidak tahu kenapa hatinya tiba-tiba Mengatakan itu.

......................

Soon to bee

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!