NovelToon NovelToon
Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Duda / Ibu Pengganti
Popularitas:586.6k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Nayla Putri Atmaja (21) seorang gadis riang yang tengah menempuh pendidikan di sebuah universitas swasta di kota Jakarta, tak pernah menyangka hidupnya akan serumit ini setelah ia bertemu dengan Bayu Pratama (30). Seorang dosen muda yang mengisi mata kuliah di semester lima. Selain menjadi seorang dosen Bayu merupakan seorang pengusaha muda. Pria yang cukup sukses dan berpendidikan tinggi, namun menyandang status duda beranak satu.

Entah disengaja ataupun tidak pertemuan mereka di kampus menjadi awal kisah cerita mereka dimulai. Hidup Bayu yang semula terlihat begitu datar, kini berubah menjadi sangat menyebalkan ketika takdir mempertemukan dirinya dengan sosok Nayla yang memiliki sikap menjengkelkan, merepotkan, banyak maunya, bicara sembarangan dan blak-blakan. Sangat berbanding terbalik dengan kehidupan Bayu yang terlihat begitu tenang, datar dan tertutup.

Mau tau kelajutan kisah mereka selanjutnya? Yuk simak terus cerita Jodoh Tak Diundang...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JTD Bab 22

Suara tangisan seorang anak kecil membangunkan Nayla dari tidurnya, suasana kamar yang gelap, membuat Nayla tak dapat melihat suara anak siapa yang terdengar menangis di dalam kamarnya itu.

"Aduh anak siapa nih nangis tengah malam? Ini Mas Bayu, kenapa kamar di jadiin gelap gulita gini sih, udah kaya di zaman purba aja, gak ada penerangan lampu sama sekali," gumam Nayla dengan rasa kesalnya.

Nayla yang sudah bangun kini sedang berusaha menyalakan lampu temaram yang terletak di meja nakas, tepatnya di samping tempat tidurnya. Dengan mata yang masih mengerjap-ngerjap karena masih merasakan kantuk yang berat , namun ia terus berusaha meraba sisi nakas guna mencari saklar lampu .

"Akhirnya nyala juga nih lampu remang-remang, awas aja nih lampu kalau dimatiin sama dia, kalau sampai iya berarti fix, gue punya laki medit bin koret, takut bayar listrik mahal," gerutu Nayla saat ia berhasil menyalakan lampu.

Saat lampu temaram menyala, mata Nayla langsung tertuju ke arah sumber suara anak yang sedang menangis itu berasal. Tepat di sisi ranjang dimana suaminya itu tengah terpejam, seorang anak laki-laki tengah menangis duduk dengan memeluk lututnya. Kemudian pandangan Nayla berpindah pada suaminya yang tidur begitu pulas, hingga tak terusik sama sekali dengan suara tangisan anaknya sendiri.

Sejenak Nayla terdiam memikirkan anak siapa yang ada di kamarnya, dan saat ia tersadar. Ia menepuk jidatnya kemudian Nayla segera menghampiri dan menggendong anak berusia empat tahun, yang tak lain adalah Sultan, anak sambungnya.

"Aduh sayang, kenapa menangis hum?" tanya Nayla pada Sultan yang ada di dalam gendongannya kini. Sultan tak menjawab pertanyaan Nayla, ia malah memperhatikan wajah Nayla dengan tatapan yang begitu serius

Eh, ni bocah di tanya kenapa nangis malah ngeliatin muka gue, mirip banget kaya bapaknya sebelas dua belaslah, batin Nayla.

"Sultan kenapa nangis sayang, Sultan mau pipis iya?" tanya Nayla dengan manisnya pada anak sambungnya itu, yang sudah ia ketahui namanya dari Bayu.

Nayla pikir biasanya anak kecil nangis di tengah malam karena mau buang air kecil, tapi ternyata pikirannya itu salah karena Sultan merespon dengan menggelengkan kepalanya.

"Kalau Sultan gak mau pipis berarti Sultan mau mimi susu iya?" Tebak Nayla dengan kembali bertanya pada anak sambungnya itu yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Sultan.

"Ohh, Sultan haus, anak Mami mau minum apa? Susu iya?" tawar Nayla yang kembali membuat Sultan manggut-manggut.

Rona wajah Sultan yang semula terlihat takut dan tegang dalam gendongan Nayla, tiba-tiba berubah begitu senang, ketika Nayla membahasakan dirinya dengan sebutan Mami.

"Ok sayangnya Mami, kita pergi ke dapur ya, kita akan cari susu di sana dan Mami akan buatkan susu untuk Sultan ya? Tapi nanti kalau susu Sultan gak ada di dapur, Sultan Mami buatin teh manis dulu ya, gak apa-apa kan ganteng? Tapi besok pagi Papi akan belikan Sultan susu yang banyak untuk Sultan di toko," rayu Nayla yang membuat Sultan manggut-manggut terus memancarkan senyum di wajahnya.

"Anak Mami mana suaranya ya? Kok cuma manggut-manggut aja sih ganteng," rayu Nayla lagi pada putra sambungnya itu.

"Iya Mami," jawab Sultan yang akhirnya bersuara untuk pertama kalinya.

Hati Nayla bergetar dan terenyuh ketika Sultan memanggilnya dengan sebutan Mami, seperti apa yang ia harapkan.

"Aduh anak Mami ini memang pintar sekali, nurut banget apa kata Mami, jadi sayang banget nih Mami sama Sultan," ucap Nayla yang kemudian menghujani wajah Sultan dengan kecupan manis dan gemasnya.

Nayla menuruni anak tangga sembari menggendong Sultan. Ia tadinya ingin menurunkan Sultan saat ia hendak menuruni anak tangga, namun keinginannya itu ia urungkan, karena Sultan tak mau turun dari gendongannya.

Anak itu seketika berubah menjadi anak yang sangat manja ketika Nayla menyebut dirinya dengan sebutan Mami, terbukti dengan posisi tubuhnya yang terus memegang erat tubuh Nayla dengan kepala yang terus bersandar di bahu Nayla.

Saat ia menuruni anak tangga terakhir, tiba-tiba saja orang yang sejak tadi sengaja tidur di sofa yang ada di ruang keluarga pun terbangun dari posisi tidurnya, ketika melihat bayangan Nayla yang sedang menggendong Sultan menuruni anak tangga, hal itu membuat Nayla terlonjak kaget.

"Bayangan siapa tuh?" tanya Nayla yang terkejut karena melihat bayangan seseorang di ruang keluarga yang dekat dengan anak tangga.

Bayangan seseorang itu pun makin lama makin mendekati Nayla dan Sultan, kini rasa takut hinggap di benak Nayla.

"Ya ampun orang ternyata, kirain etan," ucap Nayla yang merasa terkejut dengan apa yang dilakukan orang tersebut, yang ternyata Suster Marni.

Suster Marni sengaja tidur di luar tidak di dalam kamarnya, karena ia khawatir Sultan akan bangun tengah malam seperti biasanya. Entah rasa haus ataupun lapar yang di rasakan anak itu hingga membuatnya selalu terbangun di tengah malam.

"Nyonya, maaf jika saya mengagetkan Anda," ucap Suster Marni memohon maaf pada istri majikannya itu.

Cantik sekali istri Tuan Bayu, puji Suster Marni di dalam hatinya, saat ia melihat dari dekat wajah Nayla meskipun hanya dengan sedikit pencahayaan dari luar jendela.

"Sudahlah tak apa Suster tak perlu minta maaf, Suster kenapa tidur di luar? Apa suami saya tidak memberikan kamar tidur untuk Suster?" balas Nayla yang malah menanyakan kenapa Suster itu tidur di luar tidak di kamar.

"Saya khawatir dengan Den Sultan, karena biasanya dia pasti terbangun, ternyata benarkan dia terbangun Nyonya," jawab Suster Marni yang kemudian ingin mengambil Sultan dalam gendongannya.

"Gak mau, Sultan mau di gendong Mami aja," tolak Sultan dengan terus menggelengkan kepalanya.

"Sudah biarkan Sus, ngomong -ngomong dimana susu Sultan, Sus? Dia mau minum susu katanya," tanya Nayla lagi.

"Ada di dapur Nyonya, saya sudah merapikannya, biar saya buatkan susunya, Nyonya bisa tunggu disini," jawab Suster Marni yang di tanggapi rengekan dari Sultan.

"Sultan mau susu buatan Mami, Sultan gak mau susu buatan Suster lagi," Sultan merengek dengan menggoyang-goyangkan kakinya terus-menerus, hingga membuat tubuh Nayla bergoyang.

"Sultan sayang, jangan begini nak! Ok Mami yang buatin ya, anak pintar gak boleh merajuk seperti ini ya? Sultan mau di sini apa mau ikut Mami ke dapur?" rayu Nayla yang seketika membuat Sultan kembali diam di dalam gendongannya.

"Sultan mau ikut Mami," jawab Sultan dengan suara imutnya.

"Ok sayang, yuk ikut Mami bikin susu!" ajak Nayla yang membuat Sultan tersenyum bahagia.

"Ayuk Mih," sahut Sultan dengan riangnya.

Nayla yang belum paham cara membuat susu untuk Sultan pun akhirnya di bantu Suster Marni membuat susu untuk Sultan. Suster Marni hanya memandu cara membuat susu dan Nayla langsung mempraktekkannya.

"Tara susu buatan Mami sudah jadi deh, diminum ya sayang," ucap Nayla begitu bangganya bisa membuat susu untuk anak sambungnya itu.

Sultan dengan senyum gembira menerima susu dalam botolnya itu dari tangan Mami barunya itu.

"Suster, saya mau kembali ke kamar, Suster tidur saja di kamar ya, jangan tidur di luar nanti badannya sakit dan pegal-pegal loh," ucap Nayla yang berpamitan pada Suster, ia juga meminta Suster pengasuh itu untuk beristirahat di kamar dengan penuh perhatian.

Sesampainya di kamar susu di dalam botol pun sudah habis. Nayla menurunkan Sultan kembali ke ranjang.

"Susunya sudah habis, sekarang kita bobo yuk! Mata Mami ngantuk mau bobo biar besok bisa main sama anak ganteng Mami ini," ucap Nayla yang merayu Sultan agar kembai tidur.

"Iya Mami," jawab Sultan yang menurut apa kata Nayla.

Mereka pun kembali tertidur dengan saling berpelukan hingga sinar pagi hari datang dari balik jendela, menyapa tidur mereka yang begitu damai.

1
Ulna Yana
kak , update dong 😔😭
laelatul qomar
Luar biasa
💗vanilla💗🎶
dihh pake diucapin lagi
Ella Ella
ceritanya mkin amburadul Thor
Pipit F 🤩
Naylul emang kang kompor suka kalo sodara-sodaranya susah
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
siap2 ajalah para opa2🤭🤭🤭pembalasan nay lbh kejam🤣🤣
bayangan
🤭🤣🤣🤣 bapknya sendiri aja tkut sama kelakuan anaknya si naylul 🤣🤣
Ramadhani Kania
siap2 y oppa2 d marahi nenek uyut....🤭😂😂
Wu Shi Des
bagus Thor, semangat up nya...
Pipit F 🤩
waduh mode adu domba ini mah sesama kakek kakek 🤣🤣
emang bener-bner si Nayla
Pipit F 🤩
kena skak matt
Pipit F 🤩
emang istri durhakim 😅
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
nay hbs makn dimsum mendptkan wangsit🤭
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣nay tau aja yg mahalan🤦‍♀️
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣msh mode marah2
bayangan
wah si nayla mau adu domba ni ke kakek abraham 🤣 bakalan seru tuh kakek kakek adu mulut gegara sinayla 😅
🍒⃞⃟🦅🥑⃟gaibfarm🦉𝐕⃝⃟🏴‍☠️
otaknya bnr² encerr si Naylul
Pipit F 🤩
kasian ini para pelayan di grebek para tetua mafia emak rmak 😅🤣
Pipit F 🤩
istri istri mode singa semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!