NovelToon NovelToon
HEART'S OWNER

HEART'S OWNER

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Mempunyai Mama yang tidak menyayanginya dan dikhianati oleh sang kekasih disaat lagi sayang-sayangnya membuat Belva memilih menjauh dan hidup sendiri tanpa cinta dari siapa pun.

Siapa sangka, Belva menjadi owner skincare sukses dan kaya raya. Disaat kehidupan Belva sudah sangat sempurna, Belva dipertemukan dengan seorang Tentara yang begitu sangat menyebalkan dan selalu membuat Belva darah tinggi.

Akankah Belva kembali menemukan cintanya? Adakah orang yang benar-benar tulus ditengah-tengah kondisi Belva yang sedang dilanda krisis kepercayaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11 Kelulusan

Beberapa bulan kemudian....

Seperti biasa, Belva mendapatkan nilai terbaik di kelasnya. Bondan dan Venny datang untuk mengambil rapot Tissa dan juga Belva tapi keduanya justru lebih perhatian kepada Tissa dibandingkan kepada Belva. Beruntung Belva mempunyai kekasih yang sangat sayang kepada dirinya, dan Mario lah yang menemani kelulusan Belva.

“Selamat ya, akhirnya kamu lulus dengan nilai terbaik,” seru Mario sembari memberikan buket bunga.

“Terima kasih,” sahut Belva dengan senyumannya.

“Lihat Ma, Pa, Kak Belva bukanya menghampiri kalian tapi malah asyik dengan pacarnya,” seru Tissa.

Venny pun segera menghampiri Belva dan juga Mario. “Bagus, bukanya menghampiri orang tua seperti anak-anak yang lainnya, kamu malah sibuk dengan pacar kamu,” sinis Mama Venny.

“Jangan ngajak berantem di sini, Aku sedang bahagia,” sahut Belva.

“Jadi kamu lebih mementingkan pacar kamu itu dibandingkan Mamamu sendiri?” geram Mama Venny.

“Memangnya kenapa? Mama saja tidak memperdulikan aku, malah sibuk ambil rapot dia,” sahut Belva.

“Belva!”

Belva dengan cepat menarik tangan Mario. “Ayo Mar, kita pergi saja dari sini,” ajak Belva.

Seperti biasa, Venny sangat geram dengan kelakuan Belva tapi saat ini dia tidak bisa memarahi Belva karena sedang berada di sekolah. Acara sudah selesai dan Mario mengajak Belva ke restoran untuk merayakan kelulusan kekasihnya itu. “Hari ini kamu boleh pesan apa saja yang kamu mau,” seru Mario.

“Serius, aku boleh pesan apa pun?” tanya Belva.

“Iya, sayang.”

Hari ini Belva benar-benar sangat bahagia, walaupun Papanya tidak ada tapi ada Mario yang menggantikan posisi Papanya. “Sayang, kamu rencananya mau melanjutkan kuliah di mana? Apa kamu mau kuliah di kampus aku saja? Biar kita bisa bertemu terus,” tanya Mario.

“Aku mau lanjut ke Korea,” sahut Belva.

“Hah, Korea? Serius kamu?” tanya Mario kaget.

“Seriuslah masa Aku bohong,” sahut Belva.

“Berarti kita LDR-an dong,” seru Mario.

“Iya.”

“Sayang, kenapa mesti ke Korea sih? Di sini juga masih banyak tempat kuliah yang bagus-bagus,” keluh Mario.

“Maaf Mario, tapi itu sudah aku pikirkan jauh-jauh hari sebelum aku kenal sama kamu. Aku sudah mempersiapkan semuanya dan tinggal berangkat saja,” sahut Belva.

“Beneran kamu bakalan ninggalin aku? memangnya kamu tidak sedih berpisah dengan aku?” tanya Mario.

“Sebenarnya aku sedih, tapi mau bagaimana lagi, itu sudah menjadi planing aku selama ini dan aku tidak mungkin membatalkannya. Impian aku semuanya ada di sana,” sahut Belva.

Mario terlihat sangat sedih, dan Belva menggenggam tangan Mario. “Jangan sedih dong, aku yakin kita bisa menjalani LDR-an ini. Tapi, kalau kamu merasa tidak sanggup, kamu bisa kok putusin aku,” lirih Belva sedih.

Mario langsung menggenggam erat tangan Belva. “Tidak, aku tidak mau putus denganmu. Baiklah, terserah kamu saja yang penting kamu bisa mengejar cita-cita kamu. Aku tidak mau menghalangi cita-cita kamu, aku hanya bisa mendo'akan semoga apa yang kamu cita-citakan tercapai dan aku akan menunggu kamu sampai kapan pun,” sahut Mario.

Belva tersenyum dengan mata berkaca-kaca. “Kamu janji ya, mau menunggu aku sampai aku pulang nanti,” seru Belva.

“Tentu sayang, aku akan menunggu kamu,” sahut Mario.

Belva memilih negara Korea bukan karena dia seperti gadis-gadis sekarang yang gila drakor dan aktor-aktornya melainkan karena Belva ingin ikut kursus formulasi skincare, kursus bisnis skincare, pelatihan tentang regulasi produk skincare, dan pelatihan tentang pemasaran dan penjualan skincare.

Korea selatan memang dikenal sebagai negara yang sangat peduli dengan kecantikan. Bahkan banyak juga yang menyebut Korea selatan sebagai negara skincare. Korea selatan juga memiliki industri produk skincare yang sangat maju dan teknologi yang sangat canggih dalam bidang skincare.

“Maafkan aku, Mario, aku tidak bisa menceritakan tujuan aku ke Korea untuk apa karena aku masih belum bisa menceritakan semuanya kepada kamu. Aku belum bisa percaya kepada siapa pun, dan aku masih ingat dengan kata-kata Papa supaya aku jangan percaya kepada siapa pun  termasuk kamu,” batin Belva.

Setelah makan-makan dan merayakan kelulusan Belva, Mario pun mengantar Belva pulang. “Kapan kamu berangkat?” tanya Mario.

“Besok lusa,” sahut Belva.

“Kalau begitu, sebagai perpisahan bagaimana kalau besok kita piknik?” seru Mario.

“Boleh, ide bagus itu,” sahut Belva.

“Kalau begitu, pagi-pagi sekali besok aku jemput kamu, aku akan bawa ke sebuah tempat dan pastinya kamu akan suka dengan tempat itu,” seru Mario.

“Aku jadi gak sabar,” sahut Belva.

Belva pun sampai di rumah, dilihatnya Venny, Bondan, dan Tissa sedang makan-makan tanpa mengajak dirinya. Belva melewati ketiganya tanpa menoleh sedikit pun dan ketiganya pun tidak memperdulikan Belva. Belva segera mengeluarkan koper dan ingin membereskan barang-barang yang akan dia bawa.

Setelah selesai makan-makan, Tissa berniat masuk ke dalam kamarnya tapi pada saat melewati kamar Belva, dia mengintip dari balik pintu yang sedikit terbuka. Melihat Belva memasukan barang-barangnya, Tissa pun berlari ke bawah. Venny dan Bondan sampai kaget melihat Tissa berlarian seperti itu.

“Ada apa, Nak?” tanya Bondan.

“Ma, Tissa lihat Kak Belva sedang beres-beres kayanya Kak Belva mau pergi jauh deh,” seru Tissa.

“Hah, pergi jauh ke mana?” tanya Mama Venny.

“Mana Tissa tahu,” sahut Tissa.

Venny pun segera menuju lantai dua untuk menemui Belva disusul oleh Bondan dan juga Tissa yang sangat kepo. “Kamu mau ke mana, Belva?” tanya Mama Venny saat masuk kamar Belva.

“Tidak bisakah Mama ketuk pintu dulu?” seru Belva cuek.

“Jawab Belva, kamu mau ke mana?” tanya Mama Venny.

Belva menghentikan kegiatannya dan berdiri di hadapan Venny. “Bukanya selama ini Mama tidak pernah menganggap aku ada? Bukanya keluarga Mama hanya dia, dan anak Mama cuma dia, jadi buat apa Mama tanya aku mau ke mana, apa peduli Mama?” sindir Belva.

“Belva, kamu itu anak Mama jadi Mama berhak tahu apa yang kamu lakukan dan dengan siapa kamu pergi, bagaimana pun Mama khawatir sama keadaan kamu,” sahut Mama Venny.

Belva tersenyum sinis sembari melipat kedua tangannya di dada. “Mama khawatir sama keadaan aku atau khawatir dengan harta warisan aku?” Belva kembali menyindir Mamanya.

“Maksud kamu apa? tentu saja Mama khawatir dengan kamulah,” sahut Mama Venny gugup.

“Belva sudah tahu isi kepala Mama, hanya tinggal beberapa tahun lagi Belva menginjak 21 tahun dan Mama takut jika harta warisan Belva, Belva bawa ‘kan? dan Mama tidak bisa menguasainya lagi?” ucap Belva.

Venny mengepalkan kedua tangannya, ucapan Belva memang benar. Dia ingin menguasai seluruh warisan Belva seperti yang tercantum di surat wasiat yang ditulis oleh Ferdi. Tanah yang Ferdi miliki sangat banyak, dia takut tanah yang diwariskan kepada Belva habis sia-sia dan dipakai hura-hura oleh Belva.

“Jaga ucapan kamu, Belva. Kamu benar-benar tidak sopan berkata seperti itu kepada Mamaku sendiri,” seru Mama Venny sembari menahan emosi.

“Lebih baik sekarang kalian keluar dari kamar aku. Aku akan pergi jauh dan dalam waktu yang lumayan lama, aku minta jangan ada yang berani menyentuh atau memakai barang-barang aku,” seru Belva sembari mendelik ke arah Tissa.

“Tidak ada yang boleh masuk ke dalam kamar aku, kecuali si Bibi yang hanya akan membersihkan kamar aku!” tegas Belva.

Ketiganya tidak bisa berkata apa-apa lagi, mereka pun memutuskan keluar dari kamar Belva.

1
yaniSuryani
selamat Hiatus ya author kesayangan,,, ditunggu kembalinya dengan cerita² yg lebih seru lagi 🫰🥰
yaniSuryani
padahal nungguin si amar loh ini,, 😂
yaniSuryani
bagi pak Suharto Belva udah kaya anak sendiri
yaniSuryani
kasian juga ya si amar 🤭
yaniSuryani
ngebentak bentak bos besar kan jadinya,,, malu banget tuh muka 😂😂
yaniSuryani
kukira tadi si anak tiri yang bangkit dari kubur,,, ternyata cuma orang gila 🤣🤣🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
si amar gak jadi ngomong itu ke Belva tentang rasa cinta nya 🤭
yaniSuryani: hooh ya,,, di kirain Belva bakalan bawa Abi k kantor jadi ketemu sama Amar,,, patah hati duluan tuh si Amar 🤣
total 1 replies
ꪶꫝNOVI HI
lanjut 😅
Naysila mom's arga
si abi jangan mudah cemburu dong kasihan belva nunggu kamu lama
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
malu kan anda maya makanya jangan pernah sombonk, kekayaan itu cuma sementara😂
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ngakak sama si Maya ...gimana itu kelanjutannya kok tiba2 dah setahun aja 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
asem dateng2 maen geruduk aja tuh anak manja 🤣
Naysila mom's arga
si maya pd bgt ya 🤣🤣🤣🤣
ꪶꫝNOVI HI
minta di tampol tu maya 😅
Naysila mom's arga
nambah lagi orang gila 1 si tissa udah modiar gantian maya
Riasusi
kk lom up lgi kk poppy 😘😍
yaniSuryani
si Yuri terlalu ugal²an kagat lah mas Amar baru pertama kali ketemu juga 🤣
yaniSuryani
lama ya nungguin setahun,,, dalam waktu setahun pasti banyak yg deketin Belva 🤭
ꪶꫝNOVI HI
main cantik donk yuri 😂
Naysila mom's arga
yuri jodoh amar 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!