NovelToon NovelToon
Air Mata Pernikahan

Air Mata Pernikahan

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:202.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: momian

inilah kisah cinta perjalanan rumah tanggaku. yang awalnya begitu sangat indah dan sempurna di mataku kini berubah menjadi malapetaka. kehadiran mertuaku yang mendambakan sosok seorang cucu membuatku harus menerima cacian dan makian tiap harinya.

Hingga pada saat titik di mana mertuaku terus mendesak suamiku harus menikah lagi demi mendapatkan seorang keturunan. Hancur sudah hati yang selama ini aku jaga, hancur sudah rumah tangga yang di bangun kokoh dengan cinta karena kehadiran seorang wanita yang akan menjadi istri dari suamiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Hingga beberapa bulan berlalu, Agam masih tak kunjung mendapatkan perkerjaan. Kini tabungannya semakin menipis. Dan kerjanya tiap hari hanya merawat Agra. Karena Arini selalu sibuk dengan beralasan bekerja namun tidak ada hasil sama sekali. Tiap hari di rumah yang dahuluannya selalu adem saat Agam masih bersama Maharani kini suasana telag berubah. Selalu saja ada pertengkaran antara Agam dan juga Arini. Belum lagi Ramayani terus juga bertengkar mempertanyakan janji Arini yang dahulunya ingin membuat perusahaan untuk Agam. Namun nyatanya hingga sampai detik ini, janji itu hanya tidak janji semata.

Ramayani murkah, karena Arini tidak menepati janjinya. Setiap hari pertengkaran terus saja terjadi. Belum lagi Agra selalu saja rewel, menangis melihat orang-orang di sekitar yang selalu saja berdebat.

Bayi yang harusnya mendapat kasih sayang dari seorang ibu hanya bisa melihat ibunya tanpa tahu bagaimana rasa kasih sayang. Karena walau Arini pulang, ia sangat jarang melihat atau menggendong Agra. Arini selalu beralasan jika dirinya telalu sibuk dan pulang dalam ke adaan capek.

Seperti malam ini. Saat Arini pulang, Agra sudah tertidur pulas, namun Agam masih tetap setia membuka mata, menunggu kehadiran Arini.

"Sudah pulang?" Tanya Agam yang berdiri dari duduknya. "Sampai kapan kau akan hidup seperti ini Arini?"

"Mas."

"Kau itu seorang istri Arini, dan juga seorang ibu. Harusnya kau berada di rumah bukan di luar rumah. Lihat jam berapa sekarang?"

"Mas, ingat aku bekerja untuk kau dan juga Agra. Jadi mas jangan sok mengaturku. Aku tahu aku ini istri tapi mas lupa, jika sekarang aku ini tulang punggung keluarga. Ingat itu mas."

"Arini." Sentak Agam yang tidak sudak dengan perkataan Arini. Tulang punggung, bukan! Arini memang bekerja di luar sana, tapi tentang hasil dari pekerjaannya Agam tidak tahu, karena selama Agam tidak bekerja yang ada hanya tabungannya yang terkuras, dan Arini pun juga masih mendapatkan nafkah dari Agam.

"Aku capek mas. Aku mau tidur." Kata Arini lalu keluar dari kamar. Sama seperti malam sebelumnya, jika mereka bertengkar maka Arini memilih tidur di kamar tamu. Kamar yang dahulu pernah menjadi kamarnya sebelum menggeser posisi Maharani.

Dan saat Arini hendak membuka pintu kamar, tiba-tiba tangannya di pengang oleh Ramayani.

"Baru pulang jam segini?"

"Bu, jangan memulai pertengkaran, aku capek bu." Kata Arini mencoba memutar hendel pintu namun di cegah oleh Ramayani.

"Arini, kamu lelah bekerja bukan? Kalau begitu penuhi janjimu. Buatkan perusahaan untuk Agam, agar kau tidak perlu capek-capek bekerja lagi. Ayo penuhi janjimu." Arini menghempaskan tangan Ramayani dengan kasar.

"Ibu pikir membuat perusahaan tidak butuh dana? Ibu pikir bisa? Kalau ibu rasa itu muda maka ibu saja yang mendirikan perusahaan." Kata Arini hingga membuat Ramayani murkah dan menampar pipi Arini.

PLAK... Tamparan mendarat secara sempurna di pipi kiri Arini.

"Kau itu wanita ular. Aku sudah mengikuti perintahmu untuk memisahkan anakku dengan Maharani tapi apa? Kau tidak memenuhi janjimu."

"Kau yang ular. Tega melakukan apa saja demi uang." Kata Arini lalu membuka pintu dan masuk ke dalam kamar mengunci pintu agar Ramayani tidak masuk ke dalam kamar. Arini langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur, sedangkan Ramayani di luar sana terus saja mengetuk pintu dan terus memanggil Arini untuk segerah membuka pintu.

"Arini. Buka, ayo bukan pintunya."

"Arini.. Dasar kau yah. Wanita tidak tahu terima kasih."

••••

Perur Maharani sudah nampak besar. Selama Maharani tinggal dirumah ibunya, dia memutuskan untuk bekerja dari rumah menerima jahitan baju yang di bawah oleh para tetangga. Dan juga menerima pesanan makanan. Kesibukan Maharani membuatnya perlahan lupa akan kesedihannya, belum lagi selama beberapa bulan ini Bastian selalu saja datang memberikan bantuan pada Maharani dan juga sesekali membawa Maharani berlibur agar Maharani tidak merasa bosan. Begitu pun dengan Sukma, sesekali dia memutuskan untuk berkunjung karena ingin tahu kondisi Maharani dan bayi yang Maharani kandung.

Seperti hari ini. Mereka berempat memilih berlibur di sebuah taman. Sukma dan Halisah sudah menyiapkan makanan, sedangkan Bastian mengajak Maharani untuk berjalan keliling menghirup udara segar.

"Terima kasih Bastian, karena kau selalu ada." Kata Maharani sambil mengusap perutnya yang sudah membuncit. Bastian tersenyum lalu melihat Maharani yang mengusap perutnya, hingga Bastian menghentikan langkahnya. "Ada apa?" Tanya Maharani.

"Apa aku boleh menyentuhnya?" Bastian bertanya dengan nada yang lembut agar tidak membuat Maharani tersinggung. Namun Maharani hanya diam saja, sehingga membuat Bastian tersenyum. "Lain kali saja,." Kata Bastian lalu melanjutkan langkahnya. Baru saja beberapa langkah, kini Maharani memanggil namanya.

"Bastian."

Bastian yang mendengar langsung menoleh ke arah Maharani. Dan Bastian melihat Maharani menganggukkan kepalanya. Bastian kembali berjalan menuju Maharani.

"Kau boleh mengusapnya." Kata Maharani sambil menarik perlahan tangan Bastian dan di letakkan di atas perutnya.

Sungguh Bastian di buat takjub, apa lagi saat bayi yang berada di dalam perut Maharani terus saja bergoyang. Maharani pun di buat bingung, karena biasanya bayinya hanya sesekali menunjukkan reaksi menendang namun kali ini, begitu sangat aktif.

"Bagaimana kabarmu sayang? Kau baik-baik saja di dalam sana?" Kata Bastian membuat Maharani menitihkan air matanya. Lalu Maharani menepis tangan Bastian dan meninggalkan Bastian seorang diri.

1
Misaza Sumiati
bukannya Agam pernah bertemu dengan Bastian , perusahaannya ada kerjasama
Angel Princes: t nn n
n
. m
mm n n
n

n


m


? m m m
bmmm
mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm????????????????????????????????????????????????????..
total 1 replies
Misaza Sumiati
aneh Maharani kok bisa yah bertahan
Misaza Sumiati
Maharani itu bodoh
Rita Tanti
Luar biasa
Beauty JK
😍
dwie
lelaki yg di kirim autho😁😁
Henrita Henrita
wanita bodoh iya
falea sezi
novel baguss moga like makin banyak
falea sezi
novel sebagus ini knp sepi like
choky_chiko_r
mksh kak..keren critanya.dan ga panjang eps.nya..mksh kak..tetep berkarya😊👍👍💪💪
altanum
ide ceritanya bagus thor,cuma pengemasan waktu yang agak membingungkan.mungkin bisa dijadikan acuan di karya² selanjutnya.tetep semangat berkarya thor...
Khalisa IncesNya Mia
koq malah q yg jadi emosi ya
Mila Barcelona
authornya kurang fokus...minum Aqua dulu thorrrr...biar lebih teliti
Nenk Jelita
lah bukan ny rekan bisnis gmn sih tiba tiba GK kenal gt
aduh...
Vivin Yulistian Pradesti
lanjut lg ka cerita ny
Ayuni Tri Purnomo
Luar biasa
Ayuni Tri Purnomo
ada lagi mertua modelan kyk gini Thor...
R.A: ada kak. banyak di dunia nyata😅😅
total 1 replies
SRI WAHYUNI
mka y Rani jd cwe jng oon
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Zika Bintang
lain kali kalau buat cerita seorang wanita yang lagi hamil haram hukumnya untuk di talak dan nikah i thour
tolong perbaiki lagi dan cari info lagi jangan asal nulis GK tau hukum bisa juga ntar orang pada meniru saat hamil di nikahi

kecuali author GK usah pakai ijab Kabul
mungkin beda tanggapan ku
Zika Bintang: o iya kak
maaf aku aliran madhab Syafi'i
jadi beda pengertian
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!