Keyla Salsabila, rela mengorbankan dirinya dalam sebuah pernikahan kontrak. Demi mendapatkan biaya untuk pengobatan sang Ibunda yang tengah sakit keras.
Hubungan pernikahannya dengan Edgar, pria yang menawarkan pertolongan dengan sebuah perjanjian kontrak awalnya jelas terasa hambar. Hingga berjalannya waktu, benih-benih cinta itu mulai tumbuh. Namun, ego mereka lebih besar menutupi cinta yang sudah lama bersemi.
Lantas, akankah mereka memilih tetap bersama atau malah memutuskan untuk berpisah sesuai surat perjanjian pernikahan?
Mari sama-sama kita simak perjalanan cinta mereka dalam cerita author amatir berikut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iing Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ikut ke Kantor
"Tidak bisakah kita mulai dengan berteman? " tanya lesu, menatap pada Keyla yang memunggungi nya.
"Aku tidak tau! " sahut Keyla singkat tanpa merubah posisi nya.
"Key, ayo lah. Kasih saya kesempatan. " Pinta nya sedikit memaksa.
Keyla mendengus, memilih memejamkan mata nya.
"Kalau kamu ngak jawab, saya akan cium kamu! " seru nya mengancam.
Dan benar saja Keyla langsung bangkit dari tidur nya bergeser menjauh dari Edgar.
"Oke, aku mau! " potong Keyla cepat.
Edgar tersenyum misterius, menatap wajah cantik Keyla dari samping.
"Hum, kalau gitu mulai malam ini kamu tidur di ranjang sama saya! " pinta nya lagi.
Benar-benar si Edgar di kasih hati minta jantung nih orang.
"Ngak, aku di sini aja. " Tolak nya. Yang benar saja harus tidur seranjang. Keyla menggeleng kuat.
"Kalau kamu tidak mau, saya cium! " ancam Edgar sekali lagi. Keyla mendelik menatap tajam pada Edgar yang tersenyum penuh kemenangan.
Keyla segera membawa selimut dan juga bantal nya naik ke atas ranjang king size suaminya.
Sebelum membaringkan tubuh nya Keyla lebih dulu menyusun semua bantal sebagai tembok pembatas untuk nya dan Edgar.
"Awas ya kalau Tuan melewati batas ini! " katanya memperingatkan, menatap sengit pada Edgar.
"Iya, kalau ingat. " Sahutnya, kemudian ikut membaringkan tubuh nya di samping Keyla.
"Jangan panggil Tuan lagi mulai sekarang, Boo atau yang lain kek, di biasakan biar ngak canggung pas kita lagi sama keluarga. " Ungkap Edgar tersenyum penuh arti.
"Kalau ingat! " balas nya, memberikan jawaban yang serupa dengan jawaban Edgar sebelum nya.
****
Tidur lelap Edgar mulai terusik saat sinar mentari masuk di celah-celah yang ada di kamarnya.
Edgar membuka mata nya perlahan dan pemandangan pertamanya kali ini berbeda dari pagi biasanya, sosok gadis cantik yang sudah berstatus sebagai istrinya terlelap dengan damai dalam pelukan nya.Entah siap yang memulai, kini Keyla dan Edgar tidur saling berpelukan memberi kehangatan satu sama lain.
Sudut bibir Edgar terangkat membingkai sebuah senyuman bahagia, entah mendapatkan dorongan dari mana perlahan Edgar menundukkan wajah nya mencium kening Keyla.
Keyla melenguh pelan merasa tidur nya terganggu,merasakan hembusan nafas seseorang menerpa wajah nya, mata Keyla membulat saat melihat wajah Edgar yang sangat dekat dengan nya.
"Astaga! apa yang terjadi? dimana bantal pembatas nya?" tanya Keyla dalam hati. Menarik diri menjauhkan wajah nya, memindahkan tangan Edgar yang melingkar di perut nya dengan sangat hati-hati.
"Huft.. Jangan sampai Edgar tau tentang hal ini. " Ucap nya lagi menarik nafas lega, segera beranjak duduk kemudian berlalu masuk kamar mandi.
Edgar tersenyum kecil melihat punggung Keyla yang menghilang di balik pintu.
"Dia kira aku masih tidur, gimana kalau dia tau aku mencium nya. Entah kenapa aku begitu merasa nyaman saat bersama gadis pembangkang itu. " Gumam nya.
Edgar terkekeh kecil membayangkan mereka yang acap kali adu mulut.
Seperti biasa setelah menyiapkan air hangat untuk suami nya di lanjutkan dengan menyiapkan pakaian kerja, hal yang selalu menjadi rutinitas Keyla semenjak menjadi istri Edgar.
"Tuan, bangun! " panggil nya, menatap wajah tampan Edgar yang masih pura-pura tidur.
"Kalau tidur kek gini tampan juga, beda kalau bangun bawaan nya mau marah terus. " Gumam Keyla yang masih bisa di dengar oleh Edgar.
"Tuan, ayo bangun!" panggil nya lagi, kali ini menggoyangkan bahu Edgar.
"Jam berapa? " tanya nya serak khas suara bangun tidur, menoleh memandang wajah cantik alami istrinya.
"Setengah tujuh, buruan bangun nanti air nya dingin lagi. " Imbuh nya lagi sedikit memaksa. Tanpa membantah Edgar bangkit dan masuk kamar mandi.
"Hari ini kami ikut ke kantor, ya! " pinta Edgar, Keyla yang tadi nya fokus memasang dasi Edgar mendongakkan kepala nya menatap wajah suami nya dengan bingung.
"Jam 10 nanti akan di adakan rapat petinggi perusahaan, istriku harus ikut! " terang nya menjelaskan.
"Tapi aku harus kerja, dan ini juga belum siap-siap. " Jawab nya jujur, memandang penampilan nya yang hanya memakai dress rumahan.
"Key, aku boleh minta sesuatu? " tanya Edgar lembut.
Keyla sedikit heran melihat perubahan sikap Edgar kejadian tadi malam, tidak seperti biasa nya kalau bicara selalu saja nada tinggi.
"Apa? " tanya Keyla menatap wajah serius Edgar.
"Kalau aku minta kamu berhenti bekerja dan fokus sama kuliah kamu, mau? "
"Tapi kan aku harus ngumpulin uang buat ganti uang ka__, " ucapan Keyla terhenti saat Edgar menempelkan jari telunjuk nya di bibir Keyla.
"Uang itu sepenuhnya milik mu, tidak perlu di ganti! " sela nya cepat.
"Sebentar lagi kamu juga coast kan kalau udah wisuda, nanti jadwal kamu keteteran. " Bujuk nya lagi. Keyla merasa ada benar nya juga apa yang di katakan Edgar.
"Baiklah, nanti akan ku pikirkan lagi. " Jawab nya tersenyum tipis, kemudian mengambil tas kerja suami nya, berjalan beriringan menuju ruang makan.
"Selamat pagi! " sapa Keyla tersenyum lembut.
"Pagi, " sahut mereka kompak kecuali adik Edgar yang menatap mereka dalam diam.
"Key, nanti kamu datang ke kantor ya! " seru papa sebelum beranjak dari kursi nya.
"Iya, Pa. Mas Edgar tadi juga udah kasih tau! " jawab nya sopan.
"Malik, hari ini kamu antar Keyla saja saya berangkat sama Papa. " Pinta nya tegas, kemudian masuk kedalam mobil papa nya.
"Malik, antar aku ke salon dulu ya! ngak mungkin kan aku ke kantor dengan penampilan seperti ini. "
Keyla ingin memberikan kesan yang baik saat pertama kali masuk perusahaan Addison layak nya seorang nyonya muda. Bukannya apa, Keyla hanya tidak ingin mempermalukan keluarga Addison.
Setelah dari salon mobil langsung meluncur menuju perusahaan pencakar langit milik keluarga suaminya.
"Silahkan, Nona! " seru Malik membuka kan pintu mobil untuk majikan nya.
"Terima kasih, Malik. " Jawab Keyla sopan seraya tersenyum lembut semakin menambah kadar kecantikan nya.
Malik berjalan lebih dulu di ikuti oleh Keyla dari belakang.
Bisik-bisik karyawan mulai terdengar saat Malik membawa seorang gadis cantik bersama nya.
"Itu kekasih nya asisten Malik,ya?"
"Bisa jadi tapi kenapa kesan nya seperti tidak akrab, atau mungkin perempuan itu klien." timpal yang satu nya.
"Kalau ngak kekasih Tuan Edgar. " Cetus yang lain nya.
Mereka langsung diam saat melihat Olivia berjalan melewati mereka dengan gaya angkuh.
Olivia yang baru saja datang ingin menemui Edgar, ikut penasaran saat mendengar gosip yang ia dengar.
Olivia segera masuk lift langsung menuju lantai atas di mana ruangan Edgar berada.
****
Support terus karya Author ya, jangan lupa tinggalkan jejak dengan kasih like komen dan juga vote nya. 💕