NovelToon NovelToon
Terjebak Diantara Cinta Dan Dendam

Terjebak Diantara Cinta Dan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Cinta Murni / Romansa
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fajar Riyanti

Finn kembali untuk membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya. Dengan bantuan ayah angkatnya, Finn meminta dijodohkan dengan putri dari pembunuh kedua orang tuanya, yaitu Selena.

Ditengah rencana perjodohan, seorang gadis bernama Giselle muncul dan mulai mengganggu hidup Finn.

"Jika aku boleh memilih, aku tidak ingin terlahir menjadi keturunan keluarga Milano. Aku ingin melihat dunia luar, Finn... Merasakan hidup layaknya manusia pada umumnya," ~ Giselle.

"Aku akan membawamu keluar dan melihat dunia. Jika aku memintamu untuk menikah denganku, apa kamu mau?" ~ Finn.

Cinta yang mulai tumbuh diantara keduanya akankah mampu meluluhkan dendam yang sudah mendarah daging?

100% fiksi, bagi yang tidak suka boleh langsung skip tanpa meninggalkan rating atau komentar jelek. Selamat membaca dan salam dunia perhaluan, Terimakasih 🙏 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fajar Riyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : TDCDD

Sudah sejak empat jam yang lalu Giselle berendam di dalam bathtub. Finn yang masuk ke dalam kamarnya pun dibuat khawatir karena tidak melihat gadis itu ada diatas tempat tidurnya. Padahal sekarang sudah pukul satu pagi.

Giselle membuka kedua matanya saat mendengar seseorang membuka pintu kamar mandi, buru-buru Finn menghampirinya dan berjongkok di sampingnya.

"Apa yang kamu lakukan! Kamu mau cari penyakit, hah??"

"Finn... Kamu sudah datang," suaranya terdengar lemah, Giselle menatap Finn dengan tatapan sendu.

"Cepat bersihkan tubuhmu, aku akan menunggumu diluar," tadinya Finn ingin marah, namun begitu melihat mata sembab Giselle, Finn mengurungkannya. Sepertinya gadis itu habis menangis.

Selesai membilas tubuhnya, Giselle keluar dengan menggunakan piyama. Dia menghampiri Finn yang sedang berdiri di samping ranjangnya. Finn menurunkan tangannya dari dadanya dan menarik tangan Giselle untuk membawanya duduk di sofa, namun langkahnya tertahan saat Giselle menahan tangannya.

Finn berbalik dan menatap Giselle, "Ada apa?"

"Apa hari ini kamu bertemu dengan kak Selena?"

Finn mengangguk, "Kami bertemu untuk makan siang. Sekarang kamu makanlah, aku sudah membawakannya untukmu,"

Melihat tidak ada reaksi dari Giselle, Finn mendekatkan tubuhnya dan mengusap wajah Giselle, "Apa yang terjadi? Apa dia datang dan menyakitimu lagi?"

"Dia menjanjikan aku sebuah kebebasan, Finn. Tapi aku harus mengikuti kemauannya, dijodohkan dengan anak sahabatnya. Papa ingin aku menikah dengan laki-laki pilihannya, dan keputusan Papa adalah mutlak, tidak bisa diganggu gugat."

Giselle meraih jaket Finn dan memeganginya kuat-kuat, "Bawa aku pergi dari sini, Finn. Aku tidak mau menikah dengan anak sahabat papaku. Aku hanya ingin pergi jauh dan bebas dari sini, terbebas dari keluarga Milano dan orang-orangnya."

"Aku akan membawamu pergi, tapi tidak sekarang, Giselle," ucap Finn.

Genangan air mata memenuhi bola matanya, "Kenapa? Kenapa tidak sekarang?"

Giselle melepaskan cengkeramannya dari jaket Finn, melangkahkan kakinya mundur beberapa langkah. "Oh aku lupa, kamu adalah tunangan kak Selena, aku saja yang bodoh karena terlalu berharap padamu."

Finn mendekat, mencengkram lengan Giselle dengan kuat. "Hentikan Giselle, jangan bicara yang tidak-tidak. Aku kesini untuk melihatmu, bukan untuk ribut denganmu. Aku hanya ingin kamu bersabar sedikit lagi, aku pasti akan membawa kamu pergi jauh dari sini."

Giselle tersenyum kecut, "Kenapa aku harus percaya padamu? Pernikahanmu saja sudah diatur dan akan terjadi tiga bulan lagi. Atau jangan-jangan kamu juga sudah pernah tidur dengan kak Selena, berapa banyak wanita yang sudah pernah kamu tiduri, Finn?"

Finn menurunkan tangannya dari lengan Giselle, sepertinya saat ini kondisi Giselle sedang tidak stabil karena banyaknya tekanan yang harus dihadapi oleh gadis itu.

"Kalau kamu ingin marah, marahlah, ingin menangis, menangislah... Tapi hentikan omong kosongmu itu." Finn meraih tangan Giselle dan menaruhnya di dadanya. "Pukullah aku sampai kamu puas. Keluarkan kemarahanmu, jangan menyiksa batinmu sendiri."

Giselle mulai memukuli dada Finn, pertama dengan satu tangannya, lalu dengan kedua tangannya. Selain pada dirinya sendiri, selama ini dia tidak pernah meluapkan kemarahannya pada siapapun. Namun Giselle tak berani mengencangkan suara tangisnya karena takut terdengar oleh para penjaga diluar.

"Kenapa berhenti? Sudah puas memukulnya?" Finn membawa tubuh Giselle kedalam pelukannya, membiarkan gadis itu terisak disana.

"Meskipun kamu menolak, si tua itu tetap akan menjodohkanmu. Ikuti saja permainannya dan terima perjodohan itu,"

Giselle melepaskan pelukannya, menatap Finn tak percaya, "Maksud kamu, kamu ingin membiarkan aku dekat dengan laki-laki lain? Kamu tidak mencintai aku, Finn?"

Finn tersenyum tipis, mengusap air mata diwajah Giselle. "Hanya ini satu-satunya cara untuk membawa kamu keluar dari tempat ini. Selebihnya, kamu serahkan semuanya padaku. Kamu percaya padaku kan?"

Cukup lama Giselle terdiam dan menatap Finn, hingga akhirnya dia menganggukkan kepalanya setuju. Namun dia dibuat terkejut saat tiba-tiba Finn mendekatkan wajahnya dan mencium bibirnya, menciumnya dengan penuh cinta dan penuh perasaan.

Ciuman itu semakin menuntut, membawa langkah kaki mereka menuju ke sisi ranjang. Finn menjatuhkan tubuh Giselle diatas ranjang dan mengungkungnya, menghujaninya kembali dengan ciuman panasnya.

Sentuhan tangan Finn diperutnya semakin membuat Giselle terhanyut dalam lautan api, dirinya dibuat melayang apalagi saat merasakan gigitan-gigitan kecil ditelinganya.

"Ah... Finn..." Giselle menggigit bibir bawahnya, merasakan ciuman itu telah turun sampai di lehernya. Benda kenyal itu tengah menyapu setiap inci kulit tubuhnya.

Finn mengangkat wajahnya, menatap Giselle yang sudah mulai tersulut gairah akibat ulahnya. "Aku harus pergi sekarang,"

Giselle membuka kedua matanya, pandangan keduanya saling mengunci.

"Pergi?" Giselle memiringkan kepalanya dan melihat ke arah jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah tiga pagi.

Finn mengikuti arah pandang Giselle, lalu menatap wajah gadis itu kembali. "Ada hal penting yang harus aku lakukan sekarang, aku akan datang untuk menemuimu lagi besok,"

Finn mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Giselle, lalu dia membantu gadis itu untuk bangun.

"Tutup kembali jendelanya dengan rapat, aku akan merindukanmu," Finn mengecup kening Giselle, lalu dia memakai kembali topi dan maskernya.

Malam-malamnya kini mulai terasa indah walau hanya untuk beberapa jam saja. Giselle menutup kembali jendela kamarnya saat Finn sudah menghilang dari pandangan matanya.

💙

💙

💙

Dorrr...!! Dorrr...!!!

Reno yang sedang berada di dalam markas terkejut saat mendengar suara tembakan dari luar. Dia dan beberapa anak buahnya segera keluar untuk melihat. Ternyata dua orang anak buahnya yang sedang berjaga diluar markas telah mati tertembak. Reno mengedarkan pandangannya ke sekitar.

"Bang-sat!!! Siapa yang sudah melakukan ini! Cepat cari dia sampai dapat dan geret dia ke hadapanku!" Reno memerintah anak buahnya, mereka langsung berpencar untuk mencari si pelaku penembakan.

Sayangnya, mereka tidak menemukan ada jejak mencurigakan disana. Tidak ada tanda-tanda orang luar yang menyusup masuk ke area markas. Reno yang mendengar laporan dari anak buahnya pun merasa geram, dia langsung menelfon Tuan Andreas untuk memberitahu kabar buruk ini.

"Seorang penyusup berhasil masuk, Tuan. Markas kita sudah tidak aman lagi!"

...✨✨✨...

1
F.T Zira
sana cari tau.. aku mau ☕️ dulu.
yookkk kak Zhu.. kita ☕️ bareng
Zhu Yun💫: Nyari tau sampai mati juga udah kecolongan banyak si aki /Curse//Curse//Curse/
Terimakasih kakak sambutan kopinya /Drool/
total 1 replies
F.T Zira
cocok lah sesama suka mengarang cerita kek othornya.. ehhh🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️kaburrrr
Zhu Yun💫: Jodoh Kita berarti /Joyful//Joyful/
total 1 replies
F.T Zira
udah jantuh cintrong juga dirimu Gis.. gas aja lah
.. sayang kalo di anggurin itu menara Finn, sebelum roboh🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Zhu Yun💫: Roboh bangunin lagi /Joyful//Joyful//Joyful/
total 1 replies
F.T Zira
modus mulai di mainkan.. 🐍 udah pengen bersarang/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Zhu Yun💫: Udah ngebet,,, /Curse//Curse/
total 1 replies
F.T Zira
oohh ini sih suruhan finn.. kan tadi giselle yg minta di culik😏😏
Zhu Yun💫: Minta diculik biar bisa diajak kelon /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
F.T Zira
mana mau dia coba coba.. orang udah ada yg buat rawa nya nyaman kok/Slight//Slight//Slight/
Mitha ramadhani
up terus kak ! aku suka jalan cerita nya😍
Zhu Yun💫: Ai siap kakak, terimakasih sudah mampir 🙏🥰
total 1 replies
F.T Zira
yg di ajarin kan bukan kerjaan kantor.. jamin sanggup lah..orang dia dapet enaknya kok.. ehhh/Slight//Slight/
Zhu Yun💫: Diajarin caranya membangunkan menara /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
F.T Zira
udah ketarik dari awal.. bukan tertarik lagi../Facepalm//Facepalm//Joyful//Joyful/
Zhu Yun💫: Ketarik menara /Joyful//Joyful//Joyful/
total 1 replies
Nazefa
lanjoot...!!/Determined/
Nazefa
mau.../Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Nazefa
ya,, ya,, ya,, /Joyful//Joyful//Joyful/
Nazefa
wah, sepertinya memang tidak akan ada harapan lebih ini Glenn../Joyful//Joyful/
Zhu Yun💫: Harapannya setipis tisu /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nazefa
memang tidak sanggup mengajari, tapi diajari yang iya-iya../Facepalm//Facepalm/
Zhu Yun💫: Diajarin cara membangunkan menara /Joyful//Joyful/
total 1 replies
Mrs.Riozelino Fernandez
candu...candu...
finn udah ketagihan ya...
Mrs.Riozelino Fernandez: 😅😅😅😅😅
Zhu Yun💫: Udah ngebet dia kak /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Mrs.Riozelino Fernandez
pandai bela diri kan gak harus jadi orang jahat...
kk ku 3 orang pandai bela diri tapi gak pernah buat masalah😅
Zhu Yun💫: Mungkin Tuan Hendra tidak ingin anaknya ikut terjerumus dalam dunia hitam seperti dirinya /Grin/
total 1 replies
Mrs.Riozelino Fernandez
pasti orang orangnya Finn ini...
arsyila quinza amalia
semangat ngetik kaka
Zhu Yun💫: Siap kakak 🙏🥰
total 1 replies
arsyila quinza amalia
next
dewidewie
ehemmmm/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!