NovelToon NovelToon
Terikat Luka, Terlahir Cinta

Terikat Luka, Terlahir Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: M. ZENFOX

Erlangga Mahardika Pratama—seorang CEO muda yang dikenal dingin dan tak tersentuh—terbiasa mengendalikan segalanya dalam hidupnya. Hingga satu hari, sebuah kegagalan cinta menghancurkan pertahanannya, dan mempertemukannya dengan Zea Anindhita Kirana, gadis sederhana yang datang tanpa rencana… namun perlahan mengisi ruang kosong di hatinya.

Hubungan mereka tumbuh dalam diam—penuh tarik ulur, perbedaan dunia, dan luka yang belum sembuh. Di tengah kehangatan yang mulai tercipta, kebahagiaan itu justru direnggut oleh sebuah kebohongan kejam.

"Kadang, cinta datang bukan untuk dimulai... tapii untuk di perbaiki"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M. ZENFOX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejadian di Toilet

Bel istirahat berbunyi nyaring, memecah keheningan koridor gedung Fakultas Bisnis. Gelombang mahasiswa mulai tumpah ruah keluar dari kelas masing-masing. Zea berjalan menuju kantin diapit oleh dua sahabat setianya, Salsa dan Nadine, yang sejak tadi tidak berhenti mengoceh.

Di persimpangan koridor, mereka berpapasan dengan Kael yang sedang dikelilingi geng cowoknya. Kael sempat mengedipkan sebelah mata ke arah Zea sebelum berlalu, memicu sikut jahil dari Salsa ke lengan Zea.

Begitu sampai di kantin, mereka langsung mengamankan meja favorit. Seorang ibu kantin yang sudah akrab segera menghampiri.

"Hari ini mau pesan apa neng?" tanya beliau.

Nadine langsung mengangkat tangan heboh. "Saya seperti biasa, Bi! Mie ayam ekstra bakso, pangsitnya dua, es teh manis, sama kalau bisa hidup saya dibikin lebih manis juga, Bi."

Ibu kantin tertawa. "Waduh, yang terakhir itu stoknya lagi habis, Neng."

Salsa tidak mau kalah. "Aku nasi goreng spesial ya, Bi! Tapi tolong, pedasnya level mantan yang tiba-tiba pamer undangan nikah duluan."

"Waduh, itu pedas sekali berarti!" Ibu kantin menggeleng tertawa, lalu beralih pada Zea. "Kalau kamu, Neng Zea?"

"Aku nasi ayam geprek biasa saja, Bi," jawab Zea pelan.

Nadine langsung menoleh. "Biasa saja? Ze, lu baru aja boncengan sama pangeran kampus, masa makannya biasa aja?"

Salsa menimpali dramatis. "Minimal tambah sosis cinta lah, Ze. Biar sinkron sama gosip yang lagi panas!"

"DIAMLAH KALIAN ISHH!" teriak Zea malu. Saat mereka masih asyik bercanda.

Ibu kantin yang mendengar hanya tertawa, "Berarti itu saja kan, di buatkan dulu ya, nanti tak antarkan"

Setelah bibi pergi mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba Zea mendadak berdiri. "Eh, sebentar ya. Kalian makan dulu aja nanti kalo dah sampai makanannya, gue mau ke toilet sebentar."

"Mau ditemenin?" tawar Salsa.

"Enggak usah, cuma sebentar kok." Zea pun pergi sendiri menuju toilet wanita.

Beberapa menit kemudian, Zea berdiri di depan wastafel. Ia mencuci tangannya, lalu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena angin tadi pagi. Namun, pintu toilet terbuka kasar. Tiga wanita masuk dengan aura yang sangat tidak bersahabat.

Dela. Mahasiswi paling terkenal di fakultas. Di belakangnya, Lara dan Sena berdiri sebagai pengikut setia.

Dela menyilangkan tangan, menatap Zea dari atas ke bawah dengan pandangan menghina. "Oh... jadi ini cewek yang berani godain cowok gue?"

Zea mengernyit. "Maaf? Maksudmu apa?"

Dela melangkah mendekat, memojokkan Zea ke arah wastafel. "Kael. Dia cowok gue. Berani-beraninya lu boncengan sama dia pagi tadi, padahal gue saja belum pernah."

"Ha?, maaf gue ga paham"

"Halahh, cewe murahan sok-sokan ga paham, tadi gue ngeliat semuanya di depan, berani-beraninya lu boncengan bareng cowok gue."

Zea menatap Dela datar. "Pertama, dia yang menawarkan. Kedua... kalau kalian beneran pacaran, masa boncengan saja belum pernah? Aneh sekali."

"JAGA MULUT LU!" bentak Dela. "Lu pikir Kael beneran tertarik sama lu? Jangan mimpi ketinggian! Kael itu cuma butuh hiburan, dan kebetulan dia lagi kasihan lihat gembel model kayak lu!"

"Aku tidak pernah minta dikasihani," balas Zea tegas.

"Halah, nggak usah sok suci! Lu pasti sengaja pasang muka melas biar Kael mau jemput, kan? Atau lu yang nge-goda dia biar lu bisa di anterin sampai kampus?" Dela tertawa sinis. "Denger ya, cewe murahan. Kael itu dari keluarga terpandang. Level kita itu langit, sedangkan lu? Lu itu cuma debu di bawah sepatu kita. Sadar diri! Lu itu miskin, bau matahari, dan nggak punya masa depan. Jangan pernah berharap bisa masuk ke dunia kita!"

"Dunia kalian?" Zea mendengus. "Dunia yang isinya cuma pamer harta orang tua dan menindas orang lain? Tidak, terima kasih. Aku tidak tertarik."

PLAAAK!

Tanpa peringatan, Dela langsung menjambak rambut Zea. "BERANI BANGET LU LAWAN GUE!"

"LEPAS!" Zea berteriak, ia mencoba mendorong Dela, tapi Lara dan Sena langsung maju menahan kedua tangan Zea.

"Pegangi dia!" perintah Dela dengan wajah bengis.

Dela mencengkeram rahang Zea dengan kuat, kukunya yang panjang menusuk kulit Zea. "Dengerin gue, jalang miskin. Jangan pernah lo muncul lagi di depan Kael. Lu itu cuma sampah yang nggak pantes ada di lingkungan ini. Lu mau beasiswa lu dicabut? Atau mau keluarga lu makin menderita? Gue bisa lakuin itu dalam sekali jentikan jari!"

"Lepasin... gue nggak takut sama ancaman lo!" Zea meludahi kaki Dela.

Amarah Dela memuncak. PLAK! Ia menampar pipi Zea sangat keras. "DASAR NGGAK TAHU DIRI!"

Dela menjambak rambut Zea lagi dan mendorong tubuhnya ke arah cermin wastafel. Zea meringis kesakitan. Dela merasa belum puas, ia kemudian mendorong Zea lagi dengan sekuat tenaga sampai Zea tersungkur keras ke lantai.

"Akhhh!" Zea meringis. Pergelangan kakinya tertekuk parah. Rasa nyeri yang menusuk menjalar ke seluruh kakinya, terlihat jelas terdapat luka di sana dengan sedikit darah segar.

"Lihat diri lu sekarang," Dela meludahi lantai di samping Zea. "Tergeletak di lantai toilet, persis di tempat yang seharusnya buat orang kayak lu. Jangan pernah bermimpi soal Kael, karena lu sama dia itu beda kasta!"

Saat Dela hendak melayangkan tendangan ke kaki Zea, sebuah suara dingin terdengar dari ambang pintu.

"Berhenti!"

Seorang mahasiswi berdiri di sana, memegang ponselnya siap merekam. "Kalian ngapain? Aku ngeliat semuanya. Kalau kalian lanjut, aku laporkan kejadian ini ke dekan sekarang juga!"

Dela mendecak kesal. "Cih, dasar pengganggu." Ia menatap Zea tajam. "Ingat kata-kata gue. Jauhi Kael, atau hidup lu bakal lebih hancur dari ini."

Setelah mereka pergi, mahasiswi penolong itu membantu Zea berdiri. "Kamu tidak apa-apa?"

Zea mengangguk pelan, menahan air mata yang nyaris tumpah karena emosi dan rasa sakit. "Terima kasih... aku tidak apa-apa."

Zea menatap cermin. Rambutnya berantakan, pipinya merah bekas tamparan, dan pergelangan kakinya mulai membiru. Ia menggigit bibir bawahnya, menahan isak tangis. Ia merapikan diri sebisa mungkin, mencuci bekas luka yang ia terima dan ludah di lantai tadi dengan air wastafel.

"Tolong... jangan bilang siapa-siapa soal kejadian ini ya," bisik Zea pada gadis itu.

"Kenapa? Kamu harus lapor, mereka akan terus nge-bully kamu kalau kamu biarin"

Zea tersenyum pahit. "Keluarga Dela investor besar kampus ini. Kalau diperpanjang, yang susah justru aku. Aku harus bertahan demi kuliahku."

Gadis itu terdiam, lalu mengangguk iba. Setelah merapikan diri, Zea berjalan keluar dari toilet dengan langkah yang pincang dan sangat pelan. Di kantin nanti, ia harus bersikap seolah semuanya baik-baik saja, meski hatinya hancur dan kakinya terasa terbakar.

1
Faiz Utama
gws hp
Fatma
Kasian hp nyaa
Nadia Julia
Enaknya punya temen kyk Rian
M. ZENFOX: Author kak💪
total 1 replies
Nadia Julia
Semangat thorr, aku tunggu updatenya ;)
M. ZENFOX: Siapp
total 1 replies
Nadia Julia
Jail amat
Nadia Julia
Perbedaan kael & Erlangga :)
M. ZENFOX: Apatuh?
total 1 replies
Nadia Julia
Jangan pernah pelit untuk memberi intinya, bolee
Nadia Julia
Semangat Thorrr>
M. ZENFOX: Makasih kakkk💪
total 1 replies
ELVI NI'MAH
Bagus, aku suka happy ending, inginku ibunya langga menyukai zea
M. ZENFOX: Makasihh kakk🤩
total 1 replies
Nessa
lapor donk zea jangan diam aja
M. ZENFOX: Tau ya, ngapain diem 😄
total 1 replies
Nessa
yakin ni g tertarik kita liat aja nanti 🤭
M. ZENFOX: hehe🙄😁
total 1 replies
Nessa
gimna nasib zea
M. ZENFOX: Di tunggu ya kakk
total 1 replies
Nessa
diihh sarah sombong kali
Nessa
erlangga 😤😤😤
Nessa
salut banget padamu zea, intinya bersyukur
Nessa
smngat zea
Nessa
ikut sedih 😢
M. ZENFOX: Sama kak🥲
total 1 replies
Nessa
zea kenapa g minta erlangga menikahimu
M. ZENFOX: Ending tamatnya cepet kak😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!