Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Layaknya keluarga
Kawasan Istanbul Airport ramai dengan alu lalang manusia dan juga kendaraan. Manusia silih berganti keluar dan masuk. Memenuhi ruangan yang luas ini menjadi seolah sempit. Banyak dari mereka yang pergi, namun juga tak kalah banyak dari mereka yang baru tiba.
Albert menggendong Kaiden yang terlelap di pundaknya, layak nya seorang ayah sejati. Padahal kali ini, dia sudi untuk menggendong dan dekat dengan putra kandung nya sendiri. Langkah nya tegap penuh wibawa. Di samping nya Aylin berjalan mencoba mengikuti langkah lebar Albert.
Sebuah mobil Limosin berhenti tepat di samping Albert. Seorang supir lalu turun menghampiri Albert dan Aylin. "Dengan tuan Albert ?" Tanya nya sopan.
Albert mengangguk pelan, tanpa mengeluarkan suara. Dengan cepat Supir tadi membukakan pintu mobil untuk Albert dan keluarga kecilnya. Mempersiapkan mereka untuk masuk ke dalam nya.
Mobil mewah itu melaju mengitari kota Istanbul menuju ke alamat yang mereka tuju. Salah satu mansion milik keluarga Lucifer di kota tersebut. Dulunya Albert dan keluarga nya memang tidak di kota ini. Jadi kurang lebih nya Albert sedikit hafal dengan seluk beluk kota Istanbul.
Aylin pun sudah sangat mengantuk perjalanan satu jam itu ternyata juga cukup melelahkan bagi Aylin. Apalagi semalam dia tidak tidur dengan cukup, akibat di teror terus oleh sistem.
Akhirnya Aylin tertidur juga, badan nya roboh kesamping menimpa tubuh Albert yang sedang menjaga Kaiden agar tidak terjatuh. Albert berdecak, ketika kepala Aylin menyandar di pundaknya. Meski begitu, dia tidak memindahkan atau membangunkan Aylin. Malah menjaga nya agar Aylin dapat tidur dengan nyaman.
Tak butuh waktu lama mereka telah sampai di mansion lama keluarga Lucifer. Meski sudah sangat lama di tinggal kan. Nyatanya mansion tersebut tetap bersih, dan terawat dengan baik. Karena para pekerjanya yang melakukan tugas mereka dengan baik.
Sang supir dan beberapa penjaga membuka kan pintu mobil untuk Albert dan yang lainnya. Albert meminta salah satu penjaga untuk mengangkat Kaiden dan memindahkannya ke kamar yang sudah di sediakan. Sedangkan Aylin , Albert Sendiri yang menggendong nya, ala bridal style, dengan kepala Aylin yang menyandar nyaman di pundak Albert.
Dengan pelan-pelan Albert meletakkan tubuh Aylin ke ranjang empuk di sebuah kamar. Aylin tetap tertidur pulas tanpa merasa terganggu sedikitpun. Albert berdecih pelan. "Dasar Babi." Gumam nya pelan, lalu segera meninggalkan tempat tersebut.
*
*
*
Di tempat lain, Dorothea nekat mendatangi mansion Albert. Karena hampir seharian ini, Albert sangat sulit di hubungi. tak satu pun dari panggilan nya yang Albert terima. Dan tak satu pesan pun dari nya yang Albert balas. Tak biasanya Albert seperti pada nya.
Siapa sangka ketika Dorothea memasuki mansion mewah Albert itu, yang ia temui bukan lah Albert. Tetapi jelmaan Nenek sihir, ya itu Nyonya Gunez.
Nyonya Gunez dengan santai duduk di sofa ruang tamu sambil menyesap teh di cangkir dengan sangat pelan, layaknya putri bangsawan yang sedang menikmati dan meresapi rasa dari teh tersebut.
Dorothea ingin mundur, tapi rasa penasaran akan keberadaan Albert sangat mengganggu nya. Namun jika dia tetap tinggal, Dorothea yakin, Nyonya Gunez akan mempersulit diri nya.
"Wah.. wah.. Wah.. Ada tamu agung yang sedang berkunjung ternyata. Sini Dorothea, bergabung lah dengan Aunty menikmati teh yang lezat ini. Yah, meski teh ini tak semahal mobil BMW. Tapi ini cukup lezat kok." Sindir nyonya Gunez dengan halus.
Deg !!"
Sial, bagaimana nenek lampir ini bisa tau, jika aku baru saja di belikan mobil BMW oleh putra nya? Pasti nenek lampir ini, akan semakin mempersulit diri ku untuk bisa mendapatkan Albert. Keluh Dorothea dalam PP.
Meski begitu Dorothea tetap mendekat dan duduk di hadapan Nyonya Gunez, dengan memasang wajah manis, bahkan senyum palsu nya, terus terpampang di wajah nya.
"Em Aunty, Albert ada di mana? Dorothea hampir seharian ini tidak bisa menghubungi nya? Dorothea datang ke kantor nya pun Albert tidak ada di sana?" Tanya Dorothea penuh dengan kelembutan palsu.
Nyonya Gunez pun membalas senyum palsu Dorothea dengan hal yang sama. "Ah.. Apakah Albert tidak memberitahukan pada mu? Dia sedang liburan dengan istri dan anaknya!" Kata Nyonya Gunez dengan nada seolah-olah dia terkejut dengan ketidak tahun Dorothea.
Dorothea masih tersenyum, meski senyum nya tak sampai ke hati nya. "Aunty pasti bohong ya? Setau Dorothea , Albert sangat membenci Aylin dan Kaiden. Mana mungkin Albert mau pergi berlibur dengan mereka?" Tanya nya dengan perasaan mulai tak menentu.
Nyonya Gunez tertawa terbahak mendengar perkataan Dorothea yang terlihat gelisah. "Namanya juga suami istri, apa yang tidak mungkin terjadi! Aunty sih berharap nya mereka bisa pulang dengan membawa adik baru untuk Kaiden."
"Tidak mungkin!!!" Teriak Dorothea sepontan. Dan langsung berdiri. Seketika itu dia baru sadar, telah bertindak berlebihan. "Emm, maksud ku, tidak mungkin secepat itu kan Aunty? Seperti nya saya ada urusan lain. Maaf tidak bisa menemani aunty Gunez." Katanya sedikit terbata, Lalu melangkah cepat. Meninggalkan tempat tersebut.
Nyonya Gunez mengangkat cangkir tehnya dengan anggun, sambil menyesap pelan teh tersebut. Namun pandangan nya tak lepas dari langkah Dorothea yang terlihat tergesa-gesa. Bibir nya tersungging lebar. Ada keputusan dalam dadanya, melihat Dorothea mulai panik.
*
*
*
Albert membongkar semua isi dalam koper dan semua tas nya, namun benda yang ia cari tak kunjung ketemu. Kamar tersebut bahkan sudah sangat terlihat kacau balau. Akibat ulah Albert yang mengacak-acak barang nya, untuk mencari keberadaan ponsel genggam nya.
"Sial, sepertinya tertinggal ! Tapi urusan kantor sudah di tangani oleh papi. Dan untuk Dorothea dan Arabella , masih ada Aras yang akan menjaga mereka, sepertinya aku terlalu hawatir." Seru nya pada diri nya sendiri
Indra penciuman nya menangkap bau yang terasa sangat familiar. Bau yang akhir-akhir ini sangat menggangu selera makan nya. ya, setelah mencium bau masakan ini, dan mencicipi nya, dia jadi tidak berselera dengan masakan lainnya. Dan lebih buruk nya lagi. Ini adalah bau masakan dari Aylin. Wanita yang sangat menyebalkan bagi Albert.
kata kata untukmu:
"semangat dan sehat selalu dan jalani harimu dengan kisah yang indah 💪"