NovelToon NovelToon
Whisper Of The Sea

Whisper Of The Sea

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:642k
Nilai: 5
Nama Author: Ayzani01

Laura Scarlett adalah seorang gadis yang tidak diinginkan oleh keluarganya, sehingga mereka membuangnya begitu saja sejak kecil, Laura scarlett tumbuh menjadi seorang gadis cantik ceria dan lembut dia di asuh oleh suami istri Johanson yang berasal dari estonia meskipun dia berasal dari British Utara yang kental.

Suatu hari ayahnya di serang sekelompok perompak, ketakutannya semakin nyata dan dia begitu benci dengan perompak, tetapi sayangnya nasib mempertemukannya dengan seorang perompak bernama Sean Nicholas Hoult bermata safir yang terang, seorang perompak yang membuat hatinya dan tubuhnya hanyut dalam gairah dan kesengsaraan.

Kisah perjalanan hidup dan cinta laura Scarlett bersama dengan pria yang membuat hidupnya sengsara tetapi juga mencintainya

Whisper of the Sea 2

Leona Lewstin adalah seorang gadis yang hidup di sebuah pulau hilang atau di sebut pulau berhantu oleh para bajak laut. Suatu ketika dia melihat seorang pria yang tidak sadarkan diri berada di bibir pantai, dia lantas menolong pria bernama Edmund Alexander, yang tidak sadarkan diri setelah ombak menggulungnya, apakah menolongnya adalah pilihan yang tepat bagi Leona?






Bijak dalam membaca, Warning !!! bukan bacaan untuk di bawah umur ya!!!

~Vote Coment and like di tunggu ya tmn2 readers, so author lebih semangat nulisnya☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vol 22

Terdengar Ketukan beberapa kali dari pintu rumah Rossie membuat Laura segera keluar dari kamarnya, hari sudah begitu larut namun seseorang mengetuk-ngetuk pintu rumah Rossie dan sekarang dia sudah tertidur pulas.

Dengan pakaian tidur panjang berwarna putih dengan dibalut selimut putih Laura akhirnya keluar dari kamarnya dan turun dari tangga yang terbuat dari batu, rambutnya tergerai begitu saja, dia menyalakan lampu dapur dan segera membuka pintu.

Seorang pria dengan wajah tampan bermata coklat terang dengan garis tegas dirahangnya dengan rambut hitam memakai kemeja putih berlengan sedang memandangnya. Dia terkesiap beberapa detik memandang Laura, lalu akhirnya dia menemukan kesadarannya.

"Erm Rossie..dimana Rossie?" tanyanya, matanya tidak lepas memandangi wajah Laura yang terlihat salah tingkah.

"Rossie sudah tidur, anda siapa? tanya Laura. Dia menatap lekat-lekat Laura, 'Gadis ini tidak mengenalku?' batin Kenan.

"Aku tinggal di kastil itu, aku hanya ingin bertemu dengan Rossie." Kata Kenan, "Boleh aku masuk." Tanyanya.

Laura mengangguk dan mempersilahkan Kenan duduk dimeja dapur. "Aku akan membangunkan rossie." Kenan masih menatap laura, dia seperti terpaku menatap wajah cantiknya, 'Siapa wanita ini? apakah kerabat Rossie?' batin Kenan.

Setelah membangunkan rossie, Laura segera memberitahukan kalau seorang pria menunggunya di dapur. Rossie segera mencuci mukanya dan menghampiri Kenan yang memandang bunga yang di tata di atas meja.

"Rossie dan Laura sudah berada di dapur, mata Kenan kembali melirik Laura yang menarik kursi dapur untuk Rossie, dia segera membuat dua cangkir teh untuk mereka berdua, pandangan Kenan masih tertuju kepada Laura, Rossie bersedekap menatapnya tajam.

"Sampai kapan kau akan memandanginya tuan Kenan?" kata Rossie dengan mendengus.

Kenan tertawa pelan, "Maafkan aku Rossie aku lupa keberadaanmu." Dia kemudian memberikan isyarat kepada Rossie, siapa gadis itu. Rossie berdecak, "Jangan mengganggunya tuan Kenan, Laura berada dibawah pengawasanku, dia kerabat jauhku." Kata Rossie parau.

Kenan kembali tertawa, "Jangan khawatir aku tidak akan mengganggunya jika tidak ada kesempatan." Si tua Rossie memandangnya mengancam, dia tahu betul tuan muda satu ini, bersama sepupunya tuan Edmund, mereka sangat di gilai banyak wanita, dan suka bermain-main dengan mereka, jadi dia betul-betul harus menjaga Laura dari mereka berdua.

Laura nampak risih mendengar dengan jelas percakapan mereka berdua seakan-akan dia tidak ada disana, dua cangkir teh sudah disiapkan Laura di atas meja. Mata Kenan masih menatap Laura dan berterima kasih kepadanya.

Laura menunduk cepat dan segera kembali ke kamarnya. Jantungnya tiba-tiba berdetak cepat, dia mendengarkan pembicaraan mereka dan pria bernama kenan itu menyebut nama seorang pria bernama edmund.

"Apakah yang dia maksud Edmund itu, yang pernah menyakitinya?" gumam Laura. Dia kemudian menggeleng. "Nama Edmund bukan hanya milik dia saja." Gumamnya menenangkan dirinya.

Laura mendengar pintu yang tertutup, pria itu akhirnya pergi. Laura membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya, dia berdoa semoga sesuatu yang buruk tidak terjadi padanya selama dia tinggal di sini, hidupnya akan sengsara jika dia bertemu dengan pria bernama Edmund itu.

~

Sudah hampir seminggu sejak pertemuannya dengan pria bernama kenan, tetapi tidak ada sesuatupun yang terjadi, hari-harinya di isi dengan membantu Rossie dan mengantarkan beberapa memo menu makanan yang dikirim Rossie kepada koki di dapur itu sehingga sudah banyak kenalan Laura yang begitu baik padanya meskipun banyak juga para penjaga dengan sembunyi-sembunyi melirik kecantikan laura, mereka akan tergopoh-gopoh berlari jika Laura membutuhkan bantuan.

Hari ini akan di adakan pesta penyambutan salah satu putri dari tuan Kent Windsor, dia baru saja pulang dari Swiss bersama tunangannya, pesta itu diadakan hanya untuk para kerabatnya saja tetapi persiapannya begitu mewah.

Laura begitu sibuk bersama rossie menyuplai makanan dari kota dan membuat beberapa hidangan, Laura kembali ditugaskan mengantarkan beberapa menu makanan kepada koki di dapur, setelah mengantarkan makanan Laura pergi ke arah sungai ingin memetik beberapa bunga dan merangkainya.

Langkah kaki terdengar dari arah belakang Laura sehingga dengan perlahan dia berbalik, pria bernama kenan tengah bersedekap menatapnya.

"Kita bertemu lagi, namamu Laura?" tanyanya. dengan cepat Laura mengangguk, dia tidak berani menatap langsung pria yang berdiri dihadapannya setelah mengetahui identitas pria di hadapannya itu.

"Kau menyukai bunga-bunga di sini?" tanyanya. Laura menjawabnya pelan.

"iya tuan, Rossie menyuruhku memetik bunga di sini." Dia melangkah beberapa kali hingga semakin mendekat kepada Laura.

"Apakah kau kerabat Rossie?" tanyanya.

"I..iya tuan." Laura kembali menunduk, Suara teriakan menggema dari arah belakang Kenan.

"Kenan...kau kemana saja aku mencarimu kemana-mana." Edmund menghampiri Kenan, "Apa yang kau lakukan sendirian di sini?" tanyanya lagi.

"Apa maksudmu sendirian?" matanya menatap kosong tempat Laura berdiri tadi. Dia telah pergi begitu saja, batin Kenan. "Ada apa?" tanyanya yang menatap Kenan seperti memikirkan sesuatu.

"Tidak ada apa-apa." Mereka kembali ke halaman depan sambil berbincang-bincang. Mata Edmund menangkap sosok seorang gadis yang begitu dikenalnya.

Gadis itu membelakanginya sehingga dia tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya. Rambut panjang Laura diikat kebelakang dengan beberapa rambutnya dibiarkan tergerai tertiup angin segar di sore itu, dia membawa keranjang berisi sayur-sayuran seorang diri, tiba-tiba kakinya berhenti melangkah, wajahnya terkejut menatap sosok pria yang berdiri tidak jauh darinya bersama pria bernama kenan.

Edmund menatapnya intens, wajah terkejutnya seketika berubah menjadi sebuah seringai. Laura berhenti didepan mereka berdua, dia sedikit menunduk dan berjalan cepat menghampiri beberapa pelayan yang berjalan menuju dapur. Jantungnya seakan ingin melompat, apa yang harus dia lakukan? pria itu kini tahu keberadaannya.

"Sangat cantik bukan?" kata Kenan menatap edmund yang masih berdiri terpaku.

"Ada apa Edmund." Kenan tertawa keras melihat reaksi Edmund.

"Sebaiknya jangan mendekati gadis itu di depan Rossie atau dia akan menyerangmu dengan pisau dapurnya." Jelas Kenan.

Seringai seketika muncul di wajahnya, wajah cantiknya terpantul jelas di matanya, bibir merahnya bergetar menatap wajah edmund. setelah pertemuan singkatnya dengan Edmund sebisa mungkin Laura menghindari tempat-tempat yang terbuka, sehingga dia harus berbohong sakit perut atau apapun itu jika rossie menyuruhnya mengantar sup kepada pelayan ke pintu utama.

Pesta akan segera diadakan, beberapa kerabat dari tuan Windsor sudah berdatangan. Laura memandang pemandangan itu dari arah belakang dapur yang cukup sepi. Suara langkah kaki terdengar pelan menghampiri Laura seketika tangan besarnya membawa Laura di pelukannya dan mengangkatnya sehingga tubuh Laura melayang diudara, Suaranya teredam karena di tutup kain, kakinya meronta-ronta tetapi tubuh pria itu seperti baja tidak tergganggu sedikitpun dengan perlawanan Laura.

Dia membawanya di salah satu ruangan, setelah melepaskan gendongannya dia mengunci pintu dan berbalik menatap Laura dengan melengkungkan bibirnya.

"Kita bertemu lagi Laura."

Edmund menarik tubuh Laura sehingga menabrak tubuhnya yang keras. Matanya yang tajam menatap intens wajah Laura yang pucat.

"Aku sama sekali tidak menyangka kita dapat bertemu lagi secepat ini, wajah cantikmu selalu terbayang-bayang di kepalaku." Tubuh laura terjepit erat di pelukannya, napas berat Edmund membuat Laura ketakutan.

"Lepaskan aku". Bibir Laura bergetar menatap wajah Edmund yang sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda ingin melepaskannya.

Edmund menggeram, dia menarik tengkuk Laura mendekati wajahnya seketika dia melahap bibirnya yang ranum dan melumatnya penuh emosi, dia mengecap manisnya bibir laura, suara kecupan terdengar di ruangan itu menggema dengan isakan Laura di sela-sela ciuman Edmund, dia kini mendorong Laura semakin memojokkannya hingga membentur tembok yang dingin dibelakangnya, bibir Edmund masih betah melekat erat dibibir Laura yang basah, tangannya mulai menjelajahi setiap sudut dari tubuh laura membuat Laura berjengit ketika tangan edmund dengan lihai memasukkan tangannya kedalam pakaian Laura dan memainkan gundukan sensitif Laura, membuat Laura terkejut lalu merintih.

Edmund tersenyum sinis, "Kau tentu sudah lama tidak bercinta dengan perompak itu, kali ini aku akan memilikimu seutuhnya laura."

Geraman Edmund dan tangannya yang lihai membuat tubuh Laura bergetar hebat menemukan pelepasannya. Napasnya memburu tubuhnya menjadi lemah, dia menggendong Laura membaringkannya di tempat tidur yang ada di sudut ruangan.

"Jangan...lepaskan aku kumohon." Suara Laura begitu lemah dia kemudian terisak-isak menangis dengan kencang membuat Edmund terkejut.

Tanpa disangka edmund yang biasanya kasar terhadap wanita memeluk lembut Laura dan menenangkannya, dia mengecup puncak kepalanya dan membisikkan kata-kata agar Laura menjadi tenang.

"Sstt, maafkan aku Laura.. berhentilah menangis." bisiknya, malam itu Edmund memeluk erat Laura dengan lembutnya hingga Laura tertidur dipelukannya.

1
℘ℯ𝓃𝓪 Ert²⁸
tuh laura dikasih dp ciiuman😅 sein tidak mengenali laura yang sudah dewasa
℘ℯ𝓃𝓪 Ert²⁸
menarik pertemuan pertama sean langsung memberi laura kenang²an
Noviza Tehuayo
Dan cerita ini ku baca ulang lagi😄😍
Besse Sulfiani
sy baca tahun 2020. balik lagi bacany THN 2024. alurnya menarik. Karakter pembawaan luar negeri. Semoga banyak yang baca nantinya. sukses selalu thorr.
Tri Nurhalimah
berulang kali pun tak pernah bosan
Tri Nurhalimah
kemana sean
Faradita
srmoga laura dan sean bisa bersatu demi max
Simon
the best
ponyey 48
lanjut thor
Yani Cuhayanih
Aku suka lannjuut....
Rose_Ni
bahagianya bisa mengetahui rahasia orang lain
Dilaras Laras
😕😕😒😒😒
COOL_I4N
Alur cerita, narasi & karakter Edmund dan Leona lebih bagus dari kisah Sean & Laura. Plot cerita kisah Sean dan Laura sebenarnya bagus, tapi karakter Sean terkadang kurang match atau tdk berkembang, secara dia Perompak tapi di bbrp adegan terlihat lemah ketika berhadapan dg Edmund yg mau merebut Laura. Pengecut, tdk gentleman dan yg di tonjolkan hanya cerita ketika nafsu di ranjang nya saja. Semoga Author terus mengembangkan karya nya lebih bagus lagi. Semangat
@Dior_bna
aduh .kasar skali kasian Laura,knp dia TDK berjumpa dng laki2 yg lebih lembut dan berperasaan.
GK suka juga sosok Sean klo kasar dng Laura ..dan gak suka dng kelakuannya yg setiap saat memakan Laura..hanya nafsu yg dikedepankan,apakah Krn dia laki2 pelaut Krn kalau pelaut rata2 wataknya kasar dan libidonya kuat harus ada pelepasan setia waktu
@Dior_bna
ah mudah skali Laura jatuh terlena dlm pelukan si mut2 itu.
padahal cintanya buat Sean
seharusnya dia meronta jng terlena hampir sja si mut2 melancarkan rudalnya.
alah Laura kurang percaya pada cinta sendiri..sdh ditidurin Sean berkali2 masih sja mau dibuai si mut2..
seharusnya pastikan dulu klo Sean benar2. TDK mencintainya juga baru cari cinta yg lain.
Nurie
author luar biasa
Ai Yeni
mampir di mariii...novel ke 2 karya mu yg ku baca author
ᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝⏤͟͟͞R⚜🍾⃝ὶʀαͩyᷞαͧyᷠυᷧ
aaahhh bagus banget ceritanya.. terimakasih thor sudah memberikan salah satu karya yang bisa bikin melek mata.. semangat dan sukses selalu dengan karya karya selanjutnya ya
Ran Aulia
👍👍😍😍
ᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝⏤͟͟͞R⚜🍾⃝ὶʀαͩyᷞαͧyᷠυᷧ
bagus.. ternyata masih mengalir darah bangsawan.. kisahnya seperti Laura tapi dengan kemasan yang sedikit berbeda tapi sama sama bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!