Dimana hari kelulusan sekolah adalah hal yang nanti nantikan oleh semua siswa-siswi, tapi tidak dengan Aisyah. la malah mendapat kabar bahwa sang Ayah tercinta kecelakaan saat akan datang ke acara kelulusannya. Bagaimana kisahnya!! yuk ikuti jejak kisah Aisyah nur Khadijah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbak mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CEMBURUNYA ALEX
"Airin! bawa Aisyah kembali." pinta Nico dari telepon.
"Hubby sudah selesai berbicara dengan Mas Nico?" tanya Aisyah yang sudah datang bersama Airin. Panggilan Aisyah kepada Alex membuat dada Nico seperti tertusuk jarum beribu, sangat sakit. Sedangkan Alex malah cemburu bagaimana panggilan Aisyah kepada Nico. Apalagi ia sudah tahu kalau Nico menyukai istrinya, membuat darah Alex seketika mendidih.
"lya sayang, sudah." jawab Alex dengan lembut dan menggenggam tangan Aisyah dengan lembut juga seolah menunjukkan kepada Nico bahwa Aisyah adalah miliknya seorang saja. Tapi hal itu bisa terbaca oleh Nico walaupun sakit tetap saja Nico memaksa kan senyumnya.
bagaimana tidak menyukai anak dari tuannya? Nico sudah bertemu sejak umur Aisyah dari kelas enam SD, bahkan ia tahu bagaimana persis wajah Aisyah dan apa yang di sukai dan tidak di sukai Aisyah. Aisyah memang memulai bercadar dari waktu kelas satu SMA.
"Nona Aisyah dan tuan Alex, silahkan makan" ujar Nico.
"Mas Nico, kenapa formal begitu? panggil saja Aisyah seperti biasanya" jawab Aisyah. Seperti nya Nico sedang memancing emosi Alex dan terbukti tangan Alex sudah mengepal.
Alex jadi cemburu, sudah seberapa dekat Nico dengan istrinya.
"Iyah Aisyah" ucap Nico tersenyum manis kepada Aisyah sambil melirik Alex yang sepertinya sudah kebakaran jenggot. Apalagi Aisyah membalas senyuman Nico.
"Sayang! makan lah ini" Alex menaruh sebuah stek di atas piring Aisyah lalu menyuap kan nya kepada Aisyah dengan sedikit menyibak cadar Aisyah. Agar mereka berhenti berbicara yang membuat telinga Alex jadi panas.
Selama makan tidak ada yang berbicara, tapi Nico sesekali mencuri-curi pandang ke arah Aisyah. Hal itu malah di ketahui oleh Alex yang mana membuat Alex benar-benar merasakan hawa yang panas di ruangan ini seperti neraka. la tidak rela dan sangat tidak rela ada yang melihat istrinya. Kalau bukan Nico orang yang sangat penting di dalam Yakuza entah apa yang akan di lakukan Alex kepada Nico.
Alex melotot ke arah Nico seakan mau membunuh Nico saat ini juga.
"Aisyah bagaimana kabarmu?" ucap Nico basa-basi setelah selesai makan walaupun ia tahu bagaimana keadaan Aisyah setiap detiknya Karena anak buahnya akan ada selalu di sekitar Aisyah. Pekerjaan mereka sangat rapih sampai-sampai tidak musuh yang mengetahui sedikitpun.
"Aisyah baik Mas. Bagaimana dengan Mas Nico?" tanya Aisyah balik.
"Aku baik, tapi tidak dengan hatiku" terang Nico. Jangan tanya bagaimana dengan Alex saat ini? wajahnya sudah memerah menahan sebuah amarahnya yang siap meledak.
"Ternyata sekarang kamu sudah besar yah?" lanjut Nico. Haduh... si Nico ini memang yah?
"Oh iya Mas, bahkan sekarang Aisyah sudah menikah dengan hubby Alex" ucap Aisyah dengan tersenyum manis. Alex yang mendengar Aisyah memperkenalkan nya langsung merasa bangga di hati Alex Karena Aisyah memperkenalkan nya tepat sebagai seorang suami di depan Nico apalagi Nico sedang tersenyum paksa, ada rasa puas yang menjalar di hatinya.
" Oh, iya. Selamat yah Aisyah, aku turut senang mendengar" ucap Nico, tapi tidak dengan hatinya. Dirinya yang sudah memendam rasa suka tiga tahun kepada Aisyah.
"Mas Nico juga segeralah menikah" ujar Aisyah.
"Aku tidak tahu orang yang ku suka sudah menikah dengan orang lain." Nico menatap Aisyah dengan lekat tanpa tahu Aisyah yang di bicarakan adalah dirinya sendiri.
Dan Aisyah hanya mangut-mangut tidak tahu harus menjawab dengan apa.
"Yang sabar yah Mas"
"Hmmm... maaf, tuan Nico. Kami segera pulang, ini sudah larut malam. lstri ku butuh istirahat" ucap Alex dengan datar dirinya sudah benar-benar tidak tahan lagi.
"Silahkan! senang berjumpa dengan kalian." Jawab Alex dengan hormat.
"Sampai jumpa Mas Nico" Alex segera menarik pinggang Aisyah dan membawanya keluar sebelum emosinya meledak-ledak.