Veynana Anggraeni Wardana, siswi kelas XI SMA sejahtera. gadis manis manja, biang onar, dan hoby bolos sekaligus telat🤣🤣🤣
Justin Ervando Bramasta, siswa kelas XII SMA sejahtera. cowok tampan, tinggi, dan memiliki gen bule. Yang memiliki jiwa otoriter sebagai panglima perang namun memiliki otak yang cerdas yang tak pernah tergeser dari singgasana peringkat satu.
mereka di satukan dalam pernikahan sah secara agama. Namun di kenal oleh teman2nya sebagai kakak adik bersaudara jauh.🤣ribet banget yak!!
mari kita lihat bagaimana perjalanan cinta setengah sahh ini. cuzzz😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweetyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 Kesempatan kedua
Adi menunggu Nana di ruang tamu yang amat sangat megah itu, jujur saja ia canggung dengan banyak mata disana. Mata-mata penjaga itu seakan menghaakiminya.
Tak berselang lama, Nana turun sudah dengan baju yang berbeda. Celana jins panjang, kaus lengan pendek, dan topi doreng yang menampakkan tampilan Nana lebih sporti. Memang simple, tapi tentu saja semua yang melekat pada Nana adalah barang bermerk.
“Apa kita siap berangkat?” Tanya Adi setelah Nana sampai di hadapannya.
“Ya, aku sudah siap. Kenapa jus mu masih utuh kak? Kau tidak menghargai mbok yang capek-capek membuatnya.” Nana mengomel lagi.
“Baiklah aku akan meminumnya dulu, ini untuk mbok. Oke.” Jawab Adi.
Setelah itu mereka berangkat, mereka menyusuri jalanan padat kota untuk menemukan tempat yang tepat untuk bersenang-senang.
**
Disinilah mereka sekarang, berteriak-teriak sesuka hati bersenang-senang bersama. Mereka memilih taman hiburan. Nana menaiki semua wahana tanpa terkecuali, dari rolercoster sampai komedi putar. Seakan ia tak lelah sedikitpun.
Hari sudah sore, ia memutuskan untuk mengakhiri perburuannya tentang permainan disana. Ia bergegas menelfon kawannya.
“Hallo bos.” Suara Randi di seberang telfon.
“Hallo, sampai mana kalian?” Tanya Nana.
“Kita udah di parkiran bos. Lo dimana?” belum sempat mendengar jawaban Nana, Ervan merebut ponsel Randi.
“Hallo Na, lo baik-baik aja kan?” suara Ervan masih tampak khawatir, karena hanya dia yang belum mendengar suara Nana.
“Kakak, turunin Nana. Malu tau,, tu lihat semua orang liatin kita. Nana jalan sendiri aja. Nana nggak capek kok.” Nana tak sadar ponselnya masih menyala, pun dia tak tau siapa yang mendengarnya. Memang dari tadi Adi yang kekeh mau menggendong Nana, karena tuan putrinya itu tampak kelelahan setelah bermain seharian.
“Tuan putri kecilku, apa kau lupa? Aku sudah berjanji, selama ada aku kau tak perlu kesulitan, kau tak perlu kelelahan apalagi terluka. Aku yang akan melakukannya untukmu.” Ervan masih mendengarkan tanpa berkomentar, namun sebenarnya dia amat marah, bagaimana bisa Nana bersama pria dewasa dan apa itu? Apakah dia di gendong?
“Iya Nana tau, tapi Nana juga malu kak.” Nana membujuk untuk turun. “Sudahlah kau hanya perlu diam disana.” Tentu saja Adi tak akan membiarkannya lolos dan menang. “Kalau kau malu, sembunyilah di punggungku.”
Nana menurut, ia membenamkan wajahnya dipunggu Adi, tapi PLOK. Es krim Nana jatuh.
“Yahhhhh kakak, kakak lihat es krim Nana jadi jatuh kan.” Nana menggerutu.
“HAHAHHAHHA Adi malah tertawa, hai tuan putri nanti kau bisa beli lagi. Bahkan pabriknya saja bisa kau beli. Tak usah bersedih seperti itu.” Adi mencoba menenangkan Nana.
“Hufffttt,,, baiklah pangeran bawel. Cepatlah berjalan tuan putri ini sudah ingin memakan es krim lagi.” Jawab Nana.
Nana menyadari telfonnya masih menyala. “Ran lo masih disana kan? Kalian langsung masuk aja. Ke cafe depan ya gue tunggu.” Tut Nana mematikan telfonnya.
Ditempat lain, Ervan mengepalkan tangannya. Matanya mulai memerah, amarahnya mulai membara lagi. Semua orang yang menyaksikannya terheran-heran. Ada apa sebenarnya.
**
Bersusahpayah Ervan meredam amarahnya, tapi apa sekarang. Dia melihat seorang pria dewasa menggandeng tangan gadisnya. Matanya menyala seperti Singa yang melihat buruannya.
Ervan hampir saja melangkah, tapi tangannya di cegah oleh oji. Dia tau apa alasannya. Karena saat ini sangat tidak tepat jika ia marah pada gadisnya. Bisa-bisa ia benar-benar kehilangannya.
“Hai teman-teman, daann kakak-kakak. Wahh sejak kapan kalian seakur ini?” sapa Nana. Nana tau mata mereka mengarah pada pria asing yang sedang menggandeng tangannya.
“Nana, lo kabur semalem dan udah bawa om ganteng aja pulang-pulang.” Celetuk Erna.
“Oh iya, kenalin dia kak Adi, teman masa kecil gue waktu masih tinggal di kampung sama nenek gue.” Nana memperkenalkan Adi.
“Oh begitu, apakah taka pa kau bergaul dengan anak-anak SMA seperti kami Om ganteng?” Sinta mulai centil.
“HAHAHAHHA Wah ternyata teman-temanmu lucu dan asik tuan putri. Makanya kau awet muda hingga tak tumbuh-tumbuh seperti ini.” Adi mengacak rambut Nana, manis sekali. Membuat semua mata terpana melihat sorot mata dan perhatian Adi. Hanya satu pasang mata yang mengibarkan bendera peperangan.
“Tuan putri? Kau terlalu berlebihan kak. Kalau kau lihat dia saat marah dia lebih mirip seperti bodyguard di rumahnya.” Timpal Randi.
“Ya, benar itu benar.” Teman-teman yang lain membenarkan, yang dibalas Nana dengan mengerucutkan bibirnya.
Sandi dan Oji hanya bisa ikut tersenyum mendengarkan gelak tawa dari Nana CS. Sedangkan Ervan. Apa yang bisa dia lakukan. Dia hanya melihat tanpa berniat bergabung dengan candaan mereka. Namun ada rasa lega di hatinya, melihat Nana dalam keadaan baik-baik saja dan bisa tertawa meskipun tidak karenanya. Kemarin kesalahan yang dibuatnya cukup membuat Nana menderita. Kini dia berjanji akan memperbaiki segalanya.
“Hai semua, sorry gue telat.” Suara itu membuat teman-teman Nana pasang badan. Suara siapa lagi kalau bukan Lily. Sebenarnya tak ada yang mengajaknya, tapi dia mendengar percakapan ketiga sahabatnya bahwa sore ini mereka akan menemui Nana. Saat ia mengatakan ingin ikut Ervan hanya diam saja. Akhirnya dia berinisiatif ikut dengan membawa mobilnya sendiri.
Oji sempat mengelabui dan meninggalkan Lily, namun ternyata keberadaan mereka masih bisa terbaca oleh Lily.
“Siapa yang ngijinin lo kesini?” Erna berkacak pinggang.
“Suka-suka gue lah, ini tempat umum juga. Dan gue kesini sama Ervan lah siapa lagi.” Jawab Lily dengan bangganya.
“Dasar perusak suasana.” Timpal sinta.
“Biarkan aja, parasit emang gitu. Mau gimana lagi. Ayo kita masuk, dia bener ini tempat umum.” Mereka mengikuti langkah Nana memasuki café.
Mereka memilih meja ujung yang panjang agar mereka bisa semeja. Teman-teman Nana kembali dibuat takjub oleh perhatian Adi. Ia menarik kursi untuk Nana dan memastikan gadis itu duduk dengan nyaman. Itu semakin membuat Ervan di bakar rasa cemburu.
Lily datang, dan kasian sekali tak ada lagi kursi kosong pada meja yang di pesan Nana. “Pelayan.” Lily memanggil. “Bisa kursi satu lagi untukku disini?” kata Lily pada pelayan yang menghampirinya.
“Maaf mbak siapa ya? Meja ini nsudah saya pesan kan mas, jadi tolong berikan mbak ini meja lain.” Ucap Nana, yang membuat teman-temannya tersenyum menang.
“Tuan putri, apakah dia bukan temanmu? Tadi kelihatannya dia datang bersama teman-temanmu.” Bisik Adi pada Nana, dia memang sudah merasakan hal yang aneh antara Nana dan gadis itu.
“Bukan, dan kakak jangan baik sama dia. Kakak harus tampakkan wajah galak padanya. Dia wanita ular.” Jawab Nana yang dibalas senyuman oleh Adi. “Kau memang tetap galak seperti dulu.”
Ervan sudah tak tahan lagi melihat kedekatan Nana dan pria dewasa itu, ia beranjak berdiri. “Kenapa? Apakah kau akan menemani dia? Tak apa, pergilah jika kau ingin menemaninya.” Seketika perkataan Nana kembali membuat keadaan menjadi tegang.
Ervan hanya diam, dan akhirnya dia melanjutkan langkahnya tanpa mengucapkan satu katapun. Itu membuat hati Nana seakan tercubit.
Lily tersenyum lebar mengetahui itu. Ia mengira Ervan akan lebih memilihnya. Menemaninya di meja yang lain.
Namun lily harus kembali merasakan kecewa, Ervan melewatinya. Ervan dengan langkah pasti naik panggung dan mengambil gitar yang disediakan disana.
“Tes tes, maaf mengganggu.” Suara Ervan mengejutkan Nana beserta yang ada di meja itu. “Saya ingin mempersembahkan lagu untuk gadisku.”
“Gadis? Apakah dia akan bernyanyi untuk wanita ular itu?” batin Nana. Teman-temannya juga banyak berkomentar namun jelas taka da yang berfaedah.
“Aku ingin meminta maaf padanya, karena sudah dan sering mengecewakannya. Aku sangat menyesali apa yang terjadi kemarin. Aku JUSTIN ERVANDO BRAMASTA meminta maaf kepada istriku VEYNANA ANGGRAENI WARDANA.”
Semuanya terkejut dengan nama yang di sebutkan Ervan, terutama adalah Adi yang baru masuk pada hubungan mereka.
Sedangkan Bayu dia sudah lebih mampu merelakan, karena ia tak mau merusak persahabatan dengan berdiri diantara Nana dan Ervan.
Maaf, kutelah menyakitimu
Kutelah kecewakanmu
Bahkan kusia-siakan hidupku
Dan ku bawa kau seperti diriku
Walau hati ini trus menangis
Menahan kesakitan ini
Tapi kulakukan semua demi cinta
Akhirnya juga harus kurelakan
Kehilangan cinta sejatiku
Segalanya tlah ku berikan
Juga semua kekuranganku
Jika memang ini yang terbaik
Untuk diriku dan dirinya
Kan ku terima semua demi cinta
Tak terasa lagu yang di nyanyikan Ervan dengan penuh penghayatan mampu membuat air mata Nana kembali menetes, namun tak seperti kemarin. Kini air mata bahagia.
“Ve, memang banyak kesalahan di awal hubungan kita. Maukah dirimu memberikan satu kesempatan lagi agar aku bisa memperbaikinya? Aku berjanji akan melakukan yang terbaik. Dan tetaplah bersamaku karena kaupun tau bagaimana hidupku saat dirimu pergi.” Hampir saja air mata Ervan jatuh, tapi di tahannya sekuat tenaga karena lelaki ntak pantas menangis.
Berbeda dengan Nana, tanpa ia sadari ia berdiri dan berlari memeluk Ervan di panggung. Suara riuh tepuk tangan terdengar menggelegar di dalam ruangan besar itu. Namun tak semua bertepuk tangan bahagia.
Lily jengah melihat kebahagiaan Nana. Dia berjanji dalam hatinya bahwa ia akan merusak kebahagiaan mereka.
Sedangkan Adi. Dia hanya terkejut, bagaimana tuan putrinya menikah dalam usia yang masih duduk di bangku sekolah. Namun ia ikut bahagia melihat air mata bahagia Nana. Karena memang dari awal dia menyayangi Nana seperti adiknya sendiri bukan hubungan antara pria dan wanita.
si pak pol temen masa kecil nya Nana lagi . psti dah knal akrab
suka kisahnya veinana.. 😩
tapi lumayan konyol lah... lanjut ah..