NovelToon NovelToon
Cinta Di Atas Sajadah

Cinta Di Atas Sajadah

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Cinta setelah menikah / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:120.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Ada seorang wanita sedang menangis di dalam sujudnya. Dia adalah Nasya Fahriza Putri, wanita yang sudah menginjak usia 25 tahun itu menangis saat mendengar bahwa seseorang yang ada di dalam hatinya sebentar lagi akan menikah. Sudah sejak usia 20 tahun Nasya berdoa di dalam sujudnya agar yang Maha Kuasa mengabulkan permintaannya untuk di jodohkan dengan Atasannya. Pria itu bernama Aditya Zayn Alfarizi yang berstatus sebagai CEO di salah satu perusahaan ternama di Jakarta.

Lalu bagaimana nasib Nasya? Apakah doanya selama ini akan terkabul, atau justru harus melihat pria yang ia cintai dalam diam menikah dengan kekasihnya?

Kita simak kisahnya yuk di cerita Novel => Cinta Di Atas Sajadah
By: Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDAS 22

...“Cepat, ambil barangmu yang perlu kau bawa! Kau akan tidur di kamarku malam ini!”...

Setelah mengatakan itu, Zayn melangkah meninggalkan Nasya yang masih mematung di sana. Begitu pintu terbuka, Nasya segera mengambil tas dan ponselnya untuk dibawa ke kamar suaminya. Ia kemudian berlari kecil mengikuti langkah Zayn, yang saat ini sudah ada di depan pintu kamarnya.

~~

Zayn dan Nasya kini sudah berada di dalam satu kamar. Nasya masih diam berdiri, menunggu suaminya memberi perintah untuk istirahat. Sementara itu, Zayn setelah mengunci rapat pintu kamarnya segera masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa pakaian ganti.

“Huuuft… galak sekali kalau dia sudah emosi,” gumam Nasya, menghembuskan napasnya kasar setelah Zayn memasuki kamar mandi.

Nasya lalu memilih duduk di sofa lebih dulu sembari membaca buku, menunggu suaminya selesai mandi. Ia tidak ingin tidur lebih dulu di kasur sebelum suaminya yang memberi perintah. Sungguh, sangat salihah istri dari Zayn ini.

Lima menit… sepuluh menit… lima belas menit… Nasya masih duduk di sofa, fokus dengan bukunya, menunggu Zayn keluar. Dan tiba-tiba…

Jleg!!

“Aaaa…!”

“Nasyaaa…!” teriak Zayn dari dalam kamar mandi karena tiba-tiba saja mati lampu.

“Nasyaaa… apa kau baik-baik sajaa…?” lanjut Zayn kembali berteriak, memastikan keadaan istrinya.

Tak ada jawaban. Zayn akhirnya segera mengguyur tubuhnya dengan air secara manual dan cepat-cepat memakai pakaiannya meski dalam kegelapan. Tak lama, pintu kamar mandi pun terbuka. Ia segera mencari keberadaan Nasya meski di dalam kamar tak terlihat apa pun.

“Nasyaa!” panggil Zayn lagi, namun hasilnya tetap sama. Tak ada jawaban.

Zayn berjalan pelan dengan sangat hati-hati menuju kasur, karena di sanalah ia meletakkan ponselnya sebelum mandi. Tak lama, Zayn akhirnya berhasil menemukan ponselnya di atas kasur dan segera menyalakan senter. Dengan cahaya seadanya, Zayn mencari keberadaan istrinya.

“Nasya!” panggil Zayn lagi setelah berhasil melihat istrinya yang duduk di sofa, memeluk lututnya, bahkan menyembunyikan wajahnya di sana. Zayn duduk di sebelahnya lalu menyentuh bahu Nasya dengan perlahan dan kembali memanggil namanya.

“Nasya…”

“Kak Zayn!”

Melihat Zayn berada di sampingnya membuat Nasya langsung berhambur memeluk erat suaminya. Sementara itu, Zayn yang baru bersentuhan dengan seorang wanita membuat tubuhnya meremang seperti tersengat listrik. Apalagi dirinya baru saja selesai mandi. Mau tak mau, ia akhirnya membalas pelukan Nasya dan mengusap punggungnya lembut agar istrinya merasa lebih tenang.

“Tenang, Sya… tidak perlu takut. Ada aku di sini. Selagi kau bersamaku, tidak ada yang bisa menyakitimu sedikit pun,” lirih Zayn meski panas dingin menyertai tubuhnya.

Nasya yang memang takut dengan kegelapan tak memikirkan apa pun. Yang ia pikirkan saat ini hanya ingin selalu bersama suaminya. Saat sedang dalam situasi tegang, tiba-tiba terdengar suara dari luar jendela kamar Zayn—lebih tepatnya di balkon kamar. Hal itu membuat Zayn semakin yakin bahwa semua ini ada kaitannya dengan Angel.

“Siapa itu?!” pekik Zayn, menyorotkan cahaya senter pada sumber suara.

Namun tak ada siapa pun di sana. Zayn lalu memutuskan untuk menelpon pihak keamanan. Ia meregangkan pelukan Nasya, tapi gadis itu tidak sedikit pun mau terlepas.

“Jangan pergi… Nasya takut,” rintih Nasya dengan isak tangisnya.

“Tapi aku mau menghubungi pihak keamanan, Sya. Teleponnya ada di samping ranjang,” balas Zayn, berusaha memberi pengertian pada Nasya.

“Kalau begitu aku ikut,” jawab Nasya lagi tanpa melepas pelukannya.

“Baiklah, ayo!” Zayn akhirnya menuruti keinginan Nasya.

Keduanya kini berjalan saling berpelukan dengan cahaya senter menuju nakas. Tak lama, Zayn segera menekan tombol bantuan melalui telepon yang tersedia di atas nakas.

“Selamat malam, pihak Emergency. Ada yang bisa kami bantu?”

“Tolong, kami membutuhkan bantuan sekarang juga! Kamar kami mengalami mati lampu!” ujar Zayn pada petugas keamanan.

“Baik, dengan siapa saya bicara? Dan Anda tinggal di kamar nomor berapa?”

“Atas nama Aditya Zayn Alfarizi, kamar nomor 201!” balas Zayn lagi.

“Baik, ditunggu. Dengan segera kami akan mengirim pihak bantuan keamanan. Terima kasih. Selamat malam.”

Zayn lalu menutup teleponnya dan melihat istrinya yang kini masih menenggelamkan wajah di dadanya. Melihat Nasya ketakutan seperti itu membuat Zayn semakin cemas. Ia tidak terima atas perlakuan Angel yang sudah berani membuat istrinya terguncang.

“Tenanglah, semua akan baik-baik saja,” lirih Zayn, membalas pelukan Nasya.

Sementara itu, Nasya masih saja diam memeluk Zayn begitu eratnya, tubuhnya semakin gemetar. Tak lama, pintu kamar Zayn akhirnya terbuka. Terlihat pihak keamanan datang dan segera mengamankan keduanya.

“Mari, Pak. Ikut kami keluar. Kami akan mengganti kamar Anda dengan yang lebih aman,” ujar petugas, diangguki oleh Zayn.

“Ayo, Sya. Kita keluar. Bukalah matamu, sudah ada banyak cahaya. Kau tidak perlu takut,” ucap Zayn lembut, membuat Nasya perlahan membuka matanya.

Dan benar saja, sudah ada banyak cahaya lampu darurat yang dibawa oleh petugas keamanan. Nasya melepas pelukannya dan mengalungkan kedua tangannya di lengan Zayn dengan erat.

Keduanya berjalan keluar dari kamar, sementara pihak keamanan dengan sigap mengecek semua yang ada di dalam kamar tersebut. Saat akan menuju jendela, tiba-tiba seorang pria melompat ke bawah keluar dari balkon.

“Hey! Siapa itu!” teriak petugas keamanan. Yang lain pun berlarian berusaha mengejar, turun ke bawah menggunakan tali yang sudah disiapkan.

Hal itu membuat Zayn dan Nasya saling berpandangan.

“Siapa itu, Kak?” tanya Nasya dengan raut wajah khawatir.

“Entahlah. Lebih baik kita cek out malam ini juga ke Jakarta. Aku takut Angel semakin nekat mencelakaimu,” balas Zayn yang terlihat semakin cemas.

Keduanya kemudian mengemasi barang mereka, dikawal oleh pihak keamanan. Mau tak mau, Zayn harus melakukan perjalanan malam ini juga. Ia tidak mau mengambil risiko jika memaksakan kembali menginap di hotel itu.

Satu jam kemudian, setelah semua barang beres, Zayn dan Nasya akhirnya cek out. Pihak hotel juga sudah meminta maaf secara langsung karena telah membuat mereka merasa tidak nyaman.

Di perjalanan menuju Jakarta, mobil dikendarai oleh supir, sementara Zayn dan Nasya duduk di kursi penumpang.

“Istirahatlah, aku akan menjagamu,” ucap Zayn lembut.

Mendengar ucapan suaminya yang sejak di hotel selalu siaga menjaga dirinya, membuat Nasya merasa dicintai dan disayangi. Ia tersenyum, lalu mengalungkan kedua tangannya di lengan Zayn dan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.

“Terima kasih, ya Allah. Melalui kejadian ini, Kau sudah membuat suamiku semakin dekat denganku. Aku yakin, semua jalan yang Kau tunjukkan, sesulit apa pun itu, pasti akan berujung indah.”

...****************...

1
febry Asd
pergi aja nasa biar kapok zayn
Syakirah Dzaky
Hay Thor, aku mampir atas rekomendasi dari kak Desy puspita
Miss Ra: trimakasih sudah mau mampir kakak...
smoga berkesan dengan ceritaku../Smile/
total 1 replies
Soraya
dh tamat ya thor
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Miss Ra: trimakasih ratingnya kakak..
semoga. berkesaan dengan ceritaku..

/Kiss//Kiss//Kiss/
total 1 replies
zhelfa_alfira
ya selesai
zhelfa_alfira
dasar ulat bulu.🤣🤣🤭🤭
Soraya
ada calon pelakor nih
Soraya
kok manggilnya abang bukan paman
Soraya
biasanya sebesar biji kacang ini biji durian gak dijelasin juga dh brp minggu
Soraya
Katrin thor bukan Nasya
Soraya
sifat nasya terlalu kekanakan dikit dikit cemburu
Soraya
ada rencananya apa Zayn sama tania
Soraya
Inalilahi wainnailaihi rojiun semoga khusnul khotimah ibunda tercinta nya ya thor Amin
Miss Ra: 🤲

amiiin..
makasih doanya kakak
total 1 replies
Soraya
sikap Zaien sama wanita lain ramah tp sm Nasya jutek gak jaga perasaan nasya
Soraya
yg sabar ya Nasha
Siti M Akil
salah sendiri kenapa kamu pergi 😅
Soraya
kasihan Nasya
Siti M Akil
Nasya kamu cuekin Zayn skrng mlhn ulat bulu dtng
zhelfa_alfira
eh ada ulat buku ternyata.🤭😁😁🤣🤣
Soraya
mampir thor
Miss Ra: /Chuckle/
thank u kak sudah berkenan hadir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!