Seorang gadis cantik mahasiswi kedokteran tingkat akhir bernama Mikhayla Aurelia. Ia sedang menjalani masa magang sebagai dokter muda dan di bimbing oleh seorang dokter tampan bernama Rangga. Pertemuan yang intens memunculkan cinta diantara mereka hingga membuat Rangga memiliki konflik batin, karena dia sebenarnya telah memiliki seorang istri. Kisah cinta Rangga dan Mikha yang penuh dengan halangan itu bertambah rumit, ketika ada seorang pebisnis muda bernama Rendy juga mencintai Mikha. Pria itu seorang duda beranak satu.
Lalu siapa nih yang akan Mikha pilih apakah Rangga atau Rendy ??
Jangan lupa kakak masukkan dalam Favorit yah, dan Like, Komen, Vote, juga Bintangnya 🥰
Terima kasih atas dukungan kalian 🥰😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Kumalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCDC bagian 22
Di dalam tenda tempat Rangga berada suasana nampak tegang. Rangga dan Sheila sedang melakukan operasi besar untuk mengangkat peluru yang bersarang pada dada pasien yang tertembak.
Lampu sorot yang menyinari meja operasi dengan pasien membuat Rangga dan Sheila masih fokus mencoba mengangkat peluru tersebut. Namun akhirnya usaha mereka tidak sia-sia peluru yang bersarang di dada pasien itu akhirnya berhasil di angkat sampai membutuhkan waktu yang cukup lama.
"Berhasil...." gumam Rangga dengan perasaan lega sambil menjepit peluru menggunakan alat medis. Kemudian ia menoleh pada wajah Sheila untuk memberitahukannya.
"Hmmm..." Sheila balas dengan tersenyum dan mengangguk.
Namun seper detik kemudian, alat pendeteksi jantung yang menyambung pada tubuh pasien tiba-tiba berbunyi lama menandakan jantung pasien itu berhenti berdetak.
Tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut........
Deg.....
Seketika jantung Rangga berdebar kencang dan matanya langsung menyorot tajam pada monitor itu. Naas baru saja ia tenang telah berhasil mendapatkan peluru dari hasil operasinya tetapi ada hal kabar buruk lagi.
"Sheila...Sheila... Pasien itu..??" gumam Rangga tak percaya dan jantungnya masih berdebar kencang. Sheila mengerti, Ia tahu keadaan pasien tersebut dengan cekatan ia mengambil alat kejut jantung dari atas meja nakas dan memberikannya pada Rangga.
Rangga dengan cepat menerimanya, Ia langsung memberikan pertolongan pertama pada pasien itu, siapa tahu ada mukjizat dari Tuhan pasien itu akan bisa hidup lagi.
Bugh..Bugh...Bugh...( bunyi suara alat kejut jantung berkali-kali )
"Kumohon sadarlah-kumohon sadarlah..." ucap Rangga sembari menyentuhkan alat kejut jantung itu pada dada pasien.
Tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut.....
Suara monitor masih terus menyala dan tanda garis hijau lurus menandakan pasien tersebut telah meninggal dunia.
Rangga langsung menghentikan alat kejut jantung itu dan disimpan kembali di atas meja. Lutut Rangga seketika lemas tak percaya baru pertama kalinya ia melakukan operasi gagal menyelamatkan pasien.
"Dokter ada apa dengan suami saya...??" tanya seorang wanita itu dari belakang menghampiri Rangga dengan raut wajah panik.
Rangga melepaskan tali masker nya ia menghela nafas nya dalam-dalam dan menoleh ke belakang, karena istri pasien itu memanggilnya.
"Mohon maaf ibu, suami ibu telah meninggal dunia. Peluru yang bersarang di dada suami ibu, kami telah berhasil mengambilnya namun nyawa suami ibu tidak bisa tertolong..." jelas Rangga yang merasa tak enak hati untuk menjelaskannya.
"Apaaaa...!!! Tidaaaak itu tidak mungkin..!! " ucap wanita itu dengan menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya dengan penjelasan dari Rangga. Tiba-tiba ibu itu langsung menangis menjerit.
"Suamikuuuuuuuuu.....!!" Teriak ibu itu langsung menangis histeris dan menghambur ke pelukan jenazah suaminya.
Mikha yang mendengar suara jeritan tangis seorang wanita dari samping tendanya, tiba-tiba ia ingin tahu ada hal apa sebenarnya yang terjadi, kebetulan sekali ia sudah beres melakukan perban pada beberapa pasien disini.
"Kasian sekali pasti ada terjadi apa-apa disana..??" batin Mikha dan ia langsung jalan menuju keluar dari tendanya karena rasa ingin tahunya yang lebih besar.
Tak... Tak...Tak...
🍃🍃🍃
Di tempat lain, hati Rangga yang sedang terluka melihat Ibu itu ditinggal oleh suaminya. Karena ini semua ia merasa terlambat menangani pasien itu.
Ia pun langsung pergi meninggalkan ibu itu dengan jenazah suaminya menuju sudut tenda untuk menenangkan diri. Ia jalan pelan dengan mata menatap kosong ke depan.
Sheila yang melihat raut wajah Rangga nampak frustasi itu, ia langsung mengikuti pria itu yang sedang jalan.
Rangga telah berhenti di sudut tenda. Mata ia masih menatap kosong ke depan, dengan tangan kanan ia memegang besi penyangga pada tenda untuk bersandar. Kemudian tak terasa air mata Rangga telah menggenang di pelupuk matanya. Ia merasa frustasi karena telah gagal menyelamatkan pasien itu.
Sheila datang menghampiri, ia sudah berada di belakang tubuh Rangga. Kemudian ia memegang pundak pria itu dan memanggilnya.
"Kak Rangga...." panggil Sheila
Rangga menoleh kebelakang melihat ada Sheila dengan matanya masih berembun.
Sheila menatap nanar tak percaya seorang Rangga bisa sesedih itu karena hal ini. Ia pun juga ikut merasa sedih karena telah gagal menangani pasien itu. Kemudian tangan kanan Sheila dengan sendirinya bergerak langsung meraih kepala Rangga agar bersandar pada pundaknya. Rangga pun menerimanya, Ia menaruh kepalanya pada pundak Sheila.
"Sudahlah Kak Rangga sabar....."ucap Sheila dengan menepuk-nepuk pelan bahu lebar Rangga.
Sedangkan tak jauh dari sana Mikha yang telah sampai di depan tenda. Ia ingin tahu ada kejadian apa yang sebenarnya terjadi. Namun justru mata ia tak sengaja melihat di sudut tenda tersebut, Ia melihat pemandangan sebuah yang tak mengenakan pria yang ia sukai itu sedang berpelukan dengan Sheila.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo kakakku jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya yah biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
Dan silahkan beri kritik atau sarannya juga, Ini novel author yang kedua loh..Sekalian ijin promo novel pertamaku nih ( Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku ) 🤭🤭
Mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku..
cuman othor sngaja off dlu ka smntara wktu mo nglnjutin yg jcpp dlu..
g kuat mikir 2 novel 😁
mohon maaf ya kak 🙏
di maklumi krna kondisi juga ,😊