NovelToon NovelToon
My Handsome Mafia

My Handsome Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Contest / Tamat
Popularitas:784.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reva As

Bagaimana jadinya jika seorang Mafia tampan jatuh hati pada gadis ketus?

Perjuangan Afra Revix Saputra dalam mendapatkan gadis bernama Shyla Agatha Afriansyah dan hatinya.
Mengalami berbagai rintangan hingga ancaman kematian.

Mengingat perjuangan Afra, bukankah akhir bahagia pantas dia dapatkan?



_______-_________
Season 3 dari:
• The Bad Girl
• Love, My Queen Of Mafia

Note: Jangan Lupa Tinggalkan Jejak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria Pemaksa

" A-ayah, " Gumam Shyla.

Afgan menatap putrinya dengan datar. Tanpa berkata apa-apa, dia pun berjalan ke arah Shyla dan memeluk putrinya erat.

" Jangan di ulangi, Ayah tidak suka kamu yang pembohong. "

" Hua...!! "

Pecahlah tangis Shyla saat itu juga. Gadis itu balas memeluk ayahnya erat sambil menangis tersedu-sedu dalam pelukan Afgan.

" Stt..Jangan cengeng! Anak siapa kamu? Ayahnya aja tampan, " Ucap Afgan dengan lurusnya.

" Ayah gak nyambung ih, "

Shyla memukul pelan dada ayahnya dan kembali menangis sampai kaos hitam yang Afgan gunakan basah karena air mata Shyla.

Sementara Agnes dan Nathan hanya bisa tersenyum sambil menggeleng pelan melihat Shyla yang kembali menangis dalam dekapan Afgan.

" Bun, apa si. Rame banget, ".

Shyla melepaskan pelukannya dari Afgan dan mendongak menatap Adnan yang baru turun dari lantai atas.

" Ck, ternyata kak Shyla. Pantes aja rumah barubah jadi pasar, " Celetuk Adnan dengan mata yang terlihat enggak menatap Shyla.

Shyla menghapus sisa-sisa air mata yang ada di pipinya dan beralih menatap Adnan kesal.

" Siapa lo? Salah alamat ya? Udah sono pulang! Rumah gue bukan penampungan pengemis kayak lo, " Semprot Shyla dengan nada tinggi.

" Cih, "

Adnan berdecis malas dan berlalu menuju dapur tanpa mau melawan ucapan Shyla yang jelas akan berakhir dengan dia yang naik pitam.

Shyla mengikuti kepergian Adnan dengan ekor matanya, setelah adiknya itu benar-benar menghilang barulah dia kembali memeluk ayahnya erat.

" Hua..Ayah maafin Shy ya? Shy janji gak bakalan nakal lagi dan nurutin ucapan ayah. Tapi kalo ayah larang Shy balapan, Shy akan tetep ikut balapan. Hua.., " Ucap Shyla sambil menangis.

" Dih, kok gitu? Katanya mau nurut, tapi masih aja ada pengecualian. Kamu sehat? "

Shyla melepaskan kembali pelukannya dari Afgan dan menatap ayahnya sambil berdecak sebal.

" Sehat si sehat, tapi hati Shy yang gak sehat. "

" Kenapa? " Tanya Afgan.

" Nih yah, Shy tuh udah deg-degan banget takut di marahin sama kalian. Tuh tanya aja sama si Nathan kalo gak percaya! Bahkan sepanjang jalan Shy lakuin ini, " Ucap Shyla sambil menggigit jari-jarinya persis dengan apa yang dia lakukan dalam perjalanan tadi.

Afgan dan Agnes tertawa kecil melihat kelakuan absurd putrinya. Mereka langsung mendekat dan memeluk Shy bersama-sama.

" Kami gak marah kok sayang, kami cuma berusaha bersikap tegas agar kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi. " Ucap Agnes sambil mengelus sayang rambut panjang putrinya.

" Iya Bunda, Maaf. Shy gak bakalan bohong lagi kok, mulai sekarang Shy bakalan jadi anak yang penurut. "

Afgan tersenyum tipis mendengar jawaban putrinya. Dia mencium kening Agnes dan Shyla secara bergantian, kemudian di peluknya kedua orang wanita yang paling berharga dalam hidupnya itu selain Jennie sang ibu.

Sedangkan Nathan hanya diam sambil tersenyum melihat keharmonisan keluarga Afriansyah. Tidak di sangka, di balik sikap tegas dan dinginnya Afgan di kantor, jika pada keluarga pamannya itu masih bisa tersenyum dan bersikap hangat.

Di tengah-tengah keharmonisan keluarga kecil itu, tiba-tiba datanglah tamu yang tidak di undang yang langsung menyelono masuk dan berkata dengan kerasnya:

" Wah wah.. Jadi pengen ikutan peluk Shyla juga, " Celetuk Afra.

Shyla sedikit memberontak dalam pelukannya, Agnes dan Afgan yang mengerti pun langsung melepaskan pelukan mereka dari tubuh mungil Shyla.

" Afra, setelah selesai langsung ke ruang kerja om. "

Afgan langsung membalikkan badannya dan pergi begitu saja tanpa mendengarkan balasan dari Afra dulu.

" Eh, om! Mau ngapain? Afra gak suka yah sama om, karena kita sama-sama pisang. Gimana masukinnya? Haha.., " Teriak Afra yang tidak di gubris oleh Afgan.

" Dasar sinting. Mau apa lo ke rumah gue? " Sewot Shyla.

" Ya mau ngapelin kamu lah sayang, mau apa lagi gue ke sini. " Balas Afta santai.

" Lo! Dasar gak punya malu, " Geram Shyla.

" Makasih, "

" Sayang? " Beo Agnes sambil menatap Afra dan putrinya.

" E-enggak Bun enggak, Bunda jangan salah faham. Aku sama Afra cuma- "

" Cuma pacaran kok tan, belum mau naik pelaminan. " Potong Afra dengan santainya.

" Enggak Bun, dia bohong! Dasar cowok pemaksa! Udah berada kali gue bilang- "

" Iya sayang, gue juga cinta kok sama lo. " Potong Afta lagi.

Shyla berbalik secepat kilat menghadap Afra, gadis itu menunjukkan jari telunjuknya tepat di depan wajah pria gila yang selalu mengaku sebagai pacarnya.

" Gue peringatin sama lo yah, jangan- "

" Jangan apa si sayang, gue cuma minta restu sama calon mamah mertua doang kok. Sumpah, " Potong Afra lagi sambil menepis halus jari telunjuk Shyla yang masih menunjuk di depan wajahnya.

Shyla menatap Afra tajam, dengan gigi atas dan gigi bawah yang sudah saling bersatu saking kesalnya dia pada demit satu itu.

" Huft..Dahlah! Bikin emosi aja gue ngomong sama lo. Yang penting Bun, jangan percaya sama apa yang di bilang titisan iblis ini! " .

Agnes malah menatap mereka dengan bibir yang di lipat ke dalam berusaha untuk tidak tertawa. Melihat interaksi Shyla dan Afra membuat Agnes ingat pada dia dan Regata dulu. Yang satu ketus, dan yang satunya lagi humoris dan jago gombal. Sungguh, seakan kisah mereka akan terulang kembali.

" Tapi tidak, kali ini kisahnya berbeda. " Batin Agnes.

Nathan yang sedari tadi diam mulai memasang wajah tidak sedap saat melihat wajah kesal Shyla dan wajah jahil Afra. Entah kenapa dia tidak menyukai jika keduanya dekat seperti itu, hatinya seakan menyuruhnya untuk segera memiliki Shyla dan menjauhkannya dari Afra.

Dan pandangan Agnes secara tidak sengaja terarah pada Nathan yang seperti sedang menahan sesuatu yang bergejolak dalam tubuhnya. Agnes memicinkan matanya menatap Nathan, dan seketika dia mengerti apa yang Nathan rasakan.

" Sungguh miris, ini sama persis. Apa yang sebenarnya Tuhan rencanakan untuk putriku ke depannya? Jangan sampai dia bernasib sama sepertiku yang pernah Terjebak Di Antara Dua Saudara juga terjebak dalam yang namanya Friend Zone, " Batin Agnes.

Friend Zone? Tentu saja!

Agnes juga tahu tentang Martin, anak dari si Psikopat gila itu juga menyukai anaknya. Dan di sini, dia rasa Martinlah yang diibaratkan sebagai Regata. Afra Alfan, dan Nathan Afgan.

Tapi jika Nathan sebagai pengganti Afgan, jelas Agnes tahu dong dengan siapa putrinya bersanding di pelaminan nanti.

" Tidak tidak. Ini hanya pemikiranku, mana ada kisah yang sama akan terulang untuk yang kedua kalinya? Ck, dasar aku. " Batin Agnes mengelak.

" Aunty, mau bicara boleh? "

Lamunan Agnes buyar saat mendengat suara Afra.

" Eh, iya? Iya iya, boleh Afra. " Balas Agnes sambil tersenyum.

" Shy, gue gak jadi deh ngapelin lo nya. Ketus banget si, mending gue ngapelin istri orang. " Ucap Afra berbisik di telinga Shyla.

Shyla memutar bola matanya malas. Dia lebih memilih membuang pandangannya ke arah lain daripada harus meladeni ucapan unfaedahnya Afra.

" Yuk ah aunty. Bye bye baby! " Ucap Afra yang sudah menggusur Agnes menuju ruang tamu.

Shyla berdecak sebal.

" Dasar gila! " Maki Shyla pelan.

Shyla menoleh menatap Nathan. Dan Nathan yang tadinya berwajah masam langsung mengubah raut wajahnya saat Shyla melirik ke arahnya.

" Nat, nonton Drakor sama gue kuy! " Ajak Shyla.

" Drakor? Drama Korea? Ogah ah, ngapain gue liat yang gituan. " Tolak Nathan.

" Alah, bilang aja lo takut baper pas ada adegan uwwu-uwwuannya. Iya kan? " Tebak Shyla.

" Hayo ngaku, " Goda Shyla sambil menunjuk-nunjuk Nathan.

Nathan menghembuskan nafasnya pelan.

" Ya udah ayo, "

" Yey! "

Shyla langsung menggandeng tangan Nathan menuju ruang keluarga yang tentunya terdapat televisi dan dvd di sana.

" Nat, nanti lo jangan baper ya? "

" Enggak Shyla, " Balas Nathan sedikit kesal.

Shyla langsung cekikikan dan bermanja-manja di lengan Nathan saat mereka sudah terduduk di atas kursi yang menghadap ke layar televisi.

" Nanti ada adegan sedikit hotnya loh, lo jangan tengang yah! " Ucap Shyla yang masih belum puas menggoda Nathan.

" Apa si Shy, gak jelas banget. " Ketus Nathan yang justru malah membuat Shyla tertawa.

" Nakal, " Ucap Nathan sambil mengacak rambut Shyla.

Shyla cemberut, tapi secepat kilat dia mengubah ekspresinya saat Nathan meminta maaf dan membujuknya. Setelah itu, gadis itu pun kembali menyenderkan kepalanya bermanja di lengan Nathan.

Tanpa mereka sadari, Afra dan Agnes yang terduduk di ruang tamu yang letaknya tidak jauh dari belakang mereka sedang mendengar bahkan melihat interaksi antara keduanya sedari tadi.

Agnes menghembuskan nafasnya pelan, dia menoleh menatap Afra yang juga sedang memasang raut wajah tidak suka seperti Nathan tadi.

" Sialan banget si Nathan, mepetin cewek gue mulu. " Gumam Afra tanpa sadar.

" Afra? "

" Eh, "

Afra langsung tersadar dan menatap Agnes sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

" Hehe..Ketahuan deh, " Ucap Afra sambil menyengir.

" Kamu serius, suka sama Shyla? " Tanya Agnes dengan raut wajah seriusnya.

" Entahlah Aunty! Afra juga gak tahu. Tapi saat deket sama Shyla, rasanya tuh adem banget. Dan, keliatannya emang Afra suka deh sama anak Aunty. " Aku Afra.

" Jika seandainya dia di takdirkan untuk menjadi adik ipar kamu, bukan istri kamu. Kamu bisa terima? " Tanya Agnes lagi hati-hati.

" Enggak! "

" Afra? "

" Ya enggak aunty, Afra gak bakalan pernah terima. " Ucap Afra.

" Tapi itu takdir Afra! Kamu gak bakalan bisa apa-apa lagi jika hal itu sampai terjadi di masa depan, " Ucap Agnes.

" Kalau memang hal itu terjadi, Afra milih langsung aja rebut Shyla dari Nathan! Biarpun hal itu nantinya menjadi perpecahan antara Afra dan Nathan, " Ucap Afra yang bisa Agnes lihat tidak ada kebohongan di mata pemuda itu saat mengatakannya.

" Oh Tuhan, bagaimana jika memang kisah cinta Shyla akan sama dengan kisahku dulu? Alfan yang sekarang gila, aku yakin dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan Shyla. " Batin Agnes merinding sendiri.

Agnes berdehem pelan saat meradakan jika pembicaraan mereka terlalu menyulut emosi Afra. Terlihat dari sorot mata pemuda itu yang menatapnya dengan tidak suka.

" Ha..Baiklah baiklah, itu hanya Jika saja. Itu hanya perandaian aunty saja, "

" Well, apa yang mau kamu bicarakan tadi? Afra, " Lanjut Agnes mulai serius.

Afra memejamkan matanya sejenak, kemudian dia kembali menatap Agnes dengan tatapan biasa. Tidak seperti tadi yang menatap Agnes dengan perasaan tidak suka.

" Sarah Firania Herlambang, dia penyebannya. " Ucap Afra to the point.

Agnes sedikit terkejut mendengar nama Sarah, tapi seketika dia langsung menyeringai iblis karena sadar jika Sarah yang ini adalah pengganti Sarah si saudari tirinya yang sudah habis di makan anjing peliharaannya 20 tahun yang lalu.

" Sarah ya? Sungguh nama yang sama dan sifat terkutuk yang sama pula, ".

" Maksus aunty? ".

Agnes menatap Afra sambil menggeleng kecil.

" Tidak ada. Dimana dia sekarang? " Tanya Agnes.

" Di ruang penyekapan bawah tanah, Dady bilang aku serahkan saja urusannya padamu. Jadi sampai sekarang pun aku belum menyentuhnya walau ingin, " Aku Afra sambil menyengir.

Seringaian iblis dari bibir merah Agnes kembali terpancar, dalam mata cantiknya itu sudah berkelana jauh terbayang jeritan dan makian yang akan wanita bernama Sarah itu lontarkan saat dia menyiksanya nanti.

" Nasibmu sungguh sial karena telah berani membangkitkan ratu kejam yang sudah lama fakum sepertiku, Sarah kecil. " Batin Agnes.

_-_

Tbc!

________

Hey pa kabar? Maaf ya lama, soalnya authornya banyak tugas+harus cepet di kumpulinnya.

Tadinya author berniat untuk Fakum dulu dari kegiatan menulis Novel, seperti si Agnes tuh yang udah lama Fakum dari dunia mafia. Hwhwhw..

Tapi gak jadi deh! Author udah terlalu mendalami ceritanya plus tidak enak juga sama kalian yang harus menunggu lagi. Well, Author memutuskan untuk lanjutin deh!

Tapi jangan marah ya, jika perharinya pelit episode plus jika ada hari yang dimana author gak bisa nge up novel ini. Di mohon pengertiannya, author itu sibuk nugas. Apalagi sebentar lagi bakalan ujian online, sorry buangett.

Segitu aja ya, papay! See you guys, lv U♡

1
Manggu Manggu
👍💪
saya cantikkj
gimana kabarx daniel
saya cantikkj
Daniel kakakx Sarah, tapi Napa dan tega culik shyla kalo memang mereka pacaran
Rafflesia Arnoldi
💪💪💪
Reny
martin bkn
Reny
es balok tp cinta kan ken🤣
Chimuet Ciemuth
kyk nya adnan yg bkal patah hati deh
Chimuet Ciemuth
om danil msih bening bgt thor
Chimuet Ciemuth
lah kluargnya syla kan mafia semua msak iya gk bisa nemuin thor
Chimuet Ciemuth
si ken mah gercep bgt, sweet deh
Chimuet Ciemuth
danil kakaknya sarah
psti dia punya rencana jahat ya thor
Chimuet Ciemuth
aduh2 nih abg bikin orang jdi ngiri thor
Julaeha Nazar
modus.y keren
نفا الحكم
apakah si mahem thor
نفا الحكم
siapa sih thor
AnnAm
ceritanya keren, sya sukaaa😍
AnnAm: sama2
total 2 replies
Mira Wahyuni
Afra emang gesrek...😂😂
Mira Wahyuni
be mine shyla..oooo 💘😍😍
Mira Wahyuni
Afra modus 😂😂😂
Mira Wahyuni
itulah akibatnya bila keras kepala...sudah diperingatkan msh saja ngeyel 😬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!