Juniar adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan. Dia memiliki seorang Kakak Laki - laki.
Sang ayah adalah pengusaha sukses yang bisa mengabulkan semua keinginan Juniar hanya dalam hitungan detik.
Hingga sampai akhirnya keluarga Juniar berada di posisi paling rendah.
Dimana perusahaan Ayah nya mengalami kebangkrutan, sang Kakak meninggal karena over dosis. Sang Ayah di lilit hutang dan kena serangan jantung.
Dan Ibu nya pergi meninggalkan Juniar
Juniar yang saat itu usia 18 tahun, baru menyelesaikan sekolah SMA harus berusaha mengembalikan keutuhan keluarganya.
Dia terpaksa harus melelang KEPERAWANAN nya di sebuah situs online demi menyelamatkan keluarga nya.
Demi Ayah yang sakit agar segera sembuh, demi Ibu agar mau kembali pulang dan Almarhum Kakak yang selalu mengandalkannya.
Aku Juniar, gadis yang pernah hidup dalam kemewahan dan sekaligus harus hidup dalam kenistaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Juniar 22
jam.sudah menunjukan pukul 00.00 artinya Juniar sudah ada satu jam berdiri memandangi kota dari ketinggian hotel yang dia tempati.
Juniar melirik ke arah Sulhan, dilihat nya laki - laki yang sekarang statusnya sebagai suami nya telah tertidur pulas.
Juniar pun beranjak dari tempat nya dan memasuki kamar mandi, Juniar mulai membuka seluruh baju nya. dilihatnya pantulan tubuhnya dicermin.
" aaakhhh betapa hina nya diri ini Tuhan, sampai menjual tubuh.sekarang harga diri dan keluargaku telah hilang" gumam Juniar mengingat lagi apa yang telah terjadi
" daddy maafkan Juniar" gumam Juniar mengguyur tubuh nya dengan air hangat. kali ini Juniar menumpahkan lagi air matanya, selama ini dia berusaha sekuat dan setegar karang namun saat ini rasa rindu kepada daddy, mommy dan juga kakak nya yang telah meninggal menghinggap di hati nya.
" Dad, mom, Kak Januar " bisik Juniar ditengah isak tangis nya.
" Kenapa kalian semua meninggalkan aku???" sambil terisak.
kaki dan tubuhnya bergetar sampai beberapa saat dia berusaha menstabilkan kembali tubuhnya.
" Aku harus kuat " gumam Juniar
---- setelah beberapa saat Juniar telah menyelesaikan mandinya
dia mencari baju tidur untuk dia kenakan, baju tidur yang disiapkan mertuanya baju tidur transparan dan Juniar lun memakainya. dia sudah tidak peduli dengan apa yang dia pakai, pikirnya telanjang pun tidak apa- apa, toh Mas Sulhan suaminya. bahkan sebelum menikah, mas Sulhan sudah meniduri nya.
perlahan Juniar ikut berbaring disamping Sulhan, dilihatnya Sulhan sudah sangat lelap, jam pun sudah menunjukan pukul 03.00 dan hampir pagi. namun Juniar belum bisa memejamkan matanya.
banyak hal yang ingin dia tanyakan kepada Sulhan tentang Om Wiryo. dan Juniar juga ingin ijin pulang ke Bandung untuk mencari daddy nya.
-------- matahari masuk dr sela gorden yang memang tidak tertutup rapat
Juniar membuka matanya perlahan, dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 08.00
Juniar melihat Sulhan sudah tidak ada disampingnya.
" kemana dia???" gumam Juniar
Juniar memgambil ponselnya dan menelpon Maya
" Maya apa Tuan muda sudah di rumah??"
" Belum Nona"
" May, tolong jemput. Aku ingin pulang ke rumah. Mas Sulhan tidak ada di hotel "
" Tapi kata Nyonya besar Nona akan menginap disana 3 hari "
" May, saya ingin puapng kesana. tolong jemput "
" Saya akan minta Mus menjemput Nona"
" secepatnya May"
" Iya Nona" ucap Maya dan Junia rkangsung mengakhir panggilannya.
Junia rlangsung bergegas dan mengganti baju tidur nya.
dia membiarkan kamar hotel berantakan, kalau pun Mus datang menjemput. dia hanya akan pulang dengan pakaian yang dia pakai.
selang beberapa menit, Mus sudah ada di depan kamar hotel majikannnya.
" Nona saya datang!!!" ucap Mus menelpon Juniar.
Juniar memasukan ponselnya ke tas dan bergegas meninggalkan hotel.
" Mus barang - barang Mas Sulhan dan saya masih di kamar hotel " ucap Juniar sambil melangkah menuju lift
" Iya Nona, nanti saya suruh orang untuk membereskan danengambil nya"
" Apa Tuan Muda bilang pergi kemana?"
" tidak Nona"
" Kalau begitu, pesankan tiket pesawat untuk besok saya ke Bandung. tidak perlu memberitahu Tuan Muda. karena dia juga tidak memberitahu saya kemana dia pergi"
" baik Nona" ucap Mus sambil mengikuti langkah Juniar.walau bagaimanapun Juniar kini istri Tuannya dan apapun perintahnya harus dia turuti.
" Dimana mobil kita Mus???" tanya Juniar saat tiba di lobby hotel
" Sebentar lagi kesini Bu..."
baru saja Mus bicara mobil yang sangat dikenali Juniar berhenti dihadapannya. Mus membukakan pintu mpbil bagian belakang supir dan Juniar masuk, tak lama Mus punikut masuk ke mobil dan duduk disamping supir.
" nona saya sudah pesankan tiket online, apakah saya pesanoan juga sekalian tiket pulang nya"
" tidak perlu, karena saya tidak tahu akan berapa lama berada di Bandung"
" Baik Nona " ucap Mus.
" pemberangkatan besok pagi pukul 08.00 Nona"
" makasih Mus"
" sama - sama Nona"
------ selang beberapa menit Juniar twlha tiba di kediaman nya.
" May, besok saya akan ke Bandung".
" tapi Nona akan kembali lagi kesini kan???"
" iya setelah urusan saya selesai, saya mau istirahat. kalau Tuan Muda datang, jangan kasih tahu saya besok ke Bandung"
" baik Nona."
-------- dikamar Juniar mengambil kembali ponselnya dan menelpon Miranda.
" Mir, besok Aku ke Bandung"
" Oke kita ketemu disana ya..ah rindu banget sama kamu"
" Sama Mir, do'akan Aku menemukan Daddy"
" Pasti, kamu pasti menemukannya".
" Makasih Mir" ucap Juniar dan mnyimpan oembali ponselnya.
Juniar cukup lama terduduk
" Mas Sulhan kemana ya???"
" semoga dia ga pulang dan dia ga melarang Aku ke Bandung" ucap Juniar dalam hati
------ sedangkan Sulhan berasa di sebuah rumah iya rumah siapa lagi kalau buka rumah Fatma
Fatma baru tiba di kediaman orang tuanya di kalimantan
Sulhan adalah orang pertama yang dihubungi Fatma
" terimakasih karena Nak Sulhan sudah mau datang ke rumah kami " ucap kedua orang tua Fatma
" Fatma masih belum mau makan" ucap Mamah Fatma
Sulhan pun melihat keadaan Fatma yang sangat kacau.
Fatma wanita yang pernah sangat dia cintai telah kehilangan suaminya. ada rasa sedikit sesal di hati Sulhan menikahi Juniar. kalau saja dia belum menikah dengan Juniar, mungkin dia akan menata krmbali hati nya yang pernah porak poranda karena ditinggal menikah oleh Fatma.
" Dek ..." panggilan lama Sulhan kepada Fatma
Fatma melirik ke arah suara, dan melihat sosok laki - laki tampan sedang berdiri di samping nya
" Mas Sulhan..." ucap Fatma pelan
tanpa basa basi Fatma memeluk Sulhan
" Mas Sulhan tidak benci Fatma kan?" ucap Fatma
" Mas tidak pernah membencimu" ucap Sulhan namun sulhan tidak membalas memeluk Fatma entah kenapa, bayangan Juniar lagi tertidur dpulas terbersit di kepalanya.
" Fatma janda Mas"
mendengar ucapan Fatma, Sulhan langsung melepaskan pelukan Fatma dan memegang pundak nya.
" kamu pasti bisa melewatinya."
" maafkan Aku Mas"
Sulhan mengangguk tatkala Fatma meminta maaf.
" Sekarang makan dulu, kalau kamu sakit. siapa yang aoan menjaga anak kamu??" ucap Sulhan
" Mas Sulhan mau menemani Fatma makan??"
" Iya " ucap Sulhan
saat makan, Fatma tidak melepaskan pandangannya kepada Sulhan.
" kenapa lamu masih baik, padahal dulu Aku meninggalkanmu" gumam Fatma sambil makan
" Mas..."
" iya ..."
" Mas tidak marah sama Fatma"
" jangan dibahas lagi, mulai sekarang. kita berteman lagi" ucap Sulhan.
" berteman???" ucap Fatma sambil tersenyum
Sulhan pun mengangguk dan ikut tersenyum
orang tua Fatma melihat anaknya tersenyum kembali dan mau makan dengan lahap.
" Semoga mereka bisa bersatu lagi ya Pah " ucap Mamah Sulhan
" Aaamiiin Mah, anak kita masih muda. mereka juga pernah sangat saling mencintai.mereka pacaran sejak sekolah."
" Mamah juga melihat Nak Sulhan tidak berubah, dia langsung datang saat kita beritahu anak kita tidak mau makan semenjak sampai di Kalimantan."
" iya semoga Fatma dan Sulhan bersatu lagi "
.
.
.
makasih dukungannya geng❤❤❤
maaf cuma masukkan soalnya mak juga terus bc kok cerita ini😉
dan ssmoga om yoga dan boy ikut sandiwara tersebut😄
buatkan par 3 nya thoorr