NovelToon NovelToon
OBSESSION OF THE SEVEN

OBSESSION OF THE SEVEN

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Harem
Popularitas:274
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Genre: Dark Romance / Reverse Harem / Thriller Psikologis.

Premis Utama: Althea, seorang gadis yatim piatu yang bekerja sebagai pengarsip dokumen kuno, terjebak di dalam "Septem Foundation"sebuah yayasan elit rahasia di bawah kendali tujuh pria berkuasa dan manipulatif yang terinspirasi dari pesona member BTS.

Kehadiran Althea di mansion tersebut ternyata bukan kebetulan, melainkan sebuah jaring laba-laba yang sudah disiapkan sejak lama. Ketujuh pria ini memiliki masa lalu kelam yang terikat dengan Althea, dan kini mereka bersaing secara dingin sekaligus obsesif untuk saling memperebutkan hak "memiliki" dirinya. Cinta mereka yang awalnya terasa seperti perlindungan mewah perlahan berubah menjadi sangkar emas yang posesif, berbahaya, dan mematikan.

Ketegangan psikologis saat Althea mencoba mengungkap misteri ingatan masa lalunya yang hilang, sembari bertahan hidup di antara dominasi, manipulasi, dan cinta gila dari tujuh pria

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan dari Kegelapan

Gerimis bulan November membasahi kaca jendela taksi yang membawa Althea membelah jalanan kota yang mulai meremang. Di tangannya, selembar surat undangan berwarna hitam legam dengan cap segel lilin merah darah berlogo kupu-kupu bersayap tujuh terasa agak berat.

'Septem Foundation.'

Althea, seorang gadis lulusan terbaik jurusan Arkeologi dan Pengarsipan yang baru saja frustrasi mencari kerja, mendadak menerima surat ini tiga hari lalu. Isinya singkat, namun nominal gaji yang ditawarkan di bagian bawah surat mampu membuat rahangnya jatuh. Itu bukan sekadar gaji bulanan; itu adalah angka yang bisa menjamin hidupnya hingga tujuh turunan. Tapi, tidak ada wawancara kerja, tidak ada portofolio yang diminta. Hanya ada nama lengkapnya yang tertulis dengan tinta emas: 'Althea'.

Taksi berhenti di depan sebuah gerbang besi menjulang tinggi yang memisahkan jalan raya dengan area hutan pinus privat.

"Neng, beneran turun di sini?" sopir taksi menengok ke belakang dengan wajah agak pucat. "Setahu saya, ini area terlarang. Di peta digital pun daerah ini cuma kelihatan hitam."

"Iya, Pak, benar di sini. Terima kasih," ujar Althea mencoba tersenyum, meski detak jantungnya mulai berpacu tidak karuan.

Begitu Althea melangkah keluar dan taksi itu melesat pergi, gerbang besi besar di depannya terbuka sendiri dengan suara derit yang linu. Di balik kabut tipis, sebuah mansion bergaya gotik modern berdiri megah, seolah-olah siap menelan siapa saja yang berani melangkah masuk.

Althea menarik napas dalam-dalam, merapatkan mantelnya, lalu berjalan menyusuri jalan setapak. Saat dia sampai di depan pintu kayu yang raksasa, pintu itu terbuka bahkan sebelum dia sempat mengetuknya.

"Selamat datang, Althea."

Seorang pria jangkung dengan setelan jas tiga lapis yang sangat rapi berdiri di sana. Rambutnya yang berwarna perak gelap tertata sempurna. Pria itu memakai kacamata berbingkai tipis, memberikannya kesan seorang intelektual yang sangat jenius, namun sepasang matanya yang tajam di balik lensa itu seolah bisa membaca seluruh isi pikiran Althea dalam sekali tatap.

"Saya Kim Rm. Kepala dari Septem Foundation," pria itu mengulurkan tangan. Suaranya berat, rendah, dan memiliki resonansi yang membuat bulu kuduk Althea meremang halus.

"Althea," jawabnya, menyambut uluran tangan Rm. Tangan pria itu terasa sangat dingin namun kokoh, mencengkeram jemari Althea sedikit lebih lama dari jabat tangan biasa.

"Kami sudah lama menunggumu, Althea. Sangat lama," ujar Rm dengan senyum tipis yang misterius, lesung pipitnya mengintip sekilas namun tidak mengurangi kesan intimidasi dari auranya.

Rm berbalik, memberi isyarat agar Althea mengikutinya masuk ke dalam aula utama yang diterangi lampu kristal raksasa. Althea menatap sekeliling dengan takjub. Dinding-dindingnya dipenuhi oleh rak buku setinggi langit-langit dan lukisan-lukisan kuno yang bernilai seni tinggi. Namun, ada satu hal yang membuat langkah kaki Althea mendadak terhenti.

Di lantai dua, yang dibatasi oleh pagar pembatas ukiran besi, beberapa pasang mata sedang berdiri di kegelapan, menatap lurus ke arahnya. Althea tidak bisa melihat wajah mereka dengan jelas karena minimnya cahaya di lantai atas, namun dia bisa merasakan intensitas tatapan mereka. Tatapan yang lapar, penuh damba, dan terasa begitu mengurung.

"Althea?" panggil Rm, menyadari langkah gadis itu terhenti.

"Ah, maaf... Tuan Kim. Siapa mereka?" tanya Althea pelan, melirik ke arah bayangan di lantai dua yang anehnya tidak bergerak sama sekali, seolah sedang memujanya dari kejauhan.

Rm menoleh ke atas sekilas, lalu kembali menatap Althea. Senyumnya melebar, namun matanya tetap dingin tak tersentuh.

"Mereka adalah alasan kenapa kamu berada di sini. Mulai hari ini, tugasmu adalah mengarsipkan dokumen masa lalu kami. Tapi ingat satu aturan di rumah ini, Althea..."

Rm melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka hingga Althea bisa mencium aroma parfum 'wood and leather' yang mahal dan memabukkan dari tubuh pria itu. Rm membungkuk sedikit, berbisik tepat di samping telinga Althea, mengirimkan sensasi merinding ke seluruh sarafnya.

"Jangan pernah mencoba mencari jalan keluar setelah pintu gerbang tadi tertutup. Karena di rumah ini, kamu tidak akan pernah bisa pulang. Kamu sudah kembali ke tempatmu yang seharusnya."

Althea membeku dengan napas tertahan. Detik itu juga, dia menyadari bahwa tempat ini bukanlah kantor yayasan biasa. Ini adalah sebuah sangkar emas yang dirancang dengan sangat rapi, dan dia baru saja berjalan masuk ke dalamnya dengan sukarela...

 

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!