NovelToon NovelToon
Assalamu'Alaikum Pak Polisi 2

Assalamu'Alaikum Pak Polisi 2

Status: tamat
Genre:Cinta Murni / Tamat
Popularitas:225.4k
Nilai: 5
Nama Author: Puspa Herliyah

Meidina kini telah resmi menjadi istri seorang Kapolsek, Nyonya Radit Al Farizi. Pria yang mencintai nya tulus tanpa, memandang status masa lalunya.

Derajat Meidina, kini terangkat setelah menikah dengan Radit. Pria yang mampu menutupi masa lalunya sebagai wanita malam, dan memberikan sebuah kebahagiaan yang selama ini dia cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seikhlas Nya Hati Pasti Akan Rapuh

Meidina masuk kedalam kamarnya, langsung mengusap bantal, dimana Radit tidur. Di cium nya bantal tersebut, masih terasa wangi tubuh nya. Meidina pun lalu berjalan, ke arah kursi meja rias terdapat kaos dan celana yang di pakai, terakhir kali nya oleh Radit.

"Abang, wangi aroma tubuh kamu masih sangat tercium. Bahkan, saya merasakan Abang itu, masih ada di dalam kamar ini. Bang, semua pesan kamu, saya akan lakukan, tapi tidak dengan hati. Maafkan saya, untuk tidak mencintai pria lain. Itu sangat sulit Bang, kamu pergi tapi kamu titipkan malaikat kecil, di rahim ini."

Dari balik pintu, Anisah mengintip Meidina yang sedang berbicara sendiri. Bahkan air mata Anisah, meleleh di pipi nya.

Bagas memegang pundak kedua istri nya, sambil menatap Meidina dari pintu kamar yang sedikit terbuka

"Kita bisa belajar dari Mei, dia belajar ikhlas. Dia menerima takdir, dia berusaha untuk tidak menangis walau, hati nya menangis.

" Mas, saya banyak banyak salah sama dia. Saya ingin, memberikan kebahagiaan untuk dia. Disaat seperti ini, dia membutuhkan orang yang sangat penting disisi nya."

"Kamu harus yakin, tanpa di bantu. Meidina akan bahagia, dia akan bisa membawa dirinya dalam ketegaran. Rapuh, dia memang sering terlihat rapuh. Tapi kamu harus ingat, rapuh nya dia itu membuat nya menjadi kuat."

"Kasihan, anak nya lahir tanpa seorang Ayah."

*****

"Bu, Mei belum makan." ucap Pak Halim.

"Nanti saya, akan ke kamar nya." ucap Ibu Mira.

Ibu Mira berjalan ke arah kamar Meidina, saat di buka pintu yang tidak terkunci terlihat Meidina tertidur dengan memeluk seragam milik Radit.

Ibu Mira tak kuat melihat nya, dan langsung kembali mendekati suami nya yang sedang makan. Ibu Mira langsung terisak, setelah melihat Meidina memeluk seragam milik Radit.

"Ibu kenapa?"

Hiks.. hiks.. hiks..

"Ibu saja, merasakan sangat kehilangan. Mengandung Radit selama 9 bulan, membesarkan nya dan kini telah pergi untuk selama - lamanya. Apalagi Meidina, sedang hamil malah suami nya pergi."

"Tidak hanya Ibu, Ayah juga sama. Insya Allah, Radit disana sudah bahagia. Surga untuk dia bu, dan Ibu harus tahu, Radit tidak pergi hanya jasad nya saja, tapi dia masih ada dekat kita. Ada di hati kita bu, ibu jangan sedih ya, coba lihat Meidina tidak menangis, tapi siapa tahu kalau hati nya menangis."

****

"Mei, kamu mau makan?" tanya Ibu Mira.

"Iya bu, sekalian mau makan sama Abang." jawab Meidina sambil tersenyum.

"Mei, Radit kan sudah tidak ada."

"Ibu ini bicara apa, itu Bang Radit sedang duduk di meja makan." ucap Meidina sambil menyalakan kompor.

"Mei, kamu baru bangun tidur. Kamu masih belum sadar, nyawa kamu belum kumpul sempurna, di kursi tidak ada Radit."

Meidina terdiam mematung, dan menoleh ke arah kursi yang kosong. Dan dirinya baru sadar, di kursi tidak ada siapa - siapa.

"Astagfirullah." ucap Meidina dengan mata yang berkaca - kaca.

"Kamu duduk saja ya, nanti ibu buatkan mie rebus nya." ucap Ibu Mira.

"Nggak usah bu, Mei mau ke makam Abang."

"Mei, ini sudah malam Mei." panggil Ibu Mira, tapi Meidina langsung mengambil kunci mobil nya.

"Ayah..!! Ayah...!! " panggil Ibu Mira.

"Ada apa Bu? " tanya Pak Halim

"Kejar Mei, dia mau ke makam Radit." jawab Ibu Mira.

"Yang benar bu, ini sudah hampir jam 11 malam."

"Kejar Ayah, dia sedang hamil."

Meidina mengendarai mobil nya, menuju ke area makam. Hujan pun turun sangat deras, sedangkan di mobil belakang ada Pak Halim dan Ibu Mira yang mengejarnya.

"Ayah, kita hubungi siapa? hubungi Abi nya tidak mungkin, ini sudah malam." ucap Ibu Mira panik.

"Coba hubungi suami nya Anisah." ucap Pak Halim sambil menyetir.

"Apa dia mau?"

"Bu, dia kan saudara ipar nya."

"Sudah Yah, jangan hubungi orang lain, ini sudah malam. Mending kita, kejar nanti kalau ada sesuatu baru kita kabari."

Meidina turun dari mobil nya, dengan tubuh yang basah kuyup di guyur air hujan, yang sangat begitu deras.

Meidina langsung duduk di atas tanah yang basah, di samping makam Radit. Di tatap nya pusara suami nya, dan langsung memeluk gundukan tanah yang basah.

"Assalamu'alaikum Abang, Mei kangen sama Abang. Sekarang hujan, pasti Abang kedinginan."

Ibu Mira dan Pak Halim sudah berdiri di belakang nya, mereka membawa dua payung. Ibu Mira langsung memayungi menantunya.

"Mei, pulang yuk. Ini sudah malam, kamu nanti sakit. Apalagi sekarang hujan deras." ucap Ibu Mira.

"Abang kedinginan Bu, Ayah. Lihat hujan nya deras, malam ini pasti dingin sekali."

"Nak, sadar nak sadar. Kamu tidak menangis dan berusaha ikhlas. Tapi kamu tidak kuat juga kan dan merasakan kalau suami kamu, masih ada. Radit tidak kedinginan nak. Sekarang pulang yuk, jangan menyiksa diri." ucap Ibu Mira.

"Pulang nak, yuk nanti kamu sakit."

"Kenapa hari ini, saya tidak menyusul Abang saja. Biar sama - sama, dan Mei juga bertemu dengan anak Mei yang meninggal dalam kandungan."

"Istighfar nak, kita pulang yuk."

"Ijinkan saya, untuk tidur disini."

"Kamu jangan macam - macam Mei, yuk pulang." ucap Pak Halim.

*****

"Demam nya tinggi, tapi saya sudah kasih obat dan kandungan nya juga baik - baik saja." ucap Nola.

"Alhamdulillah, kalau kandungan yang baik - baik saja." ucap Ibu Mira.

"Tante, sebaiknya hibur dia."

"Iya Nola."

Sandi menatap Meidina, dan menoleh ke arah photo sepupu nya. Sandi tersenyum sedih, saat mengingat kebersamaan dengan Radit.

"Tante, Om sebenarnya waktu itu Radit hampir kehilangan nyawa nya. Tapi masih di beri kesempatan, walau hanya beberapa hari setelah operasi. Dan saat terakhir, Radit mencoba kirim pesan, kalau dia merasakan sakit di dada nya." ucap Sandi.

"Kamu sudah berusaha, ini sudah kuasa Allah. Radit tidak kuat, melawan penyakit nya."

"Tapi Radit hebat, bisa melewati masa kritis nya saat itu."

*****

"Mami mau kemana?" tanya Eva.

"Meidina sakit, tadi mertua nya telepon." jawab Mami Rosa sedang menyiapkan bubur buatan nya.

"Mei, sakit apa?"

"Demam, semalam dia kehujanan di makam Radit."

"Ya Allah Mei, pasti kamu sedih."

"Mami, jalan dulu ya. Maaf hari ini, Mami tidak bantu jualan dulu."

"Iya Mami, hati - hati."

****

"Bang, bang Radit. " ucap pelan Meidina dengan kedua mata nya masih terpejam.

"Bang, Mei kangen."

"Ayah, demam nya tidak turun - turun. Meidina mengigau."

"Apa kita bawa ke rumah sakit saja ya bu."

"Sebaiknya seperti itu, ibu takut Mei sama calon bayi nya kenapa - napa."

"Ya sudah, ibu siapkan semua nya. Nanti kita bawa Mei ke rumah sakit."

.

.

.

1
Jelita Permatasari
good job
Al_nindra
2x saya kehilangan calon baby ku, karena lahir prematur semua,.stelah SC yg k2 sempet nenangin hati waktu masih diruang pemulihan "apa iya Allah tega mengambil babyku untuk k2 kalinya,ga mungkin kan ya" tp ternyta Allah bner2 menguji keimanan & kewarasanku
7 bln & 8bln sudh dlam kandungan ku bawa kmna2 tp dia lbh senang memilih Allah,.
tunggu mamah disana ya 2bidadari kecilku
Itha Honkjy
sedih bngt air mataku kluar trus 😭😭😭😭
Chaira 62js
Luar biasa
Jefri Mohd
sedihnya...airmata saya tk boleh tahan..trus menangis😭😭😭
Daffa.Nakhlah Rafie
anisa percm pendidikan ttggi dn ilmu agama yg mempuni kl tdak kuat iman...br dpt cobaan seperti itu aja sdh gila..apskbr kl dia berada diposisi mei bisa2 mati bunuh diri
Mmh Astri
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍💪🥰
Sagitarius
❤❤❤
Sagitarius
😐😐
🌺Meylianti🌺
Aku nangis dari baca part satu sampai part 2 nya 😭😭😭 ya Allah thour kapan Mei bahagia bagi kek ke Anisah
Tara
Aduch.. Pengen dach punya Suami polisi apalagi yg gagah nan tampan. Uhuy🌹😍💞💖🤗🙏
Eva kusrini
ending ya mengharu biru hatiku... seorang wanita ditinggal pergi suaminya setia tidak menikah lagi itu hebat dengan kedua tangganya Mei bisa membesarkan radit menjadi seorang polisi keinginan alm papanya radit...
mama Al
aku suka ending kayak gini

perempuan itu tipe nya setia jika di tinggal meninggal suaminya. Jika di sakiti lelaki jangan memikirkan cari pasangan baru. karena anak lebih penting dari cari suami baru.
Puspa Herliyah: 🙏🙏...
total 1 replies
Jovita Deliana
mksh author semangat terus berkarya nya..saya suka dengan ending nya ..jd ga ad yg kecewa krna Bagas dan Mei..tetap dengan cnt sejati nya Bagas dan Anisa ..Mei dan Radit..bisa membuktikan bahwa perasaan Mei dan Bagas itu slh dan cm sementara krna cnt abadi Bagas untuk Anisa dan Mei untuk Radit
Puspa Herliyah: 🥰🥰🥰🥰...
total 1 replies
rya
akhirnya tamat, tapi kalau menurut aku kok pengin mei dan Bagas bersatu ya...
Ryanti Yanti
cinta sejati meidina tetap buat bang radit😩😩😩😩😩
Ryanti Yanti
turut berduka cita bang bagas
Ryanti Yanti
bau"si anisah mo koit
Ryanti Yanti
si anisah bikin bagas mlarat🤣🤣🤣🤣
Ryanti Yanti
semoga si anisah gk bikin ulah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!