Menceritakan tentang perjalanan empat sekawan para pria yang kaya raya, dan Cindy sari yang bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah karaoke
Semua kisah berawal dari Cindy yang akhirnya di nikahi oleh Aditya Pratama salah satu anggota empat sekawan CEO yang kaya raya dan baru pertama kalinya jatuh cinta
Tetapi karena perbedaan status keluarga Adit tidak menyetujui pernikahan tersebut, mereka pun menggunakan cara kotor untuk memisahkan Adit dan Cindy. Rencana mereka pun berhasil, Adit meninggalkan Cindy yang ternyata saat itu sedang berbadan dua
Cindy meninggal dunia saat melahirkan anaknya yang bernama Zahra Pratama
Bagaimana kah nasib buah hati mereka berdua ?
Apakah Zahra bisa membantu Adit bangkit dari keterpurukannya saat mengetahui semua kebenarannya ?
Lanjut di baca ya ada seribu kesedihan di dalam nya..
baru belajar maaf kalo masih banyak typo..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesedihan Rangga
Waktu pun terus berlalu Adit tak henti-hentinya memandang wajah Cindy sambil tersenyum, seperti tak ada orang lain lagi di dalam ruangan itu hanya ada mereka berdua. Sedangkan para sahabat Adit yang lain hanya bisa mencoba untuk mengerti, inilah saatnya Adit pertama kali merasakan jatuh cinta
" Sayang sementara kamu tinggal di apartemen aku aja ya, aku ga mau kamu balik ke tempat kost kamu lagi sayang "
" Tadi waktu aku ketuk pintu kamar kamu, kamar sebelahnya keluar dan ternyata laki-laki loh " ucap Adit dan sudah menunjukkan ekspresi tidak suka
" Ya iyalah namanya juga sewanya murah, jangan-jangan dia bakal lebih ga suka lagi kalo tau kamar mandinya pun berbarengan "
" Ya namanya juga tempat kost murah Dit "
" Ya makanya sayang aku ga mau kamu tinggal di situ lagi "
" Kalo kamu takut aku berbuat yang aneh-aneh, aku janji aku ga akan datang ke apartemen sebelum kita nikah sayang. Gimana ? "
" Ga usah deh, besok juga aku udah ga tinggal di situ lagi kok, besok aku udah pindah ke apartemen Mita " ucap Cindy sambil tersenyum
" Ya ampun belom jadi bininya aja aku udah susah gerak, gimana nanti kalo udah jadi pengantin baru "
" Siapa Mita ? " ucap Adit sambil mengerutkan keningnya menandakan dia menantikan sebuah penjelasan
" Itu orangnya "
Cindy pun menunjuk ke arah Mita yang sedang duduk di samping Rangga, dan posisi Rangga duduk di sebelahnya Adit, Adit pun menatap ke arah Mita
" Kenapa lo liatin cewek gw ? "
" Mulai besok Cindy tinggal bareng kamu ya " ucap Adit kepada Mita tanpa menghiraukan pertanyaan dari Rangga
" Ya kak "
" Saya titip Cindy dulu ya, saya besok mau pergi beberapa hari ke luar kota "
" Dia kira sahabat gw anak kecil apa pake di titip segala, bucin amat ini cowok "
" Iya kak tenang aja "
" Gimana kalo beberapa hari ke depan, selama saya ada di luar kota kamu ga usah masuk kerja dulu "
" Kenapa kak ? " Mita pun mulai mengerutkan keningnya
" Ya kamu temanin Cindy aja, belanja kek apa kek " ucap Adit yang lebih terdengar seperti memberikan sebuah perintah
" Hmm.. Gimana ya kak ? kalo cuma temanin satu hari si saya bisa aja kak, tapi kalo beberapa hari ya saya harus kerja lah kak " tolak Mita secara halus
" Saya akan ganti semua kerugian kamu, plus kamu kan bisa ikut beli apapun yang kamu mau, gimana ? "
" Nah kalo gitu si siapa yang bakal nolak kak " jawab Mita sambil tertawa dan membuat Rangga yang di sampingnya menggeleng-gelengkan kepalanya
" Dit..Dit.. susah kalo udah tua baru ngerasain jatuh cinta, cuma buat bahas ceweknya aja sampe ga sadar kalo sahabatnya nyelip di tengah "
" Saya udah kasih kartu ke Cindy, kalian bisa pake untuk beli apapun yang kalian berdua suka "
" Siap kak, selama kakak di sana saya akan jaga Cindy " ucap Mita dengan patuh, kini jiwa shopingnya sudah mulai keluar
" Seandainya nanti kurang kamu suruh Cindy hubungi saya ya "
" Siap kak " jawab Mita sambil terkekeh
" Dia kira gw ga tau apa total nominalnya, memang kita berdua mau beli rumah sama mobil mewah apa "
" Senang amat si " ledek Rangga
" Ya iyalah kapan lagi bisa belanja sepuasnya, gratis lagi, hehe... " ucap Mita sambil cengengesan, dia sudah mulai membayangkan barang-barang branded apa saja yang akan dia beli
" Aku juga bisa kok kasih semua yang Adit kasih "
" Masa ? " ledek Mita
" Iya lah, kamu ga percaya aku juga bisa kasih semua yang Adit kasih ke cewek itu " jawab Rangga dengan yakin
" Termasuk jadiin aku istri kamu "
sebenernya Mita tidak ada niat apapun mengucapkan kalimat tersebut, kalimat itu hanya keluar begitu saja dari bibirnya
" Kalo untuk itu mungkin selamanya aku ga akan bisa, aku ga punya hak untuk mengatur kehidupan aku sendiri "
" Maaf kalo untuk itu aku ga bisa " lirih
" Santai aja kali "
Mita pun kembali tertawa dan Rangga hanya bisa menatap Mita tanpa mengeluarkan ekspresi apapun, tiba-tiba saja Rangga mulai menjadi sedikit pendiam pada malam itu, Rangga mulai teringat bahwa dia hanyalah pion yang tidak bisa menentukan pilihan dalam hidupnya
Sedangkan Mita masih tetap saja seperti biasa, dia tidak menyadari bahwa ucapannya barusan sudah membuat seseorang menjadi sedikit bersedih
Malam pun semakin larut jam sudah menunjukkan hampir pukul dua belas malam, mereka pun memutuskan untuk kembali karena Adit akan pergi ke luar kota esok hari
" Kamu mau aku antar atau bareng teman kamu sayang ? " ucap Adit menatap Cindy dengan lembut
" Aku bareng Mita aja ya "
" Ya udah kalo gitu aku duluan ya "
Adit mencium kening Cindy dengan sangat lembut membuat hati Cindy kembali berbunga-bunga, Adit pun mulai bangkit dari duduknya dan di ikuti oleh yang lain
Mita memberikan kunci mobilnya kepada Cindy agar Cindy dapat menunggu di dalam mobil, Mita hanya berpikir pasti Cindy akan merasa segan dengan karyawan yang lain, bila dia menunggu Mita di dalam karaoke xx
Satu persatu mereka pun mulai keluar dari dalam ruangan itu, hanya tersisa Rangga yang masih setia di dalam ruangan itu, sedangkan Mita tidak mungkin meninggalkan ruangan itu karena Rangga masih duduk di dalam ruangan itu
" Ini kartu kredit tanpa limit ga perlu pakai pin " ucap Rangga sambil memberikan sebuah kartu ke Mita
" Buat aku ? " Mita merasakan ada perasaan bingung dan bahagia menjadi satu
" Kamu bisa pake itu buat beli apa aja yang kamu suka "
" makasih "
" Tapi maaf aku cuma bisa kasih itu ke kamu, aku ga bisa buat nikahin kamu "
" Santai aja kali " ucap Mita yang masih belum juga menyadari keadaan saat itu
" Seandainya aku seberuntung Adit, aku pasti akan nikahin kamu dan membawa kamu keluar dari tempat ini "
Rangga pun mulai beranjak dari duduknya maka Mita ikut berdiri, lalu Rangga mengecup kening Mita dengan lembut dan memeluk Mita dengan sangat erat, seperti menunjukkan rasa permintaan maaf yang tulus
Tanpa tersadar tiba-tiba saja air mata Mita jatuh menetes dengan sendirinya, di dalam lubuk hatinya dia merasakan sesuatu yang sangat aneh, untuk pertama kalinya dia merasa di hargai oleh seorang pria
Rangga pun mulai melepaskan pelukannya, Rangga pun menatap Mita dengan heran karena pipi Mita yang sudah basah dengan air matanya
" Hei kenapa ? "
Mita pun hanya terdiam dan menjawab dengan menggelengkan kepalanya, lalu Mita mencium bibir Rangga dan memeluknya
" Terima kasih "
Rangga membalas pelukan itu dengan erat lalu mencium ujung kepala Mita
" Udah jangan nangis lagi nanti cantiknya jadi hilang loh, ayo pulang kasian ceweknya Adit nungguin kamu di mobil "
Mita pun mulai melepaskan pelukannya dan menganggukkan kepalanya, mereka berdua keluar dari dalam ruangan itu bersama, mereka mulai memasuki mobilnya masing-masing lalu mulai melajukan mobilnya untuk pulang
Cindy pun sedikit bingung melihat sahabatnya itu yang menjadi sedikit pendiam selama perjalanan
Mita sendiri bingung dengan perasaan yang sedang dia rasakan saat ini ke Rangga, itu perasaan kagum karena merasa dihargai atau perasaan suka
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
maaf masih banyak typo masih belajar
ciyeee yng bentar brp bln lagi nyusul jd papa