NovelToon NovelToon
Extraordinary Love

Extraordinary Love

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Beda Dunia / Elf / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:54.3k
Nilai: 5
Nama Author: Delima Rhujiwati

Putri Amatheia tidak pernah menduga akan bertemu dengan laki-laki yang bukan dari bangsanya, makhluk aneh dengan segala kekurangan yang ia dapati.
Pertemuan itu membuahkan cinta dan keserakahan dua manusia beda alam.
Sedangkan nyawa sang Raja berada dalam tanggung jawabnya, dengan menerima pinangan musuh sejati kaum ikan duyung, yang telah berusaha memporak porandakan kerajaan yang seharusnya menjadi kekuasaan Putri Amatheia sebagai putri mahkota.
Filghofin Orlando lelaki pendiam itu harus menelan pil pahit, ketika di hadapkan dengan permasalahan yang tidak pernah ia sadari, penduduk desa yang melakukan pembunuhan berencana untuknya, karena di yakini sebagai pemuda pembawa sial, karena hasil pernikahan terlarang dengan bangsa penghuni pegunungan Gordon, dan membuatnya terdampar di pulau antah-berantah dan mengharuskan dia memasuki tempat yang bukan dunianya.
Atas nama hati dan cinta. akan kah cinta mampu membawa keserakahan menjadi keikhlasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delima Rhujiwati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Pertarungan sengit antara tarantula dengan Filghofin semakin seru, pedang pemberian Slimpert ia ayunkan kesana-kemari untuk melindungi dirinya dari serangan tarantula itu.

Putri Amatheia menyelamatkan Bargibanti dari jaring tarantula yang telah membungkusnya dan tentu saja bisa mengakibatkan Bargibanti menemui ajalnya.

"Arrgghhh....dia berlaku curang tuan putri Amatheia! huff hampir saja aku mati kehabisan nafas, kita pergi saja dari sini! tinggalkan laki-laki itu, biarkan dia menghadapi makhluk raksasa itu," Bargibanti memprovokasi putri Amatheia dengan suara serak dan air liurnya menetes sungguh menjijikan.

"Bargibanti...! Apa maksudmu? Kejahatan apa yang pernah ghofin perbuat padamu, sehingga kamu begitu kejam dengannya?" Kesabaran putri Amatheia seakan sudah ada pada puncaknya.

Ia mencekik dan mengangkat tinggi tinggi tubuh kecil Bargibanti, lalu melemparnya ke dalam kubangan air sisa hujan. Sisi kejam putri Amatheia mulai terlihat disaat kemarahannya mencapai puncak, jiwa yang lemah itu akan hilang tergerus oleh amarahnya.

"Aakkhh.... ampun." Pekik Bargibanti namun tidak di hiraukan oleh putri Amatheia.

Putri Amatheia segera membantu Filghofin melawan tarantula yang besar dengan menyemburkan sisa-sisa kekuatan mustika jingga dan membuat tarantula itu membeku.

Tarantula itu tidak mampu bergerak hanya mampu menggerakkan tangannya bola matanya yang tajam, dengan sorot mata yang masih menyimpan kemarahan pada Filghofin yang telah menyerangnya secara bertubi-tubi.

" Hufft...kau datang tepat waktu Amatheia, terimakasih."

Putri Amatheia tersenyum dan mendekat ke arah Filghofin, "rupanya gerakan pedangmu sudah mahir walaupun tidak pernah ada latihan, posisi tersudut ternyata bisa membawa kita lebih kuat,"

Ha...ha...ha...

Tawa mereka pecah bersama, keakraban mereka benar-benar menimbulkan rasa nyaman dan saling menopang satu sama lainnya.

Luasnya gurun pasir menjadi saksi keakraban, diiringi hati yang menjadi tempatnya bertaut tentang rasa, Perjalanan pun kembali mereka teruskan gurun yang sangat luas, sejauh mata memandang hanya tanaman kaktus dan bebatuan yang terjadi.

"Amatheia, bagaimana dengan kekuatanmu? Apa tidak sebaiknya kita memutar haluan mengarah ke laut? Gurun ini terlalu berbahaya bagimu, dan Bargibanti."ucap Filghofin sambil memandang hamparan gurun yang luas.

Percakapan mereka terjadi seakan hanya sebagai penghibur rasa lelah mereka, sedangkan putri Amatheia juga sedang mengatur kondisi tubuhnya yang mulai kepanasan lagi, sisik-sisik ikan yang ada pada tubuhnya mulai bermunculan kembali.

Angin menghembuskan udaranya yang panas kerontang, Mereka berdua mengikuti perlahan, berjalan dan terus berjalan hingga malam pun menghampiri mayapada, lunglai tubuh putri Amatheia dalam gendongan Filghofin, putri Amatheia menatap lemah ke wajahnya, "Ghofin, maafkan yang lemah saat di darat terimakasih kau telah membantuku hingga bersusah payah mengendong tubuhku."

Seulas senyuman Filghofin sebagai penyemangat tidak pernah lepas dari bibirnya, rambutnya yang panjang sebatas bahu dengan warna putih perak, semakin membuat Putri Amatheia tidak lelah walaupun hanya untuk sekedar mencuri pandang darinya.

Tiba-tiba datang seekor burung raksasa mendekat dan menatap kearah mereka berdua, paruhnya yang besar dan tajam membuat siapapun akan menggidik ketakutan.

Burung elang itupun juga bisa berbicara layaknya Slimpert waktu itu.

"Putri Amatheia dan kau Filghofin, kiranya ijinkan aku membantu perjalanan kalian menuju laut yang tidak seberapa jauh dari sini, naiklah!" Burung elang itu memberikan saran.

Burung elang raksasa merendahkan tubuhnya lalu mengepakkan sayapnya yang kokoh menuju laut dimana ikan seharusnya berkumpul dan meneruskan kehidupannya.

"Ke laut mana kau akan membawaku terbang wahai burung yang baik hati, sedangkan kami masih ada satu makhluk lagi dalam perjalanan kami." Pekik Filghofin meminta penjelasan dari burung raksasa itu.

Beberapa saat burung itu terbang merendah dan menyambar sesuatu yang ternyata adalah Bargibanti, kepakkan sayapnya yang kuat dengan angin yang berhembus perlahan membuat suasana sesaat menjadi nyaman.

Menjelang pagi tubuh mereka mendarat di sebuah muara yang bertebing sangat indah, bunga berbagai warna dan rumput nan luas menghijau, "Putri Amatheia dan kau Filghofin, ketahuilah aku adalah seekor burung elang yang telah mendapatkan kutukan dari pangeran Sharklys, bersembunyi lembah Enim ini adalah caraku melarikan diri dari Angkara pangeran Sharklys, dan aku adalah Rukita, sebenarnya aku berasal dari pegunungan Gordon dimana bangsa Elf berada."

"Aku mendapatkan pesan dari peri Miryan, untuk menyelamatkan kalian dari kematian di gurun Bothagaleli yang luas dan gersang. aku juga melihat sinar kalung zamrud yang memancarkan auranya hingga mempermudah bagi aku untuk menemukan kalian." Jawab enteng Rukita burung raksasa itu.

Putri Amatheia dan Bargibanti segera menceburkan tubuhnya kedalam muara, sedangkan Filghofin berada di atas bongkahan batu besar merasakan kesejukan alami yang selama ini ia rindukan.

"Tinggallah kalian disini selama bulan purnama belum berlalu, purnama kali ini akan terjadi fenomena alam yang dahsyat. Bersembunyi saja kalian di dalam gua di sudut muara itu !" Perintah dan pesan Rukita dengan wajah serius kepada Filghofin.

"Setelah purnama berlalu, silahkan kalian melanjutkan perjalanan menuju laut merah! Namun pesan ku! menuju ke laut merah bukanlah hal yang mudah, alangkah baiknya tidak melewati area lebih jauh dari pesisir pantai."

"Aku akan pergi, selama kalung itu memancarkan cahayanya, aku akan datang membantu semampuku dalam kesulitan yang kalian hadapi."

Putri Amatheia tiba-tiba muncul di tengah-tengah perbincangan mereka, menyimak pesan dan arahan dari Rukita.

Sedangkan Bargibanti mencuri curi dengan pendengarnya, raut wajahnya seketika menegang ketika mendengar malam bulan purnama akan segera datang, sebab malam purnama bagi dia adalah sebuah perjanjiannya dengan para hiu, dan akan menjadikan dia sebagai tumbal sumur api yang panasnya hingga seribu kali dari panas api.

"Arrhhhhh.... Sembunyikan aku di balik tempatmu yang aman wahai burung Rukita, aku takut." Rintih Bargibanti di balik punggung Filghofin sebagai tempatnya berlindung dari sorot mata tajam Rukita yang siap mematuk tubuhnya sewaktu-waktu bila ia inginkan.

"Wahai Bargibanti, aku tau kau adalah sosok penghianat tapi sebaiknya kau tetap mengikuti mereka berdua hingga ke kastil Lazurod, kau akan berguna setelah disana, tapi ingat! Sekali lagi kau mencoba untuk menjadi pecundang? Aku tidak segang akan mencincang tubuhmu menjadi seribu irisan.!" Geram Rukita membuat Bargibanti menggidik ketakutan.

Putri Amatheia yang mendengar semua perkataan Rukita menyelami satu persatu makna dari ucapan Rukita, bahwa purnama kali ini akan terjadi fenomena alam yang dahsyat, berarti mereka harus berhati-hati ini tidak bisa di remehkan.

Setelah berpesan banyak tentang perjalanan mereka untuk menuju laut merah dan membebaskan Raja Brenton Alberich bersama tuan Darcassan, melalui tepi pesisir pantai lebih aman dengan kondisi putri Amatheia daripada melewati pegunungan adalah hal yang mustahil bagi mereka, mengingat putri Amatheia tidak mungkin akan bertahan lama di darat tanpa air sebagai penghidupan utamanya.

Walaupun melalui darat adalah jalan pintas yang lebih dekat satu purnama daripada melalui pesisir laut yang harus ia lalui beberapa purnama dengan berbagai rintangan yang akan mereka hadapi.

"Rukita, adakah jalan pintas yang lebih dekat lagi bagi kami?" Tanya Filghofin kepada Rukita.

"Ada, melalui jalur bawah laut akan lebih dekat bagi kalian, mungkin satu purnama kalian bisa sampai, akan tetapi ribuan pasukan hiu akan menjadi rintangan utama bagi kalian, kecuali..." Ucap Rukita mengambang.

"Kecuali apa?" Putri Amatheia berkata tidak sabar.

"Kecuali salah satu dari kalian rela menjadi mangsa mereka."

Mata Rukita kembali menatap tajam kearah Bargibanti, sambil menyeringai tidak bersahabat padanya.

"Fikirkan baik-baik, aku akan terbang menuju pegunungan Gordon, kalian berhati-hatilah."

Rukita pun terbang menukik tinggi meninggalkan mereka dengan sejuta rencana yang lebih aman untuk mengelabuhi para pasukan hiu dan kutukan dari pangeran Sharklys.

🐬🐬🐬🐬🐬🐬🐬

To be continued 😉

Netizen terkasih 🤗 sambil menunggu karya Rhu up lagi, searching ke karya kawan Rhuji yuk! di jamin mantap👍

jangan lupa like favorit dan komentar membangun, and Salam Sayang Selalu By RR 😘

1
Keyboard Harapan
Kebawa baper, akhirnya mereka bersatu. Aku menitikan air mata bahagia untuk mereka.
Keyboard Harapan
Cailaniku akhirnya datang juga, aku tetap setia menantimu😘
Keyboard Harapan
semangat kakka
varahmavah
selamat ya pangeran caillani dan putri galene akhirnya menikah juga setelah perjuangan pangeran caillani mendapatkan putri galene..🥰
Keyboard Harapan
Carlotte😡😡😡
Keyboard Harapan
semoga mawar merah tetep bisa memberi semangat
varahmavah
David kemana kok gak ikut mengantar nona Charlotte ke pantai koleacinder..🤨
varahmavah
sesekali boleh lah Putri amatheia jalan² ke kota Bavaria tapi bukan buat tinggal karena bagaimana pun kehidupanmu memang di dasar laut..🥰
varahmavah
para siluman ya yg menghuni di mansion nona Charlotte..🙄
varahmavah
turuti saja apa kata bargibanti itu David kembali ke tempat tinggal mu nanti bargibanti akan membantumu menstabilkan keadaan jiwa nona Charlotte..
varahmavah
kok sama ya dg sebelumnya..🙄
ʀɦʊ¢ɦǟռ: maafkan saya kak 🙏🙏

saya yang error, saya up ya baru lagi dan ini saya hapus 🙏
total 1 replies
varahmavah
perang lagi kali ini dg pasukan militer..😤
varahmavah
bakal seru nih Lauren atraksi dg hiu..😳
Keyboard Harapan
Cepet sembuh Cailani, aku padamu🤧🤧🤧
🕊️❦Teteh🕊️Reyna༂🕊️
Semangat terus berkarya yah neng rhuji 😊
ʀɦʊ¢ɦǟռ: makasih akak 😘
total 1 replies
varahmavah
sirkus putri duyung yg manusia pakai kostum aja itu sudah ramai apalagi bila putri duyung beneran..🤗
Keyboard Harapan
Carlote perlu di basmi pakai peditok🤣🤣🤣
Keyboard Harapan
ayo Lauren jangan mau kalah sama Carlote💪💪💪🤭
Keyboard Harapan
akan banyak sisik bertebatan 🤣🤣🤣
Keyboard Harapan
kok aku ngakak baca yg ini kak, berarti Cailani ikut menikmati juga dong🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!