Gimana ya rasanya punya empat kakak yang bad boy? Ditambah satu sahabat dari kecil yang sama bad boy nya?
Itu yang Clarissa rasakan. Awalnya gadis itu merasa senang, karena ia merasa terlindungi dengan adanya cowok-cowok itu. Tapi lama kelamaan ia merasa terkekang karena sifat protektif kakak dan sahabatnya itu. Apalagi saat Clarissa jatuh hati kepada seorang laki-laki yang awalnya adalah musuh bebuyutannya.
Akankah Clarissa diijinkan untuk merasakan manisnya jatuh cinta di masa putih abu-abu ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kdk_pingetania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maaf
Author Pov
Gadis itu berjalan di mall. Ia sedang berada di sebuah toko boneka.
"Mbak, ada boneka zombie yang imut gitu gak?" tanya Clarissa.
"Mbaknya kok aneh, zombie kan serem, mana ada zombie imut,"
"Ada kok mbak."
"Mungkin di sebelah sana," dengan semangat 45 Clarissa berjalan menuju tempat yang di maksud mbak-mbak tadi.
Dia memilih boneka zombie yang berukuran kecil. Tidak seram, tetapi lucu menurutnya. Dia segera menuju kasir.
Sesampainya dikasir dia pun membayar. Saat ia sedang melihat-lihat. Ia melihat kalung yang menurutnya menarik, ia pun mendekati tempat yang berisi beberapa kalung.
Clarissa memilih dua kalung berbentuk satu hati, yang jika dipisahkan akan menjadi setengah hati.
Clarissa segera membayar boneka, kalung dan kertas kado yang tadi sempat ia ambil saat berada di kasir.
Ia keluar dari toko tersebut dan menuju swalayan. Ia ingin membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat nasi goreng untuk Darrel.
Setelah satu jam berada di mall yang sangat ramai itu, ia pun pulang dengan taksi.
Taksi berhenti di rumah mewah milik keluarga Pradipta. Gadis yang berada di taksi tadi pun turun. Satpam langsung membuka gerbang dan mempersilahkannya masuk.
Clarissa menuju kamar. Ia mengeluarkan barang barang yang ia beli tadi di mall. Ia mencari kardus yang tidak terpakai untuk menaruh beberapa barang yang akan ia berikan kepada Darrel.
Saat ia meraba-raba di bawah tempat tidurnya. Ia menemukan kotak, ia pun mengambil kotak tersebut lalu membungkusnya dengan kertas kado yang tadi ia beli.
Kotaknya cukup besar jadi ia lebih gampang menaruh barang-barang tersebut. Ia mengambil kertas origami berwarna biru dan menulis sesuatu di sana
Untuk : Zombie Jelek
Dari : Cewek Imut bin Cantik
Ini adalah tanda perminta maafan gue ke lo, karena udah buat lo marah. Gue juga ngasi ini sebagai tanda terimakasi atas berbagai hadiah lo buat gue. Jadi jangan terlalu ge-er.
Salam semanis senyum gue buat lo!
Clarissa terkekeh sendiri dengan apa yang ia tulis. Ia menempel kertas itu pada kardus di dalam nya. Ia memasuki boneka yang sudah diplastikan. Lalu memasukan kotak beludru kecil yang berisi satu kalung, karena satunya lagi sudah ia pakai, ia juga memasukkan gantungan kunci zombie kecil yang sempat ia beli kemarin.
"Kayaknya segini doang kurang deh! Gue buatin dia nasi goreng sama coklat aja deh,"
Clarissa langsung membuka kulkas kecil yang memang disengaja di tempatkan di kamarnya.
Ia mengeluarkan dua batang coklat yang sudah disensor merknya, seperti di televisi. Ia berjalan menuju dapur.
Ia mulai melelehkan coklat lalu memasuknya coklat ke dalam cetakan coklat yang telah di beri kacang mete didalam satu cetakan. Lalu di beri keju di atas coklat. Setelah itu ia memasukkan coklatnya kedalam lemari es yang berada di dapur.
***
"Sa, tidur aja, udah malem, paling Mama lembur," kata Bryan.
Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya. Ia memang sedari tadi menunggu mamanya untuk mengajarkannya membuat nasi goreng, agar besok dia bisa membuat sendiri untuk diberikan kepada Darrel.
"Lo itu batu banget ya!" Bryan mengacak pelan rambut adiknya lalu duduk di sofa sebelah adiknya itu.
Pintu rumah terbuka. Terlihat sosok perempuan yang kelihatan masih muda, walau sudah tua.
"Eh, kok kamu disini sa?" tanya Cristi
"Aku mau belajar buat nasi goreng Ma, boleh ya?" tanya Clarissa.
"Kenapa baru bilang? Emang untuk apa?" tanya Cristi.
"Dia lagi jatuh cinta sama anak temennya Mama, dia mau masakin gitu deh," ejek Bryan.
"Apaan sih Kak Bry?" Clarissa memukul bahu Bryan.
"Udah, udah, ayo cepet Mama ajarin," Clarissa mengikuti Cristi ke dapur, sedangkan Bryan diam di tempatnya tadi.
***
Clarissa sudah bangun pukul lima pagi. Dia ingin membuat nasi goreng untuk Darrel.
"Uh, akhirnya selesai juga," Clarissa memasukkan seperempat nasi goreng tersebut ke dalam kotak makan, dan sisanya ia masukkan ke dalam tempat nasi.
Clarissa segera membawa keluar nasi goreng buatannya.
"Kakak-kakak gur yang ganteng, nasi gorengnya udah siap," ucapnya sambil menaruh nasi goreng ke meja makan dan kotak makannya ia masukkan kedalam tas.
"Wah nggak nyangka lo bisa buat nasi goreng," ejek Marchelle.
"Cepetan makan! Gue mau berangkat," kata Clarissa.
"Siap bos," kata mereka semua.
***
Clarissa Pov
"Darrelnya ada?" tanya gue kepada salah satu murid di kelasnya.
"Baru aja keluar,"
"Oh, makasi," gue pun memutuskan untuk mencarinya di taman.
Sesampainya disana. Gue berjalan sambil mencari Darrel. Gue berniat akan meminta maaf sekarang dan memberikkan kotak hadiah dan kotak makan ini.
Setelah mencari dan gue tidak menemukan Darrel, gue pun memutuskan untuk mencari di tempat lain. Saat gue berbalik, gue mendengar sesuatu.
Suara orang berbicara. Alangkah terkejutnya gue mendengar siapa yang bicara dan apa yang dibicarakan.
Kotak yang gue pegang pun jatuh. Orang itu berbalik melihat gue.