Hati Lilian hancur seketika setelah sang suami, "Alen" kembali dari dinas di luar kota membawa seorang perempuan hamil bersama nya.
"Siapa wanita itu mas? Kenapa kau membawanya pulang ke rumah kita?"
Tiga tahun pernikahan Lilian tidak memiliki anak, karena itu ia memiliki untuk mengabdi sebagai menantu, ipar serta istri yang baik di keluarga "Bayron" ia tidak pernah membocorkan tentang siapa dirinya dan siapa keluarganya, sehingga mereka semua menganggap Lilian sebagai yatim piatu yang tunduk dan patuh.
"Dia istri asisten ku, sesuatu terjadi di luar kota, asisten ku meninggal karena menyelamatkan ku dan sekarang istrinya hanya punya aku dan keluarga ini untuk melanjutkan hidup, atas wasiat asisiteku dia meminta ku untuk menjaga anak dan istrinya,"
Dilanda keputusan suami yang begitu menyakitkan, akan kah Lilian tetap bertahan? Apalagi setelah kedatangan wanita itu, Alen selalu mengabaikan nya.
Penasaran? Ayo baca kisah mereka di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
"Hey, tunggu," ucap seseorang yang entah sudah berapa lama menunggu Lilian di sudut kiri lorong ruang perusahaan yang sangat besar itu.
Lilian yang hendak menuju ruangan sang papa kini menghentikan langkahnya dan menatap sosok wanita yang saat ini menghadang langkah kaki nya.
"Kau, siapa ya? Dan ada urusan apa menghentikan langkah ku," ucap Lilian dengan wajah datar nya.
"Kenapa dia tidak ada rasa takut sedikitpun padaku ya? Padahal semua orang baru di sini sebelum nya selalu tunduk dan takut padaku meskipun jabatan mereka lebih tinggi mereka selalu lebih hormat padaku karena aku adalah orang yang selalu bersama pak Karen," batin Ayu yang merasa terkejut dengan sikap Lilian.
"Tolong minggir lah jika tidak ada kepentingan, aku masih sangat sibuk karena ini adalah hari pertama ku kembali ke perusahaan," ucap Lilian lagi sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.
"Hey anak baru, jaga bicaramu ya, dimana sopan santun mu sebagai orang baru di perusahaan ini? Aku ini orang kepercayaan pak Karen dan pak Ardan, aku sudah lama bekerja di sini dan kau harus menghormati ku," ucap Ayu dengan sombongnya memperkenalkan diri.
"Ya, aku sudah tau kalau kau bagian dari semua orang yang ada di perusahaan ini, tapi untuk menghormati mu, tapi aku, menghormati orang yang menghormati ku, bukan atas perintah siapapun," jawab Lilian yang tatapan nya mulai terasa menusuk bagi Ayu.
"Kau! Kau ini benar-benar tidak ada sopan santun nya ya, mentang-mentang kau itu di pilih langsung oleh pak Ardan dan di perkenalkan oleh pak Karen," ucap Ayu yang kini sudah seperti kambing kebakaran jenggot saja.
"Lalu kenapa? Apa urusan nya dengan mu?" tanya Lilian lagi dengan tatapan dingin dan senyum tipis.
"Baiklah, aku tidak akan banyak bicara lagi, tapi ingat satu hal, jauhi pak Karen! Jangan coba-coba untuk menggoda nya! Karena dia hanya milikku!" ucap Ayu yang kini secara langsung mengatakan apa yang sudah membuat hatinya gelisah sejak Lilian datang.
"Ternyata dia pengejar kakak ku, benar-benar tidak pantas, wanita jelek dan menjijikan seperti ini mana mungkin cocok," batin Lilian. Dia bahkan menatap Ayu dengan tatapan jijik.
"Kenapa aku merasa tatapan itu sangat tidak asing? Mirip seseorang, kenapa dia rasanya sangat mirip dengan pak Ardan?" Batin Ayu.
"Jadi kau ingin aku menjauhi pak Karen?" tanya Lilian.
"Ya, kau sudah cukup mendekati pak Ardan sampai-sampai dia menjadikan mu asisten CEO, aku tidak tau entah dengan cara apa kau merayunya, jadi jangan sampah pak Karen juga kau rayu," ucap Ayu tanpa pikir panjang.
"Oke baiklah, apakah kau sudah selesai?" tanya Lilian.
"Ya," jawab Ayu dengan nada ketus.
"Akhirnya dia menurut juga," batin Ayu.
"Dengar baik-baik ya, aku memang mendekati pak Ardan sangat dekat, bahkan sepanjang hari aku bisa gelendotan di pundak nya, soal pak Karen, sepertinya dia sangat menarik ya, kalau begitu aku permisi," ucap Lilian tersenyum tipis dan kemudian berlalu pergi dari hadapan Ayu.
Lilian sengaja mengatakan kata-kata tersebut untuk membuat ayu semakin jengkel dan membenci dirinya, karena dengan begitu dia ingin melihat apa yang akan di lakukan Ayu selanjutnya.
"Wanita murahan! Jalang! Dia benar-benar berani mengaku di hadapan ku kalau dia simpanan, dan dia malah mengatakan kalau pak Karen lumayan mengoda! Lihat saja, aku akan melakukan sesuatu dan tidak akan membiarkan dia merebut semua yang akan menjadi milikku," ucap Ayu yang saat ini sudah seperti kambing kebakaran jenggot. Sangking marah nya.
Sementara itu di ruangan CEO..
"Wanita jelek, berani-beraninya mengincar kakaku, lihat saja, aku akan membuat mu menyerah," batin Lilian.
Sementara itu di kediaman keluarga Pratama ...
"Silahkan masuk tuan muda," ucap seorang pelayan yang saat itu menuntun Erlan masuk ke ruang tamu mansion Pratama.
Ya, hari ini di saat Karen dan Lilian sedang tidak ada Erlan malah datang bertamu ke mansion Pratama, jelas-jelas tujuan nya bukan untuk Karen atau Lilian, tapi kepala keluarga Pratama, papa Ardan.
"Ya tuhan, Erlan," ucap papa Ardan sedikit terkejut dengan sosok yang saat ini berdiri di hadapannya.
"Om," sapa Erlan sambil tersenyum.
Papa Ardan segera berdiri dari duduknya dan kemudian memeluk erat-erat Erlan, Erlan sudah di anggap anak oleh papa Ardan Karo hubungan nya dengan Karen yang sangat dekat.
"Ya tuhan, om sangat merindukan mu Erlan, sudah sangat lama kita tidak bertemu, akhirnya kau kembali ke Jakarta, bagaimana kabar mu? Kau terlihat semakin tampan," ucap papa Ardan panjang lebar.
"Aku juga sangat merindukan om Ardan, aku baik-baik saja, bagaimana kabar om sekarang?" ucap Erlan sambil membalas pelukan papa Ardan.
"Om baik-baik saja Erlan, ayo duduk lah, kita ngobrol-ngobrol," ucap papa Ardan yang tampak sangat bersemangat saat bertemu dengan Erlan.
"Terima kasih om," jawab Erlan yang kemudian duduk berhadap-hadapan dengan papa Ardan.
Mereka pun mulai ngobrol banyak untuk basa-basi sebelum topik pembicaraan selanjutnya yang jauh lebih serius di utarakan.
Sementara itu di keluarga Bayron
Raya baru saja kembali ke rumah setelah semalaman tidak pulang, penampilan nya tampak sangat acak-acakan dan terdapat aroma alkohol di baju nya.
"Darimana saja kau Raya?" tanya Bu Sinta sambil menatap Raya dengan tatapan tajam.
"Aku menginap di rumah teman, ibu sendiri mau kemana pagi-pagi sudah rapi dan cantik seperti ini?" tanya Raya sambil mengerutkan keningnya.
"Kau bau alkohol! Apa tadi malam kau mabuk-mabukan? Kau ini benar-benar ya," ucap Bu Sinta kesal dengan anak nya itu.
"Sudah lah Bu, seperti tidak pernah muda saja, sebaiknya ibu jawab saja pertanyaan ku, kau kemana?" Tanya Raya untuk yang kedua kalinya.
"Bukan urusan mu, masuk kamar dan mandi jangan sampai kakak mu tau kalau kau habis melakukan sesuatu yang tidak baik tadi malam," Ucap Bu Sinta.
"Kakak di mana?" Tanya Raya seketika merasa takut.
"Dia baru saja pergi ke kantor, sudah jangan banyak tanya,bibu keluar dulu," ucap Bu Sinta yang kemudian berlalu pergi.
Sementara itu, Tasya memperhatikan mereka berdua dari jarak yang lumayan jauh.
"Keluarga ini benar-benar kacau, aku harus segera mencari cara untuk menyingkirkan Bu Sinta dan Raya dari rumah ini, kalau tidak mas Alen akan selalu kesulitan karena mereka dua parasit itu," batin Tasya yang mulai merasakan kalau Bu Sinta dan Raya sebenarnya memang benalu di rumah tersebut.
Raya segera masuk ke kamar tanpa memikirkan sang ibu lagi, sementara itu Bu Sinta menaiki taxi dan meninggalkan rumah, entah kemana tujuan nya hari ini.
****
bikin kwatir orang yang menyanyinya tapi
jiwa nya memang sudah seperti itu bukan jahat atau menjadi wanita ga benar cuma
orang nya kepingin tau saja gitu kadang
mengabaikan nasehat ,,
punya nama. jadi bagus ,,,ehhh malah berhianat sekarang belum tau siapa Lilian
enakan,,,coba loe kelurahan anaknya abis lah nasib loe,,,,