NovelToon NovelToon
Mukena Merah Muda

Mukena Merah Muda

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Tamat
Popularitas:346.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aeni Santi

Berawal dengan merawat Bapaknya yang mengidap gagal ginjal hingga dipertemukan dengan seorang Dokter Spesialis penyakit dalam tidak lain Dokter yang merawat Bapaknya.

Karina harus menerima kenyataan jika ia harus hidup yatim piatu bersama adiknya dan untuk melanjutkan kuliah Ia rela sambil bekerja karena tidak ingin merepotkan saudaranya.

Kesabaran dan keikhlasan Karina menjalani hidup membuat Dokter Gama jatuh cinta padanya.

Akankah Mereka dapat bersatu dengan perbedaan yang ada di antara mereka.
😉😉😉😉


Ikuti kisahnya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aeni Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MMM #22

Sudah 40 hari Bapak Heri meninggalkan Karina dan Risa. Baru saja acara pengajian selesai yang di hadiri oleh saudara dan keluarga dan teman dekat.

Malam ini Dokter Gama menyempatkan diri untuk ikut hadir di rumah Karina ikut mengirimkan doa untuk Bapak Heri.

"Karin.."

Panggil Anggun yang selalu ada di dekat temannya itu.

"Iya, Gun kenapa."

"Mas Gama dari tadi lihat ke arah kamu deh."

Karin menoleh ke arah Gama yang sedang ngobrol dengan Lukman.

"Anggun, kamu itu sukanya begitu. Perasaan Mas Gama biasa aja deh."

"Karin, Kamu apa nggak bisa merasakan perhatian dia tuh sama kamu beda."

"Anggun.." Karina tersenyum saja.

"Iya aku tau, tapi kan nggak ada yang nggak mungkin. kalau beneran Mas Gama suka sama kamu gimana."

Karina sudah bercerita tentang dirinya dan Dokter Gama, dirinya tidak ingin menganggap perhatian dari Dokter Gama itu lebih karena takut sakit. Dunia mereka berbeda itu yang selalu dikatakan Karina bagaikan langit dan bumi.

"Aku nggak mau berharap sesuatu yang nggak memungkinkan Gun."

"Karin, nggak ada salahnya kamu sama Mas Gama."

"Udah Gun, Dia kesini itu."

Karina berhenti bicara saat melihat Gama berjalan menuju ke arahnya.

"Karin."

"Iya Mas, sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih karena Mas Gama sudah menyempatkan waktunya untuk ikut mendoakan Bapak."

Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Sama - sama Karina, aku boleh minta waktunya sebentar."

Anggun menyenggol lengan dari Karina.

"Ada apa ya Mas."

"Kita bicara di sana."

Karina menganggukkan kepalanya lalu menuju ke arah yang ditunjuk oleh Gama.

Mereka berdua duduk di kursi yang agak jauh dari orang.

"Maaf sebelumnya, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan sama Kamu."

"Iya Mas, soal apa."

"Soal pesan Bapak Heri sama Saya sebelum beliau menghembuskan nafas terakhirnya."

Karina sudah paham ke mana arah pembicaraan dari Gama tapi dia menunggu biar Dia bicara dulu.

"Bapak Heri sebelum meninggal pernah berpesan kepada saya dan mungkin Karin juga masih mengingatnya."

Karina menganggukkan kepalanya.

"Iya Saya masih mengingatnya Mas. Saya minta maaf Mas, jika pesan itu membuat beban pikiran buat Mas Gama. Sebenarnya pesan itu ditujukan untuk saya, supaya saya dan Risa berhati-hati setelah Bapak pergi. Bukan maksud dari Bapak juga untuk menjadi tanggung jawab Mas Gama menjaga saya dan Risa."

Karina langsung bicara apa yang ada di benak pikirannya.

"Bukan begitu maksud saya Karin. Saya ingin menjalankan pesan dari Bapak Heri."

Karina tercengang mendengar Gama bicara begitu.

"Maksudnya Mas Gama?."

"Saya mau menjaga kamu Karin dan juga Risa. Saya ingin melindungi kamu menggantikan Bapak Heri, walaupun saya nggak mungkin akan sebaik Bapak Heri menjaga kalian."

"Mas, kami bukan keluarga Mas Gama. Kita hanya dokter dan pasien tidak seharusnya ini menjadi tanggung jawab Dokter Gama terhadap saya dan Risa."

"Karin mungkin ini memang waktu yang kurang tepat untuk mengatakannya, tapi saya mau jujur sama kamu Saya jatuh cinta sama kamu. Mau kah kamu membangun keluarga bersama saya."

Karin terdiam tak tahu harus berkata apa. Dia memejamkan matanya lalu menghirup nafas sedalam-dalamnya dan mengeluarkannya.

"Maaf Mas, Saya belum bisa menjawabnya, dan bisa berpikir ke sana."

Gama memang agak kecewa mendapatkan respon begitu dari Karina.

"Saya akan menunggu kamu Karin, dan saya serius dengan apa yang barusan saya ucapkan."

"Mas, terima kasih sebelumnya atas niat baik dari Mas Gama untuk menjalankan pesan Bapak tetapi jangan menjadi sebuah beban juga untuk Mas Gama tetap menjalankan pesan dari Bapak."

Kata Karina sambil menatap ke arah Gama.

"Saya berkata jujur Karin, saya sebenarnya sudah jatuh cinta sama kamu jauh sebelum mendapatkan pesan dari Bapak untuk menjaga kamu."

Karina nampak tak percaya Gama bicara begitu, kapan mereka bertemu selain di rumah sakit sebagai Dokter dan pasien.

"Saya sudah suka sama kamu sebelum saya tahu jika kamu itu anak dari pasien Saya."

"Kapa.."

Karina ingin bertanya namun diurungkannya mendengar Lukman memanggil.

"Bro... Pulang nggak."

Teriak Lukman yang sudah mau balik sama keluarganya.

Gama memberikan jempolnya.

"Karin, gak usah terlalu dipikirkan dulu. Kita jalani saja dan Saya buktikan jika saya benar jatuh cinta sama kamu dan bukan karena hanya ingin sekedar mewujudkan pesan dari Bapak Heri." Kata Gama sambil tersenyum dan Karina hanya terdiam.

"Saya pamit ya Karin, jaga diri di rumah jangan lupa mengunci rumah kalau tidur."

"Makasih Mas."

Ucap Karina membuat senyum Gama lebih lebar lagi.

"Terdengar merdu banget, makasih ya." ucap Gama.

Lalu Karina menghampiri Anggun bersama keluarganya yang ingin pamit pulang.

"Makasih banyak Tante, Om, Kak Lukman dan Anggun maaf Karina selalu merepotkan."

"Karina, kamu sama sekali tidak merepotkan kita. Kalau merasa sepi di rumah jangan sungkan ya nanti menginap di rumah Tante sama Risa."

"Iya Tante, makasih banyak."

Karina meraih tangan Mama dan Papanya Anggun kemudian mencium punggung tangannya.

"Karin, hati-hati sama cowok itu."

Ledek Lukman dan Gama senyum saja yang menjadi sasaran.

"Ayo Bro kita pulang, kamu mau dinikahin sekarang sama warga kampung Kalau di sini terus." ledek Lukman.

"Mau aja." jawabnya santai.

"Kamu Gama, maunya kayak gitu. Ayo pulang." Papanya Anggun merangkulnya mengajaknya pulang.

"Iya Om, ini juga mau pulang."

"Hati-hati ya Karin di rumah jangan lupa pintunya dikunci."

Pesan Gama lagi.

"Iya Mas, makasih."

"Cie..... Mas.. Ha ha ha..."

Ledek Anggun dan Lukman kompak.

Karina memerah pipinya karena diledekin mereka berdua. Risa juga tak lupa berpamitan dengan mereka semua mengucapkan terima kasih.

Setelah mobil mereka semua pergi Karina dan Risa isa masuk ke dalam rumah.

"Mbak..."

Panggil Risa.

"Hmm... Kenapa."

Karina membersihkan gelas dan piring.

"Mas Gama, suka itu sama Mbak Karin."

"Tau darimana."

Karina tidak melihat ke arah Risa dia yang masih membereskan gelas.

"Aku denger sendiri saat kak Lukman ngobrol sama Mas Gama."

Karina berhenti mencuci gelas dan menatap Risa.

"Mereka bicara apa."

Penasaran juga Karina.

"Mas Gama disuruh jujur sama Kak Lukman untuk ngomong sama kamu mbak kalau dia udah jatuh cinta sama Mbak Karin."

Nampak Karin menyembunyikan senyumnya lalu melanjutkan mencuci gelas.

"Mas Gama udah nembak ya mbak, tadi pas ngobrol di bawah pohon.?"

Risa Kepo.

"Anak kecil mau tau aja."

"Itu senyum - senyum sendiri, wah.. Mbak jatuh cinta juga ya...."

🤣🤣🤣🤣

Gimana nih lanjuttt....

1
cahaya
terimakasih sekali lagi terimakasih.
Pembaca setia yang selalu menanti karya baru author..🙏

menulis ini hobi untuk mengeluarkan unek2 di kepala he he..
tapi kalau nyatanya menghibur, author seneng banget..

Masih ada cerita Lia ya, bisa dikepoin 😃😃😃
Nar Sih
ending yg bagus kak ,ahir nya risa hamil ,walau sayang padahal aku blm puas bca cerita romatis ini ,di tunggu cerita terbaru nya ya kakk ,semagat moga kak aeni sehat dan bisa terus berkarya👍🥰🥰💪
Ira Sulastri
Terima kasih ya kak author atas ceritanya sudah selesai dan tidak menggantung, jadi kami pembaca ga penasaran dengan akhir cerita nya

Semangat terus ya dan tetap terus berkarya 🔥🔥😍💐
Nar Sih
akhamdulilah adik kakak dpt suami yg hampir sama sifat nya bucin sama istri masing,,dan romantis nya itu lho bikin pembca seneng
Ira Sulastri
Alhamdulillah....suami bucin drpd nanti ngeliiriknya ke perempuan lain😍🤭
Zera yulfita
novel islami, sopan ramah dan menyenangkan 😂
Nar Sih
semoga bahagia selalu untuk risa dan dr maulana ,juga dr gama dan karin,jgn end dulu kak ,syg baget cerita yg romantis ini berhenti kan risa blm punya beby🙏
eni
next novel new😁
sendy kiki
ya boleh lah Kaka. ceritanya juga akhir bahagia. terlalu panjang takutnya alur jelas ga jelas
Julidarwati
gmn baik nya Thor toh semua bhgia gitu
Julidarwati
romanc bingits Thor...ap kisah anthor ni ye/Smile//Smile//Smile/
Ira Sulastri
Semoga Risa dan Maulana bahagia terus, jangan sampai tergoda pelakor
Nar Sih
ngk bosen,,nya bca cerita cinta dr maulana dan risa yg sangat romantis ini beruntung kmu risa ,punya suami penyaysng dan cinta habis sama kmu ,bahagia selalu untuk kalian 👍🥰🥰
eni
penganten baru mah bikin ir
i si ibu tiri gmn ini😁
jadi sadar apa semakin menjadi?
Nar Sih
sayangg wahh ..romatis nya ,psngan pengantin baruu ,bikin yg bca baper kak thorr
eni
ya sih damai itu indah,tp itu b.siska yakin kapok ga tuh😂
kalau masih iri dengki,perlu d sekolahkan,dan d rumahkan saja😂
Nar Sih
bnr,,marah nih maulana ,lihat istri nya di hina sama si ibu tiri yg julid ,untung nya kmu punya istri yang sabar ya maulana ,lanjut kakk👍
difaq aisyah
Lumayan
eni
di pikir ibu susan syudah baik...eh masih JD ibu tiri jahat 😁
Nar Sih
wahhh ..bnr nih si ibu tiri mu ngajak perang nih maulana ,kasihan istri mu yg ,sabarr risa yaah ..yakin lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!