NovelToon NovelToon
My Teacher Is Mine

My Teacher Is Mine

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Dosen / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:656.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Pitriani Darmawan

Hallo Readders !!!
Author akan membawakan cerita dalam novel yang berjudul "My Teacher Is Mine"

Perjalanan hidup seperti apakah yang tertuang di dalamnya ?

Kisah cinta yang terjalin antara murid dan gurunya. Dengan status yang berbeda. Dapatkah mereka bersatu ?

"Tidak. Kamu bukanlah perusak hubungan orang. Karena aku yang memilihmu. Bukan kamu !"

Perbedaan usia yang terpaut 10 tahun tidak menjadi penghalang bagi keduanya. Lantas apakah maksud dari perkataan tersebut ?

Apakah jarak menjadi penghalang hubungan mereka ?
"Tidak. Karena jarak hanya memisahkan raga. Bukan hati"

Lantas masalah apakah yang menjadi jurang pemisah hubungan dua insan yang sedang dimabuk cinta ?

Saksikan kelanjutan kisah cinta mereka dalam Novel yang berjudul "My Teacher Is Mine"

Author sangat berharap kepada para readders untuk terus mendukung karya-karya author dengan memberikan like, komen, rate & vote !!!

Terimakasih 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pitriani Darmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MTIM-22 Lomba Lari Dengan Pak Guru

WhatsApp

Pak Angga S

Saya sudah di depan. Cepat keluar !

Dering ponsel di Minggu pagi memecahkan kesunyian. Ini masih pagi. Aslii !!! Kenapa dia ada di depan ? Aku bahkan belum beranjak dari ranjang. Masa iya aku harus menemuinya dalam keadaan muka bantal kaya gini ? Terserahlah, mau dia mencium bau busukpun yang keluar dari aroma tubuhku itu bukan salahku. Salah dia bertamu tidak tahu waktu.

“Pak Angga ngapain kesini pagi-pagi buta ?”

“Kamu belum mandi ?”

“Bau ya ? Maaf ! Habisan Bapak kesini tidak memberi kabar. Jadinya Angel cuma sempat cuci muka.”

“Kamu tetap cantik.”

Baru kali ini aku dibilang cantik padahal belum mandi. Setahuku mukaku sama sekali tidak terkontrol jika baru bangun tidur. Entahlah, mungkin benar bahwa cinta itu buta. Mau jelek juga tetap aja dibilang cantik.

“Bapak kesini naik apa ? Motornya mana ?”

“Lari.”

“Hahaha.”

“Kenapa ketawa ?”

“Lagian Bapak becandanya keterlaluan. Masa iya Bapak lari dari rumah sampai sini. Haha.”

“Saya serius.”

Kaget dong aku mendengar jawaban Pak Angga saat dia mengatakan tidak mengendarai kendaraan dari rumahnya menuju kediamanku. Karena aku tahu bukanlah jarak yang dekat. Walaupun aku belum tahu rumah Pak Angga. Tapi aku tahu daerah situ. Biasanya kalau naik kendaraan bisa menempuh waktu 15 menit. Kurang lebih berjarak sekitar 10 km.

“Saya kesini mau nantang kamu lari.”

“Hah ? Lari ?”

Ketahuan kan kalau aku lemah dalam olahraga. Selama perjalanan 12 tahun aku duduk dibangku sekolah, nilai penjaskes selalu menjadi nilai terkecil di antara mata pelajaran yang lain. Sekarang aku ditantang lari, jelas sudah dapat diprediksi siapa yang menang.

“Tidak. Angel tidak bisa.”

“Kamu takut kalah dari saya ?”

“Enggak kok. Angel kan belum mandi. Malu ah.”

“Nanti saja mandinya setelah berolahraga. Nanti juga keringatnya keluar lagi.”

Sudah tidak bisa lagi melakukan penolakan. Dia telah menggiring aku menuju lapangan. Lapangan ini adalah tempat yang biasa dipakai berolahraga oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, bahkan lansia. Padahal jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Tetapi aku sama sekali tidak pernah mengunjunginya. Seingat aku, terakhir kesini sewaktu aku masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Sekarang bangunannya pun sudah jauh berbeda.

Perlombaan belum dimulai tapi aku telah mengeluarkan beberapa liter keringat. Siapa lagi kalau bukan ulah Pak Angga yang membawaku secara paksa. Sehingga aku harus terus berlari menyeimbangi langkah kakinya.

“Kamu capek ?”

“Heem.”

“Ini belum dimulai.”

“Huwaaaa. Angel kira sudah dihitung sejak pertama berlari.”

“Tantangannya adalah, mengitari lapangan ini. Dimulai dari titik ini. Jika kamu telah kembali ke titik ini, maka dihitung 1 poin. Begitupun seterusnya. Siapa yang jumlah poinnya lebih kecil, dia yang kalah. Gimana deal ?”

“Tidak bisa. Angel yang kalah. Itu sudah pasti.”

“Kalau kamu menyerah sekarang, kamu harus traktir saya tiket ke luar negeri.”

Haaah perjanjian macam apa itu ? Mana mungkin aku mampu membelikan Pak Angga tiket pesawat, sedangkan uang jajanku saja masih minta sama Papah.

“Sama saja nanti juga Angel yang kalah.”

“Tetapi hukumannya tidak akan berat.”

“Ya udah iya Angel ikutin.”

Aku baru saja satu kali kembali ke titik awal, tetapi Pak Angga telah 2 kali. Jelas saja langkah kakinya sangatlah cepat dan juga besar. 1 langkah Pak Angga sama dengan 3 langkah kakiku.

“Haaaa Angel gak kuat.”

“Ayo kamu pasti bisa !”

“Gak . . gak . . Huaa . . Angel gak kuat.”

Bruukkk. .

“Angel. . Angel bangun ! Saya mohon sadarlah ! Maafkan saya telah menyiksa kamu seperti ini.”

‘Maaf ya, Pak ! Angel kerjain balik. Lagian Bapak tidak punya hati sih ?’

“Bangun Angel ! Saya mohon bangun ! Saya janji tidak akan membuat kamu menderita lagi.”

Ternyata dasarnya aku memiliki sifat tidak tega. Aku tidak bisa berlama-lama membohongi dia dan membuatnya cemas. Apalagi aku sudah tidak kuat ingin tertawa mengintip ekspresinya yang begitu khawatir.

“Hahahah.”

“Angel kamu apaan sih ? Kamu bohong ?”

“Ihh Bapak gemas gitu deh kalau lagi khawatir.”

“Angel ini gak lucu ya.”

“Ya maaf. Habisan Bapak jahat sama Angel. Angel capek lari terus.”

“Ya udah maafin saya ! Tapi kamu jangan seperti tadi. Saya takut kamu kenapa-kenapa.”

“Angel haus.”

“Tunggu sebentar !”

Rupanya mengeluarkan keringat dipagi hari cukup menguras energi. Apalagi aku termasuk orang yang jarang berolahraga. Dan ini baru pertama kali setelah sekian lama. Mungkin otot-otot yang ada di tubuhku kaget, terasa ngilu.

“Ini ambilah !”

“Uuww makasih.”

Pak Angga kembali dengan 2 es krim strawberry ditangan kanannya, dan sandwich yang masih dalam wadahnya.

“Kamu kalah.”

“Iya Angel tahu. Bapak mau ditraktir apa ?”

“Saya ingin mengajak kamu berkenalan dengan Rendy.”

“Rendy ? Siapakah ?”

“Anak saya.”

Uhuk . . uhuk . . .

Memang belum pernah sebelumnya Pak Angga memberitahukan nama anaknya. Ia hanya sekilas menceritakan tentang usianya yang masih 3 tahun.

“Kalau kamu gak mau juga tidak apa-apa.”

“Bukan itu, Pak. Angel hanya belum siap.”

“Apa yang membuat kamu belum siap ?”

“Angel takut Rendy tidak bisa menerima Angel.”

Atau mungkin bukan itu alasan sesungguhnya. Bagaimana jika ternyata aku yang belum siap menjadi ibu sambung untuk Rendy ? Bagaimana jika aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk Rendy ? Bagaimana jika aku tidak bisa mendidiknya menjadi anak yang berbudi pekerti luhur ?

“Rendy anak yang welcome terhadap orang baru. Saya yakin kamu bisa merebut hati Rendy. Dan saya juga percaya kamu bisa membuat Rendy merasa nyaman. Kamu tidak perlu takut.”

“Apa yang membuat Bapak yakin terhadap asumsi Bapak ?”

“Saya dapat menilai seorang wanita dari tampilan luarnya saja. Semua itu saya pelajari dari masa lalu. Dari orang-orang yang pernah hadir di hidup saya. Dan kamu, wanita yang tampil sederhana, apa-adanya, tetapi memiliki kasih sayang terhadap sesama. Jika kamu belum siap menerima Rendy, saya tidak akan memaksa. Lain kali, cobalah untuk berjumpa dengannya, meskipun hanya sekedar bertegur sapa.”

“. . .”

“Habiskan es krimnya. Nanti mencair.”

Aku harus berani untuk memulai sesuatu yang belum pernah aku lakukan. Aku tidak akan tahu apakah akan berhasil atau gagal jika tidak mencobanya sama sekali. Begitupun dengan Rendy, aku harus berani untuk bercakap-cakap dengannya. Perihal Rendy menerima atau tidak, biar menjadi urusan nanti.

“Kapan Angel bisa bertemu dengan Rendy ?”

“Kamu yakin ?”

“Angel akan mencobanya. Tapi bisakah Bapak membantu Angel ?”

“Tentu. Saya pasti akan membantu kamu.”

***

Aku tidak tahu pakaian apa yang cocok untuk malam ini. Seluruh isi lemari telah aku keluarkan, tapi sama sekali tidak ada yang sesuai dengan hatiku. Alessyia yang memperhatikan tingkah laku aku dibalik layar ponsel hanya bisa geleng-geleng kepala.

“Cha, gue harus pakai yang mana ?”

“Angel lo pakai yang mana aja udah cocok. Gue pusing tahu lihatin lo.”

“Tapi gue bingung, Cha. Gue takut yang ini terlalu seperti ABG. Dan yang ini terlihat tua. Apalagi yang ini kaya tante ya, Cha ?” (Menunjuk satu per satu baju).

Tiba-tiba dress berwarna merah marun berlengan pendek dengan panjang dibawah lutut sedikit, dilengkapi dengan pita dipinggang berhasil mencuri perhatianku.

“Sepertinya yang ini cocok. Tidak terlalu kelihatan ABG, tetapi juga tidak terlihat tua.”

*Bersambung*

.

.

Jangan lupa like, komen, dan vote🥰🥰

1
💞Nia Kurnaen💞
Mampir,baru mulai baca,sepertinya sih seru...salam kenal untuk authornya,sehat selalu dan sukses untuk semua karya karyanya...🙏
Lha TEambank
mulai seru
Qaisaa Nazarudin
Kenapa masih manggil-bapak lagi sih🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Masing-masing terlalu memilih ego dan gengsi,ada kemudahan komunikasi juga gak di guna kan sebaiknya juga xberarti apa…
Qaisaa Nazarudin
Kenapa kamu gak chat dan telpon aja duluan??🤣🙄🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Bersiap2 lah kamu Angel,setelah ini kamu akan di hadapkan dgn bermacam ulah,onak dan durinya kehidupan,,apa lagi kamu tlah di cap sebagai pelakor,walaupun sebenarnya si Wendy itulah yg awalnya tlah selingkuh…
Qaisaa Nazarudin
Hadeehh pak Angga sadar dong,dia bukan isteri kamu,,udah di tinggal pergi juga di selingkuhin juga,masih aja berharap sama isteri yg kek gitu,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄
Qaisaa Nazarudin
Waahh pak Angga perhatian banget sama calon makmum🤭🤭😅😅
🌷Mita Sari 🌷
ohh so sweetttttttt.. ...........pak guru..😍😍😍😘😘😘😘😘.....lanjut thor...
Suzieqaisara Nazarudin
Waaahhh pak Angga..aku pada mu...aju salut dengan cara dan tekat oak Angga memperjuangkan cinta nya..ada gak ya di dunia nyata yg kayak pak Angga,??mau dong..😁😁😁
Suzieqaisara Nazarudin
Dasar Frans gila...Angel seharus ngomong dong sama papa n mama nya Frans itu orangnya seperti apa?? kekeuh banget mama papa nya pengen yg Lajang,gak tau apa lajang itu hanya pada nama nya doang, padahal udah banyak cewek yg dia tidurin...mending yg duda tp setia...🤦🤦🙇🙇🙇
Suzieqaisara Nazarudin
Aaahhh so sweett pak Angga..🤗🤗🤗🤗🥰🥰🥰🥰
Suzieqaisara Nazarudin
Jangan bilang Windi lagi hamil anak pria lain,terus dia menjebak pak Angga untuk bertanggung jawab..🤦🤦🙄🙄
Suzieqaisara Nazarudin
Mak lampir itu maunya apa sih...dasar perempuan jalang..😠😠
Suzieqaisara Nazarudin
Apakah pak Angga di jebak oleh mantannya???🤔🤔
Suzieqaisara Nazarudin
jaman now udah ada kemudahan hp ngapain juga gak di mampaatin hp nya utk ngehubungin pak Angga???
Suzieqaisara Nazarudin
Panggilan nya harus di tukar,jangan oak bapak mulu,kan udah jadi pacar,pak Angga juga bukan guru nya Angel lagi...
Suzieqaisara Nazarudin
Loh pak Angga nya kemana???🤔🤔🤔
Suzieqaisara Nazarudin
Kenapa gak nelpon pak angga aja yg lgi nunggu di depan itu..bilang kalo pintu nya kekunci.. haaaiihh😓
Suzieqaisara Nazarudin
Kok visual peran utamanya(Angel) tenggelam ya alias gak cocok...🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!