NovelToon NovelToon
Petualangan Wanita Berduri

Petualangan Wanita Berduri

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Spiritual / Wanita perkasa / Cintapertama
Popularitas:27.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Franceska wanita cerdas berpendidikan tinggi, berparas cantik dan berprofesi sebagai guru matematika. Suatu kombinasi yang melengkapi penampilannya yang good looking, cemerlang dan bersinar dari keluarga sederhana.

Prestasi akademik, serta kecerdasannya mengola waktu dan kesempatan, menghentarkan dia pada kesuksesan di usia muda.

Suatu hari dia mengalami kecelakaan mobil, hingga membuatnya koma. Namun hidupnya tidak berakhir di ruang ICU. Dia menjalani penglihatan dan petualangan dengan identitas baru, yang menghatarkan dia pada arti kehidupan sesungguhnya.


》Apa yang terjadi dengan Franceska di dunia petualangannya?

》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Petualangan Wanita Berduri."

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. PWB

...~•Happy Reading•~...

Jefase emosi mendengar yang dilakukan Niclas dan teman-temannya kepada Hernita. Dia langsung menutup telpon tanpa pamit dan menarik nafas panjang untuk menurunkan tensi emosinya.

Kemudian dia menuju kantin. 'Pantes Hernita keluar dari pelita. Ngga guru, ngga murid, sama saja. Kelakuan seperti orang tidak bersekolah.' Jefase membatin dan kembali menarik nafas panjang.

Dia mau membeli sesuatu untuk dimakan, karena waktu istirahat hampir berakhir. Sehingga dia harus bergerak cepat dan tidak bisa makan santai di kantin.

"Tumben, telat Jef. Sudah ngga ada lagi yang bisa dimakan." Ucap salah satu murid yang mau keluar dari kantin.

"Mau lihat yang ada aja." Ucap Jefase sambil melihat etalase kantin. Dia memilih beli lontong isi ayam yang lebih praktis dimakan.

Ketika hendak makan lontong, dia ingat Hernita. 'Apa dia sudah makan?' Jefase membatin, karena Hernita murid baru. 'Mungkin dia belum makan, karena belum akrab dengan sekolah ini.' Pikir Jefase lagi sambil makan.

Memikirkan hal itu, dia membeli dua lontong dan sebotol air mineral kecil untuk dibawa ke kelas. 'Jika sudah makan, biarkan saja. Dari pada belum makan dan tidak ada lagi yang bisa dimakan.' Bisik hati Jefase.

Saat masuk kelas, dia melihat Hernita sedang mencatat sendiri di kelas. Jefase berjalan cepat mendekati mejanya. Tanpa bertanya, dia letakan kantong berisi lontong dan air mineral di depan Hernita.

"Makan itu dulu sebelum jam istirahat berakhir." Ucap Jefase lalu berjalan ke mejanya. Dia menganggap Hernita belum makan, jadi dia letakan begitu saja.

"Terima kasih." Ucap Hernita pelan, setelah melihat isi kantong.

"Cepat makan sebelum yang lain masuk." Ucap Jefase lagi.

Hernita mengangguk mengerti, dan segera mengambil satu lontong untuk dimakan. Dia tidak merasa sungkan atau malu lagi, karena sudah sangat lapar.

Persoalan yang terjadi di sekolah pelita menguras habis sarapannya. Sehingga dia melihat kantong pemberian Jefase dengan mata berkabut dan rasa haru yang tebal.

Sambil bersyukur, dia makan satu lontong dan minum setengah botol air mineral dengan cepat, agar bisa mengganjal perut. Kemudian dia memasukan kantong berisi sisa lontong ke dalam tas.

"Tidak ada yang mengajakmu keluar istirahat?" Tanya Jefase dari jauh.

"Ada. Tapi aku belum selesaikan ini." Hernita menunjuk catatan di atas meja.

"Ya, sudah." Jefase menahan ucapannya, karena siswa lain mulai masuk kelas.

~▪︎▪︎~

Setelah pulang sekolah, Jefase melihat Hernita berjalan sendiri ke gerbang sekolah. Dia berjalan cepat mengejar Hernita, karena dia tertahan guru yang mengajak bicara setelah mengajar mata pelajaran terakhir.

"Hernita, sebentar. Kita duduk di sana." Ucap Jefase sambil menunjuk bangku di dekat lapangan olah raga. Jefase coba berkomunikasi dengan Hernita seperti yang diminta kepala sekolah.

'Mah, apa aku ikut dengannya?' Tanya Hernita.

'Mamah tidak akan mengatakan pendapat. Kau yang harus putuskan sendiri.' Ucap Ceska tegas, agar Hernita tidak bergantung semua hal padanya. Dia mau Hernita memutuskan berdasarkan keinginan hatinya. 'Iya, Mah.'

Tanpa menjawab Jefase, Hernita berjalan ke arah lapangan sambil melihat sekitarnya. Walau ragu mengiyakan permintaan Jefase, dia coba ikut, karena Jefase akan menolongnya untuk ikut kompetisi.

Setelah mereka duduk berdua, Jefase memikirkan apa yang akan dikatakan, karena Hernita hanya diam dan duduk jauh darinya. "Hernita, kau benar dari pelita?" Tanyanya seola tidak percaya.

Jefasa membuka percakapan dengan bertanya yang sudah dia tahu, hanya untuk memancing perhatian Hernita. Karena dia sudah tahu siswa yang bernama Hernita dan prestasinya yang mendongkrak sekolah pelita.

"Iya, saya. Apa perlu lihat kartu siswaku?"

"Tidak perlu." Jefase berkata cepat.

" Aku percaya, walau ..... Nanti saja dibicarakan." Jefase tidak melanjutkan rasa penasarannya.

Hernita tidak jadi membuka ransel untuk ambil kartu siswa. Jefase jadi berpikir keras, karena Hernita tidak menolong untuk membangun interaksi mereka.

"Nita, karna peserta olimat sekolah ini belum diumumkan, kita tidak bisa mengerjakan soal di kelas. Kau punya tempat yang bisa dipakai?" Jefase coba mengajak bicara tentang olimpiade matematika.

"Saya tidak punya ide mau kerjakan di mana. Selama ini, saya kerjakan di kelas kalau istirahat dan rumah." Ucap Hernita sambil berpikir. Hernita jadi melunak dan coba berinteraksi, karena Jefase memanggilnya dengan Nita.

"Apa rumahmu jauh dari sini?" Tanya Jefase lagi karena masih memikirkan tempat mengerjakan soal-soal untuk kompetisi. Dan dia berpikir, mungkin rumah Hernita bisa dipakai.

"Tidak terlalu jauh, tapi kita tidak bisa kerjakan soal di rumahku. Kalau sore saya sendiri." Ucap Hernita pelan.

Jawaban Hernita membuat Jefase heran. "Ok. Rumahmu dicoret."

"Papah belum tahu saya pindah ke sekolah ini." Hernita meneruskan setelah berpikir, karena tidak enak dengan respon Jefase.

"Jadi tadi dari pelita, langsung ke sini?"

"Iya, karna saya mengejar waktu, agar bisa ikut kompetisi. Maaf, motivasiku agak banyak, mau ikut kompetisi ini." Jawab Hernita jujur.

Jefase jadi menatap serius Hernita. "Semoga motivasimu positif, supaya tidak merusak pikiranmu. Nanti soal yang mudah pun, kau tidak bisa kerjakan." Jefase jadi bersikap formal, karena sikap Hernita.

Jefase khawatir rasa marah, benci atau dendam kepada Lenox, Juke, atau sekolah pelita bisa membuat Hernita tidak fokus pada kompetisi dan merusak semua persiapan.

"Iya. Nanti kalau sudah selesai kompetisi, baru kasih tahu motivasiku." Hernita malu mau bilang motivasinya adalah hadiah kompetisi. Bukan karena marah atau dendam pada pihak-pihak tertentu.

"Ok. Tolong pikirkan tempat yang baik untuk kerjakan soal-soal." Jefase jadi serius memikirkan tempat, selain sekolah.

"Apa perpus di sini bisa dipakai?" Hernita ingat perpustakaan di sekolah pelita.

"Mungkin bisa. Tapi agak sulit gelar buku. Sopirmu bisa antar ke taman...." Jefase menyebut nama taman.

"Maaf, tidak punya mobil. Saya ke sekolah naik angkot." Hernita berkata jujur, tapi mengejutkan Jefase.

"Bukannya kau sekolah di pelita yang..." Jefase tidak meneruskan.

"Saya sekolah di sana karna dapat beasiswa..." Hernita menjelaskan, agar Jefase tidak salah paham.

'Pantesan dia bilang di rumah sendiri.' Jefase membatin. Dia heran, karena kalau orang tuanya sibuk, ada pelayan di rumah.

"Kalau begitu, taman kita coret dulu. Kasih nomormu. Kalau dapat tempat yang baik, kita saling info. Waktu tinggal sedikit untuk ikut sebagai team."

Jefase yakin, kalau perorangan mereka bisa atasi dengan belajar sendiri. Yang agak sulit adalah mereka akan jadi team, jadi harus belajar kerja sama dan saling mendukung dengan kebisaan masing-masing.

"Apa sementara ini, bisa selesaikan lewat chat atau email?" Hernita memberikan usul sambil berikan nomor telponnya.

"Boleh. Kita coba dengan cara itu, sambil cari tempat. Mari pulang, kita sudah jadi perhatian mereke." Jefase menunjuk anak-anak yang datang ke lapangan dan melihat mereka sambil bersiul, meledek dan tersenyum. Hernita mengangguk lalu berdiri.

"Nita, coba rileks. Supaya kita lebih santai bahas kompetisi ini. Apa taringku sudah nongol?"

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~•○¤○•~...

1
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
setuju pak kepala sekolah. mungkin ini peluang untuk kalahkan sekolah pelita yg komesial itu 🙊🙈
🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴❣️
Ikut senang kepala sekolah dan Ketua Yayasan memberikan dukungan kepada Jefase dan Hernita untuk maju ikut kompetisi
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
🍁αlҽα❣️
mampus Lu Lorna makanya jan brani"nya ngisengin Nita,,bisa kacau hidup lu nanti wkwkwk
🍁αlҽα❣️
klo bs memang nita dan jafes menang smua,,kalaupun kalah y tidak masalah yg penting kn sudah bersaing sehat tidak sprti lenox dan juke
🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴❣️
Malu sendiri kan Lorna mau bikin ulah malah kena batunya sendiri, memang enak Jefase jadi tamengnya Hernita
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
good jefase biar lorna kapok gak usa bikin drama tiap hari di sekolah. lebih baik fokus pada kompetisi ❣️
𝐘𝐖💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
"Kepsek", auto mikir 2 kali kn, klo mau bikin msalah
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
sokorinnn luuu Lorna jadi orang kok licik untung Jefase lihat sendiri mau playing victim luuu mimpi sono kau tidak tau Hernita murid yang akan ikut olimpiade matematika jelas dia harus sering interaksi sama Jefase huh 😏
Ƭђi̽є💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
keren Ceska selain membina dia bakal ajarin Hernita bela diri untuk perlindungan jangan sampai mengalami perundungan kembali
Dew666
🍦🍦🍦🍦🍦
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
wkwk bahkan pengacara mu langsung mundur Bob emang enak udahlah kalo keluarga mu salah ya salah udah sana bayar denda lalu mendekam di balik jeruji besi❣
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
ayo Rina semangat udah dapet pengacara yang bagus untuk menegakkan keadilan untuk mu agar keluarga sampah mendekam dibalik jeruji besi ❣
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
emang real keluarga sampah dah dari awal kukira Boby nikahi Rina karena cinta tapi ternyata cuma dijadikan budak, dan sekarang akhirnya keluarga sampah udah dapat karma nya❣
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
loh loh kok suami dodol nya Rina datang main cekik² aja ,tapi darimana ni orang tau kalo ortu nya masuk penjara ya ada yang tau juga kah terus dikasih tau ❣
🤎🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
hayoo polisi udah ada didepan pintu lohh panik gak kalian tau rasa tuh semoga mereka dihukum seberat-beratnya,ayo Rina semangat untuk lawan para tikus got ❣
🤎🍁Faiz❣️
penasaran sama kata-kata terakhir.. taring??? emang apa sih maksudnya?.. ❣️
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
memang tidak umum kondisi seperti ini. cuma orang2 yang hatinya sehat dan seluas samudra 🙊❣️
𝐘𝐖💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
Utk org yg suka bersaing secara sehat, Pemikiran sperti ini, udh biasa 👍👍👍
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️ : aku setuju sama kakakku, Ibu guru cantik & baik hati 🙊❣️
total 1 replies
𝐘𝐖💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
Bener, sering kali sperti ini, tinggal gmana kita mnghadapiny aja 🔥🤟💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!