NovelToon NovelToon
The Great Wife

The Great Wife

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:197.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sasa Al Khansa

Ara dan Arion menikah karena karena perjanjian perjodohan kakek mereka. Hubungan keduanya terbilang harmonis.

Sementara Leona, sang ibu mertua tidak menyukai Ara, namun ia tidak punya hak untuk menolak perjodohan itu. Sehingga, ia bersikap tidak kejam pada Ara namun hanya mampu di lakukan di belakang Rion.

Hingga kematian kakak Rion merubah semuanya. Rion menjadi acuh dan menunjukkan kebenciannya pada Ara. Leona pun terang-terangan menjadikan Ara sebagai pembantu di kediamannya.

Ara berusaha bertahan karena cintanya pada sang suami, hingga sedikit demi sedikit rahasia mulai terbongkar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasa Al Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TGW 22 Kekhawatiran Rion

The Great Wife (22)

" Tolong berikan ini kepada Kak Bayu. Jangan sampai ada orang lain yang tahu. Dan ingat tidak boleh di titipkan. Harus Kak Bayu sendiri yang menerimanya.

" Baik."

Ilham pergi menuju mobil yang akan di pakai hari ini. Menyimpan titipan Ara di tempat yang tersembunyi dan mulai memanaskan mobilnya.

Ara pun berlalu untuk melakukan tugasnya.

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

Mension sepi seperti biasanya. Ara pun melanjutkan pekerjaannya. Sementara pelayan lain mengerjakan tugasnya masing-masing.

Hingga tiba-tiba ia merasakan sepasang tangan membelit pinggangnya.

Ara langsung berontak menyadari bahwa pemilik tangan itu bukanlah suaminya. Namun, orang lain.

" Aku semakin ingin menikmatinya, kakak ipar!" Bisikan di telinga Ara membuat Ara merinding.

"Javin lepaskan aku! Lancang sekali kamu!"

Ara memukul lengan Javin berkali-kali, namun Javin tidak bergeming. Ia segera membalikkan tubuh Ara dan mengangkatnya. Ara hanya bisa memukul punggung Javin karena Javin membawanya seperti membawa karung beras.

Javin hanya tertawa dengan apa yang Ara lakukan. Ia tidak peduli sedikit pun dengan teriakan Ara yang memekakkan telinga.

Tak ada seorang pelayan pun yang datang. Tentu karena Javin sudah mengusir mereka dengan memberikan pekerjaan di luar mension.

Bahkan demi kelancaran rencananya, ia mengunci semua pintu.

Sesampainya di kamar tamu, Javin membanting tubuh Ara ke tempat tidur.

Ara langsung bangun dan memundurkan tubuhnya sampai membentur headboard.

"Javin, jangan gila kamu! Aku kakak ipar kamu !" Ara berteriak.

Matanya memindai ruangan kamar mencari alat yang bisa ia gunakan untuk menyerang Javin.

" Sejak kapan aku peduli. Sudah lama aku memendam keinginan ku. Ku rasa ini saat yang tepat. Rion sedang ke luar kota. Apalagi sekarang dia sudah tidak peduli padamu."

Javin ingat saat ia menggoda Ara dan Rion bersikap acuh.

" Mommy juga tidak ada. Pelayan pun sudah ku usir keluar. Disini hanya ada kita berdua." Jelasnya panjang lebar dengan seringai nya yang menakutkan.

" Jangan harap kamu bisa melakukan apa yang kamu inginkan. Javin!!" teriak Ara.

Javin membuka kemejanya hingga terpampang tubuh bagian atasnya.

Di dalam mobil, Rion nampak gelisah. Perasaannya tidak enak. Ia terus memikirkan Ara.

" Kamu kenapa?," tanya Bayu yang duduk di samping Rion. Ia menyadari kegelisahan Rion.

" Aku tidak tahu. Perasaanku tidak enak. Aku ingat pada Ara." Jawab Rion.

" Kita baru mau sampai bandara dan kamu sudah merindukan istrimu?" Ejek Bayu.

" Jangan mengejekku. Aku merasa sesuatu yang buruk sedang menimpanya." Elak Rion.

" Kenapa tidak lihat cctv melalui ponselmu saja. Geram Bayu." Melihat kekhawatiran di wajah Rion ia tak lagi berniat mengejek sahabatnya.

Rion mulai membuka ponselnya.

" CCTV mension mati"

" Semuanya?," tanya Bayu memastikan.

Rion mengangguk dan terus mencoba namun hasilnya nihil.

" Putar balik!" Rion memerintah Ilham agar memutar balik mobilnya karena merasa ada yang tidak beres.

Bayu teringat sesuatu, ia mengeluarkan laptopnya dan mulai melakukan sesuatu.

" Kamu sedang apa?" Rion heran melihat apa yang dilakukan Bayu.

" Sebentar. Aku rasa kita bisa melihat apa yang terjadi di mension." Bayu terus fokus pada laptopnya sampai layar menunjukkan keadaan di mension.

Rion terkejut.

" Kamu menghack Cctv di mension?," Rion menatap tajam sahabatnya.

" Tidak lah. Ini bukan dari CCTV mension. Tapi, kamera tersembunyi lainnya" Jawab Bayu sambil mengecek video. " Tidak ada yang aneh." Gumam Bayu saat melihat keadaan mension.

" Coba lihat!" Rion mengambil alih laptop dan melihat layar yang menunjukkan keadaan mension yang sepi.

" Justru ini aneh." Gumam Rion sambil memutar video agar menunjukkan kejadian beberapa menit sebelumnya.

" Kenapa?"

" Harusnya saat ini Ara sedang mencuci piring di dapur juga pelayan lain yang membersihkan mension. Tapi, lihatlah mension justru sepi. Tidak ada seorang pun yang tertangkap kamera." Rion mengutarakan pendapatnya.

Bayu menganggukan kepalanya.

Ilham yang baru saja terjebak macet, baru bisa memutar balik arah mobilnya.

" Javin!" Geram Rion saat melihat tangkapan layar dimana Javin membawa Ara ke dalam kamar tamu.

Bayu pun tak kalah terkejutnya saat melihat bagaimana Javin membawa Ara secara paksa.

Mendengar teriakan Rion, Ilham langsung tancap gas tanpa diminta. Ia mempercepat laju mobilnya.

Mengingat seperti apa Javin dengan segala perilaku buruknya, pikiran Ilham mengarah pada satu hal.

" Apa di kamar tamu tidak ada kameranya ?" Tanya Rion benar-benar khawatir.

Rion tidak lagi bertanya bagaimana Bayu bisa menyimpan kamera di mension dan dengan maksud apa. Rion hanya ingin melihat apa yang dilakukan Javin selanjutnya kepada sang istri. Walaupun hal buruk sudah ia bayangkan.

" Tunggu!" Bayu mengutak-atik laptopnya. "Sepertinya tidak ada." Jawabnya lesu.

Brakk

Rion menendang pintu mobilnya dengan keras.

" Coba hubungi Pak Mus dan pelayan lainnya, tuan!" Ilham yang fokus dengan mobilnya memberi ide.

" Benar. Cepat hubungi mereka!" Ucap Bayu cepat.

Rion langsung melakukannya.

" Pak Mus cepat masuk ke kamar tamu. Ara dalam bahaya!" Teriak Rion saat panggilannya tersambung.

" Ba..Baik Tuan" Jawab Pak Mus tergagap saking terkejutnya mendengar suara Rion yang berteriak.

" Jangan dimatikan telponnya." Perintah Rion lagi.

Pak Mus melakukan apa yang Rion perintahkan. Ia yang sedang ada di rumah para pelayan, segera berlari.

Melihat Pak Mus yang tergesa-gesa menuju mension membuat pelayan yang lain penasaran dan ikut menyusul Pak Mus.

"Pak Mus, ada apa?" Tanya Rani saat melihat Pak Mus mencoba membuka pintu dapur namun terkunci dari dalam.

" Tuan Rion menelpon katanya Non Ara dalam bahaya. Saya mau mengeceknya." Jelas Pak Mus dengan perasaan campur aduk.

Pak Mus mulai khawatir karena pintu dapur yang tidak pernah dikunci tiba-tiba dikunci dari dalam.

" Apa jangan-jangan Tuan Javin..." Rani tidak berani melanjutkan kata-katanya. Rani adalah salah satu orang yang tahu tentang berita viral Javin. Apalagi ia yang sedang membersihkan ruang tamu tiba-tiba di perintahkan Javin melakukan pekerjaan lain di luar mension. Itu cukup mencurigakan.

" Tunggu. Rani minta Pak Joni membawa kunci cadangannya." Rani mengeluarkan ponselnya dan menelpon Pak Joni agar segera datang dan membawa kunci cadangan yang memang di pegang oleh kepala keamanan disana.

" Dobrak saja pintunya. Atau hancurkan kaca jendelanya. Yang penting ada yang bisa masuk!" Teriak Rion.

Perkataan Pak Mus dan Rani terdengar jelas karena Rion dan Pak Mus masih terhubung dalam panggilan telepon.

" Baik,Tuan."

" Kalian dobrak pintu nya !" Teriak Pak Mus pada para pelayan laki-laki yang juga sudah ada disana. Seperti halnya Rani, mereka yang saat itu sedang melihat Pak Mus berlari, mengikuti langkah Pak Mus karena penasaran.

" Satu.. Dua.. Tiga.." Beberapa pelayan mendobrak pintu secara bersamaan.

Setelah berkali-kali di dobrak, akhirnya pintu bisa terbuka.

" Cepat cek kamar tamu!" teriak Pak Mus.

Semua berlari menuju kamar tamu. Namun, mereka bingung kamar tamu mana yang di maksud.

" Kamar tamu yang mana tuan?" Tanya Pak Mus dengan nafas yang tidak teratur.

Belum sempat Rion menjawab, pintu salah satu kamar tamu terbuka.

Ceklek

Semua pandangan pelayan tertuju pada Javin yang keluar dari salah satu kamar dengan wajah pucat.

Tanpa bicara apa-apa, Javin berlari meninggalkan mereka yang memandangnya dengan penasaran.

Rani yang teringat akan Nona mudanya, segera masuk ke dalam kamar.

" Non Ara !!" Teriakan Rani terdengar sampai ke telinga Rion.

Deg

TBC

...----------------...

 

...Jangan lupa untuk tinggalkan jejak, like, komentar dan subscribe....

...Terimakasih atas dukungannya...

...🥰🥰🥰...

1
irma hidayat
ceritanya bagus
Wiji Lestari
Rani - Rabi 😇😇😇
Wiji Lestari
Rani - Rena .... Bagas - Bagus .... Mumet mumet deh ngapalin nama² tokohnya yg belibet,perlu kosentrasi tingkat tinggi 😩😩
Rsi Anindyatama
namanya kok berubah² ya...... leona, mona or fiona?
Mimi rachmah
Luar biasa
Sandisalbiah
harusnya Leona, Javin juga Jihan dihukum dgn meminum racun yg sama seperti yg diminum Rion...
Mumy Zurai
Luar biasa
Widi Widurai
wkwkkw emaknya sii ga pake koordinasi 🤣
VaNiLaLuLaBo
haimmm ... patutnya masa2 kakaknya hidup udah BERGERAK... kan memang Leona tu mendera kamu... adehaiiii... kihkihkih
asya yussi
Luar biasa
Sun Narti
thor sebenarnya namanya bayu ato bara si
Maria Magdalena Indarti
bagus critanya
Nurul S
TBC itu apa sih ?
Yanti
Kecewa
Cinta Insta
thor, jangan khianati kita ya:( pokoke ditunggu lanjutannya
HippySunshine
lanjut Thor seru dan bagus ceritanya SEMANGAT AUTHOR
Madu Yang Luar Biasa
hai authorr 🤗 ganbatte ya, sukses teruss...
Kitty Bloom Untuk Pemilik Lolz Gods
Makasih thor... hiks sampe terharu aku tuh hiks. walaupun gatau berapa lama ga update tapi aku masih inget ceritanya kok.
blouses and houses
Ceritanya ngeri sedaaaapppp like like like lanjut
SnuggleKitty
Thor, ini salah satu karya yang bikin aku gak bosen bacanya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!