hanya lantunan lagu melow yang menemani setiap malamku,mengingat kisah cintaku yang menyakitkan setiap aku mengingatnya...
dan hampir setiap malam aku meneteskan air mata ketika aku kembali mengingat semuanya.
apa yang dia lakukan padaku selama ini,padahal aku pikir dia benar-benar setia.tapi kenyataan nya..tidakkk...!!!
kesetiaan ku di balas dengan penghianatan..
Tak ku sangka semua ini terjadi padaku,mungkin ini yang selalu ku pikirkan.setiap malam aku selalu mengingat kembali ketika pertama kali kita bertemu..
Awal mula kita bertemu di sebuah perusahaan tempat kita bekerja.aku adalah karyawan lama di perusahaan,sedangkan dia adalah karyawan baru yang menggantikan seorang staf yang resign karna menikah.
sekedar informasi,suasana di kantor kami itu sangat nyaman,jangan heran kalau kami mengangap seperti di rumah sendiri.bahkan saking nyamanya banyak cinta lokasi di kantor dan itu wajar.toh mayoritas karyawan disini masih berusia 20-29 tahun dan rata-rata belum menikah..
"cinta tumbuh karna terbiasa,"mungkin karna tuntutan pekerjaan juga yang membuat kami akhirnya menjadi dekat..
Karya ini di terbitkan atas izin NOVELTOON Meysa,isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya,tidak mewakili NOVELTOON sendiri..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meysaroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 22
Kenzo kembali ke rumahnya setelah mengantarkan Mely ke kantor. setelah sampai di rumah ia menghampiri mamahnya yang sesang duduk di sofa ruang tengah.
" Mana calon menantu mamah.." tanya sang mamah
" Dia lagi ngambek mah..nanti aku bujuk dia lagi supaya mau ikut lagi ke sini"ucap Ken sambil menjatuhkan tubuhnya di sisi mamahnya.
" Haiii Ken, gimana kabar kamu?" sapa seorang ibu, yang tadi menyapa ken duduk dikursi depan Ken dan mamahnya
" Kabar baik tante, oh iya Nathan dan istrinya ngga ke sini ?"tanya Kenzo
" Kayanya sebentar lagi mereka datang, yang tadi sama kamu siapa Ken ?" tanya mamihnya Nathan
" Dia calon istri saya tante, memang nya kenapa ? apa tante mengenalnya..?" Ken balik bertanya
" Tidak, tante tidak mengenalnya.." ujarnya berbohong
" Baguslah.."ucap ken sambil berdiri
" Mah Ken mau langsung ke kantor lagi, soalnya ada rapat penting yang harus Ken hadiri..bersenang senanglah"ucap ken sambil mencium kening mamahnya
" Ya sudah hati hati kamu di jalan, dan jangan lupa bawa ke sini lagi calon mantu mamah..."ucap mamahnya
" Iya Ken pasti bawa dia lagi kesini.." ucap Ken sambil melirik ke mamih nya Nathan
" Saya permisi dulu tante.."ucapnya lagi
" Iya hati hati Ken.."
Setelah Ken pergi tinggal lah mamahnya Ken dan mamihnya Nathan di ruangan itu.
" Mba apa tidak sebaiknya Ken di jodohkan saja?"ucap mamihnya Nathan
" Memangnya kenapa sarah? "
" Sebenarnya aku kenal sama perempuan itu, dia itu mantan nya Nathan. saya menolaknya waktu itu, karna dia tidak sederajat sama kita. makanya saya langsung menikahkan Nathan sama Desi.."ucapnya mengompori mamahnya Ken
" Saya tidak pernah memandang orang dari segi apapun. selama anak saya suka dan cinta, kenapa tidak. kecuali perempuan itu licik, baru saya akan menolaknya.."ucap mamahnya Ken membuat mamihnya Nathan terdiam.
" Terus bagaiman hubungan Nathan sama Desi, apa mereka bahagia ? tanya nya lagi
" Ya mereka sangat bahagia, dan mudah mudahan saja sebentar lagi saya akan mendapatkan cucu.."
" Yah mudah-mudahan saja ya.."
****
Di kantor, Mely masih memikirkan kejadian tadi, ia merasa tidak enak dengan Kenzo. ia harus meminta maaf padanya karna telah merusak pesta mamahnya.
Mely bangun dari duduknya, ia akan menemui Kenzo dan meminta maaf atas yang terjadi tadi. semoga saja bosnya itu sudah ada di ruangan nya. Mely mengetuk ngetuk pintu ruangan Ken tapi tidak ada jawaban. beberapa kali ia mengetuk nya namun sama sekali tidak ada jawaban dari dalam ruangan.
" Apa pak Ken belum kembali ya?"Mely bergumam dalam hati. Ia berniat akan kembali saja ke ruangan nya sambil menunggu Ken. tapi ia terlonjat kaget ketika ia membalikan badannya. Ken sudah ada di belakang nya.
" Ya ampunn bapak" Ucap Mely kaget
" Sedang apa kamu Mel di depan ruangan saya ?" ucap Ken sambil memasukan tangan ke saku celananya.
" Ehh a-anu pak itu" ucapnya terbata.
" Anu apa" ucap Ken sambil mencondongkan badan nya ke Mely, membuat Mely mundur ke belakang
Senyum mengembang di wajah Ken, ia senang bila melihat Mely seperti itu. membuat jantung Ken berdegup sangat cepat bila berdekatan dengan Mely. ia yakin bahwa yang ia rasakan saat ini adalah rasa cinta, ia sudah menaruh hati pada Mely.
" i-itu pak saya mau minta maaf atas kejadian tadi di rumah bapak, karna sudah merusak pesta mamahnya bapak"ucap Mely tertunduk
" Hahahaaaaa" Kenzo tertawa mendengar penjelasan Mely, seharusnya kan yang meminta maaf itu dirinya karna ia sudah mengaku-ngaku kalo Mely adalah calon istri pada mamhnya. tapi ini malah sebaliknya.
" Kenapa bapak tertawa, memangnya ada yang lucu ya" ucapnya sambil mengercutkan bibirnya.
" Seharusnya yang meminta maaf itu saya, bukan kamu Mel. maafin saya ya yang sudah memperkenalkan kamu sebagai calon istri ke mamah secara tiba-tiba.." ucap Ken
" Iya pak saya juga minta maaf atas sikap saya tadi."
" Ya sudah sekarang kita sudah saling memaafkan ya.." ucap Ken
" Kamu boleh kembali keruangan kamu.."ucap Ken lagi.
" Baik pak.."Mely berjalan ke ruangannya dengan perasaan lega. karna sudah meminta maaf pada Kenzo. Kenzo pun sebaliknya setelah ia sampai di ruangan nya, ia mendudukan dirinya di kursi kebesaran nya sambil menautkan tangan nya. ia tersenyum mengingat kembali kejadian tadi. ia berharap semoga Mely yang akan menjadi pendamping hidupnya..semoga saja menjadi kenyataan..
****
Waktu pun terus berlalu, tak terasa Mely bekerja di perusahaan Kenzo sudah satu tahun lebih. ia bersyukur bisa bertahan sampai sejauh ini. ia juga masih sering mendapatkan bunga mawar di meja kerja setiap harinya. sampai saat ini pun ia belum tau siapa yang suka menaruh bunga itu. dia tidak pernah mempermasalahkan itu.
Pagi ini Mely berangkat menggunakan motor pemberian Kenzo, sebelumnya ia di suruh menggunakan mobil oleh Kenzo, namun apa daya ia tidak bisa menggunakan mobilnya karna tidak bisa mengendarainya. dengan terpaksa ia harus menerima motor itu karna sebuah ancaman, Kenzo mengancam akan menikahi Mely dengan paksa kalau Mely tidak mau menerima motor tersebut. Mely tidak mau itu terjadi, ia ingin menikah dengan laki-laki yang ia cintai. walaupun sampai sekarang ia belum menemukan nya. makanya ia menerima motor tersebut.
Setelah sampai kantor, ia masuk ke ruangan nya seperti biasa di mejanya sudah ada bunga mawar merah yang cantik, dengan sebuah surat yang di tempel.
~Kamu selalu menjadi fokus utamaku, kamu selalu jadi orang yang ku pandang meskipun dari kejauhan.~
Mely tersenyum ketika membaca surat tersebut. ia jadi penasaran siapa yang mengirimkan bunga dan surat itu.
" Kenapa kamu Mel?Kenapa senyum-senyum sendiri " Mely kaget ketika mendengar suara kenzo
" Eh bapak..tidak apa-apa pak" Mely menyembunyikan bunga yang ada di tangan nya kebelakang tubuhnya.
" Saya sudah melihatnya Mel, tidak usah kamu sembunyikan.." ucap Kenzo sambil tersenyum.
" Ternyata kamu punya pengagum rahasia ya.." ucap nya lagi.
" Apaan sih bapak nih" ucap Mely tersipu malu..
" Ya sudah saya keruangan saya dulu ya.."ucap Kenzo sambil melangkah pergi. dan di jawab anggukan oleh Mely..
Di dalam ruangan nya Kenzo senyum-senyum sendiri. ia senang ketika melihat Mely terlihat senang menerima bunga nya. ya selama ini memang dia yang suka menaruh bunga mawar itu di meja Mely. dia akan mengutarakan perasaan nya ketika waktunya tepat. dan selama setahun ini dia sudah sabar menunggu..