NovelToon NovelToon
GARA-GARA NGGAK CANTIK

GARA-GARA NGGAK CANTIK

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:406.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Sepekan lagi menjelang hari H, tiba-tiba Arif membatalkan rencana pernikahan dengan alasan Rara terlalu baik.

Belum sempurna sembuh luka hati Rara, Arif kembali memberikan kejutan dengan menikahi mantan model di kantor mereka.

Rara mencoba move on, menata kembali hidupnya, tetapi Arif tidak melepaskan Rara begitu saja. Ia membuntuti kemanapun Rara pergi hingga sebuah tuduhan ditujukan pada Rara.

Dua orang lelaki baik membantu Rara keluar dari masalah demi masalah yang ditimbulkan Arif. Ialah Ken dan Rangga. Lalu siapakah yang akhirnya menjadi pendamping hidup Rara? Lelaki baik yang bisa menerima ia apa adanya meski Rara merasa enggak cantik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Naik Jabatan

Akan selalu ada hasil dari kerja keras yang kamu lakukan. Begutulah salah satu prinsip yang aku pegang.

Apakah kamu tahu bagaimana rasanya patah hati? Sesuatu hal yang pastinya sangat tidak enak. Ingin mengubur semua hal tentangnya. Tetapi aku memilih menelan pil pahit akibat kegagalan tersebut dan berbagi cerita dan nasihat untuk saling menguatkan. Siapa sangka, ide yang muncul tiba-tiba itu akhirnya menjadikanku sebagai pegawai terbaik tahun ini. Pagi ini pak Pras mengumumkannya di hadapan seluruh pegawai saat kami melakukan doa pagi.

"Saya ucapkan selamat pada Rara, selain terpilih sebagai pegawai terbaik tahun ini, Rara juga mulai hari ini akan naik jabatan sebagai manager!" ungkap pak Pras.

"Alhamdulillah!" spontan aku langsung mengucapkan hamdalah, antara kaget, senang tapi masih juga tidak percaya mendengar pengumuman yang disampaikan oleh pak Pras. Ini bener kan? Bukan mimpi, kan? Aku sampai minta dicubit oleh Aya yang berdiri di sampingku. Ternyata rasanya sakit, berarti ini benar.

Saat hendak maju ke depan, aku melihat kak Gita mengacungkan ibu jari ke arahku. Sementara seluruh karyawan lainnya tersenyum ikut bahagia. Hanya satu orang yang menatap dingin, siapa lagi kalau bukan Arif. Tapi aku tidak peduli, terserah dia saja menanggapinya.

"Sebenarnya direktur baru kita yang akan memberikan penghargaan serta harian untuk Rara, tetapi beliau belum bisa muncul sebab ada beberapa hal yang harus diselesaikan." kata pak Pras. "Selamat ya Ra!" Pak Pras memberikan sebuah piala, sertifikat dan juga hadiah padaku, lalu ia menautkan kedua tangannya di hadapanku.

"Alhamdulillah, terimakasih pak. Terimakasih teman-teman atas dukungannya, terimakasih perusahaan!" aku menundukkan kepala.

Setelah acara doa pagi selesai, satu-persatu pegawai memberikan selamat padaku. Mereka turut senang atas keberhasilan yang aku raih.

"Rara, mulai sekarang aku harus manggil kamu ibu soalnya kamu adalah atasanku." celetuk Anita.

"Enggak perlu Nit, biasa saja." aku tersenyum lebar.

"Kira-kira ada yang nyesal nggak ya melihat Rara naik jabatan dan terpilih jadi pegawai teladan?" Anita melirik Arif yang berdiri tidak jauh dari kami.

Aku yakin sekali kalau Anita memang ingin menyindir Arif sebab dari cara bicaranya dan juga sengaja menaikkan nada suara, terlihat betul bahwa ia memang sedang memancing-mancing Arif.

Tetapi sebelum ada acara sahut-sahutan yang berujung pada tindakan menyalahkan aku, kuputuskan untuk segera naik ke ruanganku. Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan, salah satunya adalah pindah ruangan.

***

"Rara, selamat ya!" ketiga sahabatku memelukku erat-erat. Mereka tentunya salah satu orang yang paling bahagia dengan berita ini.

"Akhirnya kerja keras dan kesabaran kamu membuahkan hasil, Ra!" timpal Aya.

"Iya Ra. Anggap saja ini salah atau hikmah dari kegagalan kemarin. Akhirnya kamu bisa melangkah dengan tenang dan menjadi sumber inspirasi untuk orang lain. Iya, kan?" ungkap Dini.

"Tapi ngomong-ngomong, bakalan ada acara syukuran nggak?" tanya Risa yang sejak awal hanya diam menyimak sambil senyum-senyum.

"InsyaAllah ada. Tapi enggak sekarang ya. Aku mau buru-buru pulang, mau ngabarin Mama dan Dinda." kataku. Dua orang yang paling berharga dalam hidupku harus tahu tentang pencapaian yang baru saja aku raih.

"Siap!" jawab Dini, Aya dan Risa.

Di lobi kantor kami berpisah karena ketiga sahabatku masih banyak kerjaan, mereka masih harus lembur. Kini aku melangkah sendirian sambil bersenandung riang.

Tiba-tiba langkah itu terhenti saat melihat sosok Arif. Ya Allah, dia lagi. Hati yang semula berbunga-bunga langsung kusut.

"Kenapa lagi?" aku bicara dengan nada jutek agar Arif mengerti bahwa aku tidak suka melihatnya lagi.

Tapi entah terbuat dari apa hatinya, sehingga ia tidak mempedulikan kata-kataku. Tetap saja menghadang langkahku. Andai ini bukan di kantor, rasanya lebih baik cari ribut sekalian.

"Aku enggak mau cari ribut Ra." kini ia bicara dengan nada pelan, persis seperti saat pertama kali kami menjalin hubungan ta'aruf.

"Lalu apa?"

"Ra, aku benar-benar butuh bantuan kamu. Tolong izinkan aku untuk gabung di tim kamu. Memang benar Ra, aku akan di PHK kalau tidak punya job yang beres. Aku tahu kamu masih punya hati, jadi tolong beri aku kesempatan. Kamu tahu kan Ra bahwa aku sangat butuh pekerjaan ini. Perusahaan ini satu-satunya yang menggaji karyawan dengan sangat besar. Lagipula kalau aku berhenti pasti akan sulit mendapatkan pekerjaan baru. Boleh ya Ra." pinta Arif.

"Enggak Rif!"

"Kamu benar-benar nggak mau bantu aku Ra? Aku yakin kamu masih punya hati. Makanya aku minta bantuan kamu. Aku juga tahu kalau kamu nggak akan membalas perbuatan buruk orang lain dengan perbuatan buruk juga."

"Rif, aku nggak butuh tambahan orang."

"Hanya tiga bulan Ra, sampai aku paham jobku sendiri dan menemukan tim yang cocok."

"Nggak bisa Rif."

"Berarti kamu masih dendam, Ra?"

"Tidak sama sekali."

"Ra, coba kamu pikirkan, kalau aku dipecat, lalu dengan apa aku menafkahi istiku, juga kedua orang tuaku. Kamu tahu kan Ra, ibuku bisa syok mendengar kabar ini. Kasihanilah aku Ra."

Ya Allah ... entah bagaimana lagi cara menolaknya. Aku benar-benar kehabisan kata-kata. Lagipula kenapa ada orang yang begitu egois seperti Arif?

Ia memintaku untuk memikirkan nasib keluarganya. Demi mereka aku disuruh berbohong, tetapi Arif sendiri tidak peduli pada nasibku dan keluargaku. Gara-garanya, aku, Mama dan Dinda jadi harus menanggung malu.

"Rif, ada atau tidak ada masalah antara kita, aku tetap tidak akan mengizinkan kamu gabung dalam timku. Kamu tahu kan alasannya, aku adalah orang yang membutuhkan tim perfek, orang-orang yang mau bekerja keras dan enggak banyak nuntut.

Lagipula kamu jahat sekali, Rif. Memaksaku memikirkan keluarga kamu. Tetapi apa kamu mikirin bagaimana kekaurgaku saat kamu mempermainkan kami semua?

Jadi tolong mulai sekarang jangan muncul di hadapanku. Sudah kukatakan kalau aku nggak butuh kamu dalam timku." kataku dengan nada suara bergetar menahan marah.

"Sombong sekali kamu, Ra. Sekarang aku semakin bahagia setelah memutuskan rencana pernikahan kita sebab aku baru tahu sifat kamu. Selain sombong, kamu juga tidak punya hati." tuduh Arif. "Bagaimana mungkin kamu bisa abaikan perasaan seorang ibu! Kataku kamu menghormati ibu, tapi sekarang mana buktinya?"

"Sudah cukup leluconnya, Rif. Jangan minta orang lain memahami kamu sementara kamu sendiri enggak mau menghargai orang lain. Kamu tahu bagaimana keadaan mamaku? Kacau gara-gara kamu.

Mama sampai jatuh pingsan karena sangat syok. Kamu juga tidak punya tanggung jawab menyelesaikan semuanya. Kamu lepas tangan begitu saja seperti seorang pengecut.

Hitung juga Rif, berapa kerugian uang, waktu dan tenaga kami. Banyak sekali. Tapi apa kamu memikirkannya juga? Enggak kan." kataku.

"Ya itukan takdir, Ra. Lagian kamu perhitungan sekali sih, Ra. Kan yang maksa pengen bikin pesta besar itu mama kamu."

"Tapi kamu harusnya punya perasaan juga. Masa mau nikah tapi enggak modal sedikitpun. Pantas saja kamu enteng saat membatalkannya. Lha wong kamu enggak rugi apa-apa. Iya, kan?"

"Terus saja menyudutkan aku, Ra."

"Terserah lah Rif, aku enggak mau membahasnya lagi. Jangan muncul di hadapanku juga." aku segera berlalu darinya, tanpa menghiraukan panggilan darinya. Biarkan saja agar ia berpikir atas kesalahan yang dilakukannya.

1
Euis Yohana
kaya di sinetron2 pemeran utamanya sabaaaaaar bgt,,pdhl di dunia nyata aku blum tuh liat orang yg sabaaaaaar bgt gitu kalo d zolimi,,
Euis Yohana
baru jg sebulan nikahnya,,KK ku jg 3 bln br hamil ,,kalo aku sih KB dl karena blum mau punya takut kaya KK pertamaku susah lahirannya,,,
Euis Yohana
Rara jgn gitu jg SM Ken,,Ken hanya ingin kamu bahagia ,,memang uang bkn segalanya tp kalo g punya uang jg puyeng Ra ...jd maafin Ken ,,,ya...
Euis Yohana
turutin kata Dinda Ra,,karena dia keluargamu kan ,,sedang papamu dan istrinya br baiknya PD kmu inget2 kemarin"mereka gimn sikapnya pd kamu,mama SM dinda
Euis Yohana
memang sepertinya papa Ama ibu tirinya baik karena Rara nikah SM orkay...mau manfaatin bwat keluarga si Wira itu mah ya,,,,
Euis Yohana
iya,,pelakor ya,,kaya ga da laki lain aja pdhl cowo kan banyak yg single kenapa mau SM yg punya istri coba ga HBS pikir aku...🤕
Euis Yohana
Amiiiiin...lacaaaaaar ,,,,
Euis Yohana
dah Dig dug beuuh jantungku Alhmdllh,,,datang jg Ken ..hash ..
Euis Yohana
ada apa lg ini Thor ,,kasian Rara ,,jgn kacau lg atuh....
Euis Yohana
Tah gini visualnya asli Indonesia bkn or-kor Mulu masa cerita d indo orangnya Korea🤭
Euis Yohana
ga yg cewe ga cowoknya ga tau malu bgt ....apalagi si Arif ...hadeuuuuh ...kan maen😆
Euis Yohana
kak Gita and friend bantu ngomong atuh ke Ken jelasin ...
Euis Yohana
iiiih...si Arif ..Arif ...kunaon eta jelema nya hayang di geprek kitu ...😤🤬
Euis Yohana
ngapain jg di pikirin apa yg mau di ucapkan Ken SM si Arif biarin aja ,,paling jg di pecat dia ,,,😤
Euis Yohana
bicarakan aja Ama Ken kalo kamu masih takut kecewa lg,apalagi membuat mama kecewa jgn cuma bicara di dlm hati donk Ra...😶
Euis Yohana
kayanya Ken bos besarnya deh,,,jangan jangan jodoh Rara pa polisi
Euis Yohana
ada ya Thor orang kaya si Arif ga punya malu banget tuh orang ,,,pengen gua gibeng,cincang cincang buat pakan buaya😆🤯
Euis Yohana
jangan jangan Ken adalah bos besarnya yaaaa...
Euis Yohana
eeeuuuhh ..kenapa ga ada yg nendang mukanya si Arif siiich ...kesel aku da 🤬😤
Euis Yohana
ngomongnya di depan papa donk Din,,jgn sama mamah ,,kasian mamah tambah keteken perasaannya ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!