"Pe-periksa Hadiah Aktivasi Sistem…" kata Liam dengan sedikit keraguan dalam suaranya.
Ding!
[Selamat telah berhasil memperoleh Sistem Tamparan Wajah. Berikut adalah hadiah aktivasi satu kali]
[1.000.000 Dolar (Silakan periksa sakumu untuk detailnya)]
Liam, seorang mahasiswa miskin yang hidup sederhana dan sering dipandang rendah oleh orang lain. Hidupnya berubah drastis setelah ia dikhianati oleh pacarnya, Bella, yang memilih pria kaya dan berkuasa. Dalam kondisi hancur dan putus asa, Liam tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem misterius yang memberinya kekuatan untuk membalas hinaan orang lain dengan cara mempermalukan mereka.
Dengan bantuan sistem tersebut, Liam memperoleh kekayaan, kekuatan, dan berbagai kemampuan luar biasa. Dari seorang pemuda lemah yang diremehkan, ia perlahan bangkit menjadi sosok yang percaya diri, kuat, dan bertekad untuk mengubah nasibnya serta membalas semua orang yang pernah merendahkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZHRCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 - Pukulan
Mendengar bosnya marah, Daniel tak bisa menahan diri untuk tidak gemetar ketakutan.
'Anak itu ternyata benar-benar orang kaya?'
"J-jangan khawatir bos, aku akan langsung membiarkan mereka masuk."
"Tentu saja kau harus melakukannya, kalau tidak, bukan hanya kalian, bahkan perusahaan keamananku juga akan kena masalah."
Daniel bahkan tidak menunggu bosnya menutup telepon sebelum dia buru-buru berlari kembali menuju sedan murahan itu.
Ekspresinya suram saat dia berhadapan dengan Sylvie dan Liam.
"Nyonya, Tuan, m-maaf atas kesalahan kami, kalian sekarang bisa masuk sesuka hati," katanya sambil memberi isyarat ke arah Kawasan Azure Ansten.
Nada suaranya sangat lembut, seolah takut jika dia tanpa sengaja meninggikan suara dan membuat Sylvie dan Liam semakin marah.
Di sisi lain, penjaga keamanan tadi tercengang melihat kepala keamanan meminta maaf kepada dua orang yang dia anggap penipu itu. Dia merasa mereka tidak pantas mendapatkannya, dan yang lebih mengejutkan lagi, kepala keamanan malah ingin membiarkan mereka masuk?
Apakah karena panggilan telepon tadi yang dilakukan oleh si gigolo itu? Apakah kepala keamanan telah disuap oleh pihak lain?
Tidak, ini tidak bisa diterima. Dalam pekerjaan mereka, keamanan dan ketenangan Azure Ansten ada di tangan mereka. Jika kepala keamanan menerima suap, bukankah itu berarti tidak ada lagi harga diri dalam pekerjaan mereka?
"Pak, aku bilang padamu. Kau harus memberi contoh yang baik untuk orang lain dan jangan biarkan orang lain menyuapmu dengan mudah,” katanya sambil menatap kepala keamanan dengan rasa kecewa di matanya.
"Ngomong-ngomong pak, berapa banyak yang kau terima? Aku sedang kekurangan—"
Plak!
Suara keras telapak tangan menghantam bagian belakang kepala terdengar di udara.
Bukan hanya penjaga keamanan itu, bahkan Sylvie dan Liam juga terkejut dengan kejadian tiba-tiba itu.
"Pak ap—"
Plak!
"Pak a—"
Plak!
"Pak—"
Plak!
"..."
Plak!
Penjaga keamanan: (╥_╥)
‘Ada apa denganmu? Aku bahkan belum selesai berbicara.'
Detik berikutnya, setelah pukulan terakhir, Daniel tiba-tiba memegang tengkuk penjaga keamanan itu lalu menekannya ke bawah hingga mereka berdua membungkuk sembilan puluh derajat.
Penjaga keamanan itu kemudian mendengar bisikan Daniel, "Mereka adalah pemilik mansion paling mahal di Kawasan Azure Ansten. Sekarang, diamlah kalau kau tidak mau kita berdua kehilangan pekerjaan saat ini juga."
Ekspresi penjaga keamanan itu berubah dari (╥_╥) menjadi (O_O;).
"Silakan menikmati waktu kalian di Kawasan Azure Ansten, Nyonya dan Tuan. Jika kalian membutuhkan sesuatu, hubungi saja nomor darurat kami dan kami akan berusaha memenuhi kebutuhan kalian, kapan saja, di mana saja."
Daniel menampilkan senyum terbaik dan paling ramah yang bisa dia buat sambil tetap menahan tengkuk penjaga keamanan di sampingnya dalam posisi membungkuk sembilan puluh derajat.
"Jalan! Jalan!"
Liam juga menyuruh Sylvie untuk segera maju dan masuk ke Kawasan Azure Ansten. Dia masih kaget dengan pukulan tadi dan dia takut mereka akan terlibat dalam masalah berikutnya.
Untungnya, dia sudah mencapai tujuannya.
Ding!
[Kau telah berhasil membalaskan penghinaan: +10 Poin Sistem]
[Kau telah berhasil membalaskan penghinaan: +10 Poin Sistem]
[Kamu telah berhasil membalaskan penghinaan dengan satu saksi: +5 Poin Sistem]
Melihat perolehan poinnya, Liam tidak bisa menahan diri untuk tidak memuji dirinya sendiri.
Kali ini, dia benar-benar berhasil mengenai dua target sekaligus. Momen ini benar-benar sangat menguntungkan.
Senyum lebar tergantung di wajahnya saat Sylvie melaju sesuai batas kecepatan.
Namun, sebelum sedan itu melaju beberapa meter, Liam tiba-tiba teringat sesuatu. Dia menjulurkan kepalanya keluar jendela dan berteriak, "Oh ya, soal kau makan kotoran tadi, apakah kau benar-benar cukup berani untuk melakukannya?"
Penjaga keamanan yang baru saja sedikit tenang langsung terhuyung kebelakang dan jatuh terduduk dengan keras.
Ding!
[Kau telah berhasil membalaskan penghinaan: +10 Poin Sistem]
[Kau telah berhasil membalaskan penghinaan dengan dua saksi: +10 Poin Sistem]
Raut terkejut lalu berubah menjadi senyum lebar muncul di wajah Liam saat melihat hadiah tak terduga itu.
Melihat senyum lebarnya, Sylvie hanya bisa menggelengkan kepala. Dari kejadian kemarin dan hari ini, ia kini punya gambaran tentang permainan apa yang sedang dimainkan Liam.
Dia berpura-pura lemah untuk menjatuhkan lawan.
Tidak heran dia memilih berpura-pura miskin. Tidak heran dia tidak berpakaian mewah. Ternyata dia hanya ingin memamerkan kekayaannya dengan cara yang tidak biasa.
'Memang, tingkah laku orang kaya itu aneh-aneh,' pikir Sylvie dalam hati.
"Oh ya, Liam. Kita mau ke mansion yang mana? Prince and Princess?"
Kegembiraan Liam terpotong oleh pertanyaan Sylvie, tapi dia tidak keberatan dan hanya mengangguk, "ya, Prince and Princess Mansion."
Sylvie mengangguk. Untungnya, ada banyak papan petunjuk di Kawasan Azure Ansten, jadi mereka tidak perlu khawatir tersesat.
Di sepanjang jalan, Liam melihat banyak rumah besar setiap beberapa puluh meter. Masing-masing begitu besar sampai dia tidak bisa memperkirakan ukurannya.
Setiap rumah memiliki gerbang sendiri dan pepohonan yang memperindah bangunannya. Semuanya sangat memanjakan mata.
Melihat rumah-rumah mewah itu terasa sangat luar biasa bagi Liam yang tumbuh di panti asuhan di desa terpencil.
Melihat mansion-mansion mewah itu juga membuatnya semakin penasaran dengan ukuran dan kemewahan mansion senilai jutaan dolar miliknya. Dia bertanya-tanya apakah miliknya lebih besar dari yang mereka lewati. Bahkan, jika ukurannya hanya setengah dari rumah-rumah itu, Liam sebenarnya tidak akan keberatan sama sekali.
Yang tidak Liam ketahui adalah bahwa Prince and Princess Mansion yang diberikan oleh Sistem sebenarnya adalah mansion yang paling mahal, terbesar, dan paling mewah di seluruh Kawasan Azure Ansten.
Namun, apakah mansion seharga jutaan Dollar itu kecil? Tentu tidak, hal itu sama sekali tidak sebanding dengan uang yang digunakan untuk membeli mansion tersebut.
Faktanya, alasan mengapa mansion itu tetap tidak terjual sampai Sistem membelinya adalah karena harganya yang sangat mahal dan tidak ada orang waras yang mau membeli mansion semacam itu yang nilainya sudah setara dengan seluruh kekayaan mereka.
Hanya orang yang sangat kaya raya yang berani membeli mansion seperti itu di kota terpencil seperti Port City.
Namun, tidak ada seorang pun yang akan menyangka bahwa orang yang memiliki mansion itu hanyalah seorang mahasiswa yang sehari sebelumnya masih menyewa apartemen ilegal.
Di sisi lain, setelah tiga puluh menit berkendara, Sylvie dan Liam akhirnya tiba di depan Prince and Princess Mansion yang paling mereka nantikan.