NovelToon NovelToon
Transmigrasi Pembunuh Berdarah Dingin

Transmigrasi Pembunuh Berdarah Dingin

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Mengubah sejarah / Chicklit / Tamat
Popularitas:292.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: Aryani_aza

Di kehidupan sebelumnya dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Namun ia bertransmigrasi di kehidupan sekarang, dan dia menjadi Nona pertama dari kediaman mentri Long yang gendut dan tidak menarik.

Naasnya ... Nona pertama mati karna di pukul oleh tunangan nya sendiri, yang tidak lain adalah Putra ke dua dari jenderal Song.


"Mulai sekarang, jika ada yang menghinaku, meremehkan ku, bahkan mempermalukan ku. Maka dia akan mendapatkan balasan yang setimpal."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani_aza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Undangan pesta.

Transmigrasi pembunuh berdarah dingin.

...🦢🦢🦢...

Pagi hari...

Ziang'er bangun dari tidurnya, dan menggeliatkan tubuhnya hingga beberapa tulang berbunyi.

Dia melihat kanan kiri dan tidak melihat Zhang. Biasanya ketika ia bangun, pertama kali yang dia lihat adalah Zhang. Namun sekarang tidak terlihat.

''Apa dia sudah pergi?'' cicitnya.

Ziang'er tidak sengaja melihat gulungan kertas di atas nakasnya lalu membaca gulungan itu.

''Apa ini? surat dari Zhang.''

Aku akan pergi ... tapi aku akan kembali jika kau membutuhkan ku. Kau bisa memanggilku kapan pun kau mau, berjanjilah untuk menemukan kebahagiaan mu dan jangan pernah melupakan ku. Aku menaruh kalung kesayangku dan kau harus memakainya ... jika kau dalam masalah, maka aku akan datang tepat pada waktunya.'

Ziang'er menghela nafasnya lalu merilik ke arah di mana kalung itu berada.

Ziang'er mengambilnya lalu memakainya.

''Baiklah, awas saja jika aku butuh bantuan dan kau tidak datang tepat waktu! Maka aku akan menghukum mu.''

Tok.

...Tok....

Tok.

''Nona ...'' Panggil pelayan Ning dari luar.

''Masuklah.''

Pelayan Ning masuk dan membawa nampan berisikan Hanfu yang di belikan oleh Tuan Besar Long.

''Untuk apa itu?'' Tanya Ziang'er.

''Tuan besar menyuruh anda untuk bersiaplah siap Nona, karna nanti malam semua anggota keluarga akan menghadiri pesta perjamuan di istana.''

Ziang'er terdiam, ''Dimana Ayahku? Aku ingin menemuinya.''

''Tuan besar sepertinya berada di ruang baca.''

Ziang'er mengangguk dan langsung turun dari peraduan untuk menemui ayahnya.

...•...

^^^•^^^

Malam hari ... di istana•

Semua nona bangsawan dan para pejabat, sodagar kaya di undang oleh Kekaisaran untuk menghadiri pesta penyambutan.

Semua orang sudah berkumpul, termasuk keluarga dari menteri Long yang duduk dengan rapih menikmati makanan yang di sajikan oleh para pelayan.

Ziang'er duduk tanpa mau memperdulikan pesta yang ada. Ia sebenarnya enggan untuk ikut, tapi sang Ayah yang memohon untuk dirinya ikut.

Di singgahsana ada Kaisar dan Permaisuri, Putra Mahkota dan beberapa Pangeran dan Putri dari seorang selir.

Di sisi lain ... Zizi tengah menampilkan bakat menarinya pada semua orang, yang mana ia mendapatkan pujian.

'Tariannya benar-benar bagus.'

'Ya, dia wanita berbakat.'

'Tapi sayangnya dia gagal menikah karna TianMo sudah meninggal.'

'Malang sekali nasib Tuan Muda dari kediaman Jenderal, dia harus kehilangan putra kesayangannya. Dan sampai saat ini belum ada yang mengetahui siapa pembunuh dari Tuan Muda TianMo.'

Begitulah bisik pelan semua orang.

''Nona Fen Annchi telah tiba ...'' teriak penjaga.

Semua orang menoleh ke arah pintu. Terlihatlah seorang gadis cantik dan manis berjalan anggun menuju ke arah Kaisar.

Banyak yang memujinya cantik hingga semua mata tak luput memandangnya, termasuk Ziang'er yang penasaran siapa gadis itu.

''Salam, Paman Kaisar.'' Nona Fen Annchi membungkuk memberi salam.

Kaisar tersenyum. ''Bangunlah.''

Nona Fen Annchi bangun dan menaikkan dagunya, tersenyum menampilkan wajah canik dan anggun.

''Tidak perlu sukanya padaku, kau akan menjadi bagian dari istana ini. Karna Nona Fen akan menikah dengan Pangeran ke tiga.'' Ucap Kaisar, sambil mengangkat cangkir teh nya.

Pangeran ke tiga TinHua bangkit dari duduknya, menjemput Nona Fen Annchi untuk duduk di sebelahnya.

'Aku sudah mendengar desas desus ini, ternyata benar jika Nona Fen yang baru saja kembali dari sekolahnya ternyata sudah di jodohkan dengan Pangeran ke tiga TinHua.'

'Aku pikir Nona Fen Annchi akan di jodohkan dengan Pangeran Mahkota ChenHua.'

'Diamlah, jangan bergosip! Jika di dengar oleh orang lain maka tamatlah riwayat mu.'

Beberapa orang yang sedari tadi berbisik langsung terdiam.

''Duduklah Nona Fen Annchi.''

''Terima kasih Pangeran ...''

Nona Annchi duduk di antara Pangeran ke tiga TinHua dan Pangeran Mahkota ChenHua.

''Salam Pangeran Mahkota ChenHua.''

Pangeran Mahkota ChenHua mengangguk.

'Sudah sekian lama tidak bertemu, kini akhirnya aku duduk di sebelah mu. ChenHua.'

Nona Fen Annchi tersenyum dan sedikit melirik Pangeran Mahkota ChenHua.

'Sejak kepulanganku kesini, aku sudah mempersiapkan segalanya ... bahkan aku berdandan untukmu. Tapi kenapa kau malah melirik wanita lain, Pangeran Mahkota.'

Nona Fen Annchi melirik ke arah depan, dimana ada Ziang'er yang menatapnya.

'Dia benar-benar cantik.' Gumam Pangeran Mahkota ChenHua, yang menyangka jika Ziang'er tengah memandangi dirinya.

Sedangkan Nona Fen Annchi merasa tidak suka melihat Ziang'er. Yaa, dia memang di jodohkan dengan Pangeran ketiga TinHua. Tapi dia tidak menyukai Pangeran ketiga, dan berencana untuk merebut hati Pangeran Mahkota ChenHua.

'Aku akan membereskan wanita sepertinya.'

Nona Fen Annchi melirik pelayannya dan memberi isyarat, yang langsung di mengerti oleh pelayannya.

''Ayah ... boleh aku keluar sebentar?''

''Baiklah, jangan pergi terlalu lama.''

Ziang'er bangkit namun dengan sengaja ia di dorong oleh pelayan itu hingga Ziang'er tersungkur di depan Aula.

Dhuk!

Kriiikkkk ... Kriiikkk ...

'Astaga Dewa! Aku terjatuh. Sial, bagaimana aku bisa mengangkat kepalaku. Siapa yang sudah berani mendorongku.'

''Nona Ziang'er, apa kau terluka?'' Pangeran Mahkota ChenHua langsung berdiri.

Seketika Ziang'er langsung bersujud di hadapan Kaisar.

''Mohon ampun atas kelancangan hamba Yangmulia Kaisar, Hamba adalah Ziang'er Putri pertama dari Menteri Long. Saya ingin mempersembahkan tarian sebagai hadiah untuk Yangmulia.''

''Ho oh ... baiklah, angkat kepalamu karna Zhèn ingin melihat Putri pertama dari kediaman Long.''

Ziang'er perlahan mendongkakkan wajahnya yang mana membuat Kaisar tertegun.

'Cantik ... bagaimana bisa Menteri Long memiliki Putri secantik dia.'

Nona Fen Annchi mengepalkan kedua tanganya.

''YangMulia, karna Nona Ziang'er ingin menampilkan bakatnya ... maka kami sangat senang unuk melihat pertunjukannya,'' ujar Nona Fen Annchi menyunggingkan bibirnya.

''Ayahanda ...'' Pangeran Mahkota ChenHua menggelengkan kepalanya, namun sang Ayah malah tersenyum.

''Baiklah, karna Nona Ziang'er ingin menunjukkan bakatnya ... maka silahkan.''

Ziang'er menelan ludahnya dengan susah payah.

'*Bagaimana ini, aku ini tidak berbakat menari! Aku ini pandai berkelahi. Sialan! Baru kali ini aku terjebak omonganku sendiri.'

Ziang'er menggigit* bibir bawahnya, tapi netra matanya tidak sengaja lihat Nona Fen Annchi yang meremehkan dirinya. Ziang'er pun mau tidak mau harus menari ... baik buruknya pikirkan nanti.

Perlahan musik di mainkan, Ziang'er sudah berdiri dan menutup matanya ... Jiwanya seperti terbang bersamaan dengan lantunan musik yang sangat indah.

Ziang'er meliuk liukkan tubuhnya dengan indah dan senada dengan irama, membuat semua orang terpesona melihat bakat menari Ziang'er yang dulu selalu meremehkannya karna gendut.

Prok.

...Prok....

Prok.

''Tarian yang sangat luar biasa.'' Puji Kaisar saat musik berhenti.

Ziang'er tersenyum. 'Tolong ... kakiku kesemutan dan keram.' Gumam Ziang'er dalam hati.

Ziang'er menunduk lalu kembali ke tempatnya. Sang ayah memuji dirinya karna berbakat, namun Zizi sebaliknya merasa tidak suka.

''Karna ini adalah penutupan acara, maka Zhèn ucapkan terima kasih atas kehadiran kalian. Tapi sebelum itu Zhèn akan mengabarkan sesuatu hal yang penting.''

Semua orang berbisik-bisik penasaran apa yang akan di sampaikan oleh Kaisar.

''Zhén menurunkan dekrit Kekaisaran dan meminta Pernikahan antara Pangeran Mahkota ChenHua dan Nona Ziang'er segera di laksanakan.''

JEDERRRR...

Tidak ada yang tidak terkejut mendengarnya, malah Ziang'er sendiri ingin terjungkal saat mendengarnya.

Sedangkan Pangeran Mahkota ChenHua menyunggingkan bibirnya.

...🦢🦢🦢...

...LIKE.KOMEN.VOTE...

1
Rumi Yati
Betuln sdh tamat????
Marlina Sitorus
bagus banget
Ajusani Dei Yanti
aku comen bolak balik dari Taun 2023 sampe 2025 ,adakah reader yg sama kayak aku😅🙈🙈🙈
Ajusani Dei Yanti
comen ulang ah siapa tau Authorrr nya baik hati dan lanjutin lagi cerita ini novel 😅🤭🤭🤭
Murni Murniati
napa tak besama zhang aja, biasanya ceritanya iblis tak ada selir
Musdalifa Ifa
bagus tapi masih mau kelanjutannya masih penasaran 😔
Angel Dee
bungkus ini ,ah putra mahkota...
Yurniati
👍👍👍💪💪💪
Yurniati
tetap semangat terus
Sri Mulyaningsih
Luar biasa
Sri Mulyaningsih
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Mulyaningsih
suka 👍🏻
Sri Mulyaningsih
ahay luar biasa pria idaman 🤭
Grey
jantungnya break dance 😂🤣
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
whattt..gitu doang
VaNiLaLuLaBo
tamat sudah
VaNiLaLuLaBo
benda halal dh tak de setan hasut.... hahahahhahahaa
VaNiLaLuLaBo
pandai
Umiie'ne Naza
aku suka cerita transmigrasi,tp kalau cerita nya dinasti aku kurang suka
Yue Li MZy
Kapan nih Lanjut tanya kak bosan Nunggu lama😶😶🤨🤨😑😐😐😐😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!