Seorang gadis bernama Anantari yang bercita-cita dirinya menjadi seorang ratu istana kerajaan. Perjuangan menjadi ratu kerajaan tidaklah mudah. Ketika ia ingin mewujudkan mimpi sebagai seorang ratu—terlalu banyak sekali hal yang harus ia hadapi, halangan-demi halangan terus menghampiri.
Namun ia adalah seorang gadis yang hebat. Dan tidak pernah menyerah akan mimpinya. Itu semua ia jadikan petualangan, sebuah petulangan yang panjang yang penuh lika-liku, dan Anantari selalu menjalani petualangannya menjadi seorang ratu dengan sangat riang gembira. Walaupun tidak mudah Anantari mencoba tidak menyerah, sampai mimpi menjadi seorang ratu terwujud.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikhlas M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Di depan halaman kerajaan Arcania yang hampir hancur lebur, karena para prajurit dari Aetherlyn mulai meluluh lantahkan tanah Arcania. Terlihat Wira dan Anantari mulai mencoba menahan Howard dengan seluruh tenaga mereka.
“Tembak!” Seru komandan para prajurit musuh, memberi instruksi agar bisa menyerang Anantari yang sedang bertarung dengan raja mereka (Howard).
“Wushhh!” Terlihat bola-bola meriam itu melesat dengan cepat ke arah Anantari. Namun Anantari mencoba menahan serangan itu dengan mencoba membuat dinding pertahanan yang besar yang terbuat dari gumpalan-gumpalan air. “Boom!” bola-bola meriam itu bertabrakan dengan dinding air besar yang di buat Anantari.
“Ting!” Howard mulai menghilang. Terlihat ia menemukan celah untuk menyerang Anantari. Lalu ia menyerang Anantari. Dan mulai menghunuskan pedangnya ke arah tubuh Anantari. Dan terlihat pedang itu bisa melemparkan bola-bola api.
Howard mengucapkan mantra. “PEDANG API, LENYAPKAN!" Seru Howard yang mulai menyerang Anantari. “Blarrr!” Terlihat pedang api Howard mengeluarkan gumpalan api ke arah Anantari.
Lalu Anantari mencoba menepis serangan itu. Namun ia tak berhasil. “Musnahkan!” Ia mencoba membuat sebuah tameng dari air untuk menahan serangan Howard. Namun sia-sia, karena jika mereka adu kekuatan, level Howard jauh lebih tinggi di banding kekuatan yang di miliki oleh Anantari.
“Boom!” Kekuatan Anantari dan Howard terlihat beradu satu sama lain. Namun kekuatan Anantari tak bisa mengimbangi serangan dari kobaran pedang api Howard (Raja Aetherlyn). “Blarrr!” dengan cepat kekuatan Howard menyerang ke arah Anantari. “TIDAK ANANTARI, MENGHINDAR!” Seru Wira.
Terlihat Anantari terkena serangan tersebut. “Blarr!” Anantari terbakar. Namun Anantari di saat terpojok seperti itu dia merubah dirinya menjadi gumpalan-gumpalan air.
Lalu Anantari kembali ke wujud aslinya. Kali ini ia terlihat begitu lemas. Menarik napasnya sangat dalam.
“SIAL, KEKUATAN ITU LAGI. SEBENARNYA SIAPA SIH BOCAH WANITA ITU? AWAS KAU YA, AKU AKAN SEGERA MEMBUNUHMU SEGERA!” Seru Howard yang terlihat kesal.
Terlihat Wira menyeringai atas kemampuan yang temannya (Anantari) miliki, ia begitu takjub, bangga kepada Anantari yang berkembang dengan pesat bisa meningkatkan kekuatannya.
“Ohok, ohok!” Terlihat Anantari begitu lemas. Walaupun kekuatannya sangat besar. Namun merubah dirinya menjadi segumpalan air. Itu sangat membutuhkan banyak energi. Anantari hampir mengerahkan seluruh kekuatannya. Terlihat Howard tersenyum sinis. Sepertinya Howard akan merencanakan sesuatu. Lalu ia memberikan perintah kepada para prajuritnya.
“PARA PRAJURIT, AKU MEMPUNYAI RENCANA! KETIKA AKU BERTARUNG DENGAN GADIS BOCAH ITU. KALIAN TEMBAKAN BOLA-BOLA MERIAM KE ARAHNYA. AKU SEPERTINYA MEMPUNYAI STRATEGI UNTUK MENGALAHKANNYA!” Seru Howard.
"BAIK TUAN!" Seru salah seorang komandan pasukan.
Terlihat salah seorang komandan pasukan Aetherlyn yang di bawah pimpinan komando raja (Howard) mulai mengangguk mantap.
Terlihat komandan prajurit Aetherlyn mulai Menginstruksikan serangan mereka yang hanya akan di arahkan kepada Anantari saja. “TEMBAK!” Seru salah seorang komandan Aetherlyn.
Wira berteriak. “ANANTARI MENGHINDAR!” Seru Wira. Dengan cepat Wira menepis bola-bola meriam dengan kekuatannya. Dan Wira hendak dengan cepat mengubah arah serangan bola-bola meriam itu. Wira membelokan arah angin sehingga bola-bola meriam itu berbelok kearah berlawanan.
“SIAL, BOCAH ANGIN ITU. MENCOBA MENGHALANGIKU. SUNGGUH SANGAT MEREPOTKAN!” Gerutu Howard.
Terlihat Howard menatap tajam Wira. “Hei bocah kenapa kau mengganggu rencanaku? Apa kau ingin mati?” Tanya Howard yang menyinggung perasaan Wira. Wira terlihat begitu kesal. Namun ia mencoba tidak terpancing. Ia mulai fokus ke jalannya pertarungan. “AKU AKAN BERSUMPAH MENGABDI PADA KERAJAANKU, KERAJAAN ARCANIA. JIKA KALIAN INGIN MEREBUT KERAJAANKU. HADAPI AKU TERLEBIH DAHULU!” Seru Wira menggertak.
Terlihat Howard mencaci—maki Wira. Howard menganggap Wira hanya bocah angin lemah. “BAIKLAH BOCAH ANGIN LEMAH, AKU AKAN MELENYAPKANMU TERLEBIH DAHULU. DAN AKU AKAN MEMBUNUHMU BOCAH LEMAH!” Seru Howard kepada Wira.
Namun terlihat Wira begitu tenang menghadapi Howard. Sedikitpun ia tidak terpancing oleh celotehan yang di lontarkan Howard kepadanya. Terlihat Wira mempunyai aura tenang. Dan lebih fokus dengan hasil pertarungan di banding harus terpancing emosi karena tingkah laku Howard. “JIKA KAU BERANI MEMBUNUHKU. AYO COBA SAJA RAJA TUA, SUDAH TUA, BANGKA LAGI!" Seru Wira sambil memberikan celetukan kepada Howard.
Terlihat Howard semakin jengkel. Ia menggenggam erat pedangnya. "Baiklah bocah angin, aku akan segera melenyapkanmu." Gumam Howard lirih.
Lalu terlihat ia menghunuskan pedangnya ke arah Wira. “Ting!” Howard bertelepati. Lalu seketika ia berada di hadapan Wira. “PEDANG API, LENYAPKAN!” Seru Howard. “Blar!” Sebuah kobaran api menjalar menyerang tubuh Wira. Namun ia menghindari serangan. “Ting!” Wira bertelepati, Wira menghilang.
Namun begitupula dengan Howard yang menghilang mengikuti arah Wira pergi. “KAMU TIDAK AKAN BISA LARI DARIKU BOCAH ANGIN!” Seru Howard yang mengayunkan pedangnya sekali lagi. “Blar, blar!” Howard terus-menerus menyerang dengan pedangnya. Namun gerakan Wira tak kalah cepat. Ia terus menghindari, serangan—demi serangan yang di lontarkan Howard kepadanya.
“Ting!” Terlihat Wira bertelepati lagi semakin menjauhi Howard. Kali ini ia menatap tajam mata Howard, seperti menghipnotisnya dan ia mulai mengayunkan lengannya. Seperti sebuah tarian. Ia lalu mengarahkan lengannya kepada tubuh Howard. Dan suatu kesalahan ketika Howard menatap tajam wajah Wira. Karena ia bisa dengan mudah mengendalikan Howard jika dirinya menatap mata Wira.
Terlihat Wira mengayunkan lengannya ke atas. “Wushhh!” Seketika tubuh Howard terapung di atas awan. Dengan tatapan tajam Wira begitu kesal kepada Howard. “LENYAPLAH DARI MUKA BUMI INI!” Ia lalu mengayunkan kedua lengannya kebawah. “Boom!” Seketika tubuh Howard mengikuti gerakan tangan Wira.
"Boom!" Sebuah ledakan kembali terjadi. Debu-debu mengepul.
“Ohok, ohok. Sial ternyata bocah itu kuat juga. Aku terlalu salah menilainya!” Seru Howard yang sedikit frustasi melawan Wira juga Anantari, yang sama-sama kuat.
“KALIAN JANGAN DIAM SAJA, AYO BANTU SANG RAJA AETHERLYN!” Seru komandan musuh.
“Musnahkan!” Seru Anantari. Sebelum mereka menyerang Wira, Anantari sudah terlebih dahulu menyerang mereka. Ia membuat tombak-tombak dari air.
“SREK, SREK!” Terlihat para prajurit Aetherlyn mulai di sapu bersih oleh tombak-tombak air Anantari. Kini sisa mereka hanya setengahnya saja.
Lalu terlihat Anantari dan Wira mulai membuat sebuah formasi untuk menyerang Howard yang mulai bangkit kembali. Namun terlihat bala bantuan dari kerajaan Atherlyn telah datang. Itu adalah para bangsawan dan para prajurit Atherlyn. Mereka datang membantu.
Karena ketika para para prajurit yang menitip pesan ke para bangsawan sewaktu sebelum berperang. Para bangsawan itu tidak bisa langsung mengikuti pertempuran. Mereka hanya butuh beberapa persiapan. “HAHAHA. KINI HARAPANKU MENGUASAI KERAJAAN ARCANIA AKAN SEGERA TERWUJUD. DAN AKU BERSUMPAH AKAN MEMBALASKAN DENDAM, KOMANDAN YANG SANGAT AKU CINTAI!” Terlihat Howard begitu senang dengan kehadiran para prajurit dan bangsawan-bangsawannya.
Jumlah bala bantuan cukup banyak, jumlahnya ada tiga pasukan. Dari masing-masing bangsawan berjumlah sekitar kurang lebih 150 an prajurit. Dan jika total keseluruhan prajurit di gabungkan, jumlah mereka adalah 450 orang, hampir menyentuh setengah juta orang prajurit. Sangat banyak di bandingkan dengan para prajurit Arcania sekarang. Yang hampir semuanya tersapu bersih oleh para prajurit Atherlyn.
“Hei bangsawan Arcania, di mana raja kalian? Mengapa ketika para bangsawan seperti kalian hampir mati, namun raja kalian hanya diam tidak membantu kalian? Haha kalian mempunyai raja bodoh! Sudah lah menyerah saja dan serahkan kerajaan kalian kepada kami (kerajaan Aetherlyn) dan aku bisa membunuh kalian dengan cepat!” Celetuk salah seorang bangsawan Aetherlyn kepada Anantari.