NovelToon NovelToon
Gadis Mungil (Menikah)

Gadis Mungil (Menikah)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Motifasi_senja

Kelanjutan dari Gadis Mungil (I Love You)

Beralih dari kerumitan di masa lalu, setelah terpuruknya keluarga Agus, kini Mona harus menghadapi kehidupan baru. kehidupan setelah lulus SMA, bersiap untuk menikah dan apa yang akan di lakukan setelah menikah.

Mona dan Arga, masih saling mencintai dengan cara mereka masing-masing. pertengkaran, kenyolan seperti biasanya.


jika ada kesalahan nama tokoh maupun tempat, mohon di mengerti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Motifasi_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Teman Lama

Pembicaraan di dapur sejak satu jam yang lalu...

“Kau Mona kan?” Salah satu OB yang kala itu sedang membersihkan dapur kantor, mendekati dan bertanya pada Mona.

Mona yang bingung karena merasa tidak kenal, langsung mengerutkan dahi. “Siapa ya? Apa kita saling kenal?” Mona balik bertanya.

Pria yang nampaknya seumuran dengan Mona itu tersenyum. Sebelum melanjutkan bicara dengan Mona pria itu, terlebih dulu berbalik ke arah washtafel lalu segera mencuci tangan kemudian mengelapnya hingga benar-benar kering.

“Aku Leo, teman sekelasmu.” Leo mengulurkan tangan. Meskipun Mona nampak bingung, tapi uluran tangan itu langsung Mona balas dengan jabatan tangan sendiri.

“Aku, Mona.” Mona menjawab sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Bagaimana kabarmu? Aku tidak pernah melihatmu setelah acara kelulusan,” tanya Leo itu.

Mona hanya nyengir. Ia masih mencoba-mengingat-ingat nama teman yang ia kenal selain Andi dan Fani. Namun, nihil. Mona sama sekali tak mengingatnya.

“Apa kita sungguh satu kelas?” tanya Mona. Pertanyaan Leo, Mona abaikan. Mona hanya sedikit merasa penasaran dengan perkataan Leo yang mengatakan teman satu kelas.

Dan Leo tertawa. “Tentu saja, tapi mungkin kau memang tidak mengenalku.”

Mona kembali mengerutkan dahi, lalu jemarinya mendarat di tengkuk dan menggaruknya di sana. Kemudian Mona nyengir. “Maaf, aku memang tidak banyak mengenal teman sekolahku. Yang aku tahu sebenarnya hanya Andi dan Fani.”

“Tak apa.” Leo tertawa lagi. “Ngomong-ngomong, kenapa kau di sini? Apa kau juga bekerja di sini?” tanya Leo.

Tapi jika di lihat dari tampilan Mona yang hanya memakai baju seadanya, sepertinya dia tidak bekerja di sini. Pikir Leo begitu.

“Tidak...” Mona menggeleng. “Aku di sini karena di ajak kakakku. Dia—.”

“Mona!” suara serak itu mengagetkan keduanya hingga perkataan Mona terhenti.

“Kak Arga?”

“Maaf Tuan Arga....” Leo sontak menundukkan kepala.

“Kenapa kau lama sekali? Dan sedang apa kalian?!” Suara Arga meninggi hingga membuat ekspresi Leo menciut takut.

Namun, lain dengan Mona. Melihat Leo ketakutan, Mona justru menginjak kaki Arga yang tertutup sepatu kulit itu dengan keras, hingga Arga memekik sakit.

“Mona! Kau apa-apaan?!” sewot Arga.

Dengan santainya Mona berkacang pinggang sambil mencibir. “Tak perlu bertanya dengan nada tinggi begitu. Aku mau mencari minum, dan tidak sengaja bertemu teman sekolah,” jelas Mona dengan wajah masih di buat manyun.

Leo yang masih bingung dengan keduanya, masih tetap diam dan terus memandangi perdebatan keduanya.

“Lalu kenapa kau lama sekali?!” Arga membentak lagi.

Mona mendengus lalu refleks memukul lengan Arga. “Jangan berteriak! Kan aku sudah bilang, aku sedang ngobrol dengan temanku.” Mona sudah merengut.

Bukannya menghiraukan omongan Mona, Arga justru mengalihkan pandangan menatap Leo. Leo yang merasa sedang di tatap langsung menunduk dan memilih membuang muka menatap kedua kakinya sendiri.

“Kau!” Arga menunjuk Leo.

Dengan gemetaran, Leo menjawab. “I-iya, Tuan.”

“Kerja yang benar. Jangan bicara dengan orang sebelum pekerjaanmu selesai!” ancam Arga yang membuat Mona semakin jengkel.

Mona menghentakkan kedua kaki, mendengus kesal lalu berjalan cepat meninggalkan Arga yang masih melotot ke arah Leo.

“Mona, Tunggu!” Teriak Arga. Tapi Mona tak menggubris dan terus saja berjalan.

Sebelum mengejar Mona, Arga kembali menatap Leo. Leo kembali menunduk. “Jangan pernah mengajak Mona bicara. Ingat, kau sedang bekerja!” hardik Arga dengan lantang. Karena takut, Leo hanya mengangguk-angguk.

“Kak Arga itu, kenapa? Kenapa dia selalu marah-marah tidak jelas? Bikin aku sebal saja!” Mona mendengus sambil menendangi lantai.

Di belakangnya, langkah Arga semakin dekat.

“Mona!” panggil Arga. Mona hanya diam saja dan justru mempercepat langkah kakinya.

Mengetahui Mona berniat menjauh, Arga sontak berdecak kemudian ikut mempercepat langkah kakinya. “Dasar! Bocah itu membuatku jengkel lagi!” dengus Arga tanpa berhenti mengejar Mona.

Hingga sampai di depan pintu lift, barulah Arga bisa meraih lengan Mona.

“Tunggu!” dengan ngos-ngosan, Arga menggenggam erat lengan Mona supaya tidak kabur lagi. “Kenapa kau malah lari? Membuatku lelah saja.”

Mona mencoba mengibaskan genggaman Arga, tapi cengkeraman itu lebih kuat. “Lepas! Sakit tahu!” keluh Mona dengan mencoba membuka genggaman jemari itu dengan satu tangannya.

Pintu lift terbuka. Keduanya pun masuk. Entah tujuannya kemana, yang jelas keduanya sudah masuk kedalam melanjutkan perdebatan.

Tangan Mona sudah terlepas. Mona masih merengut, sambil mengusap-usap pergelangan tangan yang masih terasa sakit. Sementara Arga, ia kembali menatap Mona dengan berkacak pinggang.

“Siapa pria itu?!” tanya Arga dengan sarkas.

“Ish! Kan aku sudah katakan, dia itu temanku. Kenapa kakak jadi sewot begitu!” Mona mendengus lagi.

Dulu, dulu sekali, Arga juga pernah marah hanya karena Mona ngobrol dengan Andi. Dan kini, kejadian itu terulang kembali.

“Kau yakin?” Arga menatap tajam wajah Mona dengan badang mencondong. Mau tak mau, Mona langsung terpojok hingga menempel pada dinding lift.

“Kak Argaaa!” Mona merengek, sambil mendorong tubuh Arga supaya menyingkir. “Jangan begitu, wajah kak Arga terlihat jelek!”

Arga berdiri tegak, lalu menengadahkan kepala ke atas, mencoba membuang rasa kesal karena harus berdebat dengan Mona.

“Dengar....” Arga mendaratkan tangan di kedua pundak Mona. Otomatis saat ini tubuh Arga mencondong lagi mengimbangi tinggi Mona. “Aku tak suka melihatmu berbicara dengan pria lain. Apa kau mengerti?”

Mona menyingkir. Wajahnya merengut dengan kedua tangan terlipat di depan dada. “Kenapa? Kenapa tidak suka?” Mona bertanya.

Tak langsung menjawab, Arga saat ini meraih dagu Mona, menengadahkan ke atas hingga kedua mata mereka saling bertemu. Sesaat, Arga masih diam. Matanya , menyusuri seluruh bagian wajah Mona, mulai dari bentuk bulu mata, alis, hidung, kemudian berpindah pada kedua bibir ranum yang sedikit terbuka itu.

Satu kecupan mendarat di sana, membuat Mona membelalak.

“Aku tak suka ada pria lain yang mendekatimu. Kau itu milikku. Hanya aku yang boleh berada di dekatmu,” jelas Arga ketika kecupan itu sudah usai.

Mona masih terdiam, bibir bawah ia gigit merasai sisa kecupan dari Arga.

Apa kak Arga cemburu? Mona bergumam di dalam hati. Setelah menebak-nebak sendiri, tanpa disadari, perlahan kedua ujung bibir Mona tertarik hingga membentuk senyuman. Bahkan, kedua pipinya sudah memerah seperti tomat.

Arga yang sempat melamun setelah mendaratkan satu kecupan itu, kini kembali melirik ke arah Mona yang terlihat sedang cengengesan tanpa suara.

“Hei!” Arga menyikut lengan Mona, membuat gadis itu yang awalnya sedang meringis sambil menggigiti ujung jarinya, sontak terkejut. “Kau kenapa? Kenapa cengengesan begitu?” tanya Arga.

Mona menepis sambil menggeleng cepat. “Tidak, tidak kenapa-kenapa. Aku cuma sedang ingin tersenyum saja,” jawab Mona ngasal.

“Kau yakin?” Arga memastikan.

“Iya.” Mona mengangguk mantap masih dengan mengulum senyum saat menatap wajah Arga yang begitu tampan.

***

**Maaf ya, untuk hari ini baru bisa up 2 bab aja 🙏🙏 insyallah besok nambah.

jangan lupa tinggalkan like, komentar, dan Vote nya. lope lope semua**!

1
Qaisaa Nazarudin
Dasar Jalang,Kasih aja ke Dion,Kan dia suka cewek dewasa gak peduli kalo sudah bolong, Untung aja Arga gak mau dan tetap membatasi diri nya dari cewek kek gini..
Qaisaa Nazarudin
Ini jih sahabat paling Lucknut menjebak kawan ke kancah gak bener..
Qaisaa Nazarudin
Mending bawah umur,masih polos,Dari yg udah atas umur,atas bawah bolong..
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
Indra Lesmana
bagus
Dhamayanthie Akbar
Kecewa
CUKUP T∆U $∆J∆
namanya Mona panggilannya oon😂😂
CUKUP T∆U $∆J∆
perasaan Meri dehhh🤔🤔knp jd Mira😂
CUKUP T∆U $∆J∆
sama2 bodoh yg akur ya😄😄
CANTIKA
minum kopi pahit yg panas biar seger😂😂
CANTIKA
judulnya gadis bodoh menikah ya Thor😂
maulana syarofa
perusahannya kan banyak, knp hadiahny g mobil?
Wahida Arfiani Smb
ending ta egk enak
egk thu sapa yg kirim fito mona ama varel ke hp arga.
Ros Mailis
Arga" seorang ceo kok jadi bodoh karna cinta dan perarturan yg dia buat sendiri wkwkwk
Ros Mailis
itu bodoh kok kewatan ya 😂😂😂😂
AL Vinoor
kalau hidup cuma makan tidur seharian,itu bukan cuma bodoh,tapi pemalas,karakter Mona ini kaya nya manusia yg betul betul takberguna ya Thor.
Pipitabc Rachma
lanjut donk...
Dyah Shinta
Hahahahahaaa... kasihan ayam gorengnya....
Dyah Shinta
Lha emang Mona dianggap masih anak2 atau bego sih... kapan dia mau dewasanya... Di season 1 dia dibilang cuma bodoh di MTK.
Mestinya ya paling engga dia bisalah menelaah situasi, mengerti masalah dalam keluarga... Duh author... please deh...
Dyah Shinta
Author ... di bab 'malas meladeni' Tora udah kasih tau ke Arga bahwa Jade itu mantan pacarnya 2 bulan waktu dia ke Amerika. Masak di part ini kudu kaget lagi tuh Arga...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!