"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.
Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Tak henti Altas mengerahkan para penjaga untuk mencari keberadaan Sera dengan sedikit putus asa sekaligus khawatir ia memikirkan bagaimana keadaan istri dan calon anaknya, terduduk ia bingung.
"Kemana lagi aku harus mencarimu, maafkan aku tidak bisa menjagamu" ucapnya.
Corleo yang melihat keadaan sang kakak pun segera membantunya untuk kembali bangkit dan tetap semangat, ia meminta agar kakaknya tidak putus asa sembari memberikan ucapan yang positif dan percaya bahwa kakak iparnya akan baik-baik saja.
"Kakak ipar itu orang yang kuat kak, semua akan baik-baik saja, percayalah."
"Aku tidak tahu Corleo, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika sesuatu terjadi pada Sera. Bahkan sudah lama kita mencarinya dan mengerahkan para penjaga, namun tak ada tanda-tanda keberadaan kakak iparmu. Kemana lagi aku harus mencarinya" meneteskan air mata.
Dari situ, tiba-tiba Altas melihat suatu benda terjatuh ke tanah, ia pun segera bangkit dan mengambil benda itu yang tidak lain adalah sebuah gelang. Kerut alisnya menatap gelang yang tidak asing di matanya, ia pun teringat pernah melihat gelang itu melingkar di tangan Sera. Altas pun segera bangkit mengatakan pada Corleo bahwa gelang itu milik istrinya dan mengira jika Sera tidak jauh dari tempat itu.
"Sera pasti melewati tempat ini" ucap Altas.
Disisi lain, Sera pun mencari kesempatan sambil berusaha keras membuka ikatan ditangan. Akhirnya tali itupun terlepas dan bergegas ia membuka tali yang melingkar di tubuh dan kakinya. Segera ia pergi meninggalkan tempat itu sambil memastikan keadaan baik-baik saja. Saat ia keluar, Sera melihat para penjaga itu berbicara pada bos mereka, karena penasaran Sera mencoba sejenak mengintip dari balik lubang kecil.
Ia pun dibuat terkejut melihat bos yang tak lain adalah Ivana dan seorang lelaki yang pernah berusaha menodainya saat itu (Elbert).
"Ivana dan laki-laki itu!" lirihnya melongo terkejut.
Sera pun segera pergi meninggalkan tempat itu berlari mengikuti arah jalan kecil seperti jalan yang sudah di lewati kendaraan, yang mana ternyata ia disekap di sebuah hutan yang cukup jauh. Setelah salah seorang penjaga sadar tawanan mereka berhasil kabur pun segera melapor pada bos mereka, hal itupun membuat Ivana begitu marah dan meminta para anak buahnya mencari Sera sampai hingga dapat.
"Cari dia sekarang!. Dia pasti belum jauh dari tempat ini, jika perlu hab*si saja dia, harusnya sejak awal kita habisi saja!" tekan Ivana.
Tanpa berlama-lama mereka pun mencari Sera dengan p*stol sebagai senjata mereka.
"Aku tidak akan membiarkanmu lepas, Sera" kata Ivana ikut mencari dibarengi Elbert.
Sera yang tak tahu kemana arahnya terus berlari kecil sambil memegang perutnya yang terasa keram dengan keringat menetes kelelahan.
"Kita pasti selamat, sayang. Kita pulang dan temui ayahmu" ucapnya pada si calon anak.
Cukup jauh Sera berjalan namun belum juga menemukan jalan keluar, ia pun terduduk sejenak kelelahan mengambil nafas.
Tak berselang lama, ia pun mendengar suara seperti suara kendaraan dan orang yang berjalan, tolehnya kebelakang dan memastikan jika itu adalah Ivana dan anak buah mereka. Sera pun kembali bergegas berlari menjauh.
Sudah begitu dekat, Sera pun merasa tak sanggup lagi jika harus berlari dan mengandalkan kakinya saja, sementara Ivana dan anak buahnya mengejarnya menggunakan kendaraan.
"Jika aku masuk ke dalam hutan, aku tidak tahu kemana arah jalnnya. Jika aku mengikuti jalan ini, berapa lagi aku bisa keluar dari tempat ini."
Dari jarak yang begitu jauh, Ivana seperti melihat seseorang berlari lalu meminta p*stol yang di bawa Elbert sambil menadahkan tangannya.
"Mana senjatamu?"
"Untuk apa?" kata Elbert.
"Jangan banyak tanya, bawa sini senjatamu dan hentikan mobil ini!"
Elbert pun menuruti ucapan Ivana dan dari arah yang cukup jauh Ivana langsung melepaskan tembakan ke arah yang ia inginkan.
Duarrr...
"Apa yang kau lakukan!" segera Elbert mengambil p*stol.
"Apa lagi, jelas aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan!"
Tembakan Ivana itu tepat mengenai Sera namun melesat mengenai lengan tangannya. Tembakan itu membuat Sera terkejut dan jatuh tersungkur ke tanah, sambil memegang lengan yang kesakitan.
"Ahh sialann!" darah mengucur.
Sera pun langsung menyobek kain bajunya untuk menutup luka di lengan dan segera bangkit tanpa mengulur waktu lebih lama.
Tajam Ivana menatap Elbert dan memintanya menurunkan pandangan dan segera mengejar mangsa mereka sambil menyuruh anak buahnya yang ada di belakang.
"Sasaran sudah di depan mata, jangan biarkan dia lolos!"
Elbert pun mengatakan pada Ivana jika ia tidak perlu mengeluarkan tembakan itu, karena mungkin saja Altas dan anak buahnya juga berada di tempat yang sama, jika mereka mendengar suara tembakan tentunya ia akan mencari dari mana asal suara itu.
"Tidak mungkin Altas bisa sampai ke tempat ini" kata Ivana.
"Tidak ada yang tidak mungkin jika dia sudah bertindak.
Beberpa penjaga pun memberi tahu Ivana jika ada bekas darah di tempat itu dan sepertinya tembakan Ivana memanglah tepat sasaran, namun Sera sudah meninggalkan tempat itu.
"Apa lagi yang kalian tunggu, cepat cari dia!"
Sera pun terus berlari dengan beberapa jejak darah yang ditinggalkan.
Sementara Altas bersama para penjaga dan Corleo yang mendengar suara tembakan dari arah yang cukup jauh itupun segera menghampiri asal suara itu.
"Sera?" filing Altas.
Corleo sedikit menenangkan Altas mengatakan mungkin saja jika asal suara itu dari seorang pemburu yang sedang berburu. Namun, filing Altas begitu kuat dan memastikan jika suara itu bukanlah suara yang dihasilkan dari berburu hewan.
...