Saat semua pendekar berkumpul untuk berebut kekuasaan, seorang anak gembala datang membawa akhir dari dunia mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Spectree Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20 - KEBANGKITAN MONSTER TUA DAN 3 JENIUS YANG SERIUS
Ledakan di Lembah Api Kunlun 3 hari lalu membuat setengah Gunung Kunlun longsor. Salju abadi yang tidak pernah mencair 1.000 tahun mencair menjadi banjir yang mengalir sampai ke kaki gunung. Para petani di kaki Kunlun mengira gunung berapi meletus.
Tidak ada yang tahu, ledakan itu adalah jalan keluar yang dibuat oleh satu pedang kayu hitam yang dibakar 2 tahun di lava dan satu matahari yang hampir sempurna.
Tapi ledakan itu juga membangunkan sesuatu yang lain. Bukan hanya Zhuo Fan dan Yang Lie yang keluar dari Lembah Api. Aura panas 9 Yang yang sempurna yang meledak bersama aura lava 1.000 tahun itu, bertabrakan dengan aura dingin Es Abadi 50 tahun milik Zhuo Wudi yang baru bangun di Beijing.
Tabrakan dua aura ekstrem — Es 50 Tahun dan Api 1.000 Tahun — di langit Wulin membuat seluruh pendekar tingkat tinggi di Wulin terbangun dari meditasi mereka.
Monster tua Zhuo Wudi yang telah bangun telah diketahui oleh orang aliran Wulin.
Di Shaolin, Jueyuan yang sedang menyapu halaman Aula Dharma, sapunya patah menjadi dua, karena ia merasakan aura kura-kura tua yang pernah mengalahkannya dengan satu jari 50 tahun lalu.
Di Wudang, Zhang Lingyun yang sedang berduel dengan Ling Feng, pedang Taiji 81 kati di tangannya terlepas, jatuh ke tanah, karena ia merasakan aura es yang membekukan bahkan lingkaran Taiji-nya.
Di Gunung Baituo, Ouyang Lie yang sedang berendam di kolam racun, kolam racunnya membeku menjadi es selama 3 detik, lalu mendidih lagi — es dan api bergantian. Ia muntah darah.
Dan di Pulau Bunga Persik, di Laut Timur, di mana bunga persik mekar 4 musim tanpa henti.
Di dalam Paviliun Persik, Huang Yuchen, Pemilik Pulau Bunga Persik, yang sedang memainkan Bi Yu Xiao — Suling Giok Biru — untuk membuat 28 pohon persik berbunga bersamaan, tiba-tiba suling gioknya retak. KRETEK.
Bunga-bunga persik yang mekar, layu seketika, lalu mekar lagi, layu lagi — karena aura es dan api yang bertabrakan di langit.
Huang Yuchen berdiri, jubah merah muda bordir bunga persiknya berkibar tanpa angin, wajah tampannya yang biasanya malas dan suka bercanda kini serius seperti belum pernah dilihat Tao Yaoyao selama 18 tahun menjadi muridnya.
"Tao Yaoyao!"
Tao Yaoyao, 18 tahun, yang sedang berbaring di atas pohon persik terbesar, dengan 28 bakpao yang ia susun menjadi Formasi 28 Bakpao Biduk, hampir jatuh dari pohon karena suara serius gurunya.
"Gu... Guru? Kenapa serius sekali? Apakah bakpao saya kurang asin?"
Huang Yuchen menyuruh Tao Yaoyao berhenti bercanda dan harus serius melatih Kungfunya.
"Berhenti main bakpao! Berhenti bercanda! Mulai hari ini, tidak ada lagi Formasi 28 Bakpao! Tidak ada lagi Lagu Ombak Bakpao!"
Ia menunjuk ke arah utara, ke arah Beijing, lalu ke arah barat, ke arah Kunlun.
"Zhuo Wudi bangun! Monster tua yang tidur 50 tahun di peti es Kamar Es Istana, yang 50 tahun lalu mengalahkan Jueyuan Shaolin dan ayahku Murong Fu dengan satu jari, bangun! Dan di barat, Zhuo Fan dan Yang Lie meledakkan Lembah Api! Aura 9 Yin Palsu dan 9 Yang Asli bertabrakan di langit! Wulin akan kacau lebih kacau dari 2 tahun lalu!"
"Jika kau masih bercanda dengan bakpao, 5 tahun lagi di Janji 7 Tahun, bukan hanya kau yang mati, tapi Pulau Bunga Persik kita akan dibakar oleh kura-kura tua itu! Ia ingin meminum darah Qin Ruyan yang 9 Yin dan memakan otak Mu Chen yang Tai Chu! Dan ia akan memakan Pulau Bunga Persik kita sebagai makanan penutup!"
Tao Yaoyao yang biasanya tertawa dengan bakpao di mulut, melihat wajah serius gurunya yang belum pernah ia lihat selama 18 tahun, akhirnya duduk tegak di atas pohon. Pita persiknya yang biasanya acak-acakan, ia rapikan.
Ia melompat turun dari pohon, mendarat tanpa suara di depan Huang Yuchen, dan untuk pertama kalinya dalam 2 tahun, ia membungkuk dengan serius, seperti murid sungguhan.
"Guru, Yaoyao mengerti. Yaoyao tidak akan bercanda lagi."
Huang Yuchen menghela napas, mengira muridnya akhirnya mau serius berlatih dari awal.
Tapi kalimat selanjutnya dari Tao Yaoyao membuat Huang Yuchen hampir pingsan lagi.
"Guru, sebenarnya... Yaoyao sudah tidak perlu berlatih lagi."
Huang Yuchen membelalak. "Apa maksudmu?!"
Tao Yaoyao tersenyum. Senyumnya bukan senyum gadis pemalas yang suka bakpao. Senyumnya adalah senyum... Huang Yaoshi. Leluhur Pulau Bunga Persik, pemilik asli pulau ini 100 tahun lalu, yang menciptakan semua ilmu Pulau Bunga Persik dengan kecerdasannya yang gila.
"Guru, selama 2 tahun ini, Guru mengira Yaoyao malas, hanya bermain bakpao. Tapi sebenarnya... setiap bakpao yang Yaoyao letakkan di Formasi 28 Bakpao, adalah perhitungan Qi Men Dun Jia yang sesungguhnya. Setiap gigitan bakpao saat Guru memainkan Bi Hai Chao Sheng Qu, adalah Yaoyao yang menghitung nada ombak."
"Tao Yaoyao yang sudah menguasai seluruh ajaran Bunga Persik menunjukkan hasil latihannya yang sempurna."
Ia mengangkat tangannya yang putih kecil.
"Guru, lihat."
Bagua Gu — Mantra 8 Trigram.
Ia menepuk tanah. Tanah di bawah Paviliun Persik langsung berubah. 8 trigram besar muncul, berputar-putar, dan 28 pohon persik di sekitar paviliun bergerak sendiri, membentuk formasi yang bahkan Huang Yuchen sendiri butuh 10 tahun untuk menguasai. Formasi itu tidak lagi Formasi 28 Bakpao, tapi Formasi 28 Bintang yang asli, yang bisa membuat 1.000 tentara tersesat 7 hari 7 malam.
Xuanfeng Saoye Tui — Tendangan Sapu Daun Berputar.
Kakinya bergerak, tidak terlihat, hanya bayangan merah muda. Daun-daun persik yang layu tadi karena aura Zhuo Wudi, tersapu oleh angin tendangannya, berputar-putar di udara membentuk pusaran angin yang memotong bambu di sekitar paviliun menjadi dua, tanpa menyentuh bambu itu.
Luoying Shenzhang — Telapak Dewa Pedang Bunga Persik Berjatuhan.
Ia mendorong telapak tangannya ke udara. Tidak ada yang terjadi. Tapi 3 detik kemudian, semua bunga persik di 28 pohon itu jatuh bersamaan, seperti hujan bunga persik, dan setiap kelopak bunga persik itu... menancap ke tanah seperti pisau. 1.000 kelopak, 1.000 pisau bunga.
Tanjian Zhi — Jari Sakti Elastis.
Ia menjentikkan jarinya. Batu kecil di tanah melesat, memantul 10 kali di antara 28 pohon persik, dan kembali ke tangannya, tanpa kehilangan kecepatan. Jari Sakti yang dulu butuh 20 tahun untuk dikuasai Huang Yaoshi, kini dikuasai gadis 18 tahun dengan jentikan bakpao.
Biyu Xiao — Suling Giok Biru.
Ia mengambil suling giok retak gurunya, meniupnya pelan. Suara suling itu tidak lagi membuat orang pusing seperti Bi Hai Chao Sheng Qu. Suara suling itu... membuat 28 pohon persik yang bunganya baru saja dijatuhkan, tumbuh lagi bunganya dalam 10 napas. Suling yang bisa mengendalikan pertumbuhan.
Bihai Chaoseng Qu — Lagu Ombak Laut Biru.
Dan yang terakhir, ia memainkan suling itu dengan serius. Ombak. Ombak laut biru yang nyata muncul di Paviliun Persik yang jauh dari laut. Ombak pertama setinggi lutut, ombak kedua setinggi dada, ombak ketiga setinggi kepala, ombak ketujuh... ombak ketujuh setinggi 10 kaki, dan di dalam ombak itu, ada bayangan naga laut.
Huang Yuchen berlutut, bukan karena ombak itu mendorongnya, tapi karena kaget, bangga, dan takut.
Semua teknik ciptaan Huang Yaoshi, leluhur Pulau Bunga Persik, yang membutuhkan 100 tahun untuk diciptakan, yang bahkan Huang Yuchen sendiri hanya menguasai 90% setelah 20 tahun berlatih...
Dikuasai semua oleh gadis 18 tahun yang selama 2 tahun dikira hanya bermain bakpao.
"Mungkin, sekarang Tao Yaoyao adalah yang terkuat di antara mereka."
Huang Yuchen berbisik pelan, air mata keluar dari matanya. Bukan air mata sedih, tapi air mata seorang guru yang melihat muridnya melampauinya.
"Yaoyao... kau... kau sudah melampaui Guru... Bahkan melampaui Leluhur Huang Yaoshi saat umur 18 tahun... Kau adalah jenius nomor satu Pulau Bunga Persik dalam 100 tahun..."
Tao Yaoyao menurunkan sulingnya, ombak laut biru itu hilang, bunga persik kembali mekar seperti semula, 28 pohon kembali diam. Ia kembali menjadi gadis dengan kuncir dua pita persik yang suka bakpao.
"Tidak, Guru. Yaoyao belum terkuat. Yaoyao hanya... bosan. Jadi Yaoyao pelajari semua agar bisa cepat-cepat main bakpao lagi."
Ia mengambil satu bakpao dari balik baju, menggigitnya, dan menatap ke arah utara, ke arah Danau Dongting, ke arah Mu Chen.
"Tapi jika kura-kura tua Zhuo Wudi itu ingin memakan otak adik Mu Chen... Yaoyao akan serius. Sangat serius. Yaoyao akan membuat kura-kura tua itu memakan 28 bakpao beracun yang Yaoyao buat dengan racun Pulau Bunga Persik."
Sementara itu, di Wudang.
Di Puncak Wudang, di depan patung Zhang Sanfeng, Ling Feng, 21 tahun, juga menunjukkan hasil latihannya pada gurunya Zhang Lingyun.
Selama dua tahun di Gua Taiji, Ling Feng di Wudang juga sudah menguasai semua jurus Wudang seperti:
Taiji Quan — Tinju Taiji yang bisa meminjam 1.000 kati tenaga musuh dan mengembalikannya menjadi 10.000 kati.
Taiji Jian — Pedang Taiji yang satu sisi berat seperti gunung, satu sisi ringan seperti bulu, 81 kati.
Tianti Zhengqi — Kebenaran Langit dan Bumi, ilmu napas Wudang yang bisa membuat orang tidak bernapas selama 7 hari di dalam air.
Taiyi Xuanmen Jian — Pedang Gerbang Misterius Taiyi, pedang yang gerakannya seperti tulisan jimat.
Shenmen Shisan Jian — 13 Pedang Gerbang Dewa, 13 tusukan yang masing-masing mengarah ke titik mati.
Hingga Tianditong — Tongkat Langit dan Bumi, ilmu tertinggi Wudang yang hanya dikuasai Zhang Sanfeng sendiri, di mana tongkat bambu biasa bisa menjadi jembatan antara langit dan bumi.
Ling Feng memainkan semua jurus itu dalam satu rangkaian, tanpa henti, dari Taiji Quan sampai Tianditong, dan saat ia selesai, lingkaran Taiji di bawah kakinya yang berputar sendiri tanpa angin, kini berputar lebih cepat, dan di dalam lingkaran itu, ada bayangan Yin dan Yang yang hidup, berenang seperti ikan.
Zhang Lingyun berlutut, sama seperti Huang Yuchen.
"Wudang... Wudang punya penerus..."
Sementara itu, di daerah Racun Barat, Gunung Baituo, Gurun Gobi.
Ouyang Feng, 19 tahun, putra Ouyang Lie, duduk di dalam kolam racun yang sudah tidak berisi ular, karena semua ular mati keracunan olehnya.
Di depannya, ada sebuah kitab yang terbuat dari kulit manusia, kitab yang ayahnya dapat dari reruntuhan Lembah Pedang 15 tahun lalu, kitab yang membuat ayahnya gila 10 tahun untuk memahaminya.
Kitab itu adalah... Kitab 9 Yin Terbalik.
Dulu, 100 tahun lalu, Huang Rong, istri Guo Jing, istri dari legenda Pulau Bunga Persik, sengaja membalik isi Kitab 9 Yin dan memberikannya pada Ouyang Feng pertama, Racun Barat pertama, agar ia gila. Dan Racun Barat pertama memang gila 10 tahun, tapi setelah gila, ia berhasil menguasai Kitab 9 Yin Terbalik itu secara sempurna, dan menjadi salah satu dari 5 Besar Dunia.
Sekarang, 100 tahun kemudian, Ouyang Feng berhasil menguasai ilmu kitab 9 Yin Terbalik yang dulu sengaja dibalik oleh Huang Rong, tapi berhasil dikuasai secara sempurna oleh Racun Barat pertama.
Ouyang Feng membuka matanya yang hijau, matanya yang dulu hijau karena racun, kini... satu hijau, satu hitam, seperti Yin dan Yang yang terbalik.
"Ayah, saya sudah mengerti. 9 Yin yang asli adalah untuk membuat bayangan menelan cahaya. 9 Yin terbalik adalah untuk membuat cahaya menelan bayangan. Jika Qin Ruyan bisa membuat 20 bayangan menakuti 20 orang, saya bisa membuat 20 cahaya yang membuat 20 orang buta dan melihat kebenaran palsu."
Ouyang Lie yang melihat mata anaknya yang satu hijau satu hitam, tertawa gila, tawa bangga dan takut.
"Feng'er... kau... kau sudah melampaui leluhur... 70% kungfu ayah ditambah 100% 9 Yin Terbalik... kau... kau sekarang adalah Racun Barat yang baru... Bahkan Zhuo Wudi yang bangun itu... mungkin tidak bisa meracunimu..."
Ouyang Feng berdiri dari kolam racun, racun di kolam itu menguap menjadi asap hijau, dan asap hijau itu membentuk tulisan di udara: 9 Yin Terbalik — Guang Ming Tun Ying — Cahaya Menelan Bayangan.
5 tahun lagi menuju Janji 7 Tahun.
Tao Yaoyao di Timur mungkin adalah yang terkuat di antara mereka sekarang, karena ia menguasai semua ajaran Pulau Bunga Persik.
Ling Feng di Wudang menguasai semua jurus Wudang sampai Tianditong.
Ouyang Feng di Barat menguasai 9 Yin Terbalik yang bahkan Huang Rong pun tidak menyangka ada orang yang bisa menguasainya secara sempurna lagi.