Cerita ini merupakan lanjutan dari cerita JENDRAL NAGA HITAM , yang terpaksa tidak bisa dilanjut, karena kerusakan hp.
Lu Sun adalah putra tunggal dewa perang Lu Bu dan istrinya Diao Chan..
Ketika kota XIA PI yang dibawah kekuasaan Lu Bu diinvasi oleh CAO CAO.
Lu Bu mengirim Lu Sun ke Paman Kakek nya
yang tinggal dikota JIAN YE.
Naas ditengah perjalanan Lu Sun mengalami musibah dan terjatuh kedalam jurang.
Yang ternyata berbatasan dengan suatu segel formasi dewa.
Segel secara otomatis terbuka setiap 100 tahun sekali selama 3 jam.
Didalam segel formasi dewa terdapat suatu alam tempat menghukum para dewa yang melakukan pelanggaran yang sangat berat.
Lu Sun jatuh tepat diatas segel formasi dewa, yang sedang terbuka. Lu Sun bertemu dengan Guru yang mewariskan kemampuan silat dan berbagai pengetahuan militer padanya.
Disinilah pertualangan Lu Sun dimulai.
Mulai dari belajar silat sampai mewarisi ilmu strategi milter. juga perjalanan dan pertualangannya setelah meninggalkan alam hukuman para dewa.
Yang melibatkannya dalam, pertempuran, adu strategi militer, perluasan kekuasaan, tipu muslihat, asmara yang berliku-liku ada sedih,gembira, bahagia.
Semua dapat kalian baca lebih lengkapnya di
LEGENDA JENDRAL NAGA HITAM.
Semoga cerita ini dapat menghibur para pembaca..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MING2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MISI LU BU DAN ZHANG LIAO. 4
"Yang menjadi pertanyaan sekarang apa Cu Kung bisa melakukannya dengan cara itu?"
ucap Zhang Liao sambil sedikit ragu menatap Lu Bu.
"Agar kamu yakin saya akan melakukannya untuk kamu lihat."
"Kamu lihat pohon sebelah sana?" ucap Lu Bu sambil menunjuk salah satu pohon berjarak 100 meter didepan mereka.
"Ya, saya melihatnya." jawab Zhang Liao menatap kepohon yang ditunjuk oleh Lu Bu.
Apa benar Cu Kung nya mampu dalam hati dia berpikir hal itu adalah sesuatu yang mustahil.
"komandan Li," panggil Lu Bu sambil menghentikan jalan kudanya .
"Ada pesan apa Cu Kung," tanya Komandan Li sedikit heran.
" kamu gabungkan sepuluh busur ikat menjadi satu dan lima anak panah diikat jadi satu."
"Untuk anak panah buatlah 10 ikat bawa kesini segera aku memerlukannya sekarang!"
Komandan Li terlihat sedikit bingung tapi tanpa banyak tanya dia langsung memutar kuda dan menghampiri pasukannya. Kemudian menginstruksikan ke pasukan yang punya keahlian merakit senjata untuk membuatkan pesanan Cu Kung nya .
Tidak butuh waktu lama komandan Li pun membawakan pesanan Lu Bu .
Lu Bu mengambil busurnya menimbang-nimbang sejenak sambil menarik dan melepaskan tali busur beberapa kali. Kemudian dia memasang 5 anak panah spesial kebusur lalu membidik kearah pohon, dan melepaskan ke 5 anak panah special tersebut.
kelima anak panah melesat cepat tanpa mengeluarkan bunyi sama sekali.
Lalu menancap pada pohon yang diarahkan tadi.
Lu Bu melirik kearah Zhang Liao yang terpana dengan mulut terbuka begitu juga komandan Chen dan Li yang berada didekat tempat tersebut.
"Ayo kita pastikan apakah tepat sasaran atau ada yang meleset!" ujar Lu Bu sambil tersenyum menjalankan kudanya kearah pohon yang dia panah tadi Zhang Liao komandan Chen dan Li ,mengikuti dibelakangnya.
"Bagus tepat sasaran" Lu Bu tersenyum puas melihat hasil panahnya.
Sedangkan Zhang Liao dan kedua komandannya menatap dengan mata terbelalak lebar kearah panah menancap.
Pohon yang begitu keras dapat ditembus oleh anak panah itu sampai tinggal ujung nya yang dihiasi bulu sebagai penyeimbang gerakan anak panah.
"Tolong simpankan busur dan anak panah sisanya ini Komandan Li!"
"Saat membutuhkannya nanti aku akan mencarimu !"
"Siap, Cu Kung." jawab komandan Li sambil menerima busur dari Lu Bu dan memberi hormat.
Cu Kung apakah kamu sudah punya cara menghadapi Cao Ren.
"Kalau itu aku belum punya ide,"
" apa kamu punya ide?"
" boleh coba ceritakan kalau punya!"
"Bagaiman bila Cu Kung menyamar jadi prajurit biasa dan menantang Cao Ren dengan mengatakan akan membunuhnya seperti membunuh Xia Hou Ba ."
"Nah itu ide yang bagus."
"Setelah menyelesaikan Xia Hou Ba aku akan menukar bajuku dengan baju prajurit kita."
"Dan mengoles wajahku dengan tanah agar tidak dikenali."
"Aku juga hanya akan memakai tombak biasa mereka dan kuda biasa mereka."
"Bagaimana menurutmu?" tanya Lu Bu ke Zhang Liao .
"Ini akan lebih berpeluang menangkap Cao Ren , "aku masih ada ide lagi ."
"Bagaimana bila aku memancing Zhang He tanpa bawa pasukan, begitu juga Cu Kung kita tidak usah bawa pasukan."
"Biar pasukan kita dipimpin komandan Chen dan Li untuk menyerang dan mengacak-ngacak barisan belakang mereka."
"Sehingga barisan depan akan otomatis bergerak kebelakang untuk membantu."
"Kita akan lebih mudah menangkap Zhang He dan Cao Ren ketika pasukan mereka kehilangan fokus ."
"Itu ide yang sempurna ayo segera kita jalankan rencana kita."
Ayo kita harus bergerak cepat mengejar pasukan barisan belakang Xia Hou Ba .
"Sebaiknya aku berangkat sendirian saja." "Komandan Li mana busur dan anak panahku?
"Ini Cu Kung," jawab Komandan Li dengan hormat sambil menyerahkan sebuah busur yang sudah dimodifikasi dan sebuah sarung berisi 5 set anak panah special.
Lu Bu mengeluarkan sebuah botol kecil berwarna merah. Kemudian mengeluarkan satu persatu set anak panah, dan meneteskan beberapa tetes cairan dalam botol ke mata anak panah. Setelah itu meratakannya dengan sobekan kain dilengan bajunya.
Setelah kelima set anak panah sudah teroles semua dia menyimpannya kembali kedalam sarung tempat anak panah dan menggantung diatas kudanya.
Lu Bu kemudian mengganti pakaiannya dengan pakaian prajurit biasa dan mengoles wajahnya dengan tanah agar tidak ada yang mengenalinya.
Lalu dia meminjam tombak anak buahnya.
Yang menjadi kendala sekarang adalah Hua Ci nya mau dititip ke siapa dia melihat kearah Zhang Liao sambil tersenyum nakal.
Zhang Liao yang mengerti maksud tatapan lu Bu langsung menggoyangkan kedua telapak tangannya kedepan,
"Jangan aku Cu Kung."
"Aku tidak sanggup mengurus benda itu."
Bagaimana bila Cu Kung titip dikereta perbekalan yang kosong.
Karena perbekalannya sudah dibagikan kepasukan Xia Hou Dun tadi.
Lu Bu pun menghampiri kereta tersebut dan menaruh Hua Ci dan semua pakaian perangnya dikereta.
Kuda yang menarik kereta agak terkejut, karena kereta yang ditariknya menjadi sangat berat.
Kuda tersebut mencoba menariknya, kereta bisa berjalan, tapi berjalan dengan pelan.
Melihat ini Zhang Liao menyuruh anak buahnya menambah 2 ekor kuda lagi untuk menarik kereta tersebut !
Setelah semua penyamaran dan perlengkapan yang harus dia bawa sudah lengkap Lu Bu segera melompat ke punggung Chi Tu Ma, sambil berbisik ditelinga Chi Tu Ma, ayo kita kejar pasukan utama CAO CAO.
Kuda tersebut seperti mengerti mendengus-dengus sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Karena misi awal ini harus dilakukan dengan cepat dan tepat tidak membutuhkan orang yang banyak yang malah bisa mengejutkan ular dalam rumput.
Lu Bu langsung memacu Chi tu ma kearah pasukan utama CAO CAO pergi setelah melewati hutan Bambu Hijau.
Karena Chi Tu Ma adalah kuda ajaib maka kecepatan dan daya tahannya pun sangat luar biasa.
Hanya dalam waktu singkat rombongan Xia Hou Ba sudah terlihat didepan.
Lu Bu pun memacu Chi Tu Ma menyusul mereka , dengan arah sedikit memutar disamping mereka sambil mencari lokasi yang strategis untuk menjalankan misinya.
Setelah melewatii beberapa bukit kecil akhirnya Lu Bu menemukan sebuah bukit kecil sebagai tempat persembunyian pengintaian untuk menjalankan misinya.
Tak lama kemudian pasukan bagian belakang mulai melewati tempat itu.
Lu Bu mencari-cari dimana Xia Hou Ba berada .
Akhirnya dia melihatnya, dia mulai mengisi anak panah kebusur lalu merentangkannya sambil membidik Xia Hou Ba .
Panah dilepaskan dan melesat dengan cepat tanpa mengeluarkan suara kelima panah melesat serentak.
Xia Hou Ba terkejut ketika kelima titik itu sudah dekat dengannya .Dia tidak sempat lagi menghindar.
Dia langsung mengayunkan pedangnya untuk menebas dan menangkis
Sayangnya panah terlalu cepat, dia hanya berhasil menangkis runtuh sebatang panah spesial.
Sisanya langsung menembus tubuhnya meninggalkan 4 lubang yang cukup besar dan menyemburkan darah kehitaman
Xia Hou Ba langsung terjungkal dari kudanya dan tewas ditempat tak bergerak lagi seluruh wajah sampai leher menghitam.
Dari ke 4 luka ditubuhnya terus mengalir darah kehitaman.
semoga ada kesembuhn pada cerita ini