Liu Kang, seorang pemuda yang di dalam tubuhnya terdapat roh iblis yang ditanam oleh Ayahnya harus menghadapi dan mempertahankan nyawanya dari aliansi Sekte aliran putih dan netral yang ingin mengambil nyawanya.
Di tengah itu semua, ternyata ada kelompok lain yang membahayakan nyawanya, lebih tepatnya Benua tempat ia tinggali.
Apakah yang harus dilakukan Liu Kang? Apakah dia akan berhasil menghadapinya, atau dia akan terbunuh? Akankah dia berhasil membereskan semua yang membahayakan nyawanya? Silahkan ikuti kisahnya...
****
Novel ini adalah novel asli karya Author.
Bila ada nama, tempat dan kesamaan tokoh dengan Novel lain itu hanyalah kebetulan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Den, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kota Awan Putih
Di Sekte Tujuh Pedang, tepatnya di ruangan Patriak Xiao An, terlihat Tetua Yun sedang melaporkan sesuatu kepada Patriak Xiao An.
"Apa kau bilang?" Dari raut wajah dan sikap yang ditunjukkan oleh Patriak Xiao An, sepertinya ada masalah yang cukup besar yang menghampiri mereka.
Memang sebenarnya demikian, sebelumnya Tetua Yun mengabarkan kepada Patriak Xiao An bahwa murid paling berbakat di Sekte Tujuh Pedang, Ye Xiu menghilang tanpa satupun orang yang mengetahuinya.
Sebelum melaporkannya kepada Patriak Xiao An, sebenarnya Tetua Yun sudah terlebih dahulu mendatangi ruangan yang bertugas menyediakan misi dan untuk para anggota Sekte.
Tetapi nihil, dia tidak mendapatkan informasi bahwa Ye Xiu mengambil sebuah misi.
Tetua Yun juga menanyakan kepada anggota Sekte yang sering bersama Ye Xiu. Tetapi jawaban mereka senada, "Tidak tahu!"
Sebab itulah Tetua Yun memilih untuk mengabarkannya kepada Patriak Xiao An.
"Kemana dia pergi? Apa yang ingin dilakukan anak itu?" Patriak Xiao An memijat keningnya, kepalanya menjadi sedikit pusing. Bagaimanapun Ye Xiu adalah murid paling berbakat di Sekte mereka, tentu keselamatannya menjadi prioritas utama.
"Apa yang harus kita lakukan Kak?" Tanya Tetua Yun.
"Kerahkan beberapa anggota Sekte yang berada pada praktik Pembentukan Jiwa untuk mencarinya!"
Setelah mendengar titah dari Patriak Xiao An, Tetua Yun langsung meninggalkan tempat itu.
"Xiu'er, kau tidak berniat membahayakan Sekte Tujuh Pedang bukan!" Gumam pelan Patriak Xiao An setelah tidak terlihat lagi Tetua Yun. Dia menghela nafas panjang dan tampak berpikir keras.
*****
Setelah berhasil memenangkan pertarungan melawan anggota Kelompok Gagak Merah, Liu Kang dan Yin bersaudara serta para pedagang melanjutkan perjalanan mereka.
Kali ini perjalanan mereka bisa dibilang mulus, karena tidak ada sesuatu yang terlalu membahayakan menghadang mereka.
Hanya saja perjalanan mereka menjadi lebih lambat karena para pedagang sering sekali memilih untuk beristirahat.
Alhasil perjalanan mereka membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.
Beruntungnya hari ini mereka sudah mulai mendekati Kota yang menjadi tujuan para pedagang.
Benar saja, setelah beberapa jam akhirnya mereka melihat tembok yang berdiri kokoh dan tinggi.
"Itu adalah Kota Awan Putih tujuan kita!" Seru para pedagang setelah berhasil melihat pintu gerbang Kota itu.
Mendengar hal itu, Liu Kang dan Yin bersaudara tersenyum lebar. Sebentar lagi misi mereka akan berhasil.
Tidak ingin membuang waktu, mereka langsung melesat menuju Kota itu.
Setelah tinggal beberapa puluh meter saja dari gerbang Kota, perjalanan mereka dihentikan oleh para penjaga gerbang itu.
Yin bersaudara dan para pedagang sendiri sudah mengetahui alasannya, mereka meminta pajak untuk memasuki Kota tersebut.
Sebelum penjaga itu mengatakan niat mereka, pria yang memimpin para pedagang itu sudah mengeluarkan beberapa koin perak dan memberikannya kepada penjaga.
"Kalian sangat pengertian. Silahkan masuk!" Dua orang penjaga itu langsung tersenyum lebar setelah mendapat koin perak dari pedagang.
Mungkin para pedagang tidak mengetahuinya, bahkan Yin bersaudara pun sama, tetapi Liu Kang merasakan di balik senyuman para penjaga gerbang itu ada sesuatu yang mereka sembunyikan.
Ingin mengikuti instingnya, Liu Kang menghentikan langkah para penjaga itu.
"Kulihat kalian menyembunyikan sesuatu dari kami!" Liu Kang langsung mengatakan tujuan dia menghentikan penjaga itu. Tidak berniat untuk berbasa-basi.
Mendengar perkataan Liu Kang, kedua penjaga itu menjadi mematung tak bergerak. Tubuh mereka menjadi bergetar. Keduanya membalikkan badannya tetapi hanya membuka dan menutup mulutnya tanpa ada kata yang keluar sedikitpun.
Melihat hal itu, Yin Shou langsung menatap tajam kearah kedua penjaga itu yang membuat keduanya ketakutan. Hal itu diakibatkan Yin Shou mengeluarkan nafsu membunuhnya.
"Cepat katakan apa yang terjadi!" Yin Dan mendekati kedua penjaga itu.
Karena intimidasi dari Liu Kang dan Yin bersaudara, akhirnya kedua penjaga itu membuka mulutnya lalu menjelaskan apa yang mereka sembunyikan.
Salah satu penjaga itu menceritakan bahwa seminggu terakhir ini Kota Awan Putih sedang tidak aman.
Setiap malam akan ada suara lolongan serigala, dan setelah lolongan itu berhenti, satu atau dua warga akan menghilang dan siangnya akan ditemukan tewas dengan luka dibagian leher mereka.
Para pedagang menjadi murka, apa yang para penjaga itu pikirkan sehingga keduanya tidak memberitahu mereka.
Uang? Sudah jelas itu karena uang. Memang manusia akan kehilangan akal ketika melihat uang. Mereka tidak akan perduli dengan orang lain. Dalam pikiran mereka hanya diri mereka sendiri.
Sebenarnya bukan hanya para pedagang yang murka, Yin bersaudara pun ikut marah. Bagaimana bisa para penjaga ini menyembunyikan hal tersebut dari mereka.
Tetapi karena mereka sudah terlalu kecapekan karena berjalan beberapa hari. Mereka akhirnya tetap memutuskan untuk memasuki Kota Awan Putih.
Kedua penjaga itu hanya terus menerus meminta maaf sampai Liu Kang dan Yin bersaudara serta para pedagang tidak terlihat lagi.
"Tuan, menurutku sebaiknya kalian menemui walikota setelah ini. Kalian bisa mencari tahu informasi lebih jauh dan mungkin bisa membantu Kota ini. Tentu kalian akan mendapatkan bayaran yang tinggi!" Pemimpin pedagang itu memberi saran kepada Liu Kang dan Yin bersaudara. Dia juga memberikan bayaran yang ditetapkan untuk pengawalan mereka.
Yin Shou menerimanya, dia juga terlihat berpikir sejenak, memikirkan saran dari Pemimpin pedagang. Tidak bisa memutuskan sendiri, dia mengalihkan pandangannya ke Liu Kang dan Yin Dan.
"Bagaimana menurut kalian?" Tanya Yin Shou.
"Boleh juga, itung-itung kita bisa mendapatkan sumber daya lebih!" Balas Yin Dan.
"Bagaimana denganmu Junior San?" Yin Shou mengalihkan pandangannya ke Liu Kang.
"Aku ikut Senior saja. Tetapi sebaiknya kita berhati-hati. Mungkin saja makhluk itu lebih kuat daripada kita!" Liu Kang menyetujuinya, tetapi dia juga mengingatkan Yin bersaudara.
"Tentu saja kita tidak akan bertindak gegabah, jika makhluk itu lebih kuat daripada kita, maka kita akan membatalkannya."
Akhirnya ketiganya berpisah dari para pedagang. Para pedagang itu langsung menuju pasar sedangkan Liu Kang dan Yin bersaudara memilih untuk menemui walikota.
Setelah bertanya kepada para warga yang mereka temui, akhirnya mereka bertiga menemukan kediaman walikota.
Bangunan yang cukup besar dengan hiasan-hiasan megah yang tersusun rapi di bagian luar bangunan itu membuat Liu Kang dan Yin bersaudara berdecak kagum. Menurut mereka menjadi seorang walikota tidak begitu buruk.
Saat ketiganya mendekat ke pintu gerbang rumah itu, terlihat ada dua orang prajurit yang sedang menjaganya.
"Ada perlu apa kalian kemari?" Tanya salah satu prajurit itu. Keduanya menaikkan alis mereka setelah melihat kedatangan Liu Kang dan Yin bersaudara.
"Mohon maaf Tuan, kami disini berniat menemui walikota untuk membahas tentang fenomena yang terjadi di Kota Awan Putih ini beberapa hari terakhir ini." Yin Shou menjawab pertanyaan itu.
Prajurit itu memandangi tubuh Liu Kang dan Yin bersaudara dari atas sampai bawah, kemudian dia terlihat berpikir sejenak.
"Apakah kalian kultivator?" Tiba-tiba prajurit itu bertanya.
"Iya benar, memangnya ada apa?" Yin Shou kembali bertanya.
"Kebetulan walikota memang sedang mencari kultivator untuk menyelesaikan permasalahan di Kota ini. Tunggu sebentar aku akan menyampaikan kedatangan kalian!" Setelah berkata demikian, salah satu prajurit itu berlari menuju kediaman walikota.
Sementara Liu Kang dan Yin bersaudara menunggu di luar bersama satu prajurit yang lainnya.
walet musim kawin