Aku hanya ingin benihmu, bukan ingin dinikahi olehmu!” Sungguh, walaupun dia mencintai Sammy. Tapi dia tidak ingin dinikahi oleh lelaki itu. Karena Kirea tau, Sammy memiliki kekasih.
Dan karena tau dia tidak bisa memilik Sammy, jadi dia hanya ingin mendapatkan kenang-kenangan dari lelaki itu, yaitu seorang anak, hingga KIrea sengaja menjebak Sammy agar Sammy tidur dengannya.
"Aku seorang tentara, pantang untukku lari dari tanggung jawab, aku akan menikahimu walau tanpa cinta sekalipun, karena aku tidak ingin anakku lahir tapa status."
Pada akhirnya, pernikahan pun terjadi. Namun, pernikahan itu terasa hambar. Sebab Sammy hanya fokus pada pekerjaan, anak mereka dan masa lalu, lelaki itu mengabaikan KIrea yang sangat mencintainya.
Tanpa Sammy tau, Kirea mengidap penyakit yang sangat mematikan. Alih-alih melakukan pengobatan yang panjang, Kirea lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama anaknya.
apakah Sammy akan tau tentang penyakit Kirea? atau semuanya terlambat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lelaki Gengsian
"Siapa pun pasienku sama sekali bukan urusanmu," jawab Rega, hingga Sammy menghela nafas dia tidak boleh memperlihatkan kekesalannya, bagaimanapun dia harus tetap membujuk Rega agar Rega menyerahkan jatah cutinya.
“Rega, aku mohon, istriku sedang sakit keras. Dia membutuhkanku. Aku tidak bisa fokus jika harus bertugas dan juga mengurus istriku secara bersamaan.”
Sammy masih berusaha untuk memohon pada Rega, berharap Rega mau mengabulkan keinginannya. Biasanya dia tidak pernah berbicara selembut ini pada sepupunya, tapi demi menemani Kirea Sammy harus benar-benar memohon pada Rega.
Rega berdecih ketika mendengar ucapan Sammy, rasanya lelaki itu ingin tertawa terbahak-bahak ketika mendengar ucapan sepupunya.
“Sayangnya, Aku sama sekali tidak berniat untuk memberikan jatah cutiku padamu. Jadi jika kau ingin cuti tunggu aku selesai cuti.” Setelah mengatakan itu, Rega pun langsung menutup loker, kemudian dia pergi begitu melewati tubuh Sammy begitu saja
Rahang Sammy mengeras ketika Rega pergi begitu saja dari hadapannya tanpa mau memberikan hak cutinya, sungguh saat ini Sammy ingin sekali mengejar Rega dan memberikan bogeman mentah untuk pria itu, tapi tentu saja Sammy tidak melakukannya.
***
Sammy keluar dari batalion dengan lemas tak bertenaga lelaki itu seolah kehilangan harapan untuk menemani Kirea.
Setelah masuk kedalam mobil, Sammy tidak langsung menjalankan mobilnya, lelaki itu malah menyenderkan tubuhnya ke belakang dan berdiam diri sejenak.
ini sudah seminggu Kirea di rawat dan selama seminggu ini pula Sammy tidak di perbolehkan untuk masuk ke dalam ruang rawat KIrea, tetu saja karena Kelvin tidak ingin Samy ada sangkut pautnya lagi dengan putrinya.
Selama seminggu ini pula, setelah pulang berdinas Sammy selalu langsung pergi ke rumah sakit, lelaki itu selalu menunggu di depan ruang rawat Kirea, karena tentu saja dia tidak diijinkan untuk masuk oleh ayah mertuanya.
setelah mengetahui apa yang terjadi dengan KIrea, Sammy juga tidak mengerti dengan perasaanya sendiri ,terkadang dia seperti orang linglung, terkadang dia marah pada dirinya sendiri dan terkadang dia merasa bersalah, tapi yang jelas, detik ketika Kirea di rawat dan ketika ia mengetahui tentang penyakit istrinya, detik itu pula semua ego Sammy luntur, dan dia hanya ingin menemani pengobatan Kirea.
Lamunan Sammy buyar ketika mendengar ponselnya berbunyi, Sammy pun langsung mengambil ponsel kemudian melihat siapa yang menelponnya.
Dan ketika tau siapa yang menelponnya, Sammy menghela nafas ketika yang memanggilnya adalah atasannya, dan dia tau jika atasannya sudah memanggil, pasti akan ada misi besar lagi.
Hingga pada akhirnya, Sammy pun langsung mengangkat panggilan tersebut, dan pada akhirnya Sammy yang tadinya akan pergi ke rumah sakit membatalkan niatnya, karena atasannya menyuruhnya untuk berkumpul, dan mau tak mau Samy pun kembali turun dari mobil untuk masuk kembali kedalam batalyon.
****
Soraya memegang tangan Kelvin dengan sangat erat, sedari tadi mereka terus melihat ke arah ruangan di mana sekarang di dalam ruangan itu, Kirea sedang melakukan kemoterapi untuk pertama kalinya, dan pasti putri mereka sangat kesakitan.
Dan tak lama, mereka langsung melihat ke arah samping ketika mendengar suara derap langkah. dan ternyata yang datang adalah Sammy. Karena setelah pergi meeting bersama komandannya, Sammy memutuskan untuk pamit pada Kirea dan berjanji akan secepatnya kembali. dan kali ini Sammy berharap ayah mertuanya akan mengijinkan dia untuk masuk.
"Mom ... Dad, bolehkah aku melihat Kirea, sekali ini saja, aku hanya ingin pamit pada Kirea sebelum pergi bertugas," ucap Sammy ketika sudah berdiri di depan ayah dan ibu mertuanya.
Kelvin menegakan tubuhnya, kemudian dia berdecih sinis ketika mendengar ucapan Sammy. "Untuk apa kau repot-repot pamit pada putriku, bukankah biasanya kau tidak memperdulikan dia?" Kelvin berucap dengan sinis, hingga Sammy menundukkan kepalanya, lidahnya terasa kelu untuk menjawab. Sebab, semua yang di ucapkan ayah mertuanya memang benar.
"Pergi sana, sampai kapanpun aku tidak akan pernah membiarkan kau masuk lagi ke dalam dunia putriku!" Kelvin berbicara dengan tegas. Bahkan lelaki itu sampai bangkit dari duduknya kemudian dia menatap Sammy dengan amarah yang membara.
Rasanya Kelvin ingin sekali memaki dan menghancurkan Sammy dan juga keluarganya. Tapi, dia teringat pesan Kirea, di mana Kirea mengatakan bahwa tidak boleh ada yang menyalahkan Sammy.
"Ta-tapi, Dad ...''Sammy masih berusaha memohon, berharap ayah mertuanya menginginkan dia untuk melihat Kirea.
"Sammy pergilah, jangan membuat keributan di sini." Kali ini Soraya yang berbicara, karena dia melihat tangan suaminya mengepal dan mungkin jika dia tidak menyuruh Sammy pergi, kelvin akan menghajar menantunya hingga akan terjadi keributan.
Dan pada akhirnya, mau tak mau Sammy pun mengangguk, dengan berat hati Sammy berbalik meninggalkan kedua mertuanya dan keluar dari rumah sakit.
Kesedihan mendera Sammy, rasanya dia benar-benar ingin berteriak ketika tidak bisa melihat Kirea sebelum dia pergi berdinas.
"Sammy, kau akan pulang dari bertugas hari apa."
"Sammy, kenapa kau pergi bertugas tidak mengabariku dulu.”
''Sammy tolong balas pesanku, dan kabari aku kapan kau akan pulang, jangan buat aku khawatir."
"Sammy ...''
"Sammy ..."
"Sammy ...."
Sammy mengusap wajah kasar ketika mengingat kalimat-kalimat yang selama ini selalu di ucapkan oleh KIrea ketika dia bertugas. lelaki itu tiba-tiba merasakan sedih ketika membayangkan masa lalu, dia saja merasa sedih, lalu apa kabar dengan Kirea,
"Kirea." Sammy bergumam lirih, tanpa terasa bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Sammy ketika mengingat kIrea.
***
Kirea membuka matanya, dan ketika membuka mata tubuh Kirea terasa tidak berdaya, kemoterapi yang baru saja dia jalani menguras semua tenaganya, bahkan untuk sekedar menolehkan kepalanya saja dia tidak bisa.
Tak lama pintu ruang rawat Kirea terbuka, muncul sosok dokter yang kemarin malam mengomeli kirea, seperti biasa dokter itu datang datang dengan memakai masker.
"Proses awal memang seperti ini, jangan lemah dan jangan cengeng, kau pasti akan terbiasa, ingat jika kau sembuh kau akan cantik kembali.”
Dokter itu kembali mengomeli Kirea, sedangkan Kirea langsung memejamkan matanya karena dia merasakan pusing. Anehnya Kirea sama sekali tidak sakit hati dengan ucapan dokter itu.
***
“Apa tidak ada vitamin yang membantu pemulihan agar lebih cepat?” tanya Rega, pada taman dokternya.
“Bisakah kau tidak merecokiku. Apa kau meragukanku?” tanya Brian, yang tak lain dokter yang menangani Kirea, ya orang yang menolong Kirea dan orang yang mengomeli Kirea adalah Rega.
“Tolong formulasikan vitamin terbaik untuknya agar dia tidak tersiksa setelah kemo.” Rega kembali meminta Brian, hingga Brian berdecak kesal.
“Jangan mentang-mentang ini rumah sakit kekekmu kau bisa seenaknya mengaturku,” jawab Brian dengan kesal, karena Rega selalu merecokinya.
Walaupun Sammy dan Rega adalah sepupu, tapi hidup Rega dan Sammy sangat berbeda. Keluarga Sammy cenderung sederhana, sedangkan keluarga Rega adalah keluarga terpandang.
Ibu Sammy dan Ibu Rega adalah adik Kaka, dan yang membedakan keluarga Sammy dan Rega adalah, ayah Sammy hanya seorang pegawai biasa, Sedangkan ayah Rega dan keluarga ayahnya adalah orang terpandang. Ia itu sebabnya kehidupan Sammy dan Rega sangat berbeda.
Mendengar ucapan Brian, Rega yang sedang duduk menyenderken tubuhnya ke belakang. Raut wajahnya terlihat khawatir. Dia memang bukan dokter yang menangani Kirea, karena dia bukan dokter spesialis onkologi( dokter yang khusus menangani kanker). Tapi, karena dia adalah dokter spesialis bedah saraf, Rega sedikit bisa membantu dalam mengawasi perkembangan Kirea.
Sebenarnya Rega juga tidak praktek di rumah sakit ini, karena jika dia tidak sedang melakukan misi, dia akan praktek di rumah sakit militer. Tapi, karena Kirea di rawat di rumah sakit kakeknya, Rega bisa dengan mudah untuk ikut memantau kondisi Kirea.
Dia bisa saja menyuruh Kirea tidak untuk menyerah. Tapi, dia sendiri khawatir ketika melihat kondisi Kirea yang tampak tidak berdaya setelah kemoterapi.
“Sebegitu cintakah kau pada istri sepupumu?" Tanya Brian ketika Rega melamun.
“Tidak, aku tidak mencintainya," jawab Rega. Dia bisa saja mengatakan seperti itu. Tapi, wajahnya mengatakan sebaliknya.
Ya, ucapan Brian benar, semua perasaan Rega di mulai ketika .....
Flashback on ....
Flashbacknya bsok ya, 150 komen yang 1000 like bsok up panjang x lebar.
sekarang juha umur brp? 🤔
wkwkw mf kepo 🙏🏻🤣
kok masih Kirea Rega sih , Thor ...tak tunggu Samy Aluna nya..
namun ada kelegaan setekah melihat Kirea bahagia dg Rega yg tulus dg cintanya....
inilah hidup....kdg cinta tak seindah bayangan. namun 1 hal yg hrs diingat ..jika sdh memutuskan suatu harus konsisten...agar tdk menyesal stlh bnr² kehilangan dg sesuatu yg telah dia putuskan...
ketika memutuskan utk menikahi Kirea hrsya Samy konsekuen dg keputusannya krn ada anak yg hrs dijaga ...akhiry menyesal to ..setelah kehilangan Kirea ..?????