NovelToon NovelToon
DOKTER ITU AYAH ANAKKU

DOKTER ITU AYAH ANAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Anak Genius
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Aline gadis cantik yang berusia 23 tahun, tidak pernah menyangka saat ia menghadiri pesta adik tirinya menjadi sebuah bencana yang membuatnya harus kehilangan keperawanannya.

Puncak dunia Aline hancur saat ayahnya yang seharusnya mendukung dan melindunginya, dengan teganya mengusirnya dari rumah setelah mengetahui bahwa dia sedang hamil dan lebih memilih percaya pada istri dan adik tirinya.

Tidak berselang lama Aline akhirnya bertemu dengan pria yang tidur dengannya, akankah hidup Aline bahagia setelah memilih ikut dengan pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 21 KETEGASAN SEORANG AYAH

Suara angin malam yang berhembus di luar lewat jendela menjadi salah satu ironi kebersamaan mereka.

Setelah beberapa saat Erlangga terdiam akhirnya ia memberanikan diri kembali. Ia menatap wajah Aline yang sedikit pucat matanya memancarkan binar penuh harap pada wanita itu.

"Aline..." panggilnya dengan suara rendah yang menenangkan. Ia terdiam sejenak. "Kamu sudah mengenal keluargaku, apakah kamu masih ragu menerima ajakkan-ku untuk menikah."

Aline terdiam sejenak. Ia bangun dari posisinya yang terlentang untuk kembali duduk dan berhadapan dengan pria itu. Ia menghirup napas dalam-dalam sebelum menjawab kalimat yang di lontarkan pria itu.

"Erlangga, aku... aku siap." jawab Aline, nada suaranya terdengar mantap. Ada keberanian baru di dalamnya sebuah keputusan yang telah lama ia pertimbangkan.

Erlangga yang mendengar itu tidak bisa menahan senyumnya. Ia mendekat dan mengikis jarak di antara mereka lalu memeluk Aline dengan penuh perasaan. Jantung keduanya berdegub dengan kencang hingga mereka bisa merasakannya.

Untuk beberapa menit seolah waktu hanya milik mereka berdua, hingga akhirnya Erlangga meregangkan pelukkan nya guna menatap wajah Aline. Ia mendaratkan sebuah ciuman di kening wanita itu dengan penuh perasaan. Sebelum akhirnya menarik dirinya kembali.

"Sebaiknya kamu istirahat, aku akan menyiapkan dokumen untuk kita menikah besok."

Aline terkejut bukan main, matanya membulat mendengar hal itu. "Apakah harus secepat itu?"

"Niat baik tidak perlu ditunda terlalu lama, kamu sudah menerimaku lalu apa lagi yang harus aku tunggu."

Setelah mengatakan itu Erlangga membantu membaringkan Aline agar posisi tidurnya lebih nyaman. Setelah memastikan wanita itu terlihat lebih baik ia pergi keluar dari kamar tersebut.

Aline hanya bisa menatap punggung tegap Erlangga sampai menghilang di balik pintu. "Besok..." Ia mengulang kalimat itu dengan nada tidak percaya. Namun, sudut bibirnya tetap terangkat membentuk senyum manis.

*

*

*

Di luar. Erlangga sedang menyusuri koridor rumahnya untuk beberapa saat senyum di bibirnya tampak belum luntur.

Hingga tiba-tiba Bram datang menghampirinya. "Daddy, menunggu di ruang kerja." kata Bram pada Erlangga.

Erlangga yang jelas sudah tau pastinya sang ayah ingin menanyakan tentang Aline. Ia segera mengikuti langkah sang kakak yang sudah lebih dulu melangkah menuju ruang kerja ayah mereka.

Setibanya di depan pintu Bram mengetuk pintu lebih dulu dengan sopan. Sebelum akhirnya membuka knop tersebut.

Saat pintu terbuka Kusuma Dewangga sedang duduk di kursi kerjanya, pria paruh baya itu tampak masih gagah diusianya yang sudah tidak muda lagi. Ia menoleh sejenak ke arah kedua putranya sebelum akhirnya kembali menatap laptop di hadapannya.

"Masuk!" Suaranya selalu terdengar dingin. Namun, di balik nada suaranya yang dingin pria paruh baya itu sangat menyangi anaknya lebih dari apapun.

Bram melangkah masuk lebih dulu dan duduk di hadapan ayahnya. Begitu pun dengan Erlangga, setelah memastikan kakaknya duduk. Erlangga langsung menarik kursi dan duduk di samping kakaknya.

"Jelaskan..." Hanya satu kata namun penuh dengan pertanyaan yang tersimpan di sana.

Erlangga menarik napas sejenak, sebelum akhirnya menjelaskan bagaimana peristiwa ia dan Aline sampai bisa bersama.

"Malam saat aku menginap di hotel, kebetulan hotel itu ada yang sedang mengadakan pesta dan Aline salah satunya yang hadir di sana. Ada seseorang yang memberinya obat perangsang dan kebetulan aku yang bertemu dengannya."

"Lalu kamu dengan kesadaran penuh melakukan hal itu?" tanya Kusuma dingin.

Erlangga mengangguk tegas.

BRAK!

Kusuma menggebrak meja kerjanya dengan keras, Bram dan Erlangga sedikit terlonjak kaget dengan kemarahan sang ayah.

"Daddy, tidak pernah mengajarkan kalian untuk mengambil kesempatan di saat orang lain dalam kesusahan!"

Erlangga menunduk bersalah di hadapan sang ayah. "Aku tau... aku salah Dad. Malam itu aku tidak bisa menahan sesuatu yang selama ini aku jaga." ucapnya tegas.

"Kamu tau hukuman untuk orang yang bersalah?"

Erlangga mengangguk. "Tau Dad." jawab Erlangga tegas.

"Lakukan sekarang juga, setelah itu baru kita bicarakan soal pernikahan kalian." kata Kusuma dengan nada dingin, lalu ia menoleh ke arah anak sulungnya. "Berikan adikmu pelajaran atas apa yang sudah dia lakukan."

Bram mengangguk mantap lalu bangkit dari tempatnya. Ia bersama Erlangga keluar dari ruang kerja ayah mereka.

Kini Erlangga dan Bram menuju lantai tiga. Setibanya di sana Bram langsung melemparkan sarung boxing kepada adiknya.

"Pakai!" perintah Bram.

Erlangga menangkap sarung boxing tersebut lalu memakainya. "Kak... please jangan pukul area wajah."

"Kenapa? Kamu takut Aline tidak menyukaimu lagi jika wajahmu jelek." Bram terkekeh kecil.

"Aku tidak ingin membuatnya khawatir."

Bram mengangguk setuju. Kini wajahnya mulai serius seolah di hadapannya adalah musuhnya dan bukan adiknya.

Pertarungan sengit di mulai antara Erlangga dan Bram. Peraturannya Erlangga hanya boleh menghindar dan tidak boleh menyerang itu pun jika ia mampu menghindar dari serangan kakaknya.

BUGH! BUGH! BUGH!

Pukulan demi pukulan, Bram layangkan pada tubuh adiknya seperti seorang predator yang sedang menerkam mangsanya.

"Hebat juga kamu sekali produksi langsung jadi." ucap Bram di sela-sela serangannya.

"Ternyata tidak sia-sia gelar Dokter Sp.Og-KFER mu." lanjut Bram, nanum nada suaranya tersirat rasa bangga untuk adiknya.

"Tidak ada hubungannya dengan gelar Dokter-ku. Nyatanya dari awal aku belajar hanya untuk membantumu dan Kak Rara." jelas Erlangga di sela-sela napasnya yang terengah-ngah.

"Dan kenyataannya kami harus menerima jika kami tidak akan memiliki anak." Suaranya terdengar lirih tersirat kesedihan yang mendalam. Namun, bayangan saat calon adik ipar memberikan harapan pada mereka membuat senyum Bram kembali merekah.

"Tapi itu bukan masalah tidak lama lagi kami juga akan memiliki anak." lanjutnya.

Erlangga mengangguk mengerti mendengar semua perkataan sang kakak. Ia tahu Aline wanita yang baik dan pastinya akan menerima keluarganya.

"Waktunya ronde terakhir."

Erlangga hanya bisa pasrah, percuma saja ia menghindar dari serangan sang kakak. Jika tidak ada luka sedikitpun pada tubuhnya hukuman itu akan terus berlanjut.

Bram langsung menghajar Erlangga membabi buta dan tidak kenal ampun. Membuat Erlangga melenguh kesakitan dan sesuai permintaan adiknya sejak awal bahwa ia tidak akan menyentuh wajahnya.

Satu jam berlalu pertarungan itu belum berakhir, waktu terus berjalan hingga dua jam kemudian Bram menyudahi serangannya.

"Selesai... sekarang langsung menghadap Daddy." perintah Bram sambil membantu Erlangga yang sudah tersungkur di atas lantai tidak berdaya.

Kini ia memapah adiknya menuju lantai dua di mana ruang kerja ayahnya berada.

Saat tiba di depan pintu, Bram membuka pintu itu dan langsung membawa adiknya masuk lalu mendudukkannya di atas sofa.

Kusuma yang masih duduk di kursi kerjanya menatap anak bungsunya yang sudah tidak berdaya. Keningnya mengkerut dalam saat melihat wajah putranya terlihat baik-baik saja.

Bram yang menyadari tatapan ayahnya langsung menyahut. "Erlangga yang meminta wajahnya agar tidak terkena serangan dia takut membuat calon istrinya khawatir."

"Perhatian sekali kamu." kali ini nada suara Kusuma lebih lembut dari sebelumnya. Bahkan tawa kecil lolos dari bibir keriputnya.

1
Ariany Sudjana
hahahaha Dimas Dimas kamu bodohnya kebangetan, perempuan dan anak sambung yang kamu bela, sampai mengusir anak kandung kamu sendiri, ga lebih daripada pelacur murahan 🤣🤣😂😂 begitu kamu bangkrut, mereka tertawa puas dan pergi mencari mangsa baru 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
jangan sampai Dina ini jadi pelacur murahan yang mencoba menghancurkan rumah tangga Erlangga sama Aline
Black Swan
Inget ya Genks cowok ijo neon kaya erlangga sama Bram cuma ada di dalam novel🤭🤭🤭kalau aja ada di dunia nyata
Black Swan
Ngapain datang tuh orang, usir aja
mawar merah
Benar, Ra. Yang penting suami kamu ra. jangan berbuat kejahatan kamu sendiri yang rugi
mawar merah
Dih si profokator datang, serakah lagi serakah lagi. Kamu jangan menuruti ide konyol mama kamu , Ra
Key
Bram suami idaman banget, saat istri dilanda gundah gulana dia bisa menentramkan sekaligus memberi pengarahan yang baik. Sekaligus memberi rasa tentram untuk Rara.
Semoga si Iblis bernama Anita itu, binasa aja🤣
Key
o ow, muncullah iblis berwujud manusia bernama Anita😬 Weh provokasinya bukan lagi😬😬😬
Black Swan
Kayanya kalau cowok udah di dapur kaya gini semua deh🤭
Black Swan
Katanya banyak yang bilang bawaan anak🤭
Key
Ngebayangin betapa randomnya dapur ketika Daddy masak🤭 Pasti setelah itu dapur berubah jadi kapal pecah.
Key
Ibu hamil dilanda badai hormon ya. Siap² Erlangga, bentar lagi Aline bakal minta macem². Mulai dari mangga muda sampe Balenciaga 🤣
mawar merah
Ya Allah pingin ngakak yang keras dech🤣🤣🤣🤣
mawar merah
Duh menggemaskan sekali kamu, Aline
Black Swan
🫠🫠Erlangga coba belajar sabar
Black Swan
Waduh kok ga bilang-bilang sih mau nikah, masa aku ga diundang🤭
mawar merah
Sabar Erlangga, kasian bumil nanti kelamaan berdiri di kamar mandi🤭🤭🤭
mawar merah
Kasian Reno ya..tapi mau bagaimana lagi Aline sudah di Unboxing sama Erlangga duluan🤭🤭🤭
Black Swan
🤭🤭gemas dah sama Erlangga
Black Swan
Didikan militer ini mah, memang kalau ama anak cowok kaya gini. Jangan kaya Andreas dibelain mulu sama emaknya🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!