Elias Alexander Rainer, menyaksikan sendiri bagaimana ibunya dibunuh di apartemen kecil mereka di Brooklyn. Tetapi, karena usianya yang masih kecil, kesaksiannya dianggap tidak benar. Kasus pembunuhan itu akhirnya ditutup sebagai perampokan biasa dan pembunuh ibunya tak pernah ditemukan.
20 tahun kemudian, Elias tumbuh menjadi pria jenius yang sangat berbakat di dunia digital. Ia bertekad untuk menemukan pelaku pembunuhan ibunya dengan menyamar menjadi seorang Programmer IT.
Namun, semakin ia mendekati sang pelaku utama, Elias justru terlibat makin dalam. Yang membuatnya terancam bahaya. Orang-orang dari Zenthera mulai mengejar dan menargetkannya.
Belum lagi, kedatangan seorang agen divisi kejahatan siber ikut memburunya dan mencurigai Elias sebagai pelaku dari skandal jatuhnya beberapa pejabat penting dan tokoh publik terkenal.
Akankah Elias berhasil menemukan pembunuh ibunya? Mampukah Elias membongkar kejahatan-kejahatan yang dilakukan Zenthera Corp?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
THC 22
Di ruang kerjanya, Nicholas duduk bersandar pada kursinya, Ron yang berada di depannya terlihat sabar menunggu.
"Untuk apa kau memanggilku, Sir?" tanya Ron ketika Nicholas tak kunjung berbicara.
Pria itu justru terlihat menopang dagu dan memikirkan banyak hal. Kemudian, Ron melihat Nicholas mengeluarkan sebuah koper dan membukanya di depan pria itu.
Mata Ron terbelalak sempurna melihat tumpukan uang di dalamnya. "Sir? Ini …." Ron bahkan tak sanggup melanjutkan kalimatnya lantaran terpana.
"Kau bisa mendapatkan sebagian dari uang ini, asal kau menyelesaikan satu tugas dariku," ujar Nicholas serius, menatap Ron dengan akal liciknya.
Melihat Nicholas menutup kembali koper penuh uang itu, Ron kembali menegakkan punggungnya. "Tugas apa itu, Sir?"
Nicholas mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Ron kembali dengan sangat serius. "Kau yakin bisa menyelesaikannya dengan baik? Tugas ini mungkin akan sedikit sulit."
Tanpa ragu-ragu lagi, Ron mengangguk mantap. "Aku yakin bisa menyelesaikannya, Sir. Sesuai dengan arahanmu."
Nicholas tersenyum puas, "Tapi, kau harus berjanji satu hal. Tugas yang akan kau lakukan ini tidak boleh melibatkan siapa pun, entah itu aku, istriku atau pun putriku."
"Tenang saja, Sir. Aku bisa menjaminnya, selama yang kau janjikan sesuai."
Ron tak lagi memikirkan banyak hal, yang ia tahu, ia pasti akan diberi banyak uang jika bisa menyelesaikan tugas yang bahkan belum ia ketahui secara pasti itu.
Nicholas kemudian berdiri, melangkah mendekati Ron. Sebelum mengatakan tugas yang harus diselesaikan Ron, ia lebih dulu memastikan tak ada orang yang menguping pembicaraan mereka berdua.
"Aku ingin kau …."
•••
"Kau benar-benar tidak tahu ke mana Elias pergi, Noah?" Clara Liu bertanya dengan cukup keras. Ini ketiga kalinya ia menanyakan hal yang sama mengenai kehadiran Elias.
Tetapi, jawaban Noah tetap sama. Pria itu menggeleng pelan, "Aku benar-benar tidak tahu kemana ia pergi, Nona Liu. Jika aku tahu, aku asti tidak akan kebingungan seperti sekarang," kata Noah menjelaskan.
Clara Liu terlihat menghela nafas panjang. "Ke mana dia pergi? Tidak biasanya dia seperti ini. Apakah dia benar-benar punya masalah?"
"Aku juga berpikir hal yang sama, Nona Liu. Beberapa hari belakangan ini dia terlihat aneh, bukan?" Noah menambahkan.
Clara Liu mengangguk-angguk, ia kira hanya dirinya saja yang beranggapan begitu, ternyata Noah juga menyadarinya. "Kalau begitu, bukankah kau seharusnya mencari tahu, Noah? Kau sahabatnya bukan?"
"Eh … Memang benar. Tapi, Nona Liu, kau sendiri bahkan tahu seperti apa Elias itu. Anak itu terlalu rapat menyimpan masalahnya."
"Kau benar juga. Baiklah, untuk sementara waktu kita tetap coba untuk menghubunginya saja. Beberapa kali aku coba mengubungi nomornya, tetapi sepertinya anak itu sengaja tidak mengaktifkan ponselnya."
Setelah mengatakan hal itu, Clara Liu memilih kembali ke ruangannya untuk pulang. Ia akan mencoba mencari akal untuk menghubungi Elias lagi nanti.
"Aku juga sudah melakukannya berkali-kali," gumam Noah dengan raut wajah masam melihat kepergian Clara Liu. "Kau memberiku masalah, El. Kemana sebenarnya kau pergi?"
Noah pun akhirnya memilih untuk pulang, barangkali Elias sudah ada di rumah sehingga ia tidak perlu memikirkan kemana pria itu pergi dan mencemaskannya seperti malam sebelumnya.
Sementara itu, di rumahnya, Elias langsung merebahkan diri di kamar begitu tiba. Tubuhnya terasa sangat lelah, seolah-olah seseorang telah memukulinya.
"Untung saja aku cepat-cepat pergi dari sana," gumamnya mengingat kejadian terakhir kali, di mana ia hampir saja ketahuan.
Elias baru saja memejamkan mata, ketika tiba-tiba terdengar suara seseorang membuka pintu. Ia langsung menegakkan punggungnya seketika. "Siapa itu?" gumamnya pelan.
entahlah, apa lagi yang harus kubilang, terkadang aku merasa, ko sengaja menulis genre ini, biar aku bisa belajar banyak hal (kepenulisan). Terimakasih, karya yang luar biasa, Thor! 🙆🏻♂️