NovelToon NovelToon
Terimakasih Cinta

Terimakasih Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / CEO Amnesia
Popularitas:830
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Tidak peduli apa yang akan terjadi nanti, selamanya kita akan tetap bersama" kata-kata itu terus terngiang dalam pikiran seorang gadis cantik yang berasal dari pinggiran kota.

Dan tempat itu menjadi saksi sejarah dari janji yang pria tampan itu ucapkan.

Dia yang sempat tinggal disana karena sebuah kecelakaan yang merenggut ingatannya, hingga ia ditampung oleh salah satu keluarga dengan kedua putri cantik yang selama ini selalu membantu kedua orang tuanya merawat pria yang entah berasal dari mana.

"Kalau penasaran silahkan ikuti kisahnya 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

"Diandra," lirih Alex yang kini menahan rindu setengah mati. Dan juga menahan diri untuk tidak memanggil Diandra dengan panggilan sayang nya.

Semua itu Alex lakukan untuk menghargai dan menyelamatkan reputasi Dian dihadapan orang banyak yang selama ini selalu menjunjung tinggi tradisi dan budaya.

"Diandra bisa kita bicara?"ujar Alex yang kini menghampiri Dian.

"Tuan saya sedang buru-buru, mungkin dua hari lagi kita baru bisa bicara, seperti yang anda lihat waktu sudah hampir larut"ucap Dian.

"Honey please, ah maksud saya Diandra ini penting"ucap Alex.

"Saya benar-benar minta maaf tuan, saya sedang terburu-buru, jika tuan ingin bicara besok setelah kami pulang saya akan ke rumah anda"ucap Dian yang kini membuat semua orang menatap kearah Dian karena mereka tidak tau bahwa Alex memiliki rumah di kota tempat tinggal mereka.

"Saya gabung dengan kalian sekarang juga"ucap Alex yang akhirnya tidak bisa lagi ditolak oleh mereka semua.

Diandra pun terpaksa mengikuti Alex menuju mobilnya, sementara Dito menggantikan posisi Dian mengemudikan mobil Dian.

"Honey aku sangat merindukan mu"ucap Alex dengan santainya tanpa rasa bersalah.

"Tuan, saya bukan lagi Diandra yang anda kenal dulu, saya wanita yang sudah menikah, meskipun saat ini dia sudah tiada tapi pernikahan kami sah dimata agama dan negara. Jadi saya mohon tolong jaga batasan anda"ucap Dian yang kini membuat Alex mengerem mendadak hingga mobil yang dikemudikan oleh Dito ikut mengerem mendadak.

Alex langsung meminta Dito untuk jalan duluan, dan Dito pun menyetujui itu. Sampai saat mobil pick up itu menjauh dan tidak terlihat lagi Alex justru malah mematikan mesin mobilnya itu.

"Tuan ayolah jangan kekanak-kanakan, saya sudah telat, ini hampir larut dan perjalanan kita masih jauh, belum lagi mobil ini tidak akan pernah bisa masuk kedalam hutan"ucap Dian.

"Kekanakan kamu bilang honey? Kamu pernah menjalin hubungan dengan orang lain dan kamu tau rasanya bagaimana menahan rindu pada orang yang sangat kita cintai bukan. Honey aku datang dari jauh langsung kesini demi untuk melepas rindu tapi apa respon yang aku dapatkan?"ucap Alex yang kini memalingkan wajahnya saking marahnya.

"Tuan, apa wajar dan pantas, seseorang yang telah memiliki pasangan merindukan wanita lain. itu mungkin pantas untuk orang-orang seperti anda tapi tidak dengan saya"ujar Dian.

"Honey kamu bukan orang lain, kamu calon istri dan ibu dari anak-anakku jika saja saat itu keadaannya tidak mendesak"ucap Alex.

Dian pun akhirnya diam, bukan dia sudah kehabisan kata-kata tapi dia lelah berdebat dengan laki-laki yang menurutnya begitu egois.

"Honey tunggu satu jam lagi asisten ku akan datang dengan membawa mobil untuk kita kesana"ucap Alex yang juga tidak mendapatkan respon dari Dian yang sebenarnya sudah menyerah karena itu tidak mungkin, satu jam bukan waktu sebentar mengingat perjalanan mereka nanti akan masuk hutan.

"Sebaiknya anda kembali ke rumah anda, saya akan pergi dengan ojek menyusul mereka"ucap Dian yang kini membuat Alex murka.

"Honey apa aku tidak penting bagimu hingga kamu lebih mementingkan pergi dengan mereka?!"bentak Alex.

"Tuan anda jelas salah faham saya disini hanya ingin anda tidak repot-repot untuk mengikuti kami yang akan berkemah di hutan tepi sungai yang tidak tau akan ada bahaya apa nantinya"ujar Dian.

"Alah itu cuma alasan kamu saja honey, kamu tidak ingin keberadaan ku mengganggu kebahagiaan mu bukan?"ujar Alex yang sudah terlanjur salah faham.

"Cukup tuan, sekarang terserah anda mau ikut atau tidak yang jelas mobil anda akan tetap berada di tempat yang jauh dari area kemah dan saya tidak bisa jamin apa mobil anda akan aman." ujar Dian yang sudah terlanjur kesal

Sementara Alex hanya menatap lekat kearah wajah Dian yang kini terlihat menahan tangisnya karena jengkel.

"Honey aku sangat mencintaimu,,, dan salahkah aku jika aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu?"ucap Alex yang kini hampir berhasil mencium bibir Dian jika saja Dian tidak menghindar dengan cepat.

"Sepertinya ia, aku terlalu menjijikan untuk mu"ucap Alex yang kini membuka dasbor dan meraih pemantik api dan juga rokok.

"Terserah anda saja,"lirih Dian.

Sementara bersamaan dengan langkah Alex yang kini keluar dari dalam mobil, handphone Alex bergetar dan muncul nama Tiara.

Diandra pun menyusul Alex keluar dari dalam mobil tanpa peduli dengan handphone Alex yang kini terus bergetar karena panggilan masuk.

"Ternyata yang ada di hati anda tidak hanya satu atau dua orang, jadi mulai detik ini jangan pernah temui saya lagi"ucap Dian yang kini menatap Alex dengan tatapan dingin lalu berbalik pergi meninggalkan Alex yang kini terus memanggil nya dan mengejar Dian.

"Bang ojek!" seru Dian.

"Honey!"seru Alex.

Dian tidak menggubris Alex saat dia hendak naik keatas motor, Alex langsung meraih tangan Dian.

"Diandra"ucap seseorang di sebrang jalan.

Dia tidak lain adalah mantan kekasih Dian yang kini menghentikan mobilnya.

"Ikut aku,"ujar Alex yang kini terlihat begitu marah.

"Diandra kamu sedang apa ini sudah hampir larut, ayo aku antar pulang?" ujar Reno.

"Tidak kak aku mau kemping bareng temen, mereka sudah duluan dengan mobil ku... Dan aku sedang menunggu jemputan tuan Alex"ucap Dian.

"Hm... Kemping dimana boleh aku gabung?"tanya Reno.

"Tentu saja boleh, tapi pastikan bawa joran karena kami akan mancing ikan malam ini"ucap Dian.

"Waw sepertinya ini akan seru, kalau begitu beritahu aku dimana pastinya, nanti aku nyusul"ucap pria tampan itu.

"Di sungai desa sebelah tempat dulu kakak mancing"ucap Dian yang kini menahan rasa sakit akibat cengkraman tangan Alex yang terbakar cemburu.

"Tuan maaf sedikit terlambat,"ucap pria tampan yang tidak lain adalah asisten pribadi Alex.

"Hm... Pindahkan seluruh barang-barang yang ada disana kedalam mobil itu"ucap Alex yang kini menunjuk kearah mobil BMW X5 yang cukup bisa diandalkan di jalan yang bergelombang atau rusak seperti yang akan di tuju oleh mereka.

Alex langsung menarik tangan Dian dan meminta Dian untuk masuk kedalam mobil keluaran lama tapi tampak mulus dan mengkilap tersebut.

Dian pun akhirnya menurut karena dia sudah tidak sabar untuk bergabung dengan teman-temannya yang mungkin sudah tiba sejak tadi di lokasi.

Dian pun mengambil alih kemudi dan Alex membiarkan nya karena dia tidak ingin Dian merajuk.

...******...

Namun saat ini Alex dibuat geram karena Dian menggunakan kecepatan tinggi seperti orang yang sedang main balapan, gadis cantik itu bahkan sudah menyalip banyak kendaraan di dijalan raya hingga pelosok desa dan perkebunan yang menyatu dengan hutan dan sungai itu, kebetulan jalanan tanah itu kering jadi tidak mengalami selip dan tidak lama kemudian mereka sampai di tempat kemah, dimana teman-temannya sudah menyalakan api unggun, dan juga memasang tenda, sebagian menggunakan mobil Dian yang kini ditutup dengan terpal plastik.

"Hm... Yang ditunggu akhirnya datang, lihat kami bahkan sudah bersihkan area sekitar tenda dan mobil, jadi tidak akan ada bintang yang mengganggu"ucap Gesya.

"Baguslah kalau begitu, dimana tenda punya ku"ucap Dian.

"Buat apa? Tanya Alex.

"Ya buat tidur lah, lalu buat apa lagi? "ujar Dian yang tidak senang dengan pertanyaan itu.

"Mobil kita memiliki tempat untuk tidur, jadi jangan dirikan tenda"ujar Alex.

"Terserah saja."ujar Dian yang kini membereskan barang-barang nya.

"Dian, kemarilah dan segera bantu aku untuk menyiapkan makan malam kita"ucap Ari yang kini mengajak serta Gesya dan Tio.

Sementara Dion kini sibuk dengan gitarnya dan terus berbincang dengan Dito yang kini membantu Alex menyalakan api unggun.

"Ini cukup untuk mengusir nyamuk tuan, jika dihabiskan maka tidak ada kayu cadangan untuk nanti malam saat kita mancing ikan"ucap Dito.

"Hm... Kalau begitu saya bantu Dian saja"ucap Alex yang kini menghampiri Dian.

"Honey, gunakan ini, udara sangat dingin"ucap Alex yang kini memasangkan jas blazer miliknya pada Dian.

"Kalau saya gunakan ini, bagaimana saya bisa masak tuan, anda saja yang gunakan jangan sampai anda sakit karena cuaca malam ini"ucap Dian yang kembali melepaskan jas blazer tersebut lalu mengembalikan itu pada Alex.

Dian pun berkutat dengan ayam yang sudah dibersihkan oleh ari sebelumnya, ada tiga ekor ayam untuk makan malam mereka. dan itu ayam kampung milik Dito yang sengaja dia potong untuk bekal kemping.

"Bumbunya sudah siap, biar aku saja yang bakar Dian, kamu buat tumis kangkung dan siapkan sambel sama lalapan. Gesya siapkan alas untuk kita makan dan dan pastikan tempat nya nyaman"ucap Ari.

"Okay,"ucap Gesya yang sesekali melirik kearah Alex yang tampan dan gagah dengan pakaian formal yang kini ia gunakan.

"Honey, di mobil ada beberapa bahan makanan, daging merah juga ada, mungkin cukup buat tambahan"ucap Alex yang memang sudah berbelanja persediaan makanan dari kota untuk mengisi kulkas milik Dian.

"Simpan saja dagingnya jika bisa awet sampai besok, apa disana ada telur dan lainnya"ucap Dian.

"Semua lengkap, aku tidak tau apa itu bisa awet sampai besok pagi, apa tidak sebaiknya daging dan ayam nya di rebus dengan bumbu mungkin agar lebih awet"ucap Alex.

"Oh ya ampun tuan, sebanyak ini. Kenapa anda tidak bilang sejak tadi mungkin bisa titip sementara di freezer tukang warung"ucap Dian yang kini melihat tumpukan daging dalam kemasan didalam book kemas.

"Aku tidak tahu kamu ada acara hari ini, makanya kalau dihubungi itu jangan diabaikan terus"ucap Alex yang kini menyerahkan book berisi daging itu ke tangan Tio yang kini menghampiri mereka.

" Tenang saja, serahkan ini pada saya"ucap Tio yang kini membawa daging-daging itu untuk dicuci terlebih dahulu sebelum akhirnya dibumbui dan digarang diatas api unggun itu.

Untung saja Dito membawa banyak bumbu daging dan ikan, sebenarnya itu untuk besok siang saat mereka mendapatkan ikan tangkapan atau binatang buruan mereka.

"Ini sih rejeki nomplok, tapi tenang tuan setelah diasap semua itu masih bisa dimasak dan disimpan sampai satu bulan kedelapan"ucap Tio yang kini melupakan gitarnya dan sibuk membantu Dito mengurus daging sapi super itu.

Tidak hanya itu ayam dan ikan pun sama-sama diasap, tidak dibakar secara langsung karena itu hanya harus diawetkan.

Makan malam pun siap, dengan dialasi daun pisang dan juga terpal plastik yang kini menjadi alas duduk mereka, mereka semua pun makan bersama, sampai saat seseorang datang dengan motor, dan diikuti oleh yang lainnya yang juga berencana akan mancing di sungai yang dikenal banyak ikan raksasa nya itu.

Dian mengenali salah satu dari mereka, dia adalah Reno yang kini menyapa mereka semua.

"Malam semua, hm... Sudah hampir selesai rupanya"ucap Reno.

"Sini gabung Ren,"ajak Dito.

"Iya mas, ini juga, tapi tunggu kami pasang tenda dulu"ucap Reno sambil melirik kearah Alex yang kini menyodorkan potong daging pada Dian yang kini menerima nya begitu saja.

"Sini makan malam saja dulu kak, nanti pasang tenda, kalau perlu aku bantu"ucap Dian yang kini dibalas anggukan kepala oleh Reno dan yang lainnya.

"Makanlah jika kurang lihat daging disana"ucap Dian yang kini menyudahi makan nya, meninggalkan Alex yang masih menikmati makan malam di alam terbuka itu.

"Honey kamu mau kemana, ini gelap gunakan senter"ucap Alex yang kini bangkit hendak menyusul.

"Biarkan saja, Dian tau kemana harus melangkah, lagipula tempat ini hampir setiap hari kami lewati saat nguli"ucap Dito yang kini menghentikan pergerakan Alex.

Dan benar saja, tidak lama Dian kembali, dia membawa sesuatu di tangan nya.

" Oh wow, kelelawar Habi berburu"ucap Dito yang kini membuat Dian tersenyum manis.

"Kelelawar cantik darimana dapat buah mangga?"ujar Reno.

"Disana di tepi sungai, aku habis cuci tangan eh mangga nya memanggil ku untuk dipetik"ucap Dian yang kini meletakkan banyak buah mangga muda dan mengkel.

"Ini cukup untuk buat rujak"ucap Gesya yang juga terlihat sangat senang melihat mangga muda itu.

"Wow ide berlian, tadinya aku juga mau buat sambal mangga, untuk teman daging asap"ujar Dian yang kini disetujui oleh semua orang.

Teman Reno yang dari kota sebelah juga ikut senang dengan ide Dian, dan tidak hanya itu mereka tidak melepaskan pandangannya dari Dian yang kini memakai Hoodie karena udara mulai terasa menusuk tulang.

"Honey, temani aku ke mobil, aku akan ganti baju"ucap Alex yang kini membuat semua orang melirik kearah mereka berdua.

"Ganti saja sendiri oke, lagipula disana terang dan tidak gelap"ucap Diandra yang tidak mengerti dengan tujuan Alex yang saat ini sedang sangat kesal karena Dian di tatap dengan tatapan mata lapar oleh teman Reno.

"Dian, mungkin tuan Alex ingin dipilihkan baju yang cocok untuk malam ini, pergilah"ucap Dito yang mengerti dengan arti tatapan Alex.

"Ah baiklah" ujar Dian lirih.

Keduanya pun pergi dan Reno Kini mengepalkan tangannya, Dia teramat sangat cemburu. niatnya pulang ke kampung halaman karena mendengar status Dian yang kini sudah menjanda dan tidak lagi berhubungan dengan Alex, tapi nyatanya dia salah besar. Mereka masih bersama.

1
Wati Anja
semoga Dian dan Alek bisa bersatu❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!