Pengusir hantu dari zaman kuno yang memilih untuk bunuh diri karena ingin hidup normal ternyata bereinkarnasi ke tubuh seorang Idol terkenal.
Lee Jaehyun pada akhirnya harus menjalani dua kehidupan dengan dua pekerjaan yang berbeda.
Di mata semua orang, dia dikenal sebagai Maknae dari grup Idol terkenal di Korea Selatan bernama MYTH, namun semua berubah ketika terdapat sebuah masalah serius akibat roh jahat yang membuatnya harus kembali berprofesi sebagai Munyeo Naja.
Demi mewujudkan impiannya di kehidupan keduanya yang damai, dia harus kembali berurusan dengan roh jahat. Satu demi satu masalah serius mulai muncul dan misteri yang selama ini tertutup mulai terkuak. Bahkan dia beberapa kali nyaris mati karena terlibat dengan para arwah gentayangan!
Apakah dia bisa mewujudkan keinginannya untuk jadi Idol normal tanpa harus berurusan dengan hantu? Ataukah terpaksa melibatkan semua rekannya dalam bahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22.
“Pekerjaan mendadak yang dilakukan…bahkan di saat seperti ini? Idol itu sangat menyusahkan!”
“Terlebih…..KENAPA HARUS DENGAN PERUSAHAAN YANG MENJADI SUMBER MASALAH BAGI KITA DI SAAT SEPERTI INI?!”
Itulah teriakan hati dari jiwa seorang dukun yang sekarang sedang berusaha untuk mempertahankan akal sehatnya demi bisa hidup sebagai manusia di era modern.
Beberapa perdebatan kecil yang terjadi sebelumnya sama sekali tidak mengubah apapun. Akhirnya, mereka tiba di lokasi syuting.
Lahan parkir outdoor di dekat taman yang indah menjadi pemandangan yang mengobati semuanya. Meski sebenarnya itu hanya kiasan dan omong kosong.
Siapa yang berpikir bahwa pemandangan beton yang abu-abu dengan sedikit rumput dan pohon di hari yang cerah di dekat lahan parkir dekat taman akan menyelesaikan masalah?
Tidak akan ada yang berpikir demikian.
Ekspresi keempat anggota MYTH terlihat sama, mereka tampak sangat serius. Terlebih lagi, tiga di antara mereka sepertinya sangat kesal. Sagan adalah yang paling memperlihatkan ekspresi itu.
“Aku benci tempat ini,” umpatnya pelan.
Chief Han mendekatinya dan berkata, “Sagan, tolong jangan bicara seperti itu saat kau ada di dalam ya.”
“Tergantung. Kau tau kalau ini hanya sebuah lelucon, kan? Kenapa tidak sekalian saja mereka dengar betapa bodohnya mereka mengundang kita secara dadakan begini?” gerutunya.
Shihan dan Yuno tidak berkata apapun karena mereka paham situasinya.
Menjadi opsi terakhir dalam sebuah project penting setelah ditolak oleh orang lain adalah bagian terburuk. Seakan mereka tidak bernilai dan hanya dijadikan cadangan, itulah yang dirasakan oleh MYTH sekarang.
Dengan menghela napas, Chief Han mencoba menyakinkan keempat remaja labil itu.
“Haa, aku mengerti kalian kesal. Tapi kalian sangat terkenal sekarang. Kalian memiliki banyak peluang dan ini bisa dijadikan sebagai senjata untuk menciptakan suasana bagus.”
“Selain itu…um, mungkin sedikit mengesalkan jika mengingat masa lalu. Tapi, aku yakin DECC tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh sampai membuat kalian tidak nyaman.”
Yuno berjalan mendekati Chief Han dan bertanya dengan nada yang seolah menantangnya, “Kau yakin? Jaminannya apa?”
“...”
Han Yeon hanya bisa diam tanpa merespon pertanyaan itu. Di dalam pikirannya, ia melihat bahwa Yuno yang ada di hadapannya seolah melampiaskan kekesalannya sekarang.
“Anak ini…”
“Apa dia kesal karena aku menyembunyikan semuanya saat di studio? Aku mencoba melindunginya, kan? Kenapa jadi aku yang dimusuhi?”
“Dasar remaja yang masuk masa puber!”
Sambil melirik ke sisi lain, Han Yeon memperhatikan Jaehyun. Tapi di matanya, Jaehyun terlihat serius sekali.
“Hmm?”
Tentu saja dia penasaran apa yang membuat Jaehyun terlihat serius. Matanya tidak berkedip dan sambil memegangi sarung pedangnya, remaja itu seperti melihat sesuatu yang datang.
Perhatian Yuno pun tidak lagi tertuju pada Han Yeon yang sedang diajaknya bicara, melainkan ke arah yang sama dengan yang dilihat oleh Jaehyun.
Menengok ke belakang untuk melihat apa yang terjadi, Han Yeon akhirnya tau apa atau siapa yang mendekati mereka.
“Akhirnya kalian tiba juga, MYTH!”
Seorang pria dengan topi dan jaket yang menebar senyum dan seorang pria tinggi yang terlihat lebih tua beberapa tahun dari Jaehyun dan yang lainnya. Mereka berjalan sambil menyapa MYTH dan Han Yeon.
Pria dengan topi dan jaket itu menjabat tangan Han Yeon tanpa perlu diminta. Han Yeon sendiri bahkan sampai terkejut dibuatnya.
“Syukurlah, Chief Han! Aku senang sekali kalian mau menerima tawaranku. Rasanya sangat lega sekali karena acara ini bisa berjalan sesuai rencana.”
“A–ahaha…”
Respon Han Yeon hanya tawa yang dipaksakan, tapi tidak dengan Sagan.
“Maafkan aku, tapi sesuai rencana katamu? Rencana siapa yang dimaksud?”
“Apa?”
“Itu adalah ‘rencanamu’ tapi bukan rencana kami.”
Sagan mendekati pria dengan topi yang akhirnya melepaskan tangan Han Yeon karena terkejut. Wajah Sagan tampak kesal dan terlihat marah, “Aku tidak ingat sama sekali mengenai pekerjaan dadakan yang tidak ada dalam jadwal. MYTH mungkin terlalu luang untuk dijadikan opsi terakhir, kan?”
“Mungkin kalau kau adalah sutradaranya, aku akan sangat senang mendengar penjelasan paling masuk akal yang kau miliki.”
Pria bertopi itu langsung mendekati Sagan dan tertawa dengan penuh keterpaksaan kembali. Rasanya, semua yang dilakukan oleh orang itu memang terpaksa.
“Ahaha, Go–Goblin-nim…kita bisa bicarakan hal ini. Karena itu, aku menjemput kalian.”
“Te–tentu saja seperti yang Goblin-nim katakan. Aku adalah sutradaranya, karena itu mari kita bicarakan secara bisnis terlebih dahulu.”
“Aku berharap kalian mau mendengarkan situasinya terlebih dahulu. Bagaimana?”
Han Yeon nyaris berteriak saat Sagan benar-benar mengabaikan peringatannya tadi. Ini mungkin adalah saat sulit lainnya yang harus dihadapi oleh pria itu.
Akan tetapi, lain halnya dengan Jaehyun. Perhatiannya bukan pada sutradara yang mendekati mereka, melainkan pada pria yang ikut menyambut kedatangan MYTH bersama sutradara itu.
“...”
“...”
Mereka hanya saling menatap satu sama lain tanpa bicara. Bahkan setelah sutradara dan yang lain ikut pergi, hanya tinggal mereka berdua yang diam. Shihan sempat memanggil Jaehyun, namun dia menjawab bahwa dia akan menyusul mereka sendiri.
Setelah Shihan mengalah dan pergi bersama yang lain, Jaehyun akhirnya menghela napas pelan dan bertanya pada pria di hadapannya.
“Kenapa menatapku seperti itu?”
Pria itu hanya diam tanpa menjawab apapun dan hal ini membuat Jaehyun sedikit kesal. Sekali lagi, ia bertanya pada pria itu.
“Kenapa diam? Apa pertanyaanku kurang jelas?”
Jelas sekali bahwa itu adalah pertanyaan yang dapat didengar oleh mereka. Akan tetapi, Jaehyun justru mendengar kalimat tidak terduga dari mulut pria itu.
“Siapa kau?”
Jaehyun tentu saja tidak tau siapa orang di hadapannya, tapi pertanyaan macam apa itu? Kenapa justru dia yang bertanya tentang siapa Jaehyun?
Namun, ada alasan di balik semua itu.
“Aku tau seperti apa Lee Jaehyun yang sebenarnya meskipun kami tidak pernah saling mengenal secara dekat dan akrab.”
“Meski begitu, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini dan aku tau…bahwa kau tidak seperti dia.”
“Kau…bukan Lee Jaehyun, kan?”
“Katakan, apa kau merasuki Lee Jaehyun dan menggunakan tubuhnya?”
Deg
Ini adalah sebuah kejutan yang diawali dengan omong kosong belaka. Kenapa dia bisa menyadari siapa ‘Lee Jaehyun’ yang asli?
kaka dapet ide ceritanya dari mana sihhhh
aku yakin, demon lord sebelah dan mulut terkutuk pasti muji!
/Scream//Scream//Scream/
Agaki-sama.. aku lupa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/