NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Sang Duda

Gadis SMA Milik Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vava olive

Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Beberapa hari telah berlalu.

Meskipun ia merasakan sedikit kerinduan dengan saga tapi ia memilih untuk tidak menggubris pesan dan panggilan dari saga.

"Besok hari rabu dimana aldo pasti sudah kembali.." bathin nadia lalu mulai menutup matanya untuk tidur.

Sementara di kediaman saga.

Nampak aldo sedang menonton tayangan kesukaannya.

Dengan jus alpukat dan beberapa cemilan disebelahnya.

"Apa kamu suka dengan jusnya sayang?"

"Suka,kemarin di rumah nenek aku makan banyak sekali buah.."

"Pak man yang memetiknya langsung.."

Saga pun memeluk tubuh anaknya yang masih kecil.

"Nadia akhirnya bisa membuatmu seperti ini lagi nak.." bathin saga.

"Apa besok kamu mau bermain sama bibi ke mall..main ke playground?" Kini saga mencari siasat agar dirinya nanti bisa bertemu nadia tanpa ada anaknya.

"Benarkah?"

"Aku boleh ke playground?"

"Tentu saja boleh.."

"Besok papah akan belikan tiket masuknya"

"Tapi besok aku harus belajar sama kaka!"

"Jangan besok pa.." rengek aldo.

"Kaka besok tidak bisa datang..makanya kamu boleh bermain sepuasnya.."

Saga pun kini mengangkat tubuh anaknya yang sudah terlelap,

Ia memindahkan aldo ke kamarnya sendiri.

********

Sore ini nadia telah sampai di rumah besar milik saga,nadia menatap Rumah yang terlihat menjulang tinggi dengan halaman luas dan beberapa mobil yang terparkir di luar garasi karna terlalu banyaknya mobil yang di miliki.

"Umur segitu memang lagi susah-susahnya nyari jodoh.." bathin nadia begitu ia mengingat umur saga.

Nadia pun membuka pintu utama secara perlahan.

Sebelumnya memang dia sudah diberi tahu bahwa dirinya bisa masuk begitu saja,dengan alasan para pekerja biasanya sudab berada di rumah belakang.

"Biasanya masih ada bibi yang nemenin aldo,kok ini sepi yaa.." gumam nadia.

"Biii.." nadia mencoba beberapa kali memanggil bibi.

"Aaww.." teriak nadia begitu lengannya kini tengah di genggam erat oleh saga

"Aduuuh sakit pak.."

"Lepas!"

"Kenapa?"

"Kenapa kamu tidak menjawab telfonku?"

"Bukankah kita sudah memiliki perjanjian sendiri pak.."

"Aduh lepaskan dahulu.." rengek nadia.

Saga mendorong tubuh nadia hingga menempel tembok lalu mulai mendaratkan kedua tangannya di kepala nadia.

Saga mencium bibir nadia dengan liar.

"Kamu tidak akan bisa lari dariku nadia!"

Gertak saga.

Saga pun mencium bibir nadia,menggerayangi seluruh tubuh nadia,meremas kedua bukit kembarnya lalu juga bagian bokongnya.

"Ahh engga pak..lepasin.."

Saga tak peduli dengan ucapan nadia,

Dengan gampang dia membopong tubuh nadia dan menurunkannya tepat dimeja makan,lalu kembali menciptakan rangsangan-rangsangan yang membuat nadia kelojotan hingga mendongakkan kepalanya keatas.

"Kamu mau aku berhenti?" Tanya saga.

Dirinya bangkit dan menempatkan wajahnya tepat di depan inti nadia.

Ia mulai memasukkan satu jari kedalamnya dan menjilat bagian itu secara bersamaan.

"Aahhkk..itu geli.." erang nadia.

Saga pun bangkit dan mendekatkan wajahnya kearah nadia.

"Kamu yang membuatku panas nadia.." ucapnya lalu mencium bibir di depannya dengan rakus.

"Eemmm.." nadia hanya mampu mengerang perlahan ketika seluruh tubuhnya mendapat serangan-serangan seperti itu dari saga.

"Pak ku mohon..kita sudah sepakat.." ucap nadia di sela-sela saga melepaskan bibirnya.

"Kamu mau apa?"

"Mau aku lepaskan?"

"Atau aku teruskan.." tawar saga namun tangan di dalamnya terus bermain keluar masuk membuat nadia kewalahan.

Hingga akhirnya beberapa saat kemudian tubuh nadia bergetar,cairan kental bening pun semakin membasahi tangan saga.

Tin tin..

Saga dengan buru-buru membopong tubuh nadia yang jatuh kedalam pelukannya untuk menuju kamar tamu yang tak jauh dari mereka beraktivitas setelah mendengar bunyi klakson mobil memasuki halaman rumahnya.

"Kamu disini dulu.." ucap saga yang berusaha menurunkan tubuh nadia diatas kasur.

"Jangan tinggalin aku!" Tangan nadia kini menggenggap pergelangan tangan saga.

Saga pun terhenti,ia menatap sesaat tubuh nadia yang masih mencoba mengatur nafasnya.

Ia juga menatap kilatan akibat keringat didahi nadia.

"Aku hanya sebentar.."

Dengan susah payah nadia pun bangkit berdiri dan mendorong tubuh saga ke atas kasur.

"Aku bilang jangan pergi.." ucap nadia.

Saga pun pasrah,dengan menjadikan kedua tangannya menjadi bantal menyilang ia pun bertanya.

"Memangnya kenapa aku harus disini!" Pancing saga.

Nadia pun mulai melepas dua kancing baju jonathan dan menariknya keatas.

Tubuh atletis nampak didepan matanya.

Nadia menarik nafas lalu mendekatkan wajahnya ke area tersebut.

"Ehmmm.." terdengar suara nadia lirih bersamaan dengan dirinya mencium setiap sudut tubuh saga.

"Aaahhkk..nadiaaa.." sagapun kini ikut mengerang begitu benda besar miliknya kini di genggam oleh tangan mungil nadia.

"Kamu ingin membalas perlakuanku tadi!" Ucap saga.

"Tidak,aku yang akan membuatmu menyerah.." ucap nadia yang kemudian menarik celana pendek milik saga.

"Tapi sepertinya aldo sudah datang.."

"Lalu kenapa kalau aldo datang?"

"Apa dia akan mencarimu.." ucap nadia yang kini tengah berusaha memasukkan batang besar saga kedalam miliknya.

"Aahhkkk..ini sangat besar sekali.."

"Bergeraklah sayang.." ucap saga yang kini memilih duduk agar bisa memeluk tubuh nadia.

"Ahhkkk..iyaa seperti itu sayang.."

"Kamu sangat pintar aahhkk.."

Nadia berpegangan sandaran kasur dengan terus menggerakkan tubuhnya,

Meskipun ia masih merasakan ngilu ia tidak peduli,kenikmatan mengalahkan segalanya.

Plak..

Suara tamparan keras mendarat di bokong nadia.

"Yang lebih kencang sayang..aahhkkk.." pinta saga.

"Kamu sangat menggoda seperti ini,bahkan ini membuatku tidak percaya bahwa kamu masih sekolah.." ceracau saga.

Gerakan nadia semakin gencar,sesekali ia mencium bibir saga dengan gemas,

Menyesap dalam-dalam leher saga hingga menimbulkan bekas merah kembali muncul di tempat yang sama ketika pertama kali nadia mencium saga.

"Aahhkk aku akan sangat malu sayang.."

"Jangan disitu.."

Bukannya berhenti,nadia justru pindah kesisi leher satunya dan membuat bekasan yang sama.

"Aahhkk..kalau kamu bisa berkata aku milikmu,aku pun juga akan membuat semua orang tau kalau kamu milikku.." kata-kata itu muncul begitu saja.

Saga pun mengambil alih,ia membalikkan tubuh nadia sehingga kini posisinya ia yang di atas.

Saga membuka lebar-lebar kedua paha nadia dan memainkan ujung miliknya ke inti nadia,menggesekkan perlahan membuat godaan kepada nadia.

"Ahhkk.."

"Ayo.." hanya satu kata itu yang keluar dari mulut nadia.

"Ayo apa sayang??"

"Jangan seperti itu..ayo.."

"Ahhkk aku ga kuat.."

"Katakan dengan jelas sayang.."

"Ayo apa? Ayo kita sudahi?" Goda saga.

"Ayo cepat masukkan!"

Saga pun dengan sekali dorongan berhasil memasukkan benda miliknya full kedalam inti nadia.

Dia bergerak lebih cepat dari yang nadia lakukan kepadanya.

Tangannya membekap mulut nadia agar tak bersuara.

"Ayo sayang..keluarkan" bisik saga.

Dengan 3-4 semburan, saga pun mengeluarkan semua cairan kental putihnya diatas perut nadia.

Tubuhnya tergeletak tepat di samping nadia yang kini masih terengah-engah menutup mata.

Hanya perlu waktu 5 menit,saga pun kini bangkit dan mengenakan kembali pakaiannya,

Ia meninggalkan tubuh polos nadia dengan hanya menutupinya dengan selimut.

Ia memutuskan untuk melihat keadaan anaknya.

"Baru jam segini kok udah pulang?"

Tanya saga kepada sang anak yang kini tengah berganti pakaian dibantu oleh pembantunya.

"Iyaa tuan,mas aldo minta pulang karna bosan.."

"Ia ingin di temani nadia katanya.." kata sang pembantu.

"kenapa begitu aldo?"

"Bi..sudah boleh pergi.."

"Biarkan aldo tidur.." sang pembantu pun akhirnya meninggalkan kamar aldo.

"Pah..apa dirumah kita ada serangga?"

"Serangga?"

"Tentu tidak..kenapa memangnya!"

"Sepertinya leher papah di gigit serangga.." ucap aldo polos.

Saga pun bangkit dari duduknya dan melihat kecermin lemari di dekatnya.

"Bagaimana bisa anak itu melakukan sampai seperti ini.."

"Butuh berapa hari ini untuk bisa hilang.."

bathin saga.

"Sudah nanti papah kasih salep,kamu tidur ya."

"Papah tinggal dulu.."

"Iyaa pah..oiyaa tadi sepertinya ada suara-suara aneh di kamar tamu!"

Saga menelan ludahnya,lalu meninggalkan aldo begitu saja tanpa menjawab pernyataan anaknya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!